Fakta Musik Dangdut

Ya, walaupun musik dangdut jarang disukai anak muda karena terkesan ‘nggak keren’ tapi kamu nggak bisa memungkiri, Fren kalo musik dangdut bisa bikin cair suasana. Bahkan, beberapa pemandu karaoke alias DJ Karaoke di festival musik juga banyak, lho yang muterin musik dangdut, Fren!

  • Pendapat Ahli Dangdut dari Amerika. Meskipun asli Indonesia, tapi ahli Dangdut adalah orang Amerika, yaitu Profesor Andrew Weintraub. Dia melakukan penelitian seluk beluk musik dangdut sejak tahun 1984 saat dia masih kuliah program sarjana. Hasil karyanya tentang musik dangdut bisa kamu baca lewat buku yang berjudul “Dangdut, Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia.”
  • Dangdut Bisa Bikin Sehat dan Gembira. Goyangan dalam lagu dangdut membuat kamu berasa seperti sedang berolahraga sambil menikmati musik dangdut. Selain bikin kamu keringatan, bisa membuat jantung lebih sehat. Tak cukup bikin keringatan, lirik lagu dangdut sering membuat kamu untuk melupakan masalah sejenak dan bersenang-senang dengan mengajak bergoyang menikmati setiap alunan nadanya. 
  • Senjata pemanggil massa. Dangdut sangat berguna untuk mengumpulkan massa. Mulai dari acara pernikahan di desa, syukuran sampai acara yang berbau politik. Tinggal undang penyanyi dangdut yang sedang hits saat ini, sediakan tempat dengan panggung yang luas, dan yang paling penting gratis. Dijamin banyak massa datang dengan senang hati.
  • Musik sejuta umat. Nggak hanya jadi identitas negeri, dangdut juga bisa membuktikan bahwa musiknya bisa mendunia dan menjangkau segala kalangan masyarakat. Tak hanya itu, dangdut secara konsisten selalu hadir di televisi Indonesia. Buktinya aja sekarang semua acara televisi pasti ada joget dengan lagu dangdut dan banyak yang mulai ketagihan dengan musik ini.
  • Musik asli Indonesia. Memang, tak semua orang Indonesia menyukai lagu dangdut, tapi harus diakui bahwa ‘dangdut is the music of my country’. Musik pop, rock, jazz sebenarnya bukanlah milik Indonesia, yang asli Indonesia ya dangdut. Unsur-unsur yang terkandung di dalamnya adalah campuran dari musik Melayu, India, dan Arab karena dulunya banyak pedagang Arab yang membawa musik gambus dan qasidah. Dengan transformasi yang perlahan-lahan, musik dangdut menemukan bentuk sesungguhnya seperti yang didengar sekarang.

Nah, gimana Fren tertarik buat cobain musik dangdut? Kalau kamu minat buat bikin musik dangdut tapi belum punya partner yang klop, sok monggo bikin postingan “Collaboration” di aplikasi Soundfren! 

#BikinJalanLo Versi Riko Bobot

“Soundfren Connect bisa jadi bekal saya dalam menciptakan karya atau tampil di panggung-panggung musik suatu hari nanti – Riko Bobot”

Berawal dari hobi menyanyi, Riko Bobot mulai tertarik mendalami musik. Saat remaja, ia beberapa kali tampil baik solo, band, maupun paduan suara. Jalan bermusik Riko tak selalu indah, penggemar dari Afgan, Yovie Widianto, Shawn Mendez, dan Billie Eilish ini pernah gagal dalam mengikuti audisi ajang pencarian bakat menyanyi di tanah air.

Meskipun saat ini Riko tidak berprofesi di bidang musik, tapi baginya musik sudah menjadi bagian dalam hidup. Riko terus mencoba belajar dan mengenal industri musik. Besar keinginannya untuk bisa merilis karya sendiri. Salah satu agenda yang ia ikuti untuk menambah pengetahuan bermusiknya dan mewujudkan impiannya ialah lewat Soundfren Connect.

Berawal dari melihat promo Soundfren Connect di platform Instagram, Riko tertarik untuk bergabung bersama praktisi musik dan penggiat musik dalam satu webinar. Hingga kini, tercatat Riko telah mengikuti 3 sesi Soundfren Connect.

Dari Soundfren Connect, Riko banyak mendapat ilmu baru soal industri musik dan mengenal lebih jauh lagi tentang musik. Dengan mengikuti Soundfren Connect, menambah bekal Riko untuk bisa memiliki karya sendiri suatu hari nanti, berkesempatan ambil bagian dari acara-acara musik, dan jadi musisi terpilih di submisi Soundfren.

Membangun Citra Musisi dalam Bermusik

Selain membuat lagu atau karya, hal yang perlu diperhatikan seorang musisi adalah membangun citra.

Setiap penikmat musik dan pelaku musik (musisi) pasti memiliki idola mereka masing-masing. Sampai ada yang membayangkan ingin menjadi seperti idolanya tersebut di kemudian hari. Idola atau influence dari setiap orang pun memiliki ciri khas dan karakter mereka masing-masing.

Lalu, bagaimanakah supaya bisa mencapai posisi seperti idola kita? Tentu saja banyak hal-hal yang perlu dipelajari dari karakter idola kita tersebut, salah satunya dengan membangun citra diri sebagai musisi.

Ya, membangun citra diri sebagai musisi dalam bermusik merupakan bagian dari hal yang terpenting, supaya para penikmat karya (penggemar) bisa mengenal ciri khas dan karakter yang kita punya. Salah satunya adalah attitude dalam bermusik.

Selain karya yang kita punya, penggemar akan selalu melihat sisi pribadi kita (attitude) yang kita perlihatkan kepada publik. Maka bentuklah attitude kamu dengan baik, karena jika sampai salah menujukkan attitude dengan baik, bisa-bisa penggemar menilaimu tidak sesuai dengan harapan kamu.

Kemudian, buatlah image atau karakter yang bisa membuat penggemar kamu selalu mengingat ciri khas yang kamu tampilkan. Boleh sesuai dengan idola yang kamu idolakan atau membuat karakter diri kamu sebenarnya (natural), tergantung kenyamanan kamu dalam membentuk karakter tersebut.

Membuat image juga bisa diaplikasikan melalui fashion atau gaya berpakaian. Tetapi, jangan asal memilih fashion lho. Sesuaikanlah fashion atau gaya berpakaian kamu dengan musik yang kamu mainkan.

Untuk tau lebih dalam lagi mengenai cara membangun citra sebagai seorang musisi/band dalam bermusik, kamu harus ikutan Soundfren Connect, Senin, 21 September 2020 mendatang. Bakal ada Luks Superglad (Superglad dan Kausa) yang berbagi tips dan pengalamannya. Webinar ini akan dimulai pukul 19:30 wib dan dipandu oleh Deyuri sebagai moderator. 

Langsung aja daftar di aplikasi Soundfren ya! Biayanya cuma 35 ribu rupiah. Murah kan? Emang cuma Soundfren yang paling ngerti musisi. Pas banget kayak tagline-nya: “Semua Kebutuhan Bermusikmu dalam Satu Aplikasi”

Untuk info lebih lengkap tentang berbagai sesi Soundfren Connect, langsung aja intip di aplikasi Soundfren sekarang juga ya, Fren! (Madava)

Langkah Awal untuk Memulai Produksi Sebuah Lagu


Membuat sebuah lagu bukan hanya tentang musik dan lirik saja, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan.

Di balik kesuksesan sebuah lagu hits atau terkenal, ada beberapa aspek yang bisa kita perhatikan. Mulai dari lirik hingga aransemen musik yang disajikan. Ibarat makanan, bahan dasar atau ‘bumbu’ yang digunakan harus pas dan bisa dinikmati oleh penikmatnya.

Sama halnya dalam menggarap sebuah lagu, musisi atau pencipta lagu harus memikirkan lirik yang sesuai dengan nuansa musik yang akan dihasilkan. Pada umumnya, ada beberapa langkah awal dalam membuat sebuah lagu. Ini adalah beberapa di antaranya:

Membuat lirik

Ada beberapa pencipta lagu yang biasa memulai dengan menggarap lirik terlebih dahulu. Biasanya, penulis lagu menyusun kata-kata sesuai dengan suasana hati saat lirik dibuat atau mendengarkan celotehan dan pengalaman orang di sekitarnya. Setelah itu, pencipta lagu mencoba bergumam mencari nada dan menyesuaikan penggalan di tiap kata yang telah dibuat. Cara ini bisa menghasilkan lirik yang kuat dan melekat di hati pendengar.

Membuat nada

Hal yang satu ini bisa dibilang paling krusial. Karena nada yang dipilih nantinya akan selalu diingat oleh penikmat musik. Sebagian musisi juga tidak mewajibkan lagu disertai dengan lirik, biasanya jenis ini disebut sebagai musik instrumental. Buatlah nada-nada yang mudah untuk diingat dan dimainkan, baik dengan gumam atau pun alat musik.

Aransemen

Ini adalah bagian di mana kita meramu bahan-bahan dasar tadi menjadi satu sajian yang utuh. Mulai dari rasa/ tema musik yang mau disajikan, instrumen apa saja yang mau dimasukkan, bagaimana struktur lagunya, dan hal-hal detail lainnya. Untuk struktur lagu, musisi atau pencipta lagu memiliki gaya yang berbeda-beda. Namun struktur lagu biasanya terdapat introduction, verse, refrain, pre chorus, chorus, bridge/middle eight, interlude dan coda (fade out) pada lagu yang dibuat.

Bahkan ada beberapa lagu hits menggunakan struktur lagu dengan menambahkan overtone di bagian tengah lagu dan outro di bagian akhir lagu (penutup). Penggarapan lagu sendiri tak lepas dari instrumen yang digunakan. Karena pemilihan instrumen tertentu dapat memberi warna sebuah lagu dan karakter musik (genre) yang dihasilkan.

Apa lagi yang diperlukan seorang musisi dalam membuat lagu? Jawabannya bisa didapatkan di Soundfren Connect, gelaran Soundfren, yang akan berlangsung Minggu, 20 September 2020, pukul 19:30 wib bersama Rayhan Noor dari Martials.

Untuk harganya sendiri terbilang terjangkau kok, kamu hanya perlu mendaftar melalui aplikasi Soundfren dan membayar biaya pendaftraan Rp 35.000,- maka kamu sudah bisa mendapatkan pengetahuan mengenai pembuatan lagu. So, jangan sampai melewatkan sesi seru kali ini. Untuk informasi lebih lengkap, langsung aja lihat aplikasi Soundfren. Ingat, cuma di Soundfren, semua kebutuhan bermusikmu dalam satu aplikasi. (Madava) 

Rekaman Vokal di Rumah? Bisa!

Rekaman zaman sekarang bisa dilakukan dari rumah, apa aja sih yang dibutuhin?

Bagi sebagian orang mungkin masih banyak yang berpikir kalau merekam lagu harus selalu dilakukan di sebuah studio rekaman yang memiliki perlengkapan yang cukup mahal. Padahal, tidak sedikit juga musisi-musisi profesional saat ini melakukan rekaman di rumah atau di kamar pribadi mereka. Dan ini bukan cuma gitaris atau bassist, tetapi vokalis juga bisa rekaman sendiri di rumah. 

Selain bisa mengurangi pengeluaran yang cukup tinggi, rekaman di rumah juga bisa membuat musisi lebih santai dan tidak perlu khawatir akan dikejar-kejar oleh waktu sewa studio, yang mengakibatkan musisi atau vokalis tidak fokus dengan karya yang mereka buat.

Lalu, bagaimana cara untuk bisa melakukan rekaman vokal di rumah sendiri?

  • Persiapkan Microphone (Mikrofon)

Ya, dalam mengerjakan rekaman, hal mendasar yang diperlukan adalah microphone. Karena alat ini merupakan sumber input utama dalam sebuah rekaman yang akan kita lakukan. Tetapi jangan asal pilih microphone, kita harus memperhatikan jenis microphone yang digunakan, karena ini menyangkut kualitas hasil rekaman. Ada beberapa jenis mikrofon yang baik digunakan untuk melakukan rekaman vokal, antara lain adalah Dynamic Microphone dan Condenser Microphone.

Dynamic Microphone merupakan jenis mikrofon berbentuk panjang yang memiliki middle tone yang tebal dan menangkap frekuensi suara terbatas (satu dan dua arah). Dynamic Microphone cocok digunakan untuk rekaman vokal berkarakter keras atau teriak-teriak. Tipe mikrofon dinamik yang biasa dipakai antara lain: Shure SM 57/58, Samson Q7, Sennheiser MD 441-U, Behringer XM 1800.

Jenis yang kedua adalah Condenser Microphone, mikrofon berbentuk lebih bulat ini memiliki bagian penangkap dari segala arah. Fungsi khusus Condenser Microphone sendiri adalah bisa menangkap suara vokal yang kekuatannya kecil sekalipun, maka dari itu jenis mikrofon ini banyak digunakan vokalis bersuara lembut saat melakukan rekaman agar detil suara dan nafas lebih terdengar natural. Tipe mikrofon kondesor antara lain: Audio Technica AT2020, Rode NT1-A, Shure SM7B, Samson CO2, Behringer C1.

  • Mixing Console 

Alat yang biasa disebut mixer ini diperlukan untuk memadukan, mengatur dan memperbaiki kualitas sinyal sehingga hasil suara yang dikeluarkan jadi lebih baik. Ada beberapa bagian dalam mixing console, antara lain: Equalizer, PAD, Gain, Fader, 48v Phanthom (penyuplai daya untuk mic condenser), Panoramic Potensio, Solo/PFL/AFL (penangkap sinyal), dan Auxilary.

Seiring berjalannya waktu, mixing console sendiri mengalami perubahan yang cukup canggih dari analog sampai digital. Tentu saja dari perubahan teknologi tersebut, ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenisnya. Dalam mengerjakan rekaman vokal sendiri, kita hanya perlu minimal 2 sampai 4 channel.

  • DAW (Digital Audio Workstation)

Di mulai dari awal tahun 1970-an, perkembangan Digital Audio Workstation terbilang cukup mengagumkan. Karena, bukan hanya memudahkan kita dalam melakukan proses rekaman, software ini di-desain untuk mengakomodasi pengguna untuk merekam, mixing hingga proses mastering. Dengan kemudahan tersebut, tentu saja Digital Audio Workstation mampu menggantikan semua perangkat keras atau equipment yang ada dalam sebuah studio rekaman. Untuk bisa menggunakan Digital Audio Workstation, kita perlu memperhatikan beberapa penunjang lainnya, yakni PC/Laptop, CPU (Central Processing Unit), RAM (Random Access Memory) dan controller yang memadai untuk bisa menjalankan software DAW yang akan digunakan.

Beberapa software DAW yang biasa digunakan dalam rekaman antara lain: Garage Band, Pro Tools, Cubase, Cakewalk Sonar, Audacity, dan Pyramix

Nah, untuk kamu yang ingin tau lebih dalam mengenai dunia rekaman khususnya rekaman di rumah, memilih microphone terbaik saat rekaman vokal, mixing console yang bagus, sampai digital audio workstation yang mudah digunakan, wajib nih ikutan Soundfren Connect yang akan berlangsung tanggal 20 September 2020 pukul 15.30 wib. 

Webinar ini akan menghadirkan Adityawarman Balum sebagai moderator dengan pembicara Avedis Mutter (After Coma, Sound of Monkey, additional player Pas Band). Dengan hanya membayar harga tiket Rp 35.000,-  melalui aplikasi Soundfren kalian bisa mendapatkan ilmu seputar rekaman di rumah dengan cepat. Karena cuma di Soundfren, semua kebutuhan bermusikmu dalam satu aplikasi.

Untuk info lebih lengkap, buruan deh lihat aplikasi Soundfren sekarang juga. Sampai ketemu, Fren! (Madava)

Foto oleh Paulette Wooten di Unsplash

#BikinJalanLo Versi Shagah

“Dengan ikutan Soundfren Connect, saya jadi makin matang dalam memahami musik dan berani berkarya lebih gila lagi – Shagah”

Sudah mulai mengenal dan mempelajari alat musik sedari sekolah menengah pertama, Shagah bermimpi untuk bisa berkarir di industri musik. Shagah sempat tertarik untuk masuk ke sekolah musik, namun harapan itu tak terwujud. Ia justru mengambil jurusan lain yang jauh dari musik dengan tetap menekuni musik.

Penggemar dari Linkin Park, Radiohead, Caspian, Tides from Nebula, dan Hammock ini kini telah memiliki album instrumen bergenre post rock. Keseriusan Shagah dalam industri musik membawanya pada banyak pengalaman dan kisah baru termasuk merasakan pahit manisnya proses pembuatan album dan video musik.

Telah memiliki album dan beberapa single hits, tak membuat musisi asal Kupang ini berpuas diri, ia terus menambah pengetahuan baru terkait musik. Selama pandemi yang membuat kegiatan musiknya menjadi berbeda dari biasanya, Shagah banyak mengikuti webinar interaktif termasuk di Soundfren Connect. 

Berawal dari melihat promosi yang dipublikasikan oleh akun salah satu media partner yakni @kuassa, Shagah tertarik mengikuti Soundfren Connect dengan materi “Menghitung dan Menyiasati Budget Produksi Sebuah Lagu” yang dibawakan oleh Rayhan Noor dan Dimas Ikhsantama. Keaktifan dan antusiasnya saat sesi berlangsung, membuahkan hadiah dari sponsor Soundfren Connect. Tercatat, pemilik single “Remain Some Air From Them” ini telah mengikuti empat kali sesi Soundfren Connect.

Bagi Shagah, dengan mengikuti Soundfren Connect, ia semakin matang dalam memahami musik, berani berkarya lebih gila lagi, dan bisa membangun jaringan dengan musisi atau produser. Ke depannya ia berharap agar ada materi tentang musik atau album yang baru dirilis dalam sesi Soundfren Connect.

Fakta Musik Folk

Apa fakta yang kamu ketahui tentang jenis musik yang sering dibilang sebagai musik kopi senja ini?

  • Mengekspersikan suara masyarakat. Musik tradisional selalu disebut-sebut sebagai cikal-bakal musik folk. Oleh sebab itu musiknya selalu bisa dinikmati. Makin spesifik irama musiknya, makin spesifik juga publik yang menyukai lagu itu.
  • Siapapun bisa memainkannya. Karena berasal dari ekspresi warga, lagu-lagu folk pun bisa terlahir dengan sendirinya dari tangan musisi yang nggak mengenyam pendidikan musik sekalipun. Karenanya, penciptaan musik folk diistilahkan dalam Bahasa Inggris dengan kata ‘created’ bukannya ‘composed.’
  • Liriknya menyesuaikan cara bertutur warga lokal. Pilihan kata dan susunan bahasa dalam lagu folk tentu aja senada dengan cara bertutur warga lokal. Musik folk Indonesia pastinya dibuat dengan kosa kata dan permainan kata dalam Bahasa Indonesia. Begitu pula lirik lagu folk di daerah lain. Dengan begitu, lagunya jadi mudah dimengerti.
  • Mudah dinyanyikan. Karena lirik dan musiknya sudah sesuai dengan ekspresi warga itulah musik folk atau yang bernuansa folk jadi mudah dinyanyiin. Selain itu, musik folk pada umumnya dibuat dengan cara lisan, bukannya ditulis dan dikalkulasi dalam partitur musik.
  • Bisa dimainkan meski tanpa perlengkapan listrik. Lagu folk turut menawarkan kemudahan dalam memainkannya. Engga perlu gitar listrik, ampli gede, dan sound system puluhan ribu watt buat memainkan musik folk. Gitar kopong, kahon, dan kecrekan aja udah cukup.

Nah itu tadi sedikit fakta tentang musik folk. Kamu bisa ngobrolin lebih dalam lagi tentang genre musik ini dengan posting status di aplikasi Soundfren. Kalau mau jajal musik folk dan nyari  partner kolaborasi, kamu bisa eksplor fitur “Collaboration”.

#BikinJalanLo Versi Tuan Kantoran

“Promosi karya dan kesempatan manggung yang hadir lewat Soundfren membuat kami bisa terus bertahan di dunia musik sekarang ini – Tuan Kantoran”

Awalnya bermain musik hanya untuk mengisi waktu luang, namun setelah melihat apresiasi dari orang banyak Tuan Kantoran kini lebih intens meniti karir di industri musik. Kebahagiaan saat bermain musik dan melihat orang-orang terhibur dengan musik mereka menjadi sebuah motivasi Bayu cs untuk terus bertahan di dunia musik.

Tak ada idola yang begitu Tuan Kantoran puja, bagi mereka siapa saja yang bermain musik dengan baik adalah panutan untuk melahirkan karya. Karya yang berkualitas dan mudah diterima oleh pendengar.

Tahun 2020 menjadi tahun yang istimewa bagi Tuan Kantoran, grup musik asal Jakarta Selatan ini baru saja merilis mini album “Kejar” dengan 6 lagu di dalamnya. Dengan perilisan album baru, tentunya Tuan Kantoran butuh wadah untuk promosi dan memperkenalkan karya baru mereka. Di era yang serba digital ini, Tuan Kantoran menjadikan Soundfren sebagai wadah untuk mengenalkan rilisan terbaru mereka.

Selain mengenalkan lagu-lagu baru di dalam aplikasi, Tuan Kantoran juga menjajal berbagai submisi untuk mendapatkan kesempatan tampil yang bisa menambah jam terbang manggung mereka. Hasilnya, di bulan Agustus lalu mereka terpilih untuk tampil di acara “Kreditan” dan “Sansday”.

Dengan bisa mengenalkan single “Undangan Party”, “Bukan Pahlawan”, “Liburan Keluarga”, dan lainnya serta menambah jam terbang untuk manggung, Tuan Kantoran menganggap bahwa Soundfren bisa membantu mereka untuk berkembang dan melebarkan sayap di dunia musik.

Soundfren telah menjadi bagian dari perjalanan musik Tuan Kantoran. Bayu cs berharap ke depannya Soundfren bisa lebih banyak membuat kegiatan yang memiliki benefit untuk penggunanya seperti konser online di tengah pandemi ini.

Ayo Ikutan Liga Musik Kampus 2020 Berhadiah Total Puluhan Juta Rupiah

Hello teman-teman mahasiswa, udah tahu belum kalau lagi ada submisi Liga Musik Kampus 2020? Kompetisi band antar kampus se-Indonesia yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini punya banyak benefit seperti kesempatan manggung serta rekaman dan juga hadiah uang tunai. Submisi ini bisa kamu ikuti lewat aplikasi Soundfren, tapi untuk bisa ikutan submisi dan dikurasi oleh panitia, simak detail-detailnya di bawah ini ya, Fren!

Hadiah:

  • Juara 1: Uang tunai senilai Rp 25.000.000
  • Juara 2: Uang tunai senilai Rp 20.000.000
  • Juara 3: Uang tunai senilai Rp 18.000.000
  • Best 5 Players dari tiap kategori alat musik mendapatkan hadiah alat musik serta pembinaan.

Syarat dan Ketentuan:

  1. Mahasiswa aktif, berusia maksimal 27 tahun (D1, D2, D3, S1, maksimal S2),
  2. Belum pernah terikat kontrak rekaman dengan perusahaan rekaman dan manajemen artis,
  3. Genre musik bebas, boleh berkolaborasi dengan DJ, sequencer, atau alat musik daerah,
  4. Satu band diperbolehkan memiliki personel yang berbeda kampus selama masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif,
  5. Wajib mencantumkan NO HP dengan Whatsapp aktif,
  6. Akun instagram band harus terbuka untuk publik (tidak boleh private).

Cara Ikutan:

  1. Follow instagram @ligamusikkampus2020 dan @budayasaya,
  2. Membuat video musik dengan membawakan pilihan lagu wajib daerah yang diaransemen ulang. Pilihan lagu: Manuk Dadali, Yamko Rambe Yamko, Ge Mu Fa Mi Re, dan Maragam Ragam,
  3. Unggah video tersebut ke instagram atau YouTube dengan dilengkapi hashtag #limus2020 #budayasaya
  4. Mention teman kamu sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan dukungan views dan likes.
  5. Submit link video band kamu lewat aplikasi Soundfren.

Cara submit di aplikasi Soundfren:

  1. Buka aplikasi Soundfren dilanjutkan dengan “Sign Up” atau “Sign In”,
  2. Masuk ke menu “Explore” kemudian pilih Submission,
  3. Cari “Liga Musik Kampus 2020”
  4. Klik “Join Submission”
  5. Isi form yang telah tersedia dan lengkapi dengan link dari video band kamu
  6. Klik “Submit”

Kalender Liga Musik Kampus 2020:

  1. 26 Maret 2020 – 25 September 2020: Registrasi nasional
  2. 26-27 September 2020 : Pemilihan 10 besar
  3. 28 September 2020 : Final Liga Musik 2020 di Mbloc Jakarta dan  pemilihan 3 juara nasional

Ayo Fren, daftarkan band kamu sekarang untuk menjadi band kampus terbaik di Indonesia!

Soundfren Hadirkan 9 Kelas Online Musik di Bulan Agustus

Di bulan Agustus lalu, Soundfren kembali menghadirkan webinar interaktif Soundfren Connect dengan topik-topik terhangat seputar musik. Berbeda dari sebelumnya, Soundfren Connect kali ini membawa kembali 4 webinar yang sebelumnya telah diadakan dalam Soundfren Connect Throwback. 

Tingginya antusias para peserta membuat Soundfren kembali menggandeng duo Glaskaca, Rayhan Noor dan Wisnu Ikhsantama yang membahas detail budget produksi sebuah lagu, Mochammad Fajar Aminudin selaku Assistant Manager Local Repertoire Sony Music Indonesia yang memberikan strategi agar konten musik bisa viral, Dimas Martokoesoemo dan Bayu Fajri yang memberikan pembelajaran mixing dan mastering secara praktis, dan terakhir ada Kukuh Rizal dari Sun Eater yang mengulik detail untuk memasarkan produk musik di era digital sekarang ini.

Selain menghadirkan pembicara yang sebelumnya pernah mengisi Soundfren Connect, Soundfren juga mengundang wajah-wajah baru yang telah lama berkecimpung di dunia musik. Ada Meidi Ferialdi bersama Ganjar Ariel dengan membawa topik performing rights yang dirasa masih belum banyak dipahami oleh penggiat musik. Melina Anggraini manager dari musisi yang tengah naik daun Hindia juga hadir di Soundfren Connect dengan membawakan topik manajerial dan citra produk musik. Tak ketinggalan, personel grup musik Navicula, Robby berduet dengan Ezekiel Rangga juga hadir dengan obrolan seputar nasionalisme dan musik.

Sebagai aplikasi yang mewadahi para penggiat musik, Soundfren terus menghadirkan inovasi untuk para penggunanya tetap terus produktif dalam berkarya. Semua topik yang ada di Soundfren Connect dianggap cukup dekat dengan kondisi yang dialami dunia permusikan saat ini. 

Kehadiran Soundfren Connect diharapkan dapat menjadi wadah para pekerja musik untuk terus berkarya dan produktif. Rekaman dari setiap sesi Soundfren Connect nantinya akan hadir di Soundfren Learn, salah satu fitur di aplikasi Soundfren yang berisi video dan podcast bertemakan musik. 

Soundfren berencana untuk kembali menghadirkan Soundfren Connect dengan topik dan pembicara yang lebih banyak dan lebih seru di edisi berikutnya. Cek terus info-info penting Soundfren Connect lewat aplikasi Soundfren dan juga media sosial @soundfren ya, Fren!