#BikinJalanLo Versi Nosferal

“Soundfren bisa jadi tempat kami menemukan apa yang dibutuhkan – Nosferal”

Grup musik Nosferal selalu memiliki cerita tersendiri dalam setiap lagunya. Bahkan dalam album perdana mereka “Self-Titled” yang dirilis pada tahun lalu, ada cerita yang tersambung dari tiap lagunya. Diawali dengan single “The Girl Next Door” yang menceritakan rasanya jatuh cinta pada seorang gadis, dilanjutkan dengan “For The Last Time”, “What’s Your Favourite Things on Earth”, dan urutan lagu lain dalam album ini yang jika digabungkan akan menjadi satu cerita utuh.

Setelah merilis album perdananya, Nosferal kini tengah sibuk merampungkan mini album terbaru yang diberi judul “The Thin Line Between”. Bagi grup musik asal Jakarta ini, Nosferal merupakan sebuah kutukan, setiap mereka merilis lagu semuanya menjadi kenyataan. Namun, Nosferal percaya bahwa kutukan akan berakhir bila mereka menyelesaikan album secepatnya. Apa yang telah dimulai harus tetap diakhiri, begitu pula dengan sebuah lagu dan album.

Tentunya bukan hal mudah untuk merampungkan sebuah karya terutama di tengah situasi pandemi seperti ini. Dengan dukungan teknologi yang canggih, Nosferal tak kehilangan akal untuk bisa segera menuntaskan dan mempromosikan karya mereka ke khalayak luas. Nosferal menjajal beragam jaringan salah satunya lewat Soundfren.

Di Soundfren, Nosferal mencoba beragam fitur yang ada dari mulai berbagi ide dengan pengguna lain, menjajal fitur “Artist Spotlight” untuk mengenalkan karya mereka, mengikuti submisi yang pada akhirnya membawa mereka ke panggung Northern Virtual Stage di bulan lalu. Tentunya ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat berarti di tengah pandemi ini.

Besar harapan Nosferal agar Soundfren bisa terus menjadi wadah untuk para musisi mengenalkan karya hingga mendapatkan kesempatan manggung. Soundfren telah membuka jalan Nosferal untuk terus melaju dengan karya-karyanya di industri musik.

#BikinJalanLo Versi Yuly Erikabakti

“Setelah ikutan beberapa webinar di Soundfren Connect, saya bisa dapat ilmu baru tentang musik – Yuly “Sang Malam”

Yuly Erikabakti sudah menunjukkan ketertarikan pada musik sedari duduk di bangku sekolah dasar. Di kelas 5 SD, Yuly diminta untuk menjadi bassist dalam grup musik sekolahnya. Kemampuannya membetot bass sudah dikenal oleh orang-orang di sekitarnya. Memasuki SMP, Yuly tertarik untuk belajar menabuh drum. Lewat sang kakak dan temannya, Yuly berlatih untuk menjadi seorang drummer.

Kecintaan Yuly terhadap musik membawanya pada pencapaian-pencapaian spesial dalam hidupnya. Di tahun 2015, ia pernah merasakan sat panggung bersama sang idola, Purwacaraka dan Bob Tutupoli Tahun 2020, di tengah pandemi yang membuat sebagian orang memilih vakum, Yuly bersama grup band-nya, Sang Malam sukses merilis 2 lagu dengan materi yang telah dibuat 15 tahun silam.

Pencapaian yang didapat Yuly tentunya merupakan buah dari kerja kerasnya. Di tengah zaman yang modern dengan kecanggihan teknologi yang terus melesat, Yuly tak henti untuk memacu langkahnya dengan memperdalam kemampuan bermusik dan membangun relasi. Bagi penggemar Agung Gimbal ini, Soundfren telah membantunya menemukan apa yang ia butuhkan di musik, yakni kolaborasi, koneksi, dan informasi.

Aplikasi Soundfren memudahkannya memperbanyak jaringan di dunia musik. Ia juga bisa berkolaborasi, mendapat informasi acara musik, kenalan dengan musisi, hingga belajar banyak mengenai musik dan industrinya lewat Soundfren Connect. Selain aktif mengikuti webinar di Soundfren Connect, Yuly juga rutin mengikuti submisi yang membawanya bersama Sang Malam pada panggung BandungTeduh Virtual Event 2020.

Yuly telah mencoba semua fitur yang ditawarkan Soundfren. Baginya, semua fitur di aplikasi membawa dampak yang sangat positif. Yuly berharap agar Soundfren tak henti untuk terus memberikan fitur-fitur yang bermanfaat dan kreatif untuk para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi Riko Bobot

“Soundfren Connect bisa jadi bekal saya dalam menciptakan karya atau tampil di panggung-panggung musik suatu hari nanti – Riko Bobot”

Berawal dari hobi menyanyi, Riko Bobot mulai tertarik mendalami musik. Saat remaja, ia beberapa kali tampil baik solo, band, maupun paduan suara. Jalan bermusik Riko tak selalu indah, penggemar dari Afgan, Yovie Widianto, Shawn Mendez, dan Billie Eilish ini pernah gagal dalam mengikuti audisi ajang pencarian bakat menyanyi di tanah air.

Meskipun saat ini Riko tidak berprofesi di bidang musik, tapi baginya musik sudah menjadi bagian dalam hidup. Riko terus mencoba belajar dan mengenal industri musik. Besar keinginannya untuk bisa merilis karya sendiri. Salah satu agenda yang ia ikuti untuk menambah pengetahuan bermusiknya dan mewujudkan impiannya ialah lewat Soundfren Connect.

Berawal dari melihat promo Soundfren Connect di platform Instagram, Riko tertarik untuk bergabung bersama praktisi musik dan penggiat musik dalam satu webinar. Hingga kini, tercatat Riko telah mengikuti 3 sesi Soundfren Connect.

Dari Soundfren Connect, Riko banyak mendapat ilmu baru soal industri musik dan mengenal lebih jauh lagi tentang musik. Dengan mengikuti Soundfren Connect, menambah bekal Riko untuk bisa memiliki karya sendiri suatu hari nanti, berkesempatan ambil bagian dari acara-acara musik, dan jadi musisi terpilih di submisi Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Tuan Kantoran

“Promosi karya dan kesempatan manggung yang hadir lewat Soundfren membuat kami bisa terus bertahan di dunia musik sekarang ini – Tuan Kantoran”

Awalnya bermain musik hanya untuk mengisi waktu luang, namun setelah melihat apresiasi dari orang banyak Tuan Kantoran kini lebih intens meniti karir di industri musik. Kebahagiaan saat bermain musik dan melihat orang-orang terhibur dengan musik mereka menjadi sebuah motivasi Bayu cs untuk terus bertahan di dunia musik.

Tak ada idola yang begitu Tuan Kantoran puja, bagi mereka siapa saja yang bermain musik dengan baik adalah panutan untuk melahirkan karya. Karya yang berkualitas dan mudah diterima oleh pendengar.

Tahun 2020 menjadi tahun yang istimewa bagi Tuan Kantoran, grup musik asal Jakarta Selatan ini baru saja merilis mini album “Kejar” dengan 6 lagu di dalamnya. Dengan perilisan album baru, tentunya Tuan Kantoran butuh wadah untuk promosi dan memperkenalkan karya baru mereka. Di era yang serba digital ini, Tuan Kantoran menjadikan Soundfren sebagai wadah untuk mengenalkan rilisan terbaru mereka.

Selain mengenalkan lagu-lagu baru di dalam aplikasi, Tuan Kantoran juga menjajal berbagai submisi untuk mendapatkan kesempatan tampil yang bisa menambah jam terbang manggung mereka. Hasilnya, di bulan Agustus lalu mereka terpilih untuk tampil di acara “Kreditan” dan “Sansday”.

Dengan bisa mengenalkan single “Undangan Party”, “Bukan Pahlawan”, “Liburan Keluarga”, dan lainnya serta menambah jam terbang untuk manggung, Tuan Kantoran menganggap bahwa Soundfren bisa membantu mereka untuk berkembang dan melebarkan sayap di dunia musik.

Soundfren telah menjadi bagian dari perjalanan musik Tuan Kantoran. Bayu cs berharap ke depannya Soundfren bisa lebih banyak membuat kegiatan yang memiliki benefit untuk penggunanya seperti konser online di tengah pandemi ini.

Ayo Ikutan Liga Musik Kampus 2020 Berhadiah Total Puluhan Juta Rupiah

Hello teman-teman mahasiswa, udah tahu belum kalau lagi ada submisi Liga Musik Kampus 2020? Kompetisi band antar kampus se-Indonesia yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini punya banyak benefit seperti kesempatan manggung serta rekaman dan juga hadiah uang tunai. Submisi ini bisa kamu ikuti lewat aplikasi Soundfren, tapi untuk bisa ikutan submisi dan dikurasi oleh panitia, simak detail-detailnya di bawah ini ya, Fren!

Hadiah:

  • Juara 1: Uang tunai senilai Rp 25.000.000
  • Juara 2: Uang tunai senilai Rp 20.000.000
  • Juara 3: Uang tunai senilai Rp 18.000.000
  • Best 5 Players dari tiap kategori alat musik mendapatkan hadiah alat musik serta pembinaan.

Syarat dan Ketentuan:

  1. Mahasiswa aktif, berusia maksimal 27 tahun (D1, D2, D3, S1, maksimal S2),
  2. Belum pernah terikat kontrak rekaman dengan perusahaan rekaman dan manajemen artis,
  3. Genre musik bebas, boleh berkolaborasi dengan DJ, sequencer, atau alat musik daerah,
  4. Satu band diperbolehkan memiliki personel yang berbeda kampus selama masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif,
  5. Wajib mencantumkan NO HP dengan Whatsapp aktif,
  6. Akun instagram band harus terbuka untuk publik (tidak boleh private).

Cara Ikutan:

  1. Follow instagram @ligamusikkampus2020 dan @budayasaya,
  2. Membuat video musik dengan membawakan pilihan lagu wajib daerah yang diaransemen ulang. Pilihan lagu: Manuk Dadali, Yamko Rambe Yamko, Ge Mu Fa Mi Re, dan Maragam Ragam,
  3. Unggah video tersebut ke instagram atau YouTube dengan dilengkapi hashtag #limus2020 #budayasaya
  4. Mention teman kamu sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan dukungan views dan likes.
  5. Submit link video band kamu lewat aplikasi Soundfren.

Cara submit di aplikasi Soundfren:

  1. Buka aplikasi Soundfren dilanjutkan dengan “Sign Up” atau “Sign In”,
  2. Masuk ke menu “Explore” kemudian pilih Submission,
  3. Cari “Liga Musik Kampus 2020”
  4. Klik “Join Submission”
  5. Isi form yang telah tersedia dan lengkapi dengan link dari video band kamu
  6. Klik “Submit”

Kalender Liga Musik Kampus 2020:

  1. 26 Maret 2020 – 25 September 2020: Registrasi nasional
  2. 26-27 September 2020 : Pemilihan 10 besar
  3. 28 September 2020 : Final Liga Musik 2020 di Mbloc Jakarta dan  pemilihan 3 juara nasional

Ayo Fren, daftarkan band kamu sekarang untuk menjadi band kampus terbaik di Indonesia!

Ini Kesempatan Karyamu Jadi Terkenal di Archipelago Festival 2019

Archipelago Festival adalah ajang konferensi musik yang mewadahi akselerasi networking musik lokal sekaligus memperkenalkan musik baru. Ditahun ketiganya, Archipelago Festival akan diselenggarakan di Kinosaurus Jakarta pada 12 dan 13 Oktober 2019.

Archipelago Festival (AF) pertama diadakan dua tahun lalu di bulan Oktober 2017. Acara ini dimotori oleh dua kolektif musik asal Indonesia: Sounds From the Corner (diwakili oleh Teguh Wicaksono) dan Studiorama, (diwakili oleh Madrim Djody).

Pada gelaran Archipelago Festival 2019, Soundfren akan turut berpartisipasi bekerjasama dengan BinArt Collective menyelenggarakan Listening Session sebagai program acara bagi musisi solo, duo, band atapun format lainnya untuk unjuk karya mereka. Bagi musisi yang terpilih, lagunya akan didengar oleh para pakar industri serta pengunjung Arhipelago Festival 2019.

Bagi kamu yang ingin ikutan simak ketentuan berikut ini ya Fren!

Periode pendaftaran: 30 September 2019 – 6 Oktober 2019.

Cara ikutan:

  • Unduh aplikasi Soundfren di App Store dan Play Store.
  • Daftar dan lengkapi profil kamu serta lagu lengkap dengan deskripsinya.
  • Buka menu “Explore”.
  • Klik “Audition” silahkan dibaca deskripsi serta syarat dan ketentuan.
  • Klik “Register” lalu silahkan isi form dan pilih salah satu lagu.
  • Klik “Submit”.

Persyaratan:

  • Lagu harus merupakan karya sendiri.
  • Lagu unreleased / released diperbolehkan.
  • Lagu harus sudah dimastering.

Ayo tunggu apalagi, langsung kirim karyamu sekarang!