Nonton Soundfren Meet Up Vol.4 Gratis di Youtube Soundfren

Fren, kamu pasti udah tahu dong kalau Soundfren Meet Up hadir lagi dengan konsep baru yang menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini, gimana sih keseruan acaranya? Yuk intip di sini!

Hari Minggu lalu tepatnya 28 Juni 2020, Soundfren sukses meluncurkan Soundfren Meet Up Vol. 4 secara streaming lewat channel Youtube Soundfren. Soundfren Meet Up Vol.4 bertema “Cari Inspirasi Musikmu di Irama Nusantara, Pengarsip Musik Populer Indonesia” mengundang Gerry Apryryan dan Koben dari Irama Nusantara serta Ignatius Aditya dari Jakarta Center for Cultural Studies.

Dalam sesi diskusi selama kurang lebih 90 menit ini dikupas tuntas apa itu Irama Nusantara, bagaimana kondisi pengarsipan musik di Indonesia, sampai opini dari praktisi akademik mengenai arsip musik. Selain itu, ada juga sesi tanya jawab dengan penonton yang sudah mengantri pertanyaan lewat kolom Live Chat.

Buat kamu yang belum sempet nonton atau baru nonton setengahnya bisa langsung meluncur ke channel Youtube Soundfren sekarang juga! Kalo kamu masih punya pertanyaan yang bikin kamu penasaran soal pengarsipan musik bisa langsung ditanyakan di kolom komentar. Eits, tapi sebelum nonton, subscribe dulu ya!

Jika setelah nonton Soundfren Meet Up Vol.4 kamu tergerak untuk membantu Irama Nusantara agar bisa terus melestarikan musik populer Indonesia, kamu bisa berpartisipasi berdonasi melalui kitabisa.

Sampai jumpa lagi di Soundfren Meet Up edisi berikutnya! Selalu jaga kesehatan kamu ya dan pastikan selalu jaga jarak ya, Fren! Cek terus update Soundfren Meet Up lewat aplikasi Soundfren dan juga media sosial ya!

Perbedaan Piringan Hitam dan Colored Vinyl Records

Nggak ada salahnya kalo kamu punya niat ngumpulin piringan hitam sebagai investasi. Nyatanya hal tersebut cukup masuk akal, Fren. Mengingat semakin lama, benda ajaib ini semakin langka. Tapi, kamu musti tahu dulu nih apa sih perbedaan dari piringan hitam dan colored vinyl records?

Perbedaan piringan hitam dan colored vinyl records

Colored vinyl records telah lama populer di kalangan kolektor dan harganya dibanderol lebih mahal di pasaran. Dalam Bahasa Indonesia, vinyl record memiliki arti piringan hitam. Namun faktanya, colored vinyl records tidak berwarna hitam. Tentu kita semua tahu bahwa hitam dan putih bukan sebuah warna. Colored vinyl ini juga bukan material penutup permukaan lantai lho ya.

Selama beberapa dekade, vinyl berwarna dipandang sebagai lelucon terbuka. Sebuah cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan rekaman dengan lebih menjauhkan diri dari apa yang diminta oleh banyak pencinta musik dari rekaman mereka: suara berkualitas tinggi. Hampir tanpa kecuali, vinyl berwarna akan bermain dengan lebih banyak suara dan desisan dibandingkan dengan rekan-rekan hitam mereka. Nah, masa-masa itu tentu saja berubah. Lambat laun makin banyak orang yang meminta vinyl berwarna hingga saat ini.

Apakah warna rekaman vinyl memengaruhi kualitas suara?

Produksi rekaman vinyl telah berjalan jauh sejak 1920-an. Sebagian besar vinyl berwarna modern setara dengan piringan hitam. Tentu, ada pengecualian untuk aturan tersebut. Dan, ya, colored vinyl masih cenderung bermasalah, setidaknya mengenai daya tahan pemutaran. Tapi, bukan berarti hal tersebut menghalangi kamu dari membeli rekaman baru hanya karena tidak berwarna hitam.

Bagaimana rekaman vinyl berwarna dibuat?

Semua rekaman vinyl terbuat dari PVC, yang secara alami tidak berwarna. Untuk mengubah bahan bening ini menjadi warna yang solid, titanium dioksida dan bahan aditif lainnya dicampur. Pembuatan piringan hitam standar hanya dengan penambahan karbon hitam. Untuk membuat warna lain, pewarna digunakan sebagai pengganti karbon hitam. Pewarna-pewarna ini tidak memperkuat vinyl dengan cara yang sama seperti karbon hitam, tetapi perbedaannya dapat diabaikan kecuali ada kesalahan dalam proses produksi.

Clear vinyl, picture vinyl, dan glow in the dark vinyl lebih rentan dalam pemutaran. Sangat sedikit zat tambahan yang dapat dicampur menjadi vinyl bening tanpa membahayakan opacity, yang berarti ada potensi kualitas suara lebih buruk, meskipun penurunan ini sering tidak terlihat oleh pendengar umum.

Lain ceritanya dengan picture vinyl. Picture vinyl terbuat dari 3 lapisan. Lapisan pertama adalah rekaman yang jelas tanpa musik, yang kedua adalah lapisan gambar, dan yang ketiga adalah lembaran plastik bening yang berisi alur. Lapisan plastik tipis dan lunak ini tidak tahan lama seperti rekaman biasa sehingga dapat berdampak negatif bagi pemutaran dan daya tahan jangka panjang.

Apakah colored vinyl bernilai?

Proses pressing multi-colored vinyl menambah sekitar satu dolar ke biaya produksi, jadi dari perspektif material, rekaman vinyl berwarna lebih bernilai. Tapi, tentu saja, itu hanya sebagian dari cerita. Harga jual yang tinggi nyatanya lebih karena faktor rilisan limited edition atau istilah dalam vinyl lainnya seperti first pressing dan pressed vinyl record.

Piringan hitam adalah barang koleksi, dengan lebih banyak warna-warni tentu dapat meningkatkan daya tarik estetika. Kita tahu dalam beberapa kasus bahwa varian berwarna kurang bernilai hanya karena versi hitam jumlahnya lebih. Jika sebuah album keluar dengan vinyl berwarna, kamu bisa memastikan bahwa vinyl tersebut akan lebih dicari di masa depan. Nantinya, akan banyak kolektor yang mencari varian berwarna aneh tanpa kecuali.

Nah, apa kamu sudah memikirkan untuk menambah koleksi vinyl berwarna untuk investasi masa depan? Coba tengok yuk apa kata teman-teman di Soundfren!

Tips Membeli Alat Musik Online


Hati-hati kalo mau beli alat musik secara online, Fren. Perhatikan faktor-faktor yang sekiranya nggak bakalan merugikan kamu. Misalnya harga barang yang masuk akal sampai garansi dalam jangka waktu tertentu.

  • Jangan termakan harga murah
    • Dalam berbelanja alat musik secara online, harga yang ditawarkan biasanya beda-beda tipis. Kecuali, memang ada promo khusus yang membuat produk itu terjual dengan harga murah. Namun saat harga yang ditawarkan sudah tak wajar, maka kamu harus waspada. Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya lakukan riset dan perbandingan dengan toko lainnya di dalam sebuah e-commerce. Jika sekiranya memang mencurigakan, ada baiknya untuk tidak mengambil risiko tersebut.
  • Pilih situs berbelanja online terpercaya
    • Ini yang menjadi kunci berbelanja yang memuaskan. Karena di saat kamu membeli di tempat yang salah, maka bukan nggak mungkin kamu justru akan merasakan pengalaman berbelanja jadi tidak menyenangkan. Pilih situs berbelanja daring kredibel dan memiliki review yang baik, apalagi sekarang udah banyak brand alat musik yang sudah membuka official online store. Dengan cara ini, maka bisa meminimalisir risiko pengalaman berbelanja yang buruk.
  • Cek review, rating, dan testimoni
    • Ini sangat penting untuk menjamin kamu membeli produk di tempat yang benar. Mengingat alat musik adalah produk yang tidak murah. Jika berbelanja di markeplace, pastikan toko yang kamu pilih memiliki rating dan histori transaksi yang bagus. Cek review, rating, dan testimoni. Bila memang banyak yang memiliki reaksi positif, maka sudah bisa dipastikan tempat tersebut cukup direkomendasikan.
  • Pastikan garansi
    • Tanya dengan pasti apakah produk tersebut memiliki garansi. Jangan sampai di saat kamu sudah mengeluarkan uang yang tidak bisa dibilang sedikit, ternyata ada kekurangan pada produk dan tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh penjual. Jadi, di sinilah mengapa garansi itu penting.
  • Tanya sejelas-jelasnya
    • Jika berbelanja secara offline, kamu bisa menemui pramuniaga dan melihat, serta mencoba produk tersebut secara langsung. Tapi, di saat kamu membeli secara offline, maka ada baiknya untuk tanya secara jelas lewat layanan customer service, sehingga kamu akan mengerti dan membeli produk sesuai yang kamu inginkan.

Gimana Fren, udah kebayang mau beli alat musik dimana? Sebelumnya kamu juga bisa loh tanya-tanya dengan sesama penggguna Soundfren di aplikasi dan cari alat musik impian kamu di fitur “Sell and Buy” di aplikasi milikmu.

#BikinJalanLo Versi Antonio Bennarivo


“Soundfren gak cuman bikin karya saya makin dikenal, tapi juga saya bisa dapat ilmu baru tentang musik setelah ikutan Soundfren Connect di masa pandemi ini – Antonio Bennarivo”

Sebagai insan manusia, sudah menjadi lumrah jika terkadang tak tahu cara untuk mengekspresikan diri. Begitu pun dengan Antonio Bennarivo. Awalnya ia bingung tak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan emosinya. Beragam kegiatan ia coba hingga akhirnya membawanya pada musik. Lewat musik, Antonio menemukan cara untuk meluapkan lautan emosinya sebagai manusia. Lewat musik, ia mulai mengekspresikan kegundahannya lewat karya.

Kini, karya-karya Antonio telah terbingkai dalam sebuah mini album yang ia beri nama “September Music”. Selain menyanyikan langsung karya musiknya, penggemar Ed Sheeran ini juga bertindak sebagai composer sekaligus instrumentalist.

Di usianya yang masih muda, merilis mini album tentunya menjadi sebuah pencapaian tersendiri. Selain tentunya ia bisa mendapatkan pengalaman berada satu panggung dengan musisi idola seperti MarcoMarche. Usai memiliki mini album, Antonio tentunya tak berhenti untuk menciptakan karya-karya baru sekaligus mempromosikan karya yang telah dirilis.  Lewat media sosial, panggung ke panggung, hingga kolaborasi dengan sesama musisi telah Antonio lakukan untuk mengenalkan karyanya. Tak terkecuali, ia juga mencoba aplikasi untuk para penggiat musik, Soundfren.

Pemilik lagu “Sahabatku” ini merasa jika Soundfren sangat sesuai dengan kebutuhannya. Target yang sesuai dengan segmentasi untuk karyanya menjadi salah satu alasan Antonio bergabung bersama Soundfren. Di Soundfren, ia aktif mencoba beragam fitur yang ada. Sejauh ini Antonio telah berhasil lolos submisi sebanyak dua kali. Pertama, ia sukses menjadi pengisi acara di “Acoustic and Poetry Night at Merari Studio” di awal tahun 2020. Terbaru, video musiknya ditayangkan di program “Indie Air” di UseeTV.

Tak ketinggalan Antonio juga mengikuti kegiatan terbaru yang diadakan Soundfren selama pandemi, yakni Soundfren Connect. Tak tanggung-tanggung, 3 sesi ia ikuti salah satunya sesi bersama Ale (personil WSATCC & The Adams) yang membahas “How to be Creative in Career”.

Bagi Antonio, ilmu-ilmu yang ada di Soundfren Connect sangat berisi dan berkelas sehingga sangat bermanfaat baginya. Ia juga akan selalu  mengikuti webinar interaktif yang diadakan Soundfren kedepannya. Sebagai pengguna setia Soundfren, Antonio Bennarivo berharap agar aplikasi ini dapat terus berkembang. Selain itu, ia juga menginginkan agar Soundfren selalu membangun interaksi dengan para penggunanya.

Mengenal Jenis Gitar Akustik

Fren, meski terlihat sederhana, ternyata alat musik gitar juga memiliki banyak varian lho. Contohnya pada alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik ini kita mengenal dua jenis varian, yaitu gitar elektrik dan gitar akustik. Varian akustik pun dipecah menjadi beberapa jenis lagi, sesuai dengan karakter suara dan jenis musiknya.

  • Steel String Guitar.Ini merupakan jenis gitar akustik yang paling banyak digunakan dan dimiliki oleh para gitaris. Kelebihan dari steel string guitar adalah banyaknya pilihan model dan juga harga. Sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan selera dan juga isi dompetmu. Salah satu ciri gitar ini adalah ukurannya yang compact dan memiliki neck yang ramping.
  • Gitar Tipe Standar. Berbeda dengan tipe steel string, gitar akustik tipe standar memiliki bodi yang satu setengah kali lebih tebal dan juga lebih besar. Bagi gitaris pemula, mungkin akan sedikit kesulitan memainkannya karena memiliki ukuran yang besar. Namun gitar tipe standar memiliki volume suara yang lebih tinggi.
  • Acoustic Electric Guitar.Jenis gitar ini sebenarnya sama dengan tipe steel series ataupun standar. Perbedaannya gitar ini sudah memiliki pickup elektrik, sehingga bisa dimainkan menggunakan amplifier tambahan. Modelnya pun mirip-mirip dengan gitar elektrik, karena memiliki leher dan bodi yang ramping. Jenis gitar ini disarankan untuk kamu yang baru saja mulai belajar memainkan alat musik gitar.
  • Silent Guitar.Bagi kamu yang sering bermain gitar akustik di malam hari, dan tidak ingin orang lain terganggu karena suara gitarmu yang lumayan besar, silent guitar adalah salah satu alternatif yang harus kamu coba. Gitar jenis ini memiliki memiliki soket yang dapat disambungkan dengan headphone atau earphone, dan amplifier. Sehingga kamu bisa mengatur keras/tidaknya volume yang keluar dari gitar.

Nah, jadi jenis gitar akustik mana nih yang kamu punya Fren? Kamu juga bisa ngobrol-ngobrol seputar pergitaran ini di aplikasi Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Jatiprima Handali

“Lewat Soundfren, saya bisa ketemu sekaligus nambah ilmu dari pakarnya langsung di Soundfren Connect! – Jatiprima Handali”

Beragam genre musik sudah dicobanya, namun Jatiprima Handali selalu terus memperdalam kemampuan bermusiknya khususnya bermain gitar. Sejak duduk dibangku SMP, Jatiprima mulai menemukan gairah bermusik. Ia belajar memetik gitar dan memainkan musik rock era 80-90an. Saat memasuki sekolah menengah atas, ia mencoba mendalami perkusi.

Tak berhenti disitu, saat kuliah ia banting setir dengan mempelajari biola dan menelaah lagu-lagu klasik. Jatiprima juga aktif di beberapa komunitas musik dan orkestra. Saat ini, ia tengah belajar dan mendalami gitar kembali.

Berbagai genre dan beragam alat musik ia pelajari sejak awal perkenalannya dengan musik hingga saat ini. Musik telah memberikan arti penting dalam hidupnya. Bahkan musik telah membawa Jatiprima sukses mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Panggung ke panggung ia datangi untuk membayar uang kuliah hingga lulus.

Musik pula yang mempertemukan Jatiprima dengan Soundfren. Jatiprima yang saat ini tengah menyukai musik-musik dari Mac DeMarco sangat antusias mengikuti beragam kegiatan bermusik yang diadakan oleh Soundfren, salah satunya Soundfren Connect. Webinar interaktif yang mempertemukan para penggiat musik dengan obrolan seputar topik-topik dan isu terhangat dari industri musik.

Jatiprima mengikuti kelas membuat lagu bersama Sir Dandy dan Riko Prayitno, personel dari grup musik Mocca. Tak hanya mempelajari pembuatan lagu, ia juga mengambil sesi khusus mempelajari digital recording. Bagi Jatiprima, lewat Soundfren Connect bisa mendapatkan ilmu langsung dari pembicara yang berpengalaman di dunia musik. 

Di tengah pandemi ini, Soundfren telah memberikan manfaat untuk karir bermusiknya dengan menghadirkan fitur Soundfren Connect. Jatiprima berharap Soundfren bisa semakin kreatif dalam memajukan musik di indonesia dan bisa membuat musisi-musisi Indonesia melanglang buana hingga mendunia.

Mengenal Macam-Macam Efek Gitar

Fren, mungkin terkadang kamu masih suka ngerasa bingung, apa bedanya efek gitar overdrive dan delay, lalu jenis-jenis karakter dari efek gitar lainnya. Nah, untuk itu yuk, kita kenalan sama efek-efek gitar yang mungkin sering kamu jumpai, Fren! Apa efek gitar andelan kamu?

Efek gitar secara umum terbagi menjadi dua : stompbox dan digital. Namun untuk musisi professional biasanya menggunakan audiosystem yang mana dirancang tertata di rak, tertanam di ampli atau menggunakan Kemper (alat rekam simulasi suara amplifier). Berikut beberapa karakter efek gitar yang perlu kalian ketahui.

  • OVERDRIVE

Diawali dengan memilih overdrive. Menjelaskan macam drive perlu waktu seharian karena termasuk rumit dan banyak macamnya, namun disederhanakan saja klasifikasinya menjadi:

  1. Low gain overdrive pada dasarnya hanya memberi sedikit Colour (warna) drive untuk gitar kita. Jadi bisa di alih fungsikan menjadi booster.
  2. Medium gain pada dasarnya sudah memberi colour drive agak pekat ke dalam sound gitar kita, sehingga cocok digunakan untuk riff yang ringan.
  3. High Gain Overdrive adalah efek gitar yang benar benar signifikan dalam hal colouring nya, biasa kita sebut distorsi dan fuzz.
  • DELAY

Selanjutnya , efek gitar bernama Delay (hasil copy suara yang dihasilkan sebelumnya). Klasifikasinya ada 2 macam yaitu Digital dan Analog. Fungsi dan karakternya masing masing berbeda. Jika permainan gitar kita menuntut adanya delay yang stabil, jelas, dan stagnan maka pilihlah digital delay. Namun jika permainan gitar kita hanya membutuhkan delay sebagai layer, memperluas ambience, dan tebal,  maka pilihlah analog delay.

  • REVERB

Lalu dalam memilih Reverb (simulasi ruangan) maka kenalilah macam macam reverb. Ada Hall, spring, plate, room, dan shimmer. Belakangan ini shimmer yang paling terkenal diantara gitaris yang suka musik semacam Coldplay, Radiohead, Sigur ros, dll. Pada dasarnya shimmer adalah simulasi Pad yang biasa digunakan untuk layer pada keyboard, sehingga menimbulkan ambience yang begitu lebar.

  • MODULATION

Efek modulation (seperti chorus, flanger, vibrato, tremolo, harmoniser dll) adalah pemanis di permainan gitar kita. Dalam memilih chorus, terbagi juga menjadi 2 yaitu analog chorus dan chorus biasa (digital). Fungsinya seperti doubling, seolah kita memainkan dua gitar bersamaan. Untuk flanger seperti efek pesawat jet sewaktu melintas di atas kepala kita. Yang biasa menggunakan ini adalah Eddie Van Halen. Tremolo berfungsi membuat sound gitar kita terpatah-patah. Bagus untuk membuat suasana semakin dramatis. Sementara harmoniser adalah efek yang memecah nada yang kita hasilkan menjadi interval interval yang dinamis.

  • COMPRESSOR

Alat ini sangat membantu mem-fokuskan fingertone kita. Selain itu juga mengatur kestabilan permainan pada saat mengorek nada nada di gitar. Compressor juga bisa digunakan sebagai colour dalam permainan gitar kita.

  • NOISE GATE & SUPPRESSOR

Distorsi yang keras membawa noise yang banyak juga. Dengan noise suppressor, hilang semua noise yang ada. Ini berpengaruh untuk kejernihan permainan gitar, kecuali memang noise yang dibuat disengaja untuk memberi kesan berantakan.

Nah itu dia Fren beragam macam efek gitar. Kamu bisa ngobrol atau sharing seputar topik ini dengan sesama pengguna Soundfren lewat aplikasi. Dengan begitu, wawasan kamu tentang dunia pergitaran makin tambah banyak deh!

#BikinJalanLo Versi Rangga Pranendra

“Kedepannya saya berharap bersama Soundfren akan lebih banyak lagi orang yang mendengar karya-karya ciptaan saya – Rangga Pranendra”

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Rangga Pranendra telah menunjukkan ketertarikannya pada musik. Awalnya ia melihat teman sekelasnya yang kini telah menjadi musisi, Dimas Wibisana sedang mengisi acara di sekolah. Rangga kemudian mulai belajar musik bersama Dimas dengan harapan bisa ikut manggung. Setiap pulang sekolah, Rangga mempelajari hal-hal tentang musik di rumah Dimas. Dimulai dengan belajar memetik gitar hingga berlatih vokal. 

Kerja keras Rangga sedari berseragam putih merah berbuah hasil, kini ia telah memiliki single dan tampil di berbagai panggung. Bahkan belum lama ini, video musik miliknya telah tayang di UseeTV dan UseeTV GO lewat program “Indie Air”.

Rangga yang baru saja merilis single bertajuk “Manis Berbahaya” mengaku jika musik-musiknya banyak dipengaruhi oleh L’Arc-en-Ciel dan Sheila on 7. 

Rangga yang telah mengarungi musik sejak kecil mengalami beberapa momen-momen yang tak bisa lupakan dan akan terus diingat sebagai bagian dari jalan bermusiknya. Ada masa di mana hidup Rangga didedikasikan terhadap sebuah idol group lokal kecintaannya, JKT48. Saking berdedikasinya, lagu-lagu yang ia buat tidak lepas dari elemen mereka. Alhasil, sampai sekarang nama Rangga Pranendra tidak bisa lepas dari embel-embel JKT48. Kecanggihan teknologi membuat Rangga semakin mudah mengakses segala hal tentang idolanya yang kemudian dijadikan sumber inspirasi.

Bicara tentang musik dan teknologi, selain mempermudahnya mencari inspirasi, Rangga merasa sangat terbantu dengan teknologi yang bersinggungan dengan musik seperti platform digital yang memudahkan lagu-lagu karyanya untuk sampai ke telinga para pendengar bahkan ke orang-orang yang tidak ia kenal. Salah satu platform yang ia manfaatkan adalah layanan streaming musik dan juga tentunya Soundfren.

Kehadiran Soundfren membantu Rangga untuk meraih impiannya di industri musik. Walau masih terhitung sebagai pengguna baru, namun Rangga telah merasakan manfaat kehadiran Soundfren salah satunya adalah dengan terpilih untuk meramaikan program “Indie Air”. Rangga berharap bersama Soundfren akan semakin banyak orang yang mendengar lagu-lagu yang ia ciptakan.

Tips Membeli Ukulele

Emang paling bener kalo lagi #DiRumahAja itu ngulik-ngulik musik yang kamu suka, nggak terbatas apapun alat musiknya, salah satunya ukulele, Fren! Nah, buat kamu yang lagi cari-cari ukulele, perhatikan juga beberapa hal sebelum membeli ukulele.

  • Ukulele yang berkualitas biasanya terbuat dari kayu sengon dan mahoni. Lalu pada bagian kepalanya terdapat dolphin gold plate dengan tambahan string aquila, yang akan memberikan nada indah saat dipetik. Kamu juga bisa memilih warna ukulele sesuai dengan seleramu. Agar kamu lebih bersemangat saat belajar, dan juga lebih percaya diri saat menggunakannya.
  • Ukulele 4 senar ukuran mini biasanya terduat dari kombinasi kayu berkualitas pada bagian bodinya. Bagian atas terbuat dari kayu meranti dan bagian dalam dari kayu sengon. Senarnya menggunakan senar nilon yang menghasilkan suara bening dan senarnya tidak mudah putus.
  • Ukulele model terbaru merupakan gitar kecil dengan 4 senar dan bodi bagian atas terbuat dari plywood sedangkan bagian dalam dari kayu meranti. Pada putaran stemnya biasanya terbuat dari kayu sengon. Meskipun ukurannya kecil, suara yang dihasilkan sangat indah karena menggunakan senar nilon berkualitas.

Nah, itu dia beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan saat mau beli ukulele. Kamu juga bisa cari referensi ukulele yang oke dengan nanya-nanya temen-temen di aplikasi Soundfren.

Semoga kamu berhasil menemukan ukulele idaman ya!

Soundfren Connect Menjadi Teman Ngabuburit yang Asyik dan Seru

Di tengah pandemi yang membuat kebanyakan para pekerja seni harus berdiam di rumah yang menyebabkan beberapa dari mereka kehilangan pekerjaannya, aplikasi kesayangan kamu ini menghadirkan fitur Soundfen Connect yang diharapkan dapat menjadi wadah untuk kamu semua terus berkarya dan produktif. Soundfren Connect edisi kali ini yang diisi oleh para pelaku industri musik profesional yang membantu kamu untuk semakin siap menghadapi hari-hari usai pandemi berlalu.

Soundfren Connect diawali dengan pengetahuan proses awal bikin lagu ala Sir Dandy dan Riko “Mocca”, mendalami digital recording dari rumah  bersama produser sekaligus sound engineer Wisnu Ikhsantama, mempelajari mixing dan mastering bersama audio engineer ALS Studio, Dimas Martokoesoemo, membuat materi lagu yang radio friendly barengan Music Director Gen 98.7 FM, Andra Arfiandy, dan materi-materi seru lainnya yang sangat mendukung karir bermusikmu.

Dengan mengikuti webinar di Soundfren Connect, selain mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru dalam bermusik, dengan biaya Rp 25.000 untuk setiap sesianya kamu sudah turut membantu teman-teman di industri musik. Soundfren akan mendonasikan sebagian dari pendapatan dari Soundfren Connect kepada para pelaku industri musik yang terkena dampak dari COVID-19.

Kamu yang belum sempat ikutan sesi-sesi di Soundfren Connect bisa dengerin semua rekamannya lewat fitur Soundfren Play di aplikasi, khusus untuk kamu Premium User Soundfren bisa mendapatkan akses gratis ke fitur ini.

Soundfren berencana untuk kembali menghadirkan Soundfren Connect dengan topik dan pembicara yang lebih banyak dan lebih seru di edisi berikutnya. Cek terus update Soundfren Connect lewat aplikasi Soundfren dan juga media sosial ya, Fren!

Anyway, ayo langsung coba dengerin rekaman Soundfren Connect lewat Soundfren Play!