Sederet Musisi yang Hobi Banting Alat Musik

#FrenInfo

Fren, banyak musisi yang ngelakuin aksi panggung dengan ragam cara yang unik. Salah satunya adalah dengan menghancurkan alat musik mereka. Siapa musisi favoritmu yang punya aksi panggung gokil?

  • Jimi Hendrix. Jimi Hendrix tidak hanya membanting gitarnya, bahkan dia membakar gitarnya itu pada saat tampil dalam gelaran festival musik Monterey Pop tahun 1967 silam. Aksi panggungnya tersebut bisa disaksikan dari beberapa unggahan video Youtube.
  • Kirk Hammet. Kirk Hammer gitaris Metallica ini adalah salah satu gitaris yang begitu sering menghancurkan alat musiknya sendiri. Dibeberapa unggahan video Youtube bisa dilihat Kirk Hammet tidak hanya membanting gitarnya tapi juga menghancurkannya dengan palu.
  • Kurt Cobain. Pentolan Nirvana ini merupakan salah satu nama terdepan dalam urusan menghacurkan gitar. Tidak hanya itu, sasaran penghancuran Kurt Cobain bukan hanya gitar, tapi juga benda lain yang ada di sekitarnya seperti amplifier, drum dan lainnya.
  • Paul Stanley. Frontman dari band KISS ini dikenal cukup “piawai” dalam hal banting-membanting gitar. Sepanjang kariernya bersama band tersebut tak terhitung lagi berapa jumlah gitar yang telah ia hancurkan diatas panggung
  • Otong Koil. Otong, pentolan band Koil asal Bandung ini tidak pernah lelah menghibur pirsawan dengan atraksi banting gitar a la The Who. Otong pernah beberapa kali menghancurkan gitar yang baru saja ia gunakan diatas panggung. Bahkan, Otongpun pernah membakar gitarnya dihadapan para penonton

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

Meremang Jiwa Dalam Balutan Lagu Jawa

#FrenInfo


Fren, nggak semua orang ngerasa happy di bulan penuh cinta ini. Ada juga teman-teman kita yang memilih menenggelamkan dirinya dalam kesedihan. Salah satu caranya adalah dengerin lagu sedih berulang-ulang. Apalagi dengerin lagu lagu sang Maestro, Didi Kempot.

Lord Didi Kempot, seniman Sala, Jawa Tengah, yang juga berjuluk The Godfather of Broken Hearts tentunya sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat lewat lagu-lagunya yang menyanyat hati. Dalam asmaradana, semuanya terasa indah, menggebu, membuai. Harapan seolah jadi kepastian, dan berpisah adalah pengingat kelam agar dihindari, tak perlu terjadi.

Asmaradana dapat melantingkan pemilik hati ke mega demi mega, aras demi aras, terus ke atas. Asmaradana nan memabukkan juga dapat membanting pemilik hati ke tanah kenyataan. Menyakitkan. Tak ada jamu penawar luka bindam maupun tersayat. Tapi tembang Didi Kempot dapat mengurangi rasa sakit.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

7 Album Indonesia Terbaik

#FrenInfo

Fren, banyak album Indonesia yang jadi benchmark musik lokal di setiap zaman. Tapi, rasanya nggak cukup kalo masukin semua album lokal keren di sini. Kami ngerangkum beberapa album lokal pilihan kami yang bakal jadi favorit sepanjang masa.

Guruh Gipsy – Guruh Gipsy (1978). Album yang pertama kali rilis pada tahun 1976 ini diprakarsai oleh Guruh Soekarnoputra, Keenan Nasution, Odink Nasution, Abadi Soesman, Roni Harahap, dan Chrisye. Di album ini, tradisi musik Bali pun dipilih sebagai fondasi musik mereka.

Dewa 19 – Pandawa Lima (1997). Album kelima Dewa 19 yang bertajuk “Pandawa Lima” adalah salah satu bukti kesuksesan mereka, bersama label rekaman Aquarius Musikindo, Pandawa Lima berhasil melejit dengan single-single andalan seperti “Kamulah Satu-Satunya,” “Aku Di Sini Untukmu,” dan “Kirana.”

Sore – Centralismo (2005). Centralismo menjadi salah satu album musik indie pertama yang mendapatkan predikat Five Asian Album Worth Buying dari Time Magazine Asia. Ini adalah album yang menampilkan musik “Indonesiana” ala Sore.

OST Badai Pasti Berlalu (1977). Sesuai dengan judulnya, album ini merupakan soundtrack dari film Indonesia yang berjudul sama, terdiri dari kompilasi beberapa lagu yang diciptakan oleh Eros Djarot bersama Chisye, Yockie Suryoprayogo, Berlian Hutauruk, Fariz R.M, Keenan, dan Debby Nasution. Dari total 13 lagu yang tercipta, lagu berjudul “Badai Pasti Berlalu” menjadi yang terpopuler dan dikenal bahkan sampai sekarang. Meskipun proses penggarapan dan pemasaran album sempat mengalami kendala, album ini pun pada akhirnya berhasil mendobrak pasar musik populer dan masuk ke dalam daftar 150 album musik Indonesia terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia pada tahun 2007.

God Bless – Cermin (1980). Pada tahun 1980, God Bless merilis album keduanya yang bertajuk Cermin. Album ini disebut-sebut sebagai salah satu album legendaris Indonesia—terutama yang di ranah musik rock. Album ini adalah sebuah gebrakan musik rock di masa berjayanya genre pop. “Cermin” diisi oleh lagu-lagu yang mengusung tema sosial, moral, hingga kritik terhadap pembangunan. Hasil kerja keras lima orang personel yang terdiri dari Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, Teddy Sujaya, dan Abadi Soesman ini pun penuh dengan pembuktian kreativitas masing-masing musisi.

Slank – Kampungan (1991). Siapa yang tidak kenal Slank? Band rock kebanggaan Indonesia yang terdiri dari lima orang personel (Bimbim, Pay, Bongky ‘Bonk, Kaka, Indra) ini lagu-lagunya bisa dibilang merupakan andalan lagu lokal yang dikenal sampai sekarang, termasuk di antaranya adalah lagu-lagu mereka di album ini seperti “Terlalu Manis” dan “Mawar Merah”. Tidak tanggung-tanggung, album ini juga mendapatkan penghargaan BASF Awards untuk kategori album pop rock terbaik.

Pure Saturday – Pure Saturday (1996). Selain Slank, generasi 90-an juga mempunyai Pure Saturday sebagai salah satu grup musik yang menghadirkan karya-karya terbaik. Sebagai salah satu pelopor indie di Indonesia, album pertama mereka yang rilis pada tahun 1996 langsung berhasil terjual sebanyak 5000 kopi dengan single “Kosong” yang menjadi andalan mereka.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

Tips Memilih Soundcard untuk Rekaman

#FrenInfo

Masih bingung nentuin soundcard yang sesuai kebutuhan kamu?

Coba simak tips-tips berikut ini ya!

Pastikan sesuai dengan kebutuhanmu. Coba pikirkan kebutuhan kayak apa yang kamu butuhin sebelum kamu pilih Soundcard. Jangan berdasarkan karena merknya aja. Kamu butuh buat bikin rekaman full band secara live atau sekedar buat bikin demo?

Koneksi. Koneksi di sini maksudnya adalah koneksi yang sesuai dengan apa yang PC/Laptop kamu miliki dengan audio interface yang bakal kamu beli. Misalnya USB, PCI, FireWire, thunderbolt dan lain-lain.

IO/Input – Output. Pastikan berapa channel yang kamu butuhkan. Misalnya kalau mau merekam full band secara live,  maka kamu perlu audio interface yang punya input kurang lebih 16 channel.

Sound Quality. Agak sulit untuk membedakan kualitas sound dari audio interface dari masing-masing merk yang ada di market utama untuk orang awam. Karena saat ini tidak sedikit audio interface (khususnya audio interface yang lebih murah) yang berani mengeluarkan fitur-fitur layaknya audio interface yang lebih mahal.

Harga. Terdapat beberapa audio interface yang memiliki range harga yang miring tetapi berkualitas yang sudah lebih dari cukup. Berikut list audio interface seperti Behringer U-PHORIA UMC404HD I/O: 4 input/4 output, Behringer U-PHORIA UMC202HD I/O: 2 input/2 output, dan Behringer U-PHORIA UMC204HD I/O: 2 input/4 output.

Menangin Soundcard Rekaman Dengan Cara Ikutan Lucky Fren di aplikasi Soundfren!

Tuntaskan Beragam Misi di Lucky Fren

Memasuki tahun baru 2021 ini, Soundfren punya misi khusus untuk kalian para pengguna aplikasi. Selama 28 hari ke depan sejak tanggal 11 Januari 2021, ada banyak hadiah yang bisa kamu dapatkan di Lucky Fren. Dari saldo elektronik, headphone, soundcard, midi controller hingga mic condesor yang bisa kamu bawa pulang, Fren. Supaya enggak bingung, simak detail-detailnya di bawah ini ya, Fren!

Cara Ikutan:

  • Buka aplikasi Soundfren di HP-mu dan lakukan “Check In” pada Lucky Fren,
  • Dapatkan tambahan poin dengan menjalankan misi harian dan misi spesial berupa misi solo dan misi komunitas,
  • Jumlah poin yang kamu dapatkan bisa langsung dilihat pada tabel klasemen Lucky Fren.

Cara Ikutan Misi Harian:

  • Klik “Tambah Poin” pada menu Lucky Fren kemudian pilih “Misi Harian”
  • Share post pengguna lain (6 poin)
  • Like 10 postingan pengguna lain (10 poin)
  • Buat 1 postingan baru (12 poin)
  • Follow 5 akun baru (15 poin)
  • Tinggalkan 3 komentar (18 poin)

Cara Ikutan Misi Spesial (Misi Solo):

  • Klik “Tambah Poin” pada menu Lucky Fren kemudian pilih “Misi Spesial”
  • Pilih “Misi Solo”
  • Tambahkan “Experience” pada profil Soundfren-mu (6 poin)
  • Tambahkan lagu hasil karyamu (6 poin)
  • Tambahkan video musik hasil karyamu (6 poin)
  • Tambahkan jadwal tampilmu (6 poin)
  • Lengkapi profilmu selengkap-lengkapnya (50 poin)
  • Jadikan postinganmu sebagai trending di aplikasi (50 poin)
  • Undang teman dengan menggunakan kode referral milikmu (60 poin)

Cara Ikutan Misi Spesial (Misi Komunitas):

  • Klik “Tambah Poin” pada menu Lucky Fren kemudian pilih “Misi Spesial”
  • Pilih “Misi Komunitas”
  • Share 1 episode podcast Soundfren Learn (3 poin)
  • Share webinar Soundfren Connect (3 poin)
  • Share 1 artikel di blog/news aplikasi (3 poin)
  • Baca 1 artikel di blog/news aplikasi ( 10 poin)
  • Putar 15 episode podcast Soundfren Learn (15 poin)
  • Undang teman dengan menggunakan kode referral milikmu (60 poin)
  • Join 1 sesi Soundfren Connect (75 poin)

Cara Ikutan Misi Spesial (Misi Progres):

  • Klik “Tambah Poin” pada menu Lucky Fren kemudian pilih “Misi Spesial”
  • Pilih “Misi Progres”
  • Buat 1 Project Kolaborasi pada menu “Collabs Project” (12 poin)
  • Share 2 Project Kolaborasi pada menu “Collabs Project” (12 poin)
  • Ikuti submisi yang ada pada menu “Event & Audition” (12 poin)
  • Folllow official account Soundfren (16 poin)
  • Join Premium User Soundfren (25 poin)
  • Dengarkan lagu pengguna lain (36 poin)
  • Buat 1 submisi pada menu “Event & Audition” (48 poin)
  • Undang teman dengan menggunakan kode referral milikmu (60 poin)

Ketentuan:

  • Satu ID pengguna hanya dapat mengklaim satu hadiah,
  • Jumlah hadiah terbatas atau selama persedian masih ada,
  • Pengguna dapat mengklaim dan share hadiah jika ingin menukarkan star dengan hadiah yang ada,
  • Pemenang yang berhasil mengklaim hadiah akan dihubungi oleh pihak Soundfren untuk konfirmasi. Nomor yang akan menghubungi adalah nomor official Soundfren dan email official Soundfren (contact center: 0813 1095 7673/contact service: hello@soundfren.id/),
  • Apabila dalam 3 hari pemenang tidak dapat dihubungi, maka hadiah dianggap batal/hangus.
  • Hadiah akan dikirimkan kepada pemenang dalam waktu maksimal 14 hari setelah melakukan konfirmasi data diri,
  • Hadiah digital dikirim maksimal 3×24 jam,
  • Pemenang akan mendapatkan pesan pemberitahuan di aplikasi Soundfren ketika berhasil mengklaim hadiah yang tersedia,
  • Jika menurut pertimbangan Soundfren terdapat indikasi/dugaan kecurangan atau kesalahan yang disengaja dalam pemberian informasi atau data yang diberikan oleh pemenang dalam mengikuti program maka pemenang didiskualifikasi sesuai pemberitahuan Soundfren, tanpa kompensasi apapun dari Soundfren kepada pemenang,
  • Soundfren berhak mengubah syarat dan ketentuan yang berlaku, termasuk menghentikan/memperpanjang reward ini kapanpun tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,
  • Karyawan atau keluarga inti karyawan tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam program yang diselenggarakan oleh Soundfren,
  • Apabila karyawan atau keluarga inti karyawan secara sengaja memenangkan suatu program yang diselenggarakan oleh Soundfren maka hadiah tersebut akan dibatalkan,
  • Dengan mengikuti kegiatan ini, pengguna dianggap mengerti dan menyetujui semua syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tunggu apalagi Fren, segera buka aplikasi Soundfren-mu, join #LuckyFren, dan klaim hadiah milikmu!

MUSISI SEBELUM JADI ROCKSTAR

#SemudahItu bermusik dengan Soundfren

Fren, siapa sangka kalo beberapa musisi ternama dunia ini dulunya punya pekerjaan lain layaknya warga biasa.

  • Sting. Sting memiliki beberapa pekerjaan yang membosankan sebelum bergabung dengan The Police. Saat bergabung di usia 20 tahun, Sting meninggalkan karirnya sebagai seorang guru dan memilih untuk bermusik bersama dengan The Police. Selain menjadi guru, Sting juga pernah bekerja di kantor pajak. Pemain bass yang mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu itu juga sempat menjadi kondektur bis.
  • Elvis Presley. Setelah lulus SMA, Elvis menuruti kemauan ibunya agar ia segera memiliki pekerjaan tetap. Akhirnya ia bekerja menjadi supir truk untuk Crown Electric Company di Memphis, Tennesse.
  • Madonna. Mempunyai ambisi yang besar untuk menjadi salah satu penyanyi terkenal di dunia, Madonna melakukan segala pekerjaan demi mendapat modal untuk berkarir sebagai penyanyi. Tercatat, sebelum menjadi terkenal Madonna pernah menekuni profesi sebagai, penari di kota New York dan menjadi waiters di Dunkin Donuts.
  • Jack White. Sebelum menjadi sesukses seperti saat ini, Jack White dulunya adalah seorang tukang kayu. Ia bekerja pada sebuah rumah furnitur. Selain bermusik, Jack White kini sedang berbisnis label rekaman. Awalnya ia menamai labelnya tersebut dengan nama Third Man Upholstery, dengan slogan ‘furnitur anda tidak mati’. Namun akhirnya ia merivisi nama tempat bisnisnya itu dengan Third Man Records.
  • Tony Iommi. Sebelum menjadi legenda, gitaris Black Sabbath ini bekerja pada sebuah pabrik logam. Di pabrik tersebut Tony terbiasa untuk menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan logam-logam berat. Mungkin atas dasar itu juga ya permainan Tony Iommi bisa sehebat saat ini.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

LAGU ANDELAN NYETEM GITAR

#FrenInfo

Fren, buat kamu yang sering gitaran bareng temen pasti relate banget nih sama lagu-lagu ini. Lagu apa yang biasa kamu pake buat nyetem gitar, Fren?

  • Peterpan-Semua Tentang Kita. Lo tahu nggak? Bahkan, ketika kakeknya Ariel masih remaja dan suka nongkrong sama anak-anak warung deket rumah, beliau pun menyetem gitar pake lagu ini. Emang lagu ini adalah lagu paling cozy buat menyetem gitar. Pengamen, anak band, sampai Bob Dylan sekalipun mengakuinya.
  • Peterpan-Bintang di Surga. Diketahui saat Thom Yorke lagi manggung di Glastonbury ia sempat ngetes gitarnya pakai lagu ‘Bintang di Surga’, terutama buat ngetes senar bass 6.
  • Green Day-Warning. Layaknya lagu ‘Bintang di Surga’-nya Peterpan, lagu ini juga enak buat dipake menyetem kunci 6. Tapi, tahukah kalian, bahwa Billy Joe sang vokalis lebih senang menyetem pakai lagu ‘Semua Tentang Kita’ dibanding lagunya sendiri?
  • Kangen Band-Yolanda. Alternatif lain ketika bosen menyetem gitar pakai lagu Peterpan. 9 dari 10 pengamen melakukannya.
  • Creed-One Last Breath. Biasanya sih yang menyetem gitar pakai lagu ini sekalian pamer skill gitu deh.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

MERCHANDISE BAND ABSURD

#SemudahItu Bermusik dengan Soundfren

Fren, apa merchandise band yang terakhir kali kamu beli? Udah punya yang absurd kayak gini belum?

  • Pasta dan Sikat Gigi One Direction. One Direction terkenal dengan boyband ramah dan banyak senyum yang membuat fansnya meleleh. Rasanya pas sekali jika produsen pasta dan sikat gigi ini memakai One DIrection sebagai iklannya, pasalnya mereka memiliki gigi yang rapi dan putih. Tak tanggung-tanggung Coalgate pun memasang gambar One Direction di bungkus pasta dan sikat gigi. Tentu saja strategi ini pas karena para fans One Direction pun tertarik untuk mengoleksinnya
  • Tirai Mandi Justin Bieber. Merchandise kaos atau poster dirasa sudah umum, namun hal itu tak menjadikan mentoknya untuk propaganda sekaligus jualan. Tim merchandise pun membuat sebuah tirai mandi bergambar Justin Bieber. Fans Justin yang rata-rata anak muda menjadi target yang mudah dalam penjualan. Terlebih gambar Justin Bieber yang besar membuat para fans rela merogoh kocek dalam untuk mendapatkan tirai mandi ini. Masih merasa biasa saja dan belum aneh, simak berikut ini.
  • Kondom U2. Yaiks ada-ada saja band asal Irlandia ini dalam membuat merchandise. Mereka memilih kondom sebagai merch untuk dijual kepada umum. Uniknya merch dinamai seperti judul albumnya, Achtung Baby. Entah apa alasan U2 menjual kondom ini, namun yang pasti pikiran orang yang tabu membuat merch ini terbilang cukup aneh.
  • Papan Ski The Rolling Stones. Logo lidah menjulur sudah seperti brand tersendiri bagi The Rolling Stones. Semua merch dari band gaek ini selalu terjual habis lantaran kelegendarisan band tersebut. Tak kurang akal, mereka pun memproduksi merch papan ski dengan logo lidah menjulur di beberapa bagian. Rasanya ini kado Natal yang pas buat pacar atau siapapun yang menyukai band gaek ini.
  • Sarung Tangan ACDC. Buat rocker yang suak hobi masak, jangan khawatir karena ACDC merilis sebuah sarung tangan untuk memasak. Tak ada takut tangan kepanasan saat mengambil makanan dari oven. Kamu bakal terlihat gahar saat memasak di dapur saat membuat masakan favoritmu. Dan tiba-tiba judul lagu You Shook Me All Night Long berubah menjadi You Cook Me All Night Long
  • Baju Terusan Weezer. Ada-ada saja cara untuk memasarkan album. Salah satunya adalah bundle pack yang dilakukan oleh Weezer. Mereka memberikan bonus CD setiap pembelian baju unik ini. Sepintas baju ini seperti gamis berwarna biru dengan sablon bertuliskan Weezer di dadanya. Meski aneh, namun banyak juga yang mengordernya.
  • Peti Mati Kiss. Sebuah terobosan gila yang dilakukan oleh Kiss dalam membuat merchandise. Mereka merilis sebuah peti mati dengan berhiaskan ornamen Kiss di atasnya. Pasti berpikiran siapa yang akan membeli? ternyata banyak yang menyukai merchandise yang mengerikan ini. Semoga saja peti ini tidak berhantu.
  • Baju Hangat Unyu Slayer. Mendengar nama band satu ini pasti dibenak kamu adalah tengkorak, darah dan penghujatan tuhan. Namun siapa sangka mereka pernah melakukan kekhilafan dengan memproduksi baju hangat dengan desain unyu.
  • Buku Mewarnai Seram Ween. Tak ingin sama dengan band lainnya, Ween pun merilis sebuah buku mewarnai. Bukan buku mewarnai yang seperti kalian temui di toko buku, namun yang ini lebih eksplisit isinya. Banyak gambar mengganggu di dalamnya, sehingga tidak pas untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Merasa belum aneh, yang satu ini bakal membuat kamu berpikir apakah ini nyata.
  • Dildo Personel Rammstein. Yup tak ada yang lebih aneh dan gila dari merchandise dari band asal Jerman, Rammstein. Mereka membuat sebuah merch berupa dildo dengan ukuran dari masing-masing personel. Dildo tersebut dikemas dalam sebuah hardcase box yang keren. Selain dildo di dalamnya berisi borgol dan lainnya. Merch yang sangat edan.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Adinda Karima Nurafila

“Lewat Soundfren, aku bisa menambah ilmu baru terkait musik yang bisa menginspirasi aku buat bikin karya – Adinda”

Sejak kecil, Adinda Karima Nurafila sudah gemar bernyanyi. Sadar akan bakat dan talentanya, Adinda terus memperdalam kemampuan bermusiknya. Hasilnya, 2 medali lomba paduan suara internasional dan 1 medali lomba paduan suara nasional berhasil digenggamnya.

Bagi penggemar dari Pamungkas dan Nadin Amizah ini kegigihan dan kerja keras adalah salah satu faktor yang membuatnya tetap terus bisa berkarya disamping kecanggihan teknologi yang cukup membantunya untuk memproduksi dan promosi karya. Terlebih setelah ia mengenal Soundfren. Adinda jadi bisa menambah relasi dengan orang-orang musik dari berbagai daerah yang selama ini tidak terjangkau olehnya.

Adinda yang kini tergabung dalam Niagara Akustik merasa bahwa di Soundfren ia lebih mudah terkoneksi karena para penggunanya memiliki ketertarikan yang sama di bidang musik. Ia juga jadi bisa menambah ilmu baru terkait musik yang bisa memberinya inspirasi.

Lebih jauh lagi, setelah mengenal Soundfren, Adinda bisa terlibat dalam sebuah forum diskusi bersama teman-teman di Soundfren. Ia juga sudah mendapatkan partner untuk berkolaborasi. Adinda berharap Soundfren bisa terus berkembang dan semakin banyak orang-orang yang bergabung.

Pentingnya Pra-produksi Rekaman Buat Danilla

Danilla Riyadi di Soundfren Connect

Buat Danilla dan Lafa, fase terpenting dalam merekam album justru ada di pra-produksi.

Yoi, Fren! Ini yang mereka sampaikan di sesi Soundfren Connect yang berlangsung 30 November 2020 kemarin. Di sesi bertajuk “Pembongkaran Karya Musik & Proses di Balik Album Rekaman” ini, Lafa Pratomo dan Danilla Riyadi berbagi kisah dan cerita di belakang proses perekaman album-album Danilla.

Kalau ada yang belum kenal, Lafa adalah produser dari karya-karya Danilla. Bisa dibilang, dia adalah arsitek musik dari album Danilla selama ini. Selain bertugas di belakang layar, Lafa juga berperan sebagai gitaris dalam setiap penampilan live Danilla.

Kali ini, Lafa banyak bercerita mengenai pengalamannya sebagai produser rekaman Danilla. Satu hal yang dia ceritakan di sesi seru besutan Soundfren ini, adalah bahwa kunci penting pengerjaan album-album Danilla justru bukan di waktu rekamannya, melainkan terletak di pra-produksi.

“Yang paling pertama itu workshop sih. Ini tuh semacam momen nyatuin chemistry antara si produser dan teman-teman band,” buka Lafa.

Hal ini juga diakui sama Danilla. Dia mengungkapkan kalau workshop ini adalah fase awal yang sangat penting dalam proses pengerjaan albumnya. Di fase inilah mereka menghabiskan waktu untuk saling bertukar pikiran dan sharing antara musisi dan produser.

“Aku selalu fokus setiap workshop. Fokus untuk bermain-main, fokus bikin dunia sendiri. Bahkan aku sama Lafa kalau sudah waktunya workshop, nggak ada waktu untuk buka hp. Kecuali buat browsing atau dengar lagu paling,” cerita Danilla.

“Pesan makanan enak, ngehabisin waktu buat ngobrol, meski cuma curhat dan nggak ngobrolin musik, menurut aku ini juga bagian dari workshop,” sambung Danilla. 

“Iya, prosesnya mungkin kayak curhat-curhat, tapi sebenarnya yang kita serap adalah energinya di momen ini,” tambah Lafa.

Workshop ini sesungguhnya adalah fase mendasar, di mana antara musisi dan produser bisa menemukan kondisi nyaman yang bisa menjaga stabilitas titik fokus mereka untuk kemudian merumuskan arah mau ke mana karya itu dibawa. 

Nah, setelah fase saling memahami ini dijalankan, selanjutnya kita akan masuk ke tahap yang disebut Lafa sebagai pre-production. Tahapan ini notabene lebih musikal, karena ini adalah fase di mana mereka menentukan bagan lagu, aransemen, sound, dan detail-detail lainnya.

“Semacam bikin demolah. Di sini sebenarnya adalah sesi “berantem” dengan teman band kalian, mau dibikin kayak apa lagunya,” ujar Lafa.

Tidak harus merekam lagu secara proper di studio rekaman, mematangkan aransemen di sini bisa dengan merekam live di studio latihan, rekaman rumahan sederhana, atau segampang merekam dengan handphone saat kita sedang latian di studio, untuk kemudian kita dengarkan kembali dengan seksama.

Hasil inilah yang akan kita jadikan pegangan saat nanti masuk studio dan merekam lagu kita. Karena jika semuanya sudah dipersiapkan dengan matang, proses merekam lagu akan berlangsung dengan mudah dan cepat. Artinya tentu biaya yang keluar untuk tahapan produksi juga akan lebih murah.

Gimana, sudah siap rekaman? Kalo iya, jangan lupa fokus di pra produksinya ya, Fren! Selamat berkarya! (Erick)