Mengenal Jenis Gitar Akustik

Fren, meski terlihat sederhana, ternyata alat musik gitar juga memiliki banyak varian lho. Contohnya pada alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik ini kita mengenal dua jenis varian, yaitu gitar elektrik dan gitar akustik. Varian akustik pun dipecah menjadi beberapa jenis lagi, sesuai dengan karakter suara dan jenis musiknya.

  • Steel String Guitar.Ini merupakan jenis gitar akustik yang paling banyak digunakan dan dimiliki oleh para gitaris. Kelebihan dari steel string guitar adalah banyaknya pilihan model dan juga harga. Sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan selera dan juga isi dompetmu. Salah satu ciri gitar ini adalah ukurannya yang compact dan memiliki neck yang ramping.
  • Gitar Tipe Standar. Berbeda dengan tipe steel string, gitar akustik tipe standar memiliki bodi yang satu setengah kali lebih tebal dan juga lebih besar. Bagi gitaris pemula, mungkin akan sedikit kesulitan memainkannya karena memiliki ukuran yang besar. Namun gitar tipe standar memiliki volume suara yang lebih tinggi.
  • Acoustic Electric Guitar.Jenis gitar ini sebenarnya sama dengan tipe steel series ataupun standar. Perbedaannya gitar ini sudah memiliki pickup elektrik, sehingga bisa dimainkan menggunakan amplifier tambahan. Modelnya pun mirip-mirip dengan gitar elektrik, karena memiliki leher dan bodi yang ramping. Jenis gitar ini disarankan untuk kamu yang baru saja mulai belajar memainkan alat musik gitar.
  • Silent Guitar.Bagi kamu yang sering bermain gitar akustik di malam hari, dan tidak ingin orang lain terganggu karena suara gitarmu yang lumayan besar, silent guitar adalah salah satu alternatif yang harus kamu coba. Gitar jenis ini memiliki memiliki soket yang dapat disambungkan dengan headphone atau earphone, dan amplifier. Sehingga kamu bisa mengatur keras/tidaknya volume yang keluar dari gitar.

Nah, jadi jenis gitar akustik mana nih yang kamu punya Fren? Kamu juga bisa ngobrol-ngobrol seputar pergitaran ini di aplikasi Soundfren!

Mengenal Macam-Macam Efek Gitar

Fren, mungkin terkadang kamu masih suka ngerasa bingung, apa bedanya efek gitar overdrive dan delay, lalu jenis-jenis karakter dari efek gitar lainnya. Nah, untuk itu yuk, kita kenalan sama efek-efek gitar yang mungkin sering kamu jumpai, Fren! Apa efek gitar andelan kamu?

Efek gitar secara umum terbagi menjadi dua : stompbox dan digital. Namun untuk musisi professional biasanya menggunakan audiosystem yang mana dirancang tertata di rak, tertanam di ampli atau menggunakan Kemper (alat rekam simulasi suara amplifier). Berikut beberapa karakter efek gitar yang perlu kalian ketahui.

  • OVERDRIVE

Diawali dengan memilih overdrive. Menjelaskan macam drive perlu waktu seharian karena termasuk rumit dan banyak macamnya, namun disederhanakan saja klasifikasinya menjadi:

  1. Low gain overdrive pada dasarnya hanya memberi sedikit Colour (warna) drive untuk gitar kita. Jadi bisa di alih fungsikan menjadi booster.
  2. Medium gain pada dasarnya sudah memberi colour drive agak pekat ke dalam sound gitar kita, sehingga cocok digunakan untuk riff yang ringan.
  3. High Gain Overdrive adalah efek gitar yang benar benar signifikan dalam hal colouring nya, biasa kita sebut distorsi dan fuzz.
  • DELAY

Selanjutnya , efek gitar bernama Delay (hasil copy suara yang dihasilkan sebelumnya). Klasifikasinya ada 2 macam yaitu Digital dan Analog. Fungsi dan karakternya masing masing berbeda. Jika permainan gitar kita menuntut adanya delay yang stabil, jelas, dan stagnan maka pilihlah digital delay. Namun jika permainan gitar kita hanya membutuhkan delay sebagai layer, memperluas ambience, dan tebal,  maka pilihlah analog delay.

  • REVERB

Lalu dalam memilih Reverb (simulasi ruangan) maka kenalilah macam macam reverb. Ada Hall, spring, plate, room, dan shimmer. Belakangan ini shimmer yang paling terkenal diantara gitaris yang suka musik semacam Coldplay, Radiohead, Sigur ros, dll. Pada dasarnya shimmer adalah simulasi Pad yang biasa digunakan untuk layer pada keyboard, sehingga menimbulkan ambience yang begitu lebar.

  • MODULATION

Efek modulation (seperti chorus, flanger, vibrato, tremolo, harmoniser dll) adalah pemanis di permainan gitar kita. Dalam memilih chorus, terbagi juga menjadi 2 yaitu analog chorus dan chorus biasa (digital). Fungsinya seperti doubling, seolah kita memainkan dua gitar bersamaan. Untuk flanger seperti efek pesawat jet sewaktu melintas di atas kepala kita. Yang biasa menggunakan ini adalah Eddie Van Halen. Tremolo berfungsi membuat sound gitar kita terpatah-patah. Bagus untuk membuat suasana semakin dramatis. Sementara harmoniser adalah efek yang memecah nada yang kita hasilkan menjadi interval interval yang dinamis.

  • COMPRESSOR

Alat ini sangat membantu mem-fokuskan fingertone kita. Selain itu juga mengatur kestabilan permainan pada saat mengorek nada nada di gitar. Compressor juga bisa digunakan sebagai colour dalam permainan gitar kita.

  • NOISE GATE & SUPPRESSOR

Distorsi yang keras membawa noise yang banyak juga. Dengan noise suppressor, hilang semua noise yang ada. Ini berpengaruh untuk kejernihan permainan gitar, kecuali memang noise yang dibuat disengaja untuk memberi kesan berantakan.

Nah itu dia Fren beragam macam efek gitar. Kamu bisa ngobrol atau sharing seputar topik ini dengan sesama pengguna Soundfren lewat aplikasi. Dengan begitu, wawasan kamu tentang dunia pergitaran makin tambah banyak deh!

#BikinJalanLo Versi Rangga Pranendra

“Kedepannya saya berharap bersama Soundfren akan lebih banyak lagi orang yang mendengar karya-karya ciptaan saya – Rangga Pranendra”

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Rangga Pranendra telah menunjukkan ketertarikannya pada musik. Awalnya ia melihat teman sekelasnya yang kini telah menjadi musisi, Dimas Wibisana sedang mengisi acara di sekolah. Rangga kemudian mulai belajar musik bersama Dimas dengan harapan bisa ikut manggung. Setiap pulang sekolah, Rangga mempelajari hal-hal tentang musik di rumah Dimas. Dimulai dengan belajar memetik gitar hingga berlatih vokal. 

Kerja keras Rangga sedari berseragam putih merah berbuah hasil, kini ia telah memiliki single dan tampil di berbagai panggung. Bahkan belum lama ini, video musik miliknya telah tayang di UseeTV dan UseeTV GO lewat program “Indie Air”.

Rangga yang baru saja merilis single bertajuk “Manis Berbahaya” mengaku jika musik-musiknya banyak dipengaruhi oleh L’Arc-en-Ciel dan Sheila on 7. 

Rangga yang telah mengarungi musik sejak kecil mengalami beberapa momen-momen yang tak bisa lupakan dan akan terus diingat sebagai bagian dari jalan bermusiknya. Ada masa di mana hidup Rangga didedikasikan terhadap sebuah idol group lokal kecintaannya, JKT48. Saking berdedikasinya, lagu-lagu yang ia buat tidak lepas dari elemen mereka. Alhasil, sampai sekarang nama Rangga Pranendra tidak bisa lepas dari embel-embel JKT48. Kecanggihan teknologi membuat Rangga semakin mudah mengakses segala hal tentang idolanya yang kemudian dijadikan sumber inspirasi.

Bicara tentang musik dan teknologi, selain mempermudahnya mencari inspirasi, Rangga merasa sangat terbantu dengan teknologi yang bersinggungan dengan musik seperti platform digital yang memudahkan lagu-lagu karyanya untuk sampai ke telinga para pendengar bahkan ke orang-orang yang tidak ia kenal. Salah satu platform yang ia manfaatkan adalah layanan streaming musik dan juga tentunya Soundfren.

Kehadiran Soundfren membantu Rangga untuk meraih impiannya di industri musik. Walau masih terhitung sebagai pengguna baru, namun Rangga telah merasakan manfaat kehadiran Soundfren salah satunya adalah dengan terpilih untuk meramaikan program “Indie Air”. Rangga berharap bersama Soundfren akan semakin banyak orang yang mendengar lagu-lagu yang ia ciptakan.

#BikinJalanLo Versi AKBVR

“Tahun lalu, saya terpilih untuk tampil di acara Let’s Talk Musik Langit Musik setelah mengikuti submisi lewat Soundfren. Saya merasa mendapatkan apresiasi lebih untuk karya saya – AKBVR”

Terbiasa dengan tembang-tembang lawas seperti lagu milik Koes Plus membuat AKBVR tertarik untuk menjadi musisi. Pemilik nama lengkap Novi Akbar Yusyanto ini ingin karya-karyanya melegenda seperti idolanya Koes Plus, Benyamin S, dan The Beatles.

AKBVR memulai karirnya di industri musik dengan menciptakan karya, mengikuti sejumlah audisi hingga tampil dari panggung ke panggung musik. Perkembangan dunia teknologi sangat membantu pemilik single “Serba Salah” ini untuk bertahan di dunia musik. Bagi AKBVR, teknologi sekarang semakin memudahkannya untuk meyebarkan karya dan tampil di berbagai acara. Siapa saja bisa memanfaatkan teknologi untuk berkarir di industri musik. Maka dari itu, AKBVR tetap termotivasi untuk menyuguhkan karya yang menarik agar bisa dinikmati dan digemari banyak orang. Dengan begini, ia yakin karirnya di industri musik akan langgeng dan membuka jalan untuk karyanya agar abadi seperti impiannya.

Salah satu manfaat teknologi yang semakin maju di dunia musik  ia dapatkan dengan mudahnya mengikuti beragam audisi atau submisi secara daring. Dari banyak audisi yang ia ikuti, salah satunya adalah submisi Soundfren x Langit Musik. AKBVR berhasil terpilih dan menjadi pengisi acara di “Let’s Talk Music With Lyla dan Ghea” yang ditayangkan secara streaming di Langit Musik dan Maxstream. Acara ini disaksikan oleh jutaan orang dan membuat AKBVR semakin dikenal sebagai musisi. Momen tahun lalu ini menjadi satu dari pencapaian AKBVR di dunia musik.

Usai tampil di acara streaming Langit Musik dan menjalin relasi dengan para pengguna Soundfren, AKBVR semakin bersemangat dan percaya diri untuk tampil di panggung-panggung musik. Kehadiran Soundfren membuat AKBVR bisa menambah kesempatan, wawasan, koneksi, dan informasi dalam bermusik. Kedepannya ia ingin karyanya bisa semakin diterima lebih banyak pendengar lagi dan jam terbangnya semakin melesat di dunia musik.

Sebagai bentuk cintanya terhadap Soundfren, AKBVR ingin Soundfren memiliki acara terjadwal khusus untuk para penggunanya dengan memanfaatkan platform media yang semakin maju ini. Baginya dengan adanya program seperti ini akan membuat pengguna Soundfren merasakan kepuasaan tersendiri khususnya bagi Premium User. Selain itu, acara ini juga bisa mengundang lebih banyak lagi penggiat musik untuk bergabung di Soundfren.

Tips Membuat Musikalisasi Puisi

Kamu pasti penasaran, gimana sih caranya membuat musikalisasi puisi yang biasa dilakukan oleh Banda Neira, Ari Reda, dan para musisi hebat lainnya? Kamu bisa ikutin cara ini, Fren!

  • Memilih puisi.
    • Di tahap paling awal ini kamu diharuskan untuk memilih puisi yang akan kamu beriirama nantinya. Kamu boleh memilih karya-karya penyair Indonesia yang menurutmu cocok untuk dimusikalisasi. Akan tetapi tidak ada salahnya juga kalau kamu menciptakan puisi sendiri.
  • Memahami setiap bait puisi.
    • Tahap ini menjadi tahap yang paling penting. Kamu harus bisa memahami makna dari setiap bait puisi yang akan kamu musikalisasi. Berarti pada tahap ini kamu harus peka dengan perasaan yang timbul pada karya puisi.
  • Menentukan jenis alat musik.
    • Tahap selanjutnya adalah menentukan alat musik yang akan kamu gunakan untuk mengiringi musikalisasi puisi. Pilihlah alat musik yang mahir kamu mainkan. Tidak apa sederhana, yang penting hasilnya memuaskan. Jenis alat musik juga disesuaikan dengan aransemen yang akan kamu buat. Pilih alat musik bernada lembut, seperti gitar, piano, organ, suling, harmonika, dan lain-lain.
  • Menciptakan notasi nada.
    • Tahap ini merupakan tahap di mana kamu mengaransemen notasi nada untuk mengiringi puisi. Pilihlah nada yang cocok dengan makna yang ada di setiap bait. Maka dari itu, kamu harus paham dulu bagaimana karakteristik puisi yang akan kamu musikalisasi. Setiap nada akan mewakili perasaan tertentu, seperti senang, sedih, resah, dan lain-lain. Walaupun tahap ini agak sulit, tapi kamu pasti bisa melewatinya. Apalagi bila kamu rajin mengulik nada untuk mengiringi puisi.
  • Menampilkan hasil karya musikalisasi puisi.
    • Ini merupakan tahap terakhir. Apabila semua komponen sudah siap, maka kamu sudah bisa menampilkan hasil karyamu. Percaya diri menjadi kunci utama saat menampilkan karya. Kalau kamu percaya diri, maka karya dipentaskan dijamin sukses deh.

Cukup tercerahkan dengan tips ini? Kamu juga bisa loh share musikalisasi puisi kamu ke teman-teman di Soundfren dengan posting di “My Works” profil kamu. Selamat mencoba, Fren!

#BikinJalanLo Versi Senja di Cakrawala

“Setelah gabung di Soundfren dan video musikalisasi puisi “Dua Orang Tua Minum Teh” tayang di program “Indie Air” UseeTV, kami jadi lebih dikenal publik – Senja di Cakrawala”

Banyak tempat yang indah untuk memulai cerita, tak terkecuali di teater. Pertemuan tak disengaja itu kemudian melahirkan grup musikalisasi puisi bernama Senja di Cakrawala. Ketertarikan masing-masing personelnya akan dunia musik membuat Senja di Cakrawala mulai melahirkan karya. Bahkan belum lama ini, video musikalisasi perdana “Dua Orang Tua Minum Teh” telah disaksikan jutaan pasang mata lewat program “Indie Air”.

Karya yang lahir dari Senja di Cakrawala banyak terinspirasi dari beberapa musisi tanah air seperti Payung Teduh dan White Shoes and The Couples Company. Semangat untuk melahirkan karya bersama seolah tak pernah padam dari grup musikalisasi asal Pulau Dewata ini. Panggung-panggung teater menjadi jalan pembuka Senja di Cakrawala berkiprah di dunia seni.

Selain memanfaatkan panggung teater untuk ajang promosi karya, Senja di Cakrawala juga tentunya memanfaatkan kecanggihan dunia teknologi yang terus berkembang. Tak ingin karam sebelum berlabuh, mereka banyak melakukan promosi karya melalui platform digital termasuk Soundfren.

Bagi grup musikalisasi ini, Soundfren cukup sering mengadakan acara-acara musik yang bisa menjadi kesempatan untuk menambah jam terbang mereka di industri musik. Hal ini tentunya akan membuat Senja di Cakrawala semakin dikenal luas bukan hanya oleh target pasar tertentu saja.

Di Soundfren, Senja di Cakrawala benar-benar memanfaatkan dengan baik semua fitur yang ada dan beberapa submisi musik pun mereka ikuti. Hingga akhirnya, karya mereka terpilih untuk ditayangkan di program “Indie Air” di UseeTV yang bisa disaksikan masyarakat luas. Kini, Senja di Cakrawala mulai dikenal publik. Senja di Cakrawala sangat merasa terbantu khususnya untuk bagian promosi. 

Ke depannya mereka berharap Soundfren bisa terus mendukung para musisi agar bisa terus berkarya dan bertahan di industri musik.

Tips Memilih Bass yang Tepat

Fren, buat kamu yang mau membeli bass, perhatikan dahulu beberapa hal sebagai pertimbangan kamu. Jangan lupa untuk tanya-tanya teman dan rajin cek review di internet!

  • Sesuaikan dengan Kebutuhan

Menyesuaikan dengan kebutuhan  di sini maksudnya adalah jangan asal beli bass berdasarkan harga yang mahal atau nggak modal alias terlalu murah juga, Fren. Tapi pilihlah bass sesuai dengan karakter musik yang kamu mainkan. Pikirkan juga segi kenyamanannya dari segi neck, body, dll.

  • Kenali Bahan Pembuatannya

Tentu saja untuk mengetahui ketahanan terhadap perubahan cuaca dan suara yang dihasilkan. Karena, terkadang ada gitar bass yang bagian body and neck menggunakan kayu yang berbeda. Kayu yang berbeda, suara yang dihasilkan juga berbeda. Jadi, dalam hal ini harus jeli dalam melihat serat dan warnanya.

  • Rajin Cek Review

Zaman sekarang, kalau mau beli sesuatu kita punya banyak opsi untuk cari-cari review-nya dulu di internet. Untuk itu, jangan buru-buru mengambil keputusan, cek review dari berbagai sumber agar kamu semakin yakin.

  • Perhatikan Fret & Bridge

Dalam hal fret, membutuhkan kejelian. Karena, fret terlihat sama dan cuman dari segi warna yang membedakan. Fret berkualitas rendah mudah terkikis oleh senar. Yang efeknya, ketika mulai memainkan gitar bass (senar ditekan), bisa membuat senar bertabrakan dengan fret di depannya. Kemudian pilihlah gitar bass dengan bridge yang terlihat mudah untuk memasang dan melepas senar. Lebih baiknya, cari gitar bass yang nggak perlu memasukkan senar melalui lubang bawah supaya ketika memasang dan melepas senar lebih mudah.

  • Tentukan Jenis Pick-Up

Pick-up adalah komponen penting dalam gitar bass. Karena, berguna untuk mengubah sinyal analog ke digital. Sampai terbitnya tulisan ini ada dua jenis pick-up yang umum digunakan, yaitu magnetic dan piezoelectric. Dan pick-up yang paling sering digunakan adalah pick-up magnetik.

Dan pick-up magnetik, sampai terbitnya tulisan ini ada tiga, yaitu single coil, dual coil (humbucker) dan soapbar. Suara yang dihasilkan single coil terdengar cerah dan jernih, dual coil (humbucker) suaranya lebih fat and rich (karena untuk menghilangkan buss / hum / noise yang ada di single coil). Dan soapbar, suara yang dihasilkan terdengar acak.

Ada juga pick-up aktif dan pasif. Bedanya adalah yang aktif menggunakan baterai, sedangkan yang pasif nggak. Pick-up aktif bisa dikontrol, karena bisa untuk cut and boost. Dan cara mengontrolnya tergantung pada pre-amp yang dipasang pada pick-up.

Nah, gimana udah dapet pencerahan mengenai bass mana yang mau kamu pilih? Kamu juga bisa masukan dari teman-teman di Soundfren dengan posting status di aplikasi!

#BikinJalanLo Versi Candra “Peraukertas”


“Gue dapat banyak kesempatan manggung dan koneksi antar sesama pelaku musik setelah menjadi user Soundfren – Candra Peraukertas”

Sering mendengarkan karya hits sejumlah musisi baik dalam maupun luar negeri menjadi awal perkenalan Candra Riadiyanto dengan musik. Menyaksikan musisi-musisi seperti MR. BIG, Sheila on 7, GN’R hingga Jared Leto membuat Candra tertarik mendalami dunia musik. Candra juga mulai mempelajari alat musik gitar yang kemudian menjadikannya sebagai gitaris grup musik Peraukertas.

Rasa ingin tahu Candra akan musik membuatnya terus mengasah kemampuan dan menambah pengetahuannya akan dunia yang membesarkan namanya ini. Selain aktif di depan panggung, Candra juga terlibat di balik layar sebagai seorang arranger sekaligus produser musik. Banyak karya telah lahir baik bersama band atau sebagai solo. Beberapa lagu yang telah dirilis antara lain “Aurora”, “Terang Bersulam”, dan “Merah Membiru”.

Teknologi yang semakin berkembang di industri musik tak dipungkiri mempengaruhi karir bermusik Candra. Menurutnya, dengan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini semua orang bisa memilih musik apa yang mereka ingin dengarkan, berbeda dengan zaman dulu dimana televisi dan radio yang mengatur jenis musik yang akan diputar. Kebebasan dalam mendengarkan musik membuat Candra semakin banyak mendapatkan inspirasi untuk membuat karya.

Selain menjadi sumber inspirasi, kecanggihan dunia musik di era digital ini dimanfaatkan Candra untuk menambah jam terbang dan mempromosikan karya-karyanya. Soundfren menjadi pilihan Candra untuk melancarkan karir bermusiknya. Dengan bergabung menjadi pengguna Soundfren, ia berharap bisa mendapatkan kesempatan manggung. Harapan itu akhirnya menjadi nyata, Candra bersama Peraukertas beberapa kali terpilih untuk tampil di acara-acara yang bekerjasama dengan Soundfren seperti “Malam Sapu Gundah”, “PQ Race Showcase”, dan beberapa gig di tanah air.

Sebagai pengguna aktif, Candra berharap Soundfren untuk terus berinovasi tanpa henti. Ia juga ingin ke depannya Soundfren menjadi pilihan utama untuk pelaku industri musik dari sektor yang beragam.

#BikinJalanLo Versi Pale Skies


“Soundfren telah memberikan dampak positif untuk karir bermusik kami, banyak pendengar yang tahu karya kami dari sini – Pale Skies”

Ketertarikan pada dunia musik dan ingin memberikan warna baru untuk band duo menjadi awal mula Pale Skies hadir di industri musik tanah air. Keseriusan Miftah Bravenda dan Lingga Salaga mengulik lagu telah melahirkan single perdana yang kemudian diberi judul “Larung Memori”.  Duo yang terbentuk di tahun 2019 ini juga sering menyanyikan dan mengaransemen ulang lagu karya musisi lokal maupun internasional seperti salah satu lagu milik Cigarettes After Sex yang berjudul “Nothing’s Gonna Hurt You Baby”.

Dalam proses pembuatan lagu, ada banyak proses yang terjadi di dalamnya. Hal ini menjadikan Pale Skies menyadari bahwa dalam bermusik harus memiliki banyak elemen yang disiapkan, baik segi produksi maupun promosi. Untuk musisi independen hal ini menjadi sebuah tantangan yang besar.

Salah satu cara duo ambient pop ini menjawab tantangan di dunia musik adalah dengan memanfaatkan teknologi yang kian canggih, baik untuk produksi maupun promosi karya. Tak terkecuali, duo yang terinspirasi dari Cigarettes After Sex dan The Trees and The Wild ini menjadikan Soundfren sebagai jalan untuk berkarya di industri musik.

Aplikasinya yang mudah digunakan membuat Pale Skies semakin nyaman menikmati fitur-fitur yang ditawarkan Soundfren. Bergabung menjadi pengguna Soundfren membuat duo yang dimotori Miftah Bravenda dan Lingga Salaga ini mengalami perkembangan yang positif. Banyak pendengar yang mengetahui karya-karya Pale Skies dari Soundfren.

Pale Skies berharap agar Soundfren bisa menjadi wadah bagi musisi independen yang baru memulai karier maupun yang ingin terus melebarkan kariernya. Selain itu, baik Soundfren maupun Pale Skies bisa memberikan pengaruh positif untuk dunia musik tanah air.

Tips Mendapatkan Hasil Rekaman yang Jernih

Biar lagi di fase #StayAtHome, tapi jangan sampai nggak produktif, Fren! Musik harus jalan terus. Setuju? Bahkan ini adalah saat yang tepat untuk kamu merekam banyak materi. Eits, tapi perhatikan juga gimana caranya mendapatkan hasil rekaman yang jernih. Soundfren punya tips nih supaya hasil rekamanmu jernih.

  1. Temukan Ruangan yang Tepat. Pilihlah  ruangan yang bisa membuat kalian bekerja dengan nyaman, Fren.  Lalu, pilih  ruangan yang tidak menggunakan alas atau lantai kayu karena lantai kayu akan dengan mudah memantulkan suara. Akan lebih baik jika di dalam ruangan kamu terdapat karpet, karena dapat menyerap sebagian suara, sehingga akan mengurangi suara yang mungkin dapat dipantulkan.
  2. Setting Ruangan
    • Kalau tembok ruangan kamu terbuat dari beton, letakkan dua atau 3 busa di sekitar tembok tempat kita melakukan rekaman. Hal itu akan membantu mengurangi efek bising dari suara yang dihasilkan.
    • Saat kalian sudah berada di dalam ruangan tersebut namun masih mendengar suara dari luar ruangan, maka kalian perlu menutup celah pada pintu dengan menggunakan handuk atau selimut.
    • Jika ruangan yang kalian gunakan belum menggunakan karpet maka kalian bisa melerakkan kain atau selimut tebal dibagian bawah atua lantai. Hal itu juga dapat mengurangi efek pantulan suara pada mikrofon.
  3. Siapkan Alat Perekam. Siapkan alat perekam yang kamu butuhkan, seperti mikrofon dengan popping shield. Selain itu pilihlah software rekaman dengan interface yang friendly untuk kamu. Lalu setelah itu mulailah merekam.
  4. Setelah selesai merekam, dengar kembali hasil rekaman. Dengan mendengarkan kembali hasil rekaman, kamu akan mengetahui letak salah ataupun beberapa hal yang menurut kamu belum memuaskan. Catatlah semua hal itu poin demi poin untuk segera kamu revisi dan ulang kembali sampai kamu merasa puas.

Nah, gimana Fren sudah siap rekam hasil karya kamu? Kalau udah beres jangan lupa untuk dishare di Soundfren ya!