Pentingnya Rilisan Fisik dan Merchandise Musik

Keduanya masih dipercaya sebagai elemen penting dalam berkarya di musik.

Di era digital seperti sekarang, rilisan album fisik memang bisa dibilang mendapat guncangan hebat. Penjualannya di seluruh dunia menurun cukup drastis dan berbanding terbalik dengan kenaikan konsumsi musik digital.

Berdasarkan data Nielsen, di Amerika Serikat, penjualan album fisik angkanya turun 15 persen pada 2014 dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan konsumsi musik digital, meningkat 3,8 persen dalam setahun tersebut.

Orang-orang menyebut kondisi ini sebagai deflasi digital, sebuah istilah untuk menyebutkan bagaimana sebuah konten berkurang nilainya karena perubahan konsumsi dari fisik ke digital.

Meski begitu, bagi kebanyakan band indie, hal ini tetap tidak mengurangi nilai/ value dari sebuah rilisan fisik. Pasalnya rilisan fisik ini seakan merupakan legitimasi yang utuh dan nyata dari karya yang mereka buat. Itu sebabnya tidak sedikit band indie di Indonesia yang masih merilis albumnya dalam format fisik sampai saat ini. Apakah itu dalam bentuk kaset, CD, ataupun piringan hitam. 

Rilisan fisik ini tentunya tetap berjalan beriringan dengan rilisan kita di platform digital streaming provider. Karena kita juga harus update dengan pergeseran kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi musik saat ini, maka kehadiran rilisan kita di platform digital juga sangat penting. Dengan begini, akan semakin menguatkan eksistensi kita sebagai sebuah band.

Mengikuti keadaan saat ini, di mana demand akan rilisan fisik tidak setinggi dulu, jumlah rilisan fisik ini biasa dibuat eksklusif dan dicetak dalam jumlah yang terbatas. Dan ini justru semakin meningkatkan nilai dari rilisan itu, sehingga membuat fans dari band kita akan merasakan dan mendapatkan value lebih saat memiliki karya fisik kita. Sebagian percaya, kalau rilisan fisik saat ini sudah merupakan “official merchandise” paling hakiki dan merupakan must have item bagi true fans sebuah band.

Ngomong-ngomong soal merchandise, hal ini juga penting diperhatikan dan dijalankan oleh setiap musisi atau band. Merchandise yang digarap dengan baik dan terkonsep, akan bisa mendatangkan banyak sekali keuntungan. Pertama tentunya finansial, dan kedua yang tidak kalah penting adalah promosi gratis. Tidak sedikit juga band indie yang memiliki pemasukan rutin lumayan besar dari segi merchandise ini, Fren.

Nah, kalau ingin tau lebih dalam lagi mengenai rilisan fisik, menggarap merchandise yang sesuai dengan konsep, sampai cara mendistribusian karya melalui rilisan fisik ataupun digital, kamu harus ikutan Soundfren Connect tanggal 23 September 2020 ini. Bakal ada Satria Ramadhan dari SRM dan Heyfolks! Yang akan berbagi pengalamannya di sini.

Kamu bisa mendaftar sesi ini via aplikasi Soundfren dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 35,000,-. Untuk info lebih lengkapnya, langsung aja masuk ke aplikasi Soundfren atau intip di akun instagram Soundfren. Emang cuma di Soundfren, semua kebutuhan bermusikmu dalam satu aplikasi. (Erick)

Foto oleh Satria Ramadhan