Tips Membeli Piano Bekas

Nggak masalah jika kamu mau membeli alat musik bekas, termasuk piano. Asalkan perhatikan juga beberapa hal, agar nggak menyesal di kemudian hari, Fren!

  • Karakter Suara.Karakter suara piano yang nyaring dan keras adalah salah satu yang harus kamu perhatikan, karena itulah yang terbaik dan paling dicari. Kamu harus mencobanya terlebih dahulu dengan memainkan beberapa lagu, baik lagu yang lembut maupun keras, maka kamu akan mengetahui kualitas suara piano tersebut apakah masih bagus atau tidak.
  • Cek Seluruh Body Piano. Kamu harus memeriksa bagaimana kondisi dari badan atau body piano tersebut. Kalau ada lecet-lecet akibat pemakaian, sebenarnya itu masih wajar. Kamu sebenarnya harus curiga bila cat di body piano masih sangat bagus mulus seperti baru, karena bisa jadi piano tersebut telah direkondisi atau di cat ulang. Dalam jangka waktu paling lama tiga bulan cat tersebut biasanya akan mengelupas.
  • Cek Soundboard. Soundboard adalah kayu yang ada di belakang piano yang seratnya lurus. Soundboard sangat penting keadaanya untuk sebuah piano dan sangat menentukan karakter suara piano tersebut bagus layak pakai atau tidak. Coba cek apakah kondisinya masih bagus atau sudah keropos atau lapuk.
  • Periksa Mekanik Piano.Saat kamu membuka topboard coba cek apakah hammer atau pemukul piano rata atau tidak. Mekanik yang baik adalah terlihat rata tidak ada hammer yang menonjol keluar dari barisan hammer. Kalau tidak rata maka akan mempengaruhi kualitas suara.

Udah dapet pencerahan piano seperti apa yang mau kamu beli? Kamu juga bisa masukan dari teman-teman di Soundfren dengan posting status di aplikasi.

Promosi Musik via Media Sosial

Buat kamu yang mungkin, masih meraba-raba gimana sih caranya promosi yang tepat melalui media sosial? Fren, kamu patut coba tips berikut ini.

  • Buatlah Identitas Musik yang Jelas. Jika kamu yakin memiliki musik yang siap didengar oleh masyarakat, buatlah akun dengan nama panggung official (jika solois, ya nama kamu). Kemudian kamu buat plan untuk memamerkan identitas musik yang ingin kamu promosikan. Visual akan mempengaruhi nilai konten kamu bila ingin direspon oleh para pengguna instagram.
  • Ketahui target pengunjung media sosial kamu.Sebelum kamu memposting konten musik, sebaiknya plan yang sudah kamu buat kembali dimatangkan lebih dulu. Apakah sudah sesuai atau ‘nothing to lost’. Sebaiknya sesuaikan dengan target pendengar dan pengunjung di sosial media. Jika kamu menggunakan media instagram, sebaiknya visual lebih ringan dengan caption, hashtag lebih terarah. Sedangkan untuk Facebook, Twitter bisa menggunakan gaya bahasa yang menginspirasi pendengar tentang musik kamu. Semua ini memang memerlukan konsep promosi yang berbeda dan teliti, tetapi bisa kamu terima hasil yang sangat berdampak pada promosi musik kamu.
  • Promosi langsung di platform musik digital. Bila kedua diatas telah kamu lampaui dengan bijaksana, pastikan sebuah tempat paling bergengsi untuk promosi tersedia. Ya, seiring kemajuan pesat teknologi juga berdampak positif pada gairah musik dunia. Banyak calon bintang besar bergerak serentak memanfaatkan platform sosial media musik sebagai indikator promosinya. Saat ini ada berbagai macam daring musik yang bagus untuk perkembangan musik kamu.

Dengan cara di atas, konten musik kamu jadi terlihat seperti profesional. Bukan hanya terlihat, tapi dengan kenyataan bisa menjadi efektif. Karena promosi yang sudah kamu sematkan di sosial media dapat menyatukan semua konten musik kamu.

Kamu juga bisa promosi di Soundfren lewat fitur “Artist Showcase”. Dengan gabung di Premium User akan banyak benefit yang kamu dapatkan salah satunya bisa dipromosikan di online ads dan media sosial Soundfren.

Tips Membuat Musikalisasi Puisi

Kamu pasti penasaran, gimana sih caranya membuat musikalisasi puisi yang biasa dilakukan oleh Banda Neira, Ari Reda, dan para musisi hebat lainnya? Kamu bisa ikutin cara ini, Fren!

  • Memilih puisi.
    • Di tahap paling awal ini kamu diharuskan untuk memilih puisi yang akan kamu beriirama nantinya. Kamu boleh memilih karya-karya penyair Indonesia yang menurutmu cocok untuk dimusikalisasi. Akan tetapi tidak ada salahnya juga kalau kamu menciptakan puisi sendiri.
  • Memahami setiap bait puisi.
    • Tahap ini menjadi tahap yang paling penting. Kamu harus bisa memahami makna dari setiap bait puisi yang akan kamu musikalisasi. Berarti pada tahap ini kamu harus peka dengan perasaan yang timbul pada karya puisi.
  • Menentukan jenis alat musik.
    • Tahap selanjutnya adalah menentukan alat musik yang akan kamu gunakan untuk mengiringi musikalisasi puisi. Pilihlah alat musik yang mahir kamu mainkan. Tidak apa sederhana, yang penting hasilnya memuaskan. Jenis alat musik juga disesuaikan dengan aransemen yang akan kamu buat. Pilih alat musik bernada lembut, seperti gitar, piano, organ, suling, harmonika, dan lain-lain.
  • Menciptakan notasi nada.
    • Tahap ini merupakan tahap di mana kamu mengaransemen notasi nada untuk mengiringi puisi. Pilihlah nada yang cocok dengan makna yang ada di setiap bait. Maka dari itu, kamu harus paham dulu bagaimana karakteristik puisi yang akan kamu musikalisasi. Setiap nada akan mewakili perasaan tertentu, seperti senang, sedih, resah, dan lain-lain. Walaupun tahap ini agak sulit, tapi kamu pasti bisa melewatinya. Apalagi bila kamu rajin mengulik nada untuk mengiringi puisi.
  • Menampilkan hasil karya musikalisasi puisi.
    • Ini merupakan tahap terakhir. Apabila semua komponen sudah siap, maka kamu sudah bisa menampilkan hasil karyamu. Percaya diri menjadi kunci utama saat menampilkan karya. Kalau kamu percaya diri, maka karya dipentaskan dijamin sukses deh.

Cukup tercerahkan dengan tips ini? Kamu juga bisa loh share musikalisasi puisi kamu ke teman-teman di Soundfren dengan posting di “My Works” profil kamu. Selamat mencoba, Fren!

Tips Memilih Bass yang Tepat

Fren, buat kamu yang mau membeli bass, perhatikan dahulu beberapa hal sebagai pertimbangan kamu. Jangan lupa untuk tanya-tanya teman dan rajin cek review di internet!

  • Sesuaikan dengan Kebutuhan

Menyesuaikan dengan kebutuhan  di sini maksudnya adalah jangan asal beli bass berdasarkan harga yang mahal atau nggak modal alias terlalu murah juga, Fren. Tapi pilihlah bass sesuai dengan karakter musik yang kamu mainkan. Pikirkan juga segi kenyamanannya dari segi neck, body, dll.

  • Kenali Bahan Pembuatannya

Tentu saja untuk mengetahui ketahanan terhadap perubahan cuaca dan suara yang dihasilkan. Karena, terkadang ada gitar bass yang bagian body and neck menggunakan kayu yang berbeda. Kayu yang berbeda, suara yang dihasilkan juga berbeda. Jadi, dalam hal ini harus jeli dalam melihat serat dan warnanya.

  • Rajin Cek Review

Zaman sekarang, kalau mau beli sesuatu kita punya banyak opsi untuk cari-cari review-nya dulu di internet. Untuk itu, jangan buru-buru mengambil keputusan, cek review dari berbagai sumber agar kamu semakin yakin.

  • Perhatikan Fret & Bridge

Dalam hal fret, membutuhkan kejelian. Karena, fret terlihat sama dan cuman dari segi warna yang membedakan. Fret berkualitas rendah mudah terkikis oleh senar. Yang efeknya, ketika mulai memainkan gitar bass (senar ditekan), bisa membuat senar bertabrakan dengan fret di depannya. Kemudian pilihlah gitar bass dengan bridge yang terlihat mudah untuk memasang dan melepas senar. Lebih baiknya, cari gitar bass yang nggak perlu memasukkan senar melalui lubang bawah supaya ketika memasang dan melepas senar lebih mudah.

  • Tentukan Jenis Pick-Up

Pick-up adalah komponen penting dalam gitar bass. Karena, berguna untuk mengubah sinyal analog ke digital. Sampai terbitnya tulisan ini ada dua jenis pick-up yang umum digunakan, yaitu magnetic dan piezoelectric. Dan pick-up yang paling sering digunakan adalah pick-up magnetik.

Dan pick-up magnetik, sampai terbitnya tulisan ini ada tiga, yaitu single coil, dual coil (humbucker) dan soapbar. Suara yang dihasilkan single coil terdengar cerah dan jernih, dual coil (humbucker) suaranya lebih fat and rich (karena untuk menghilangkan buss / hum / noise yang ada di single coil). Dan soapbar, suara yang dihasilkan terdengar acak.

Ada juga pick-up aktif dan pasif. Bedanya adalah yang aktif menggunakan baterai, sedangkan yang pasif nggak. Pick-up aktif bisa dikontrol, karena bisa untuk cut and boost. Dan cara mengontrolnya tergantung pada pre-amp yang dipasang pada pick-up.

Nah, gimana udah dapet pencerahan mengenai bass mana yang mau kamu pilih? Kamu juga bisa masukan dari teman-teman di Soundfren dengan posting status di aplikasi!

Tips Mendengarkan Musik yang Aman Bagi Telinga


Denger musik adalah salah satu kegiatan paling menyenangkan di dunia, setuju? Apalagi kalo lagi shuffle playlist tiba-tiba muncul lagu yang disuka, pasti langsung naikin volume. Eits, tapi musti diperhatiin juga dari sisi kesehatan telinga, Fren! Soundfren punya tips jitu dengerin musik yang dijamin aman buat teliga kamu nih!

  • Menyeimbangkan durasi dan intensitas suara

Jika ingin mendengarkan musik tanpa berpotensi mengganggu pendengaran, gunakan aturan 60:60. Artinya, dengarkan musik tidak lebih dari 60 menit tiap hari. Selain itu, atur volume suara tidak melebihi 60% dari volume maksimal.

  • Atur volume suara dengan bijak 

Hindari mendengarkan musik dengan volume yang terlalu tinggi. Tanda-tanda bahwa seseorang mendengarkan musik terlalu keras adalah ketika suara yang muncul tidak nyaman di telinga, yang biasanya menyebabkan pusing atau sakit pada gendang telinga.

  • Gunakan headphone

Sebaiknya kenakan headphone yang memblokir suara dari luar saat mendengarkan musik. Memakai alat ini bisa membantu seseorang mendengarkan musik dengan volume lebih rendah, namun lebih nyaman karena suara bising di sekitar kita masih bisa diminimalkan. Meski menimbulkan kenyamanan, istirahatkan telinga dari mendengarkan musik dengan bantuan headphone secara berkala.

  • Gunakan earplug saat mendengar musik live

Saat menonton pertunjukan musik, sebaiknya gunakan earplug (sumbat telinga) untuk mengurangi kebisingan. Pemakaian alat ini tidak akan mengurangi kenikmatan seseorang saat mendengar musik yang dihadirkan secara langsung. Faktanya, memakai penutup telinga bisa menurunkan suara antara 15-35 desibel. Dengan tetap melindungi pendengaran saat mendengarkan musik, maka dapat memperoleh dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan rasa bahagia dalam jiwa kita sekaligus menjauhkan diri dari risiko gangguan pendengaran.

Di bulan Ramadhan ini bisa jadi intensitas dengerin musik kamu bakal jadi lebih sering nih dan kamu bisa praktekin tips-tips di atas biar telinga kamu tetap sehat terjaga. Soundfren juga punya loh playlist yang bisa kamu dengerin di waktu ngabuburit kamu nih. Playlist ini berisi lagu-lagu dari para pengguna Soundfren. Selamat mendengarkan, Fren!

Tips Memilih dan Membeli Drum Set

Buat kalian yang mau memulai karir musik sebagai drummer dan ingin melengkapi perlengkapan ‘perang’ kalian, kalian wajib tahu nih tipe drum seperti apa yang kalian butuhin. Yuk, simak tips berikut!

  1. Harga Drum Set. Harga yang ditawarkan satu buah drum set sangat bervariasi tergantung dengan kualitas dan merek masing-masing. Bagi kamu yang masih pemula bermain drum, pilihlah yang tidak terlalu mahal dulu untuk melatih kemahiran bermain.
  2. Kualitas Suara Drum. Jangan lupa untuk melakukan “test drive” guna memastikan suara yang keluar sesuai dengan suara yang diinginkan oleh pribadi masing-masing. Suara yang dihasilkan juga sesuai dengan bahan apa yang digunakan sebagai bahan baku pembuatannya
  3. Garansi Pabrikan. Jika kamu membeli drum set pada sebuah toko alat musik, pilihlah yang memberikan garansi. Biasanya sebuah produk yang berani memberikan garansi membuktikan bahwa produknya tidak sering membuat masalah atau rusak di tengah jalan. Jangan lupa menanyakan sampai kapan garansi berjalan, semakin panjang waktu garansi akan semakin baik.
  4. Ukuran Drum Set, Letak Snare dan Tom. Bagi kamu seorang pemula, pilihlah drum dengan ukuran yang kecil. Belilah drum dengan set standar yaitu terdiri dari 4 buah. Di dalamnya harus ada snare, tom, floor tom, dan bass. Selanjutnya bisa disesuaikan saat Anda mulai mahir. Selain itu posisi snare dan tom juga harus diperhatikan. Usahakan posisi snare dan tom berdekatan dengan kamu, agar tubuh tidak perlu condong ke arah tertentu. Drum set sejatinya juga dapat digunakan sebagai penanda gaya seorang musisi khususnya drummer. Pemilihan drum yang tepat sesuai aliran musik akan menambah pesona sang musisi. Musik jazz akan cocok dengan drum set berukuran kecil, sedangkan musik-musik yang lebih kuat cocok menggunakan drum set yang lebih besar.

Udah makin kebayang mau pilih drum jenis apa? Share drum pilihan kamu di Soundfren ya!

Tips Mendapatkan Hasil Rekaman yang Jernih

Biar lagi di fase #StayAtHome, tapi jangan sampai nggak produktif, Fren! Musik harus jalan terus. Setuju? Bahkan ini adalah saat yang tepat untuk kamu merekam banyak materi. Eits, tapi perhatikan juga gimana caranya mendapatkan hasil rekaman yang jernih. Soundfren punya tips nih supaya hasil rekamanmu jernih.

  1. Temukan Ruangan yang Tepat. Pilihlah  ruangan yang bisa membuat kalian bekerja dengan nyaman, Fren.  Lalu, pilih  ruangan yang tidak menggunakan alas atau lantai kayu karena lantai kayu akan dengan mudah memantulkan suara. Akan lebih baik jika di dalam ruangan kamu terdapat karpet, karena dapat menyerap sebagian suara, sehingga akan mengurangi suara yang mungkin dapat dipantulkan.
  2. Setting Ruangan
    • Kalau tembok ruangan kamu terbuat dari beton, letakkan dua atau 3 busa di sekitar tembok tempat kita melakukan rekaman. Hal itu akan membantu mengurangi efek bising dari suara yang dihasilkan.
    • Saat kalian sudah berada di dalam ruangan tersebut namun masih mendengar suara dari luar ruangan, maka kalian perlu menutup celah pada pintu dengan menggunakan handuk atau selimut.
    • Jika ruangan yang kalian gunakan belum menggunakan karpet maka kalian bisa melerakkan kain atau selimut tebal dibagian bawah atua lantai. Hal itu juga dapat mengurangi efek pantulan suara pada mikrofon.
  3. Siapkan Alat Perekam. Siapkan alat perekam yang kamu butuhkan, seperti mikrofon dengan popping shield. Selain itu pilihlah software rekaman dengan interface yang friendly untuk kamu. Lalu setelah itu mulailah merekam.
  4. Setelah selesai merekam, dengar kembali hasil rekaman. Dengan mendengarkan kembali hasil rekaman, kamu akan mengetahui letak salah ataupun beberapa hal yang menurut kamu belum memuaskan. Catatlah semua hal itu poin demi poin untuk segera kamu revisi dan ulang kembali sampai kamu merasa puas.

Nah, gimana Fren sudah siap rekam hasil karya kamu? Kalau udah beres jangan lupa untuk dishare di Soundfren ya!