#BikinJalanLo Versi Bartelemi

“Kami mendapat kesempatan untuk tampil di acara Indie Air karena mendaftar melalui Soundfren – Bartelemi

Dimulai dari mendengar berbagai genre musik, dilanjutkan dengan mulai mempelajari instrumen musik hingga kemudian membentuk sebuah band. Itulah awal perjalanan dari grup musik Ibukota, Bartelemi yang terdiri dari mereka yang memiliki cita-cita yang sama di dunia musik.

Di awal terjun ke industri musik, Bartelemi sempat mengalami kejadian kurang menyenangkan yaitu saat tak bisa check sound akibat hal teknis namun walau demikian mereka tetap melanjutkan penampilan sebagai pengisi acara. Kepuasaan para penonton yang hadir saat itu menjadi obat mujarab bagi Bartelemi. Langkah demi langkah baik pahit maupun manis di industri musik tetap mereka jalani hingga akhirnya manpu melahirkan karya yang tertuang lewat lagu “Raga” dan “Deru Waktu.”

Bagi grup musik yang terinspirasi dari The Beatles, Foo Fighter, Blur, Radiohead, dan Extreme ini perkembangan teknologi sangat membantu mereka dalam bermusik mulai dari proses rekaman hingga penampilan di atas panggung. Salah satu perkembangan teknologi yang bisa dirasakan langsung adalah lewat Soundfren

Sebelum bergabung dengan Soundfren, Gerry dkk menaruh harapan agar bisa mendapatkan informasi mengenai acara misik dan bisa berpartisipasi lebih sering di dalamnya. Harapan itu terbukti saat mereka bisa tampil di acara “Indie Air” yang ditayangkan melalui kanal Usee Prime di UseeTV.

Grup musik yang digawangi oleh Bob, Gerry, Batara, Afdha, dan Kiki ini menganggap bahwa Soundfren memiliki banyak fitur untuk menyebarkan karya dan ada fitur yang memberikan banyak informasi mengenai acara musik. Bartelemi berharap Soundfren bisa menjadi wadah untuk semua pemusik indie dan bisa membantu para musisi menyebarkan karya karya nya. Kedepannya Soundfren bisa lebih memperbanyak lagi aktivasi untuk para penggunanya agar karya mereka semakin luas dinikmati masyarakat luas.

#BikinJalanLo Versi Delika

“Soundfren memberikan kami kesempatan manggung dan menawarkan peluang untuk berelasi lebih luas dengan para pelaku industri musik – Delika”

Passion. Satu kata yang menjadi awal mula Delika terbentuk. Semuanya bermula dari passion yang sama dalam berkarya di bidang musik dan ingin menciptakan karya yang abadi. Grup musik asal Jakarta yang telah memiliki karya musik bertajuk “Racau” dan “Tegar Bersandar” ini terinspirasi bermusik dari The Beatles, Bee Gees, Fleetwood Mac, hingga Mondo Gascaro.

Delika merekam sebagian besar rekamannya secara mandiri dengan peralatan terbatas di kamar kos salah seorang personilnya, Bagus. Semua perjuangan Delika terbayar saat memenangi kompetisi Levis Band Hunt 2018 untuk lagu “Racau” serta mendapatkan Best Folk Song untuk lagu “Tegar Bersandar” oleh American Track Music Award. Setelah itu, apa yang direkam Delika di kamar kost diproduksi ulang oleh Widi Puradiredja di Organic Records hingga dimastering oleh Geoff Pesche di Abbey Road Studio London.

Teknologi memudahkan jalan Delika untuk menyampaikan musik ke para pendengarnya. Dari sana, Delika banyak mendapat masukan mengenai pasar bermusik khususnya untuk genre yang diusung Delika. Kondisi industri musik yang sudah memasuki era digital membuat Delika semakin bersemangat menciptakan karya karena kesempatan untuk didengar orang bisa semakin luas. 

Bergabungnya Delika di Soundfren karena bagi Raya dkk Soundfren mampu menawarkan peluang untuk berelasi lebih luas dengan seluruh pelaku industri musik. Jadwal manggung Delika makin padat setelah menjadi pengguna Soundfren. Di awal tahun 2020 saja Delika sudah 3 kali mengisi acara diantaranya Kurasi Musik Vol.5, Manggung di Pasar, dan program musik “Indie Air” yang ditayangkan melalui kanal Usee Prime di UseeTV.


#BikinJalanLo Versi Robin and the Poetry


“Soundfren membantu kami untuk memperkenalkan karya lebih jauh – Robin and the Poetry”

Tak pernah terpikirkan akan serius di industri musik, Robin and the Poetry awalnya hanya iseng mencoba bermain musik namun seiring berjalannya waktu ada kenikmatan tersendiri yang mereka rasakan dari musik. Bagi grup musik yang terinspirasi dari Sore Band, White Shoes and the Couples Company, Efek Rumah Kaca, FSTVLST, The Adams, dan Mondo Gascaro ini bisa bermain musik dan memiliki karya sendiri itu merupakan pencapaian yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata. 

Robin and the Poetry bersyukur lahir di era kecanggihan teknologi yang terus melesat, karena mereka bisa lebih leluasa dalam mempromosikan karya. Kemajuan teknologi yang masuk ke industri musik juga tak dipungkiri bisa menjadi boomerang terhadap para musisi, karena akan banyak pembajakan terhadap karya musik.

Salah satu cara yang dilakukan Robin and the Poetry dalam menyikapi kemajuan teknologi adalah bergabung dengan platform Soundfren. Aplikasi yang lahir berkat kemajuan teknologi di era digital ini. Berkat Soundfren, grup musik yang memiliki hits “Pecah Suara” ini bisa mendapat relasi yang semakin dapat memuaskan hasrat mereka dalam bermusik. Selain itu, Soundfren juga membantu mereka untuk mengenalkan karya-karya musik ke masyarakat.

Grup musik yang digawangi oleh M. Raihan Aqil, Khairul Khusnul Z, Asep M Ainal F, Nur Hakim, Anas, dan Simon berharap supaya karya mereka dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat. Soundfren sangat menakjubkan dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya.

#BikinJalanLo Versi Devan Nugraha


“Dengan gabung Soundfren, Saya jadi bisa kenal para musisi dari berbagai daerah dan genre – Devan Nugraha”

Berawal dari hadiah pemutar musik dari sang ibu, Devan Nugraha mulai menggemari musik. Semasa sekolah, Devan rutin mengikuti kompetisi bernyanyi dan ia juga membuat grup musik bersama teman-temannya. Setelah lulus sekolah, Devan mulai aktif memproduksi lagu sendiri dan menjadi penyanyi solo sampai dengan sekarang.

Musisi yang terinspirasi dari Ed Sheeran, John Mayer, dan The Overtunes ini merasakan betul dampak positif dari perkembangan teknologi di industri musik. Ia jadi bisa memproduksi lagu sendiri di rumah tanpa perlu bantuan label sekalipun. 

Devan juga merasakan dampak positif dengan bergabung menjadi pengguna Soundfren salah satunya ia bisa tampil menjadi pengisi acara di program “Indie Air” yang tayang di UseeTV. Selain itu, setelah bergabung dengan Soundfren, Devan jadi bisa kenal dengan para musisi dari berbagai daerah, genre, serta para produser musik.

Devan berharap jalan bermusiknya di tahun 2020 ini semakin terbuka lebar lewat Soundfren salah satunya dengan memberikan banyak panggung untuk mengenalkan musiknya kepada para penikmat musik. Bagi Devan, kehadiran Soundfren sangat membantu para musisi yang tengah memulai karir.