Fakta Musik Jazz

Musik Jazz sering dikaitkan sebagai musik yang ‘mahal’. Bahkan, sampai sekarang stigma itu masih melekat. Bagaimana menurut kamu, Fren?

Sebelum jawab, ada beberapa fakta tentang musik jazz yang harus kamu tahu!

  • Teori Nama Musik ‘Jazz’
    • Jazz berawal dari bahasa “slang” yang sering diucapkan sebagai “jas”, “jass”, “jaz”, atau “jasz”. Salah satu teori paling populer mengatakan bahwa istilah tersebut digunakan pertama kali sebagai istilah pada olahraga baseball yang berarti semangat, antusias, dan jiwa perjuangan. Sementara teori lainnya mengatakan bahwa istilah “Jazz” berasal dari kata slang Afrika yaitu “gism” atau “jism” yang memiliki konotasi seksual.
  • Musisi Jazz “mematikan” bagian dari otak mereka selama berimprovisasi
    • Dari sebuah studi yang dilakukan oleh 2 profesor dari Universitas John Hopkins. Mereka mengungkapkan bahwa ketika musisi Jazz berimprovisasi saat bermain musik, area prefrontal dorsolateral dan lateral orbital pada otak yang terkait dengan sensor diri, keinginan menahan diri, dan introspeksi akan mati.Sementara area korteks prefrontal medial di otak yang membangkitkan ekspresi diri akan hidup dan berjalan dengan sangat baik.
  • Pertunjukan Jazz penuh dengan isyarat rahasia
    • Tahukah kamu bahwa di sepanjang pertunjukan musik Jazz, akan banyak bahasa isyarat yang kamu temukan antara musisi satu dan yang lainnya? Karena akan banyak improvisasi yang di luar dugaan, maka mereka berkomunikasi secara non-verbal saat memainkan musik untuk menjaga alunan lagu tetap pada jalurnya.
  • Jazz merupakan bentuk musik paling variatif di dunia
    • Karena semangat kebebasan dan spontanitasnya, Jazz berkembang sangat pesat sejak pertama kali diperkenalkan. Jazz telah melahirkan berbagai aliran musik seperti bebop, big band, swing, latin jazz, dixieland, gypsy jazz, dan bossa nova jazz.
  • Musik Jazz dan musik klasik India memiliki banyak kesamaan
    • Seperti Jazz, musik klasik India menggunakan 2 sistem (hindustani dan karnatik) yang memungkinkan improvisasi lebih lama dengan melodi dan ritme yang menakjubkan. Untuk itulah, kedua jenis musik ini memiliki kesamaan.
  • Jazz dapat meningkatkan kreatifitas dan produktivitas kerja, menghilangkan stress dan meningkatkan imunitas tubuh
    • Jazz terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan. Bahkan hanya dengan mendengarkan musik Jazz selama 30 menit, kadar immunoglobulin A (IgA) akan meningkat sehingga tubuh akan terjaga dari infeksi bakteri dan virus.
  • Bukan saksofon, melainkan klarinet lah yang identik dengan citra musik Jazz pada awalnya
    • Pada awalnya, klarinet lah yang menjadi instrumen dominan dalam Jazz yang sering disebut dengan “licorice stick”. Bahkan kemunculan saksofon sempat ditentang banyak musisi Jazz di zaman tersebut.
  • Kata “hipster” berawal dari salah satu istilah unik untuk musik Jazz
    • Jika kamu pecinta musik Jazz, mungkin kamu pernah mendengar istilah “Jazz cats” yang mengacu pada musisi Jazz. Tapi sebelum istilah tersebut ada, mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan “alligators” atau “gate”. Nah, “hep” atau hipster juga merupakan salah satu sebutan populer dalam Jazz. Di tahun 1930, mereka menggunakan kata ini untuk mendeskripsikan seseorang yang keren dan berpengetahuan luas.
  • Trio piano merupakan bentuk Jazz paling umum
    • Esensi musik Jazz yang sesungguhnya secara umum ditampilkan dalam trio piano. Trio piano merupakan permainan musik dengan gabungan antara instrumen piano dengan 2 instrumen lainnya, biasanya biola dan cello.

Nah itu tadi beberapa fakta tentang musik folk. Kamu bisa ngobrolin lebih dalam lagi tentang genre musik ini dengan posting status di aplikasi Soundfren. Kalau mau jajal main musik jazz dan nyari  partner kolaborasi, kamu bisa eksplor fitur “Collaboration”. Anyway, apakah menurutmu jazz adalah musik ‘mahal’?

Fakta Musik Folk

Apa fakta yang kamu ketahui tentang jenis musik yang sering dibilang sebagai musik kopi senja ini?

  • Mengekspersikan suara masyarakat. Musik tradisional selalu disebut-sebut sebagai cikal-bakal musik folk. Oleh sebab itu musiknya selalu bisa dinikmati. Makin spesifik irama musiknya, makin spesifik juga publik yang menyukai lagu itu.
  • Siapapun bisa memainkannya. Karena berasal dari ekspresi warga, lagu-lagu folk pun bisa terlahir dengan sendirinya dari tangan musisi yang nggak mengenyam pendidikan musik sekalipun. Karenanya, penciptaan musik folk diistilahkan dalam Bahasa Inggris dengan kata ‘created’ bukannya ‘composed.’
  • Liriknya menyesuaikan cara bertutur warga lokal. Pilihan kata dan susunan bahasa dalam lagu folk tentu aja senada dengan cara bertutur warga lokal. Musik folk Indonesia pastinya dibuat dengan kosa kata dan permainan kata dalam Bahasa Indonesia. Begitu pula lirik lagu folk di daerah lain. Dengan begitu, lagunya jadi mudah dimengerti.
  • Mudah dinyanyikan. Karena lirik dan musiknya sudah sesuai dengan ekspresi warga itulah musik folk atau yang bernuansa folk jadi mudah dinyanyiin. Selain itu, musik folk pada umumnya dibuat dengan cara lisan, bukannya ditulis dan dikalkulasi dalam partitur musik.
  • Bisa dimainkan meski tanpa perlengkapan listrik. Lagu folk turut menawarkan kemudahan dalam memainkannya. Engga perlu gitar listrik, ampli gede, dan sound system puluhan ribu watt buat memainkan musik folk. Gitar kopong, kahon, dan kecrekan aja udah cukup.

Nah itu tadi sedikit fakta tentang musik folk. Kamu bisa ngobrolin lebih dalam lagi tentang genre musik ini dengan posting status di aplikasi Soundfren. Kalau mau jajal musik folk dan nyari  partner kolaborasi, kamu bisa eksplor fitur “Collaboration”.

Fakta Musik LO-FI

Fren, pasti belakangan ini kamu lagi sering banget denger istilah musik Lo-Fi. Pada penasaran nggak sih, Lo-Fi itu apa dan gimana asal muasalnya? Langsung aja deh cari tau!

  • LO-FI Sudah Dikenal Sebelum Tahun 90-an.
    • Musik jenis ini memang sudah dikenal sebelum tahun 1990-an, namun dengan pengucapan yang berbeda yaitu “Low-fi” dimana kata itu berasal dari kata ‘Low Fidelity’, artinya lagu ini memiliki kualitas suara yang lebih rendah dari musik-musik lain pada umumnya. Dan di tahun sebelum era 1990-an, musik ini mungkin memang belum dikenal sebagai jenis musik yang populer.
  • Selalu Ada Suara Unik di Musik LO-FI.
    • Jenis musik lo-fi ini selain terdiri dari nada-nada musik, namun kita juga bisa mendengar suara-suara ‘real’ yang unik seperti suara percakapan, gelas yang tengah di aduk, suara anak-anak yang tengah bermain di luar rumah, suara kicauan burung, bahkan suara orang yang tengah mengunyah snack atau suara ketika kita membolak-balik halaman sebuah buku. 
  • Menjadi tren di Youtube dan Soundcloud.
    • Jika kamu termasuk orang yang senang mengeksplorasi musik di Youtube dan Soundcloud, bisa dijamin sebagian besar akan tahu jenis musik ini. Dengan suara berkualitas rendah seperti mendengarkan radio dan sebagian besar tanpa lirik, banyak orang yang mendengarkannya saat mereka sedang suntuk dan bosan dengan lagu-lagu mainstream lainnya. Karena bisa dibilang musik lo-fi ini adalah sisi ‘vintage’ atau underrated-nya dunia musik. Sebab banyak musisi yang ditampilkan di playlist musik lo-fi ini tidak terlalu dikenal masyarakat luas.
  • Solusi Tepat Untuk Fokus Belajar atau Bekerja.
    • Jenis musik lo-fi ini diakui banyak orang dapat membuat lebih fokus dikarenakan nada-nada yang disuguhkan lagu ini begitu menenangkan. Dengan nada rendah dan melodi yang lembut membuat orang yang mendengarkan menjadi dapat lebih fokus pada pekerjaannya atau pelajaran.
  • Makin Banyak Lagu Kekinian Dengan Versi Lo-Fi.
    • Nah, karena jenis musik ini semakin populer maka semakin banyak pula orang kreatif yang kemudian membuat versi jenis musik lo-fi dari lagu mainstream yang kekinian seperti pop, jazz bahkan lagu K-Pop yang tengah naik daun saat ini.

Apakah kamu salah satu penggemar dari musik-musik Lo-Fi, Fren? Kamu bisa bikin diskusi seputar musik Lo-Fi di Soundfren loh, kamu bisa saling berbagi tentang musik ini, Fren!

Menjadi Musisi Sukses di Era Digital

Fren, zaman sekarang jadi musisi harus serba bisa. Apalagi kalo kamu mau jadi musisi yang sukses di era digital. Gaptek sedikit, digilas pasar deh!

  • Kualitas Musik Harus Mumpuni. Di manapun posisi kamu ketika menjadi musisi nantinya, kualitas musik harus nomor 1, Fren. Kualitas musik merupakan hal yang nggak bisa diganggu gugat.
  • Melek Digital. Di zaman sekarang, paham tren digital adalah sesuatu hal yang wajib. Kalo nggak ngikutin tren, siap siap aja deh digilas seniman musik lain. TikTok, anyone?
  • Terus Berlatih. Dengan kemudahan dalam mempromosikan musik, musisi tidak lagi tergantung  dengan royalti tetapi juga saat penampilan off air. Untuk itu, seorang musisi harus mempersiapkan kualitas ketika tampil secara off air.
  • Memajang Karya di Platform Musik Digital. Sebaiknya musisi yang sudah mempunyai karya dan ingin memasarkan di media sosial atau platform digital seperti Soundfren, arus mulai berani memajang karya. Karya yang dipajang di sebuah platform digital sebaiknya harus yang orisinil.
  • Memiliki Attitude. Jika ingin menjadi musisi terkenal sebaiknya harus memiliki sikap dalam bermusik. Sikap ini terkait dengan ketekunan dalam bermusik, tekun menampilkannya. Seorang musisi juga dituntut untuk memiliki kepercayaan diri sebagai langkah untuk terus maju.
  • Harus Aktif. Sebagai musisi kita dilarang untuk hanya diam menunggu, tetapi harus aktif mengejar dan mencari celah peluang. Jika sudah memajang karya di sebuah platform digital selanjutnya adalah aktif melalukan promo di media sosial atau sering mengadakan mini konser. Untuk mencapai ketenaran memang dituntut untuk rajin bertukar pandangan dengan musisi yang telah lebih dulu terkenal.
  • Mempunyai Identitas Tersendiri. Musisi baik band/ solo harus memiliki identitas sebagai media promo untuk para fans. Perlu juga membuat merchandise seperti kaos, topi, tas atau barang-barang lain yang dapat memudahkan untuk dikenal secara luas.

Nah itu tadi sedikit trik yang bisa kamu jadikan acuan untuk jadi musisi sukses dan berkualitas. Kamu juga bisa saling berbagi tips dan trik jadi musisi sukses bareng temen-temen di Soundfren. Caranya tulis aja postingan di status kamu tentang topik ini, Fren!

Menjadi Calon Musisi Profesional

Fren, menjadi musisi profesional tentu saja adalah tentang bagaimana kita untuk nggak pernah berhenti belajar. Tapi, selain itu kamu juga patut mengetahui beberapa hal lainnya, lho.

  • Membuka Networking. Selain belajar, musisi pemula juga harus banyak mengikuti event dan festival. Mengapa? Untuk meningkatkan popularitas, manggung bukanlah satu-satunya cara yang bisa kamu coba. Relasi juga sangat penting bagi musisi pemula untuk mendapatkan dukungan dan kerjasama yang bahkan bisa meningkatkan popularitasmu secara lebih efektif!
  • Bertanggung Jawab. Tanggung jawab tersebut bukanlah semata-mata sikap kamu ke pekerjaanmu saja. Tapi juga mengarah ke tanggung jawab kepada pemerintah. Ambil saja contoh bayar pajak, setiap musisi harus rajin membayar pajak agar pemerintah semakin mudah memberikan hak-hak musisi yang sepantasnya.
  • Jujur Pada Diri Sendiri. Para musisi pemula harus jujur pada diri sendiri karena identitas musik adalah hal yang terpenting. Jadi, jangan mudah terombang-ambing arus. Jika kamu memang senang bermain musik dengan genre tertentu, tetaplah konsisten pada genre-mu!
  • Mendengarkan Suara Hati Fans. Menyesuaikan musik dengan selera fans tanpa harus menghilangkan identitas band adalah cara ideal untuk bertahan di bisnis musik. Selain itu, bagi kamu para musisi pemula juga bisa memulai dengan memberikan sentuhan-sentuhan inovatif pada musik kamu. Jika ingin menarik perhatian fans, pastikan juga kamu memberikan penawaran khusus agar fans pun tertarik untuk mengecek musik kamu.
  • Jangan Ada Kata Menyerah. Enggak pernah menyerah dan latihan mati-matian adalah poin penting untuk semua musisi. Jika band yang sudah dikenal saja mati-matian ketika latihan, maka kamu sebagai musisi pemula juga harus melatih diri sebaik mungkin dan nggak boleh menyerah.

Untuk para musisi pemula yang ingin melaju terus di dunia musik, pastikan juga kamu memperhatikan tips-tips di atas dan sering-sering share pengalaman bermusik kamu di Soundfren ya! Jangan ragu untuk minta pendapat tentang karya musikmu dari sesama pengguna Soundfren, karena kritik atau masukan yang kamu dapat akan sangat berguna untuk kelanjutan karir bermusikmu, Fren!

Mengenal Jenis-Jenis Senar Bass

Fren, kalo kamu pemain bass, kamu patut mengetahui hal ini!

  • Senar Bass Berdasarkan Bahannya. Dalam perkembangannya, para produsen senar bass banyak melakukan eksperimen dengan menggunakan beberapa campuran logam yang berbeda-beda. Faktor inilah yang kemudian menjadi pembeda dari satu produsen senar dengan lainnya.
  • Senar Bass Berdasarkan Lapisan (Coating). Senar dengan menggunakan coating umumnya identik dengan suara yang berbeda dengan senar biasa tanpa lapisan pelindung. Namun majunya teknologi memungkinkan lapisan coating pada senar hanya pada kisaran nanometer saja, membuatnya terasa tak jauh berbeda dengan senar un-coated.
  • Jenis senar bass berdasarkan panjangnya (scale length). Untuk kamu ketahui, biasanya dalam bungkus senar bass tertulis empat macam scale length, yaitu short, medium, long scale, dan extra long scale. Senar short scale untuk bass dengan scale length 30 inci, medium scale untuk bass dengan scale length 32 inci, long scale untuk 34 inci, dan extra long 35 inci. Hal ini sering kali luput dari perhatian pemain bass saat membeli senar. Scale length begitu penting untuk diperhatikan karena bila kamu salah beli bisa saja senar tidak cukup panjang atau malah terlalu panjang untuk bass.
  • Jenis senar bass berdasarkan ukuran. Semakin besar ukuran senar bass, maka akan semakin keras tension-nya, dan semakin besar tenaga yang dibutuhkan. Untuk ukuran senar bass, kamu harus memperhatikan tuning yang digunakan. Ukuran besar bisa kamu pertimbangkan jika menggunakan tuning rendah pada bass. Begitu sebaliknya. Untuk jelasnya, kamu harus memperhatikan kemasan bass yang mencantumkan ‘light’, ‘medium’, ‘heavy’ untuk memudahkan mengetahui ukuran senar dalam kemasan.

Itu tadi bermacam jenis senar gitar bass yang harus kamu ketahui, khususnya bagi para pemain bass agar tidak salah beli, dan senarnya cocok untuk lagu yang dimainkan. Kamu bisa ngobrol banyak tentang senar gitar bass ini bareng temen-temen di Soundfren. Kalau kamu lagi cari atau mau jual senar bass, bisa langsung posting aja, Fren!

Jenis-jenis Piano

Fren, mau mulai menekuni alat musik piano? Ketahui dulu jenis-jenis piano ini, Fren!

  • Grand Piano. Jenis piano yang satu ini bisa dibilang jenis piano sesungguhnya, yang juga termasuk jenis piano akustik. Konstruksi atau bahan dasar dari grand piano adalah kayu yang mengikap dengan berjumlah tuts 88. Piano ini memiliki kotak akustik yang ditidurkan, dengan deretan senar-senar yang diketuk hammer piano ditidurkan. Grand piano sering digunakan dalam sebuah pagelaran orkestra. Harga dari grand piano sangat mahal, dari puluhan hingga ratusan juga. Proses instalasi juga tidak bisa sembarangan.
  • Upright Piano.Konstruksi dari jenis piano ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis grand piano. Tetap berkonstruksi kayu, dengan 88 tuts, serta kotak akustik dan senar-senarnya Yang membedakan upright piano dengan grand piano adalah posisi kotak akustiknya yang berdiri. Dengan konstruksi seperti ini, piano model ini menghemat tempat.
  • Digital Piano.Ini adalah jenis piano elektronik, namun memiliki rentang nada yang sama dengan piano akustik biasa. Model tuts juga sama, menggunakan tipe tipe gradded-hammer. Jadi, walaupun jenisnya sudah digital, namun efek penekanan tutsnya masih sama dengan piano akustik, berat dan seperti mengetukkan palu ke senar-senar nada. Kamu bisa mencoba jenis piano ini dalam Roland RD-700 dan RD 300. Atau juga bisa kamu mainkan Yamaha seri Clavinova.
  • Keyboard.Sekilas keyboard dan digital piano memang mirip. Bahkan sama-sama jenis piano elektronik. Namun begitu tetap ada perbedaannya antara digital piano dan keyboard. Yang paling mencolok adalah model tuts-nya. Keyboard tidak menggunakan gradded hammer, melainkan model touch response. Ini artinya efek seperti mengetukkan palu tidak bisa kamu rasakan, karena itu tuts keyboard jauh lebih ringan untuk ditekan. Rentang nada yang dimiliki juga lebih sedikit, hanya sepanjang 61 nada. Akan tetapi keyboard memiliki kelebihan dalam memproduksi suara dari berbagai bermacam jenis alat musik. Variasi irama dalam keyboard juga banyak, sehingga kamu bisa seperti bermain dalam satu kesatuan full band. Contoh yang populer adalah Yamaha seri PSR, atau Roland seri E.
  • Organ.Organ lebih cenderung memainkan akord, jadi pemain organ tidak perlu susah-susah memikirkan melodi, karena bagian melodi sudah menjadi jatahnya pianis. Organ memiliki dua jenis, yaitu organ pipa (orgel) dan organ elektronik (electone).  Organ pipa memiliki deretan tuts lebih dari satu, dan tombol analog yang sangat banyak. Organ pipa sendiri memiliki pipa-pipa raksasa. Sementara organ elektronik deretan tutsnya kebanyakan 2 baris dan pedal kaki (pedalboard) sangat banyak.

Itu tadi beberapa jenis piano dari yang klasik hingga yang modern. Mungkin saja piano akan mengalami perkembangan lagi di masa depan nanti. Kamu bisa sharing seputar piano bareng temen-temen di Soundfren. Yuk, cek aplikasi Soundfren kamu sekarang!

Tips 101: Menulis Lagu

Fren, mau mulai menulis lagu buat gebetan? Nih, coba dulu tips dari mimin.

  • Tentukan Tema Lagu. Dalam membuat sebuah lagu, kalian harus menentukan dulu tema lagu yang akan dibuat. Kalo tiba-tiba nemu nada atau lirik, simpan di voice note dan notepad. Setelah itu, cari waktu senggang untuk membuat lagu-lagu mentah yang udah kalian catat dan tentukan arah tema lagunya.
  • Buat Kerangka Cerita. Membuat lagu itu sama seperti membuat rumah. Dibutuhkan pilar-pilar penyangga yang dapat menopang cerita dalam sebuah lagu. Maka dari itu, buatlah kerangka cerita lagunya untuk mendukung tema sebuah lagu.
  • Buat Judul yang Khas.
  • Dari kerangka ceritanya, kamu bisa menentukan judul. Judul lagu memegang peranan yang sangat penting. Judul lagu adalah momen pertama dimana kamu bisa memperlihatkan bahwa karya kamu beda dari yang lain. Saat pembuat lagu yang lain menggunakan judul yang “pasaran”, kamu muncul dengan judul yang khas sehingga langsung menarik perhatian calon pendengar.
  • Tulis Lirik, Pilih Kosakatanya. Disinilah kreativitas berperan. Disinilah kamu menunjukkan kenapa lagu kamu berbeda dari pembuat-pembuat lagu yang lain. Ada berbagai teknik yang bisa dilakukan untuk membuat lirik. Salah satunya adalah menggunakan peta pikiran atau mind map. Mind map ini sangat efektif, karena melatih otak berpikir luas saat mencari kata-kata yang tepat.
  • Gunakan Lirik Visual, Naratif, dan Deskriptif. Lirik visual (atau naratif/deskriptif) adalah lirik yang membuat pendengar bisa membayangkan lagu kamu seperti film: lengkap dengan adegan laga, cinta, dan drama yang menegangkan. Kalau kamu bisa menguasai sedikit saja lirik visual, itu akan membuat kamu jauh lebih mahir membuat lagu dibanding kebanyakan orang di luar sana yang bermalas-malasan tapi berharap lagunya akan dibeli orang atau artis major label. Karena itu, gunakanlah lirik visual! Ini adalah senjata ampuh yang dipakai artis kaliber internasional seperti Taylor Swift (yang menghasilkan lebih dari US$80 Juta selama 2018!), tapi jarang dipakai pembuat lagu dalam negeri.
  • Rapikan Lirik. Lirik yang sudah kamu buat sejauh ini belum tentu sudah selesai. Kamu selalu bisa membuatnya lebih baik. Ingat apa yang dikatakan The Edge, gitaris band U2:Lagu kami tidak pernah selesai; tapi selalu dirilis!”.
  • Istirahat.Ya, istirahat. Kalau sudah melakukan ke-6 langkah sebelumnya, sekarang break dulu. Lagu yang ngehits butuh waktu. Lagu yang hits butuh struktur. Walau pekerjaannya lebih berat, hasilnya jauh lebih memuaskan.

Buatlah lagu yang menyentuh hati mereka, baik itu membuat mereka menyalurkan kesedihannya yang paling tersembunyi, atau membangkitkan semangat mereka untuk menjadi tak terkalahkan. Karena lagu kamu mewakili cerita kehidupan mereka.

Udah kebayang mau bikin lagu apa, Fren? Kalo sudah beres kamu bisa loh share hasilnya dan minta masukan ke temen-temen di aplikasi Soundfren. Kamu bjsa posting lewat status dan lihat masukan dari sesama pengguna Soundfren.

Tips Memilih Softcase Gitar

Fren, biar lebih mudah nenteng gitar ke mana-mana, softcase gitarnya juga harus sesuai. Dengan softcase gitar yang sesuai, gitar pun jadi lebih aman jika dibawa-bawa.

  • Pilih Softcase yang Sesuai dengan Ukuran Gitar. Jangan sampai kesempitan atau juga kebesaran. Jika terlalu besar menyebabkan gitar bergeser yang akan mengakibatkan rusaknya gitar. Sementara, kalau kesempitan gitarnya enggak bisa dibungkus, dan sudah pasti rawan terkena benturan.
  • Pilih Softcase Gitar yang Punya Banyak Tali. Maksudnya memiliki banyak tali, kamu akan memiliki banyak alternatif pilihan untuk membawanya. Jika terdapat tali bahu, tas bisa dibawa dengan disampirkan pada satu bahu. Jika ada model dua tali maka akan mudah dibawa layaknya tas ransel. Selanjutnya, apabila softcase memiliki tali disamping maka ada pilihan untuk dibawa dengan dijinjing.
  • Pilih softcase gitar yang ada saku tambahan. Softcase gitar yang punya banyak saku akan memudahkan kamu untuk menyimpan beberapa aksesoris lain terkait gitar. Bisa saja kamu menaruh kabel jack, lap pembersih, senar gitar cadangan, atau alat-alat lainnya. Bila tidak ada saku atau kantung tambahan, kamu diharuskan memiliki wadah lain untuk membawa aksesoris gitar tersebut. Artinya, akan menambah kesulitan kamu saat akan membawa gitar kesayangan. Pilih saja yang praktis.

Itu tadi beberapa tips untuk memilih softcase gitar yang tepat untuk alat musik gitar kamu. Kamu juga bisa cari referensi lewat Soundfren, kamu bisa tanya-tanya dengan posting status di aplikasi.

Tips Belajar Musik Secara Otodidak

Fren, zaman sekarang gampang banget kalo mau belajar memainkan alat musik secara otodidak. Salah satunya adalah melalui situs atau laman kursus musik gratis. Kalo kamu lebih suka belajar alat musik melalui apa nih, Fren?

  • Fokus pada satu alat musik terlebih dahulu
    • Adakalanya kita ingin belajar macam-macam alat musik dalam satu waktu tertentu, tetapi lebih baik pilih salah satu dahulu. Dengan fokus mempelajari salah satu alat musik, kamu bisa memanfaatkannya untuk menguasai alat musik tersebut. Ketika kita belajar banyak hal dalam satu waktu, tak jarang pikiran kita akan terkecoh dengan hal yang lain. Jadi lebih baik pilih dan fokus sama salah satu alat musik ya.
  • Kunjungi situs atau laman kursus musik gratis
    • Hampir semua yang kita perlukan dapat kita peroleh secara daring atau online. Kursus Musik memang mahal, tapi ada versi gratisannya kok! Misalnya video platform seperti YouTube juga terdapat banyak akun yang menyediakan kursus musik gratis secara daring. Kalian juga bisa cari referensi di Soundfren loh, Fren! Karena disana banyak para penggiat musik berkumpul dan mungkin bisa membantu kalian belajar musik secara otodidak.
  • Harap bersabar, ini belajar
    • Belajar bermain musik itu nggak sama kayak bikin mie instan lho! Semua ada proses dan tahapannya. Seperti di poin 2, lebih baik kalian pelajari dasar-dasar terlebih dahulu dalam belajar musik. Apabila mempelajari notasi balok terlalu susah, pelajari dahulu chord serta tangga nada dasar, tetapi tetap cobalah mempelajari notasi balok. Tidak perlu malu jika proses belajar kalian nggak cepat atau hanya belajar chord dan tangga nada saja.
  • Minta bantuan kepada teman yang bisa bermain musik
    • Jika kamu punya teman yang bisa main musik, jangan sungkan bertanya atau minta bantuan mereka untuk mengajar kamu bermain musik. Saling sharing pengalaman atau permasalahan kamu disaat kamu bermain musik akan membantumu mengerti bagaimana cara mengatasinya. Bagi orang yang berjiwa musik, umumnya akan senang membantumu belajar bermain alat musik. Tapi jangan lupa saat minta bantuan, mintalah dengan sopan ya. Kamu bisa cari teman berbagi lewat aplikasi Soundfren juga loh!
  • The more you learn, the more you know
    • Jika kamu memutuskan untuk belajar musik secara otodidak, pastikan kamu telah mengatur seberapa sering dan kapan saja kamu akan berlatih. Jika kursus tentunya kita akan mengikuti jadwal yang diberikan lembaga kursus/pelatih, berbeda dengan otodidak yang lebih fleksibel dan tergantung bagaimana kita mengatur jadwal kita berlatih. Lebih baik berlatih secara rutin, atur jadwal dan manfaatkan waktu-waktu senggang untuk kamu berlatih! Semakin sering kamu berlatih, kamu akan menemukan banyak hal baru yang akan menungkatkan kemampuan bermain musikmu.

Memilih kursus atau otodidak adalah pilihan. Tidak selamanya mengikuti kursus atau belajar otodidak itu buruk, dan tidak selamanya juga kedua cara tersebut baik. Ada baiknya tetap berjalan berdampingan. Apabila skill musik kamu sudah cukup bagus, atau setidaknya mengerti dasar musik, kamu bisa melanjutkan belajar lebih lagi dengan kursus musik supaya kamu lebih mengerti teknik-teknik lainnya yang mungkin tidak ditemukan di situs kursus online, atau tetap belajar sendiri secara otodidak itu merupakan pilihanmu. Selamat bermain musik!