Pentingnya Pra-produksi Rekaman Buat Danilla

Danilla Riyadi di Soundfren Connect

Buat Danilla dan Lafa, fase terpenting dalam merekam album justru ada di pra-produksi.

Yoi, Fren! Ini yang mereka sampaikan di sesi Soundfren Connect yang berlangsung 30 November 2020 kemarin. Di sesi bertajuk “Pembongkaran Karya Musik & Proses di Balik Album Rekaman” ini, Lafa Pratomo dan Danilla Riyadi berbagi kisah dan cerita di belakang proses perekaman album-album Danilla.

Kalau ada yang belum kenal, Lafa adalah produser dari karya-karya Danilla. Bisa dibilang, dia adalah arsitek musik dari album Danilla selama ini. Selain bertugas di belakang layar, Lafa juga berperan sebagai gitaris dalam setiap penampilan live Danilla.

Kali ini, Lafa banyak bercerita mengenai pengalamannya sebagai produser rekaman Danilla. Satu hal yang dia ceritakan di sesi seru besutan Soundfren ini, adalah bahwa kunci penting pengerjaan album-album Danilla justru bukan di waktu rekamannya, melainkan terletak di pra-produksi.

“Yang paling pertama itu workshop sih. Ini tuh semacam momen nyatuin chemistry antara si produser dan teman-teman band,” buka Lafa.

Hal ini juga diakui sama Danilla. Dia mengungkapkan kalau workshop ini adalah fase awal yang sangat penting dalam proses pengerjaan albumnya. Di fase inilah mereka menghabiskan waktu untuk saling bertukar pikiran dan sharing antara musisi dan produser.

“Aku selalu fokus setiap workshop. Fokus untuk bermain-main, fokus bikin dunia sendiri. Bahkan aku sama Lafa kalau sudah waktunya workshop, nggak ada waktu untuk buka hp. Kecuali buat browsing atau dengar lagu paling,” cerita Danilla.

“Pesan makanan enak, ngehabisin waktu buat ngobrol, meski cuma curhat dan nggak ngobrolin musik, menurut aku ini juga bagian dari workshop,” sambung Danilla. 

“Iya, prosesnya mungkin kayak curhat-curhat, tapi sebenarnya yang kita serap adalah energinya di momen ini,” tambah Lafa.

Workshop ini sesungguhnya adalah fase mendasar, di mana antara musisi dan produser bisa menemukan kondisi nyaman yang bisa menjaga stabilitas titik fokus mereka untuk kemudian merumuskan arah mau ke mana karya itu dibawa. 

Nah, setelah fase saling memahami ini dijalankan, selanjutnya kita akan masuk ke tahap yang disebut Lafa sebagai pre-production. Tahapan ini notabene lebih musikal, karena ini adalah fase di mana mereka menentukan bagan lagu, aransemen, sound, dan detail-detail lainnya.

“Semacam bikin demolah. Di sini sebenarnya adalah sesi “berantem” dengan teman band kalian, mau dibikin kayak apa lagunya,” ujar Lafa.

Tidak harus merekam lagu secara proper di studio rekaman, mematangkan aransemen di sini bisa dengan merekam live di studio latihan, rekaman rumahan sederhana, atau segampang merekam dengan handphone saat kita sedang latian di studio, untuk kemudian kita dengarkan kembali dengan seksama.

Hasil inilah yang akan kita jadikan pegangan saat nanti masuk studio dan merekam lagu kita. Karena jika semuanya sudah dipersiapkan dengan matang, proses merekam lagu akan berlangsung dengan mudah dan cepat. Artinya tentu biaya yang keluar untuk tahapan produksi juga akan lebih murah.

Gimana, sudah siap rekaman? Kalo iya, jangan lupa fokus di pra produksinya ya, Fren! Selamat berkarya! (Erick)

Pentingnya Peran Produser Musik dalam Proses Rekaman Bisma Karisma

Bisma Karisma & Lafa Pratomo

Dalam sebuah proses pengerjaan sebuah lagu atau album, peranan seorang produser musik sangatlah penting. Produser inilah yang diharapkan bisa menggali potensi artis untuk menghasilkan karya semaksimal mungkin.

Mulai dari memberi saran dan masukan terhadap aransemen lagu, mengarahkan vokal, pemilihan sound, meningkatkan kinerja musisi, sampai memastikan audio engineer melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.

Untuk itu, produser musik haruslah memiliki wawasan yang baik dalam bermusik, sehingga dia dapat mengarahkan dan memandu artis hingga melahirkan karya-karya terbaiknya.

Tidak hanya dalam segi aransemen dan komposisi musik, seorang produser juga sebaiknya memiliki pemahaman dan mempelajari alat-alat serta teknologi musik dan studio rekaman. Dikarenakan dalam setiap proses rekaman, produser juga ikut andil dalam mengawasi bahkan terkadang ikut langsung mengerjakan proses mixing dan mastering.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Lafa Pratomo, saat menjadi produser untuk karya terbaru dari Bisma Karisma yang berjudul Frekuensi, yang baru rilis pada 27 November 2020 kemarin. Tidak hanya mengurusi aransemen dan sound, Lafa bahkan mengaku ikut andil dalam penulisan lirik lagu.

“Di lagu ini saya intervensi cukup banyak. Sampai ke lirik lagu saya minta ditulis ulang,” akunya, di sesi Soundfren Connect yang berlangsung 26 November 2020 kemarin.

Meski begitu, Bisma Karisma, yang sebelumnya lebih dikenal lewat kiprahnya bersama boyband Smash, mengaku tidak ada masalah dan cenderung puas bekerja sama dengan Lafa sebagai produser.

Peranan produser ini rasanya cukup krusial dalam proses berkarya Bisma. Dia mengaku kalau sosok produser inilah yang membantu menjaga dan mengarahkan dalam proses pengerjaan agar hasil karyanya sesuai tujuan.

“Aku susah kerja sendiri dan butuh partner. Jadi aku ajak Lafa untuk produserin. Aku sih senang dan puas banget sama hasilnya. Sebagai produser, Lafa bisa ngertiin dan terjemahin musik yang aku tulis semaksimal mungkin,” ungkap Bisma.

Untuk mencapai hal itu, menjalin komunikasi dan membangun chemistry antara artis dan produser adalah salah satu kuncinya. Hal ini ternyata gampang-gampang susah untuk dilakukan. Terutama jika keduanya punya kesibukan yang padat dan waktu ketemu yang sedikit. Hal inilah yang membuat lagu ini sampai butuh 2 tahun untuk direkam.

“Pengerjaan lagu ini sampai dua tahun. Sebenarnya yang bikin lama karena ketahan project juga sih. Saya ngerjain Polka(wars), Bisma ngambil (job) film. Jadi ketemunya paling sekali dua bulan,” cerita Lafa.

Syukurnya, perjalanan selama dua tahun ini berakhir dengan kepuasan di kedua belah pihak. Baik Bisma sebagai musisinya, juga Lafa sebagai produser musik.

Balik ngomongin soal produser musik. Sebenarnya bagaimana sih kriteria dan syarat-syarat seorang produser musik yang baik? Untuk pertanyaan ini, Lafa punya jawabannya sendiri.

Menurutnya, kriteria produser musik adalah ketika orang tersebut bisa memproduksi musik, bisa merekam musik, bisa mengolah, punya rencana/ bayangan lagunya mau diapakan dan lalu mengeksekusinya sesuai bayangan.

“Nah, kalau produser musik yang baik itu kalau dia bisa mewujudkan hasil akhir lagunya sesuai proyeksi awal, dengan semaksimal atau sedekat mungkin,” kata Lafa.

“Untuk itu, kita harus punya pengetahuan produksi musik yang baik. Sekarang banyak caralah buat itu. Bisa dari ngobrol-ngobrol, baca-baca artikel, forum-forum musik, atau nonton youtube,” tambahnya.

So, sudah ada gambaran kan sekarang mengenai fungsi dan peran produser musik? Jadi, buat rekaman lagu berikutnya, mau cari produser atau mau jadi produser sendiri nih, Fren? (Erick) 

Beberapa Profesi di Industri Musik Yang Perlu Kamu Tahu


Di era kayak sekarang profesi di bidang seni cukup menjanjikan kalau kamu tekuni dengan baik, Fren. Ada beberapa pilihan profesi jika kamu serius menekuni industri musik sesuai dengan passion kamu, Fren. Apa ajah tuh? Yuk disimak, Fren!

  1. Selektor Musik. Profesi ini cocok untuk kamu yang senang mendengarkan musik dan membuat daftar putar (playlist). Jadi, hal yang kamu lakukan adalah memilih lagu yang cocok didengarkan untuk suasana atau event tertentu.
  2. Artist and Repertoire (A&R).A&R merupakan salah satu divisi yang ada di label rekaman. Orang-orang yang bekerja di divisi ini merupakan para pencari bakat di bidang musik. Mereka juga bertugas mencari tren baru, entah lagu, musisi atau penyanyi.
  3. Promotor Musik.Promotor memiliki sejumlah tanggung jawab ketika akan menggelar konser musik, mulai dari pitching dengan manajer musik atau musisi secara langsung. Selain itu, promotor juga bertugas menyediakan kebutuhan artis, merancang acara, mencari tempat, mempromosikan acara serta memastikan kelancaran berjalannya konser musik.
  4. Produser Rekaman. Secara garis besar, profesi ini bertanggungjawab menciptakan stabilitas yang diperlukan musisi serta memberi ‘karakter’ kuat pada lagu-lagu ciptaan atau yang dibawakan musisi.
  5. Musisi. Profesi ini adalah pemain musik yang bisa dikategorikan sebagai penyanyi, session player, arranger, composer dan konduktor. Orang yang berprofesi sebagai musisi mempunyai bakat yang luar biasa karena dia harus bisa mengenal nada, menciptakan lagu dan mengaransemen lagu sehingga menjadi suatu karya.

Kalau kamu sendiri, tertarik untuk memilih profesi apa nih Fren di industri musik?

Apapun pilihan kamu, Soundfren akan selalu menemani karir bermusikmu, Fren!