#BikinJalanLo Versi Collegium

#SemudahItu Promosikan Karya di Soundfren

“Sedikit banyak nama Collegium juga mulai terekspos berkat Soundfren yang suka bantu promoin karya kami! – Collegium”

Tahun 2018 menjadi tahun yang spesial bagi Collegium. Di tahun tersebut, Deni, Boni, dkk memutuskan untuk membuat grup band bernama Collegium. Band ini lahir dari ketertarikan para personelnya akan musik-musik Jepang dan Korea.  

Sejak terbentuk, grup musik ini telah melahirkan 2 single yakni ‘Sebuah Kisah’ dan ‘Aflah’. Bahkan di tahun ini, Collegium juga tengah mempersiapkan  3 lagu untuk sebuah soundtrack film.

Meski terhitung baru di industri musik, Boni dkk telah merasakan panggung-panggung besar seperti tampil di “BIG BANG FEST 2019 Main Stage”, dan “InsertLive JPOP”. Panggung musik ini mereka dapatkan berkat promo melalui media sosial.

Kecanggihan teknologi sungguh berperan besar bagi perjalanan Collegium. Selain bisa mendapatkan panggung dengan bermodal internet, Collegium juga merasakan manfaat lain dari teknologi. Dalam membuat lagu, masing-masing personelnya mengirim track lalu disinkronkan dan digabungkan menjadi satu. Kecanggihan teknologi ini sangat membantu Collegium khususnya di tengah pandemi yang membuat orang susah untuk bertemu.

Teknologi juga yang mempertemukan Collegium dengan Soundfren. Di Soundfren, Collegium banyak mendapatkan relasi baru, membangun koneksi untuk bisa melangkah lebih jauh lagi di dunia musik, dan memiliki wadah yang tepat untuk menampung karya. Keaktifan Collegium di aplikasi membuat mereka masuk ke dalam jajaran pengguna teraktif sepanjang tahun 2020 versi Soundfren.

Bagi Collegium, Soundfren ini unik dan baru pertama kali ada aplikasi seperti ini di Indonesia. Collegium berharap agar Soundfren selalu bisa menjadi wadah untuk teman-teman musisi agar dapat banyak kesempatan tampil membawakan lagu sendiri.

Pentingnya Peran Produser Musik dalam Proses Rekaman Bisma Karisma

Bisma Karisma & Lafa Pratomo

Dalam sebuah proses pengerjaan sebuah lagu atau album, peranan seorang produser musik sangatlah penting. Produser inilah yang diharapkan bisa menggali potensi artis untuk menghasilkan karya semaksimal mungkin.

Mulai dari memberi saran dan masukan terhadap aransemen lagu, mengarahkan vokal, pemilihan sound, meningkatkan kinerja musisi, sampai memastikan audio engineer melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.

Untuk itu, produser musik haruslah memiliki wawasan yang baik dalam bermusik, sehingga dia dapat mengarahkan dan memandu artis hingga melahirkan karya-karya terbaiknya.

Tidak hanya dalam segi aransemen dan komposisi musik, seorang produser juga sebaiknya memiliki pemahaman dan mempelajari alat-alat serta teknologi musik dan studio rekaman. Dikarenakan dalam setiap proses rekaman, produser juga ikut andil dalam mengawasi bahkan terkadang ikut langsung mengerjakan proses mixing dan mastering.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Lafa Pratomo, saat menjadi produser untuk karya terbaru dari Bisma Karisma yang berjudul Frekuensi, yang baru rilis pada 27 November 2020 kemarin. Tidak hanya mengurusi aransemen dan sound, Lafa bahkan mengaku ikut andil dalam penulisan lirik lagu.

“Di lagu ini saya intervensi cukup banyak. Sampai ke lirik lagu saya minta ditulis ulang,” akunya, di sesi Soundfren Connect yang berlangsung 26 November 2020 kemarin.

Meski begitu, Bisma Karisma, yang sebelumnya lebih dikenal lewat kiprahnya bersama boyband Smash, mengaku tidak ada masalah dan cenderung puas bekerja sama dengan Lafa sebagai produser.

Peranan produser ini rasanya cukup krusial dalam proses berkarya Bisma. Dia mengaku kalau sosok produser inilah yang membantu menjaga dan mengarahkan dalam proses pengerjaan agar hasil karyanya sesuai tujuan.

“Aku susah kerja sendiri dan butuh partner. Jadi aku ajak Lafa untuk produserin. Aku sih senang dan puas banget sama hasilnya. Sebagai produser, Lafa bisa ngertiin dan terjemahin musik yang aku tulis semaksimal mungkin,” ungkap Bisma.

Untuk mencapai hal itu, menjalin komunikasi dan membangun chemistry antara artis dan produser adalah salah satu kuncinya. Hal ini ternyata gampang-gampang susah untuk dilakukan. Terutama jika keduanya punya kesibukan yang padat dan waktu ketemu yang sedikit. Hal inilah yang membuat lagu ini sampai butuh 2 tahun untuk direkam.

“Pengerjaan lagu ini sampai dua tahun. Sebenarnya yang bikin lama karena ketahan project juga sih. Saya ngerjain Polka(wars), Bisma ngambil (job) film. Jadi ketemunya paling sekali dua bulan,” cerita Lafa.

Syukurnya, perjalanan selama dua tahun ini berakhir dengan kepuasan di kedua belah pihak. Baik Bisma sebagai musisinya, juga Lafa sebagai produser musik.

Balik ngomongin soal produser musik. Sebenarnya bagaimana sih kriteria dan syarat-syarat seorang produser musik yang baik? Untuk pertanyaan ini, Lafa punya jawabannya sendiri.

Menurutnya, kriteria produser musik adalah ketika orang tersebut bisa memproduksi musik, bisa merekam musik, bisa mengolah, punya rencana/ bayangan lagunya mau diapakan dan lalu mengeksekusinya sesuai bayangan.

“Nah, kalau produser musik yang baik itu kalau dia bisa mewujudkan hasil akhir lagunya sesuai proyeksi awal, dengan semaksimal atau sedekat mungkin,” kata Lafa.

“Untuk itu, kita harus punya pengetahuan produksi musik yang baik. Sekarang banyak caralah buat itu. Bisa dari ngobrol-ngobrol, baca-baca artikel, forum-forum musik, atau nonton youtube,” tambahnya.

So, sudah ada gambaran kan sekarang mengenai fungsi dan peran produser musik? Jadi, buat rekaman lagu berikutnya, mau cari produser atau mau jadi produser sendiri nih, Fren? (Erick) 

#BikinJalanLo Versi Diki Herdian

#SemudahItu di Soundfren

“Di Soundfren, jadi makin banyak bertemu dengan orang-orang baru dengan passion yang sama di bidang musik – Diki Herdian”

Diki Herdian sudah jatuh cinta pada musik. Ia menemukan kebahagiaan saat mendengar musik dan bisa tampil menghibur banyak orang. Untuk mendukung kecintaannua pada musik, Diki sempat mengikuti les vokal. Namun tak sedikit omongan miring yang ia dapat saat mengikuti kelas musik. Cibiran yang didapat Diki kala itu, ia jadikan sebagai pemacu untuk terus bekerja keras di musik. 

Jalan yang ditempuh Diki di jalur musik bisa dibilang terjal. Namun, semangatnya tak pernah kendur. Usaha kerasnya mulai menemui jalan terang saat ia bisa tampil di salah satu acara musik yang ditayangkan tv nasional. Terbaru, ia akan merilis single teranyarnya di tanggal 11 Desember 2020.

Buah manis yang mulai Diki rasakan dalam karir bermusiknya tak lepas dari pengaruh kecanggihan teknologi. Di era digital ini, ia jadi lebih mudah untuk mempublikasikan karyanya di platform streaming, menemukan partner bermusik, dan mendapat tempat manggung. Diki semakin merasakan pengaruh kecanggihan teknologi saat ia bergabung di Soundfren dan menemukan banyak benefit yang berdampak untuk karir musiknya.

Awalnya ia tak mengira bisa mendapatkan kesempatan manggung lewat Soundfren. Diki merasa karyanya bisa diapresiasi dengan tampil di acara Mula Jamming. Tak hanya itu, dari sana ia jadi semakin banyak bertemu dengan orang-orang baru dengan passion yang sama di bidang musik. Diki berharap agar kedepannya akan ada panggung-panggung lagi untuk dirinya lewat Soundfren.

8 Musisi yang Pernah Berada dalam Jeruji

Musisi dalam Jeruji

Fren, tanpa bermaksud menyudutkan, hanya ingin menegaskan bahwa dibalik kehebatan para maestro musik ini, mereka juga manusia biasa yang kerap melakukan kesalahan. Namun, karya besar mereka adalah monumen yang akan selalu diingat sepanjang sejarah musik tanah air.

  • Ahmad Dhani. Pentolan Dewa ini divonis 1,5 tahun oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Januari 2019. Dhani dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian lewat media sosial dan langsung dijebloskan ke Penjara Cipinang.
  • Koes Plus. Dipenjara tanpa proses persidangan dengan tuduhan meracuni jiwa generasi muda dengan musik ngak-ngik-ngok. Dipenjara pada 29 Juni kemudian dibebaskan 29 September 1965.
  • Sammy Simorangkir. Mantan vokalis Kerispatih ini divonis setahun penjara pada Juni 2010 setelah kedapatan mengonsumsi sabu-sabu di kediamannya.
  • Yoyo. Berselang satu tahun dari kasus Sammy, Yoyo dijebloskan ke penjara karena mengonsumsi narkoba jenis sabu.
  • Fariz RM. Telah 3 kali ditangkap  karena kasus narkoba. Tahun 2007, 2015, dan 2018, Fariz harus menjalani hari-hari dari balik jeruji besi.
  • Ahmad Albar. Rocker gaek dari God Bless ini divonis 8 bulan penjara pada 25 Juni 2008 karena penggunaan narkoba. Selain itu, ia juga dituduh bersekongkol dengan buronan kasus narkoba.
  • Ariel. Divonis 3,5 tahun pada Januari 2011 setelah video rekaman percintaannya dengan Luna Maya dan Cut Tari tersebar luas di internet.
  • Andika. Mantan vokalis Kangen Band dibui pada tahun 2011 karena kasus narkoba. Di tahun 2013, Andika kembali mendekam di penjara karena membawa kabur seorang gadis di bawah umur.

Temukan fakta-fakta menarik seputar industri musik lainnya di Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Friday Morning

“Selain dapat kesempatan tampil, di Soundfren juga bisa belajar ilmu baru tentang musik dan bisa saling sharing antar musisi – Friday Music”

Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa bagi grup musik Friday Morning. Di tengah pandemi, Zaidan dkk mampu untuk tetap produktif dengan merilis dua buah single baru. Single perdana dengan judul yang sama dengan nama band dirilis pada Maret silam sementara single kedua ‘Hujan’ direncanakan meluncur pada 17 Desember mendatang.

Dengan teknologi yang serba canggih ini, proses perilisan karya Friday Morning menjadi selangkah lebih mudah. Khususnya di tengah pandemi yang sangat membatasi pertemuan tatap muka, Friday Morning banyak memanfaatkan internet untuk mencari agregator yang cocok, membuat artwork, membuat press release, mencari tahu tentang persiapan setelah release dan hal-hal lain terkait perilisan karya.

Menariknya, di tahun 2020 ini, Friday Morning juga untuk pertama kalinya tampil di gigs. Setelah sebelumnya fokus untuk membuat karya, Friday Morning berhasil keluar sebagai musisi terpilih Musdikum dan bisa tampil di channel Youtube Soundfren bersama musisi lainnya seperti Dimas Jimbo, Toji, dan David Priesky.

Bergabung dengan Soundfren tak hanya mendapatkan gigs perdana, Friday Morning juga jadi banyak belajar ilmu dunia industri musik di Indonesia dan bisa saling berbagi pengalaman antar musisi. Hal ini membuat Friday Morning jadi semakin mudah terkoneksi dengan para penggiat industri musik Indonesia.

Friday Morning berharap agar Soundfren bisa selalu memberikan dukungan kepada penggiat musik Indonesia. Salah satu caranya dengan semakin sering mengadakan submisi untuk menambah jam terbang teman-teman musisi.

Fakta Bermusik Bagi Kesehatan

Fren, selain sebagai sarana untuk menyalurkan hal yang kamu senangi, bermusik juga punya banyak manfaat buat kesehatan.

  • Meningkatkan konsentrasi. Saat mempelajari suatu instrumen atau alat musik otakmu dituntut untuk fokus sehingga konsentrasi jadi meningkat.
  • Melepaskan stres. Banyak studi menyebut bermain alat musik dapat mengurangi rasa sakit serta stres sehingga bisa menjaga kesehatan mental.
  • Melawan alzheimer dan demensia. Musik banyak digunakan di panti jompo untuk terapi karena banyak studi menyebut musik bisa memperkuat memori dan ingatan.
  • Menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Belajar instrumen seperti biola, gitar, bahkan piano turut melatih otak kiri dan kanan agar bekerja secara seimbang.
  • Membuat tubuh rileks. Banyak studi menunjukkan bahwa mendengarkan musik yang menenangkan bisa membuat tubuh lebih rileks.
  • Memperbaiki suasana hati. Penelitian McGill University Montreal menyebut musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin yang berhubungan dengan perasaan senang.

Jadi buat kamu yang sering dengerin musik ini merupakan sebuah fakta yang menyenangkan bukan? Temukan fakta-fakta seputar musik lainnya di Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Niki Ariestya

“Terima kasih buat Soundfren Connect yang menemani kehidupan selama pandemi! – Niki Ariestya

Kebahagiaan saat mendengarkan musik membuat Niki Ariestya menjadi gemar mengulik lagu. Dengan banyak belajar dari internet, Niki banyak mengulik lagu-lagu musisi favoritnya. 

Dengan berawal dari sering mendengarkan musik, mengulik lagu musisi idola, dan menonton konser-konser musik, Niki kini menjadikan musik sebagai salah satu sumber penghasilannya. Mengelola semacam komunitas dan festival musik menjadi rutinitas Niki sekarang. Dari pekerjaannya ini, Niki jadi mendapat banyak pengetahuan baru. Ia juga jadi tahu jika ternyata industri musik tidak hanya bermain musik atau ngeband, tapi ada banyak hal-hal di belakang layar yang menarik minatnya.

Kecintaan Niki pada musik membuatnya selalu semangat mempelajari hal-hal baru tentang musik. Niki banyak mengikuti sesi webinar salah satunya lewat Soundfren Connect yang infonya ia dapatkan dari media sosial salah satu pembicara, Henry Foundation. Merasa pas dengan materi yang akan dibawakan, Niki pun tak ragu untuk mengikuti webinar di Soundfren Connect. Bahkan hingga saat ini, Niki sudah mengikuti 4 sesi webinar bersama Soundfren.

Bagi Niki, dengan mengikuti Soundfren Connect ia jadi banyak mendapatkan pengetahuan baru yang berkaitan dengan musik dan sebenarnya juga bisa diterapkan di hal-hal lain. Niki berharap agar Soundfren Connect bisa terus ada karena masih sangat jarang program sejenis yang menarik seperti ini. “Terima kasih buat Soundfren Connect yang menemani kehidupan selama pandemi!”

Terima Kasih Boomerang

Beberapa waktu lalu, band rock legendaris Boomerang dinyatakan bubar, banyak berbagai isu yang mewarnai isu bubarnya Boomerang. Apapun itu, terima kasih Boomerang atas kenangan manisnya!

Grup band yang kini beranggotakan Andi Babas (vokal), Hubert Henry Limahelu (bass), Farid Martin (drum) dan Tommy Maranua (gitar) menjadi sorotan usai postingan mantan gitarisnya, John Paul Ivan.

Gitaris dengan ciri khas rambut dan permainan ikonik itu sempat mengunggah postingan soal akhir kisah dan perjalanan dari band yang pernah digawanginya itu pada Senin 2 November 2020 di akun Instagram pribadinya, @i_am_john_paul_ivan.

“Doakan dan support selalu buat semua member yang sudah pernah singgah Didalam band. Tidak perlu menyalahkan ke ini dan itu, hargai saja keputusan/pilihan yang telah diambil oleh setiap member,” tulis caption dari postingan bergambar logo Boomerang berlabel “The End Of 1994-2020” itu.

“Biarlah nama dan karya yang sudah berjalan selama 26 tahun ini menjadi ‘Suatu Kenangan Terindah Yang Pernah Kalian Miliki Dan Rasakan’ Terima Kasih banyak buat semua yang selama ini sudah support dan setia,” tulis caption tersebut.

Kabar yang beredar soal bakal bubarnya Boomerang diawali dengan pernyataan sang drummer, Farid Martin dalam postingan Instagram pribadinya @gerilyaone_ yang menyebut dirinya telah resmi mengundurkan diri.

Apa lagu Boomerang favoritmu, Fren? Yuk share di Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Local Trio

“Supaya yang denger lagu Local Trio makin banyak, kami coba untuk bawa ke platform digital salah satunya Soundfren – Local Trio”

Memiliki kesamaan senang menghibur di depan orang banyak dan terbiasa mengisi kekosongan menjadi awal dari terbentuknya Local Trio. Tak disangka, kini duo pop-funk asal Jakarta Selatan ini telah memasuki usia 7 tahun.

Selama tujuh tahun menapaki industri musik, Local Trio telah melahirkan beberapa karya musik dan menghiasi beragam panggung musik. Teranyar, Local Trio merilis single “Rindu” pada bulan Mei lalu. Bahkan Local Trio pernah berkolaborasi dengan penulis buku Ririe Bogar untuk single “Komentar Fisik Gak Asik”.

Tentunya bukan hal mudah bisa terus produktif melahirkan karya selama 7 tahun berjalan bersama di industri musik terlebih di tengah pandemi ini. Beruntung, kehadiran Local Trio didukung oleh kecanggihan teknologi yang masuk ke dunia musik. Teknologi seolah membantu pengagum dari Endank Soekamti ini untuk mengenalkan karya. Dengan terus mengikuti perkembangan zaman, Local Trio tak ragu untuk mengenalkan lagu-lagu mereka melalui platform digital.

Kehadiran Local Trio di dunia digital membuat karya mereka banyak didengar dan digemari hingga akhirnya terbentuk fan base yang dikenal dengan Local Squad. Sukses membuat Local Squad terpikat tak membuat Local Trio berhenti berinovasi dalam mengenalkan karya mereka. Beragam platform mereka jelajahi tak terkecuali Soundfren.

Local Trio menganggap bahwa Soundfren adalah aplikasi yang simpel tapi istimewa. Soundfren memiliki fitur untuk promosi karya dan memberikan Local Trio kesempatan manggung berskala nasional lewat Langit Musik dan Indie Air. Dengan begitu, penikmat karya Local Trio menjadi semakin banyak. Selalu mempesona untuk Soundfren dari Local Trio!

Fakta-fakta Misteri 27 Club Yang Harus Kamu Tahu

Sering denger tentang para musisi legendaris 27 Club, Fren? Awalnya, ’27 Club’ hanya dikaitkan dengan para musisi, namun kemudian meluas ke para aktor dan selebriti lainnya yang meninggal mulai dari kecanduan, bunuh diri, hingga kejadian misterius. Berikut ini deretan selebriti yang termasuk dalam ’27 Club’:

  • Robert Johnson. Tahun Agustus 1938, hanya beberapa hari setelah ulang tahunnya ke-27 tahun, Johnson pergi ke rumah istri pemilik rumah pertunjukkan tempatnya bermain musik, dia kemudian meminum whiskey di botol yang terbuka. Dia meninggal tiga hari kemudian karena keracunan strychnine dan pneumonia.
  • Brian Jones. Brian Jones meninggal di kampung halamannya di Inggris pada 1969 karena eksperimennya, yaitu mencampur alkohol dan narkoba dan kemudian berenang di kolam renang, lalu meninggal dunia. Namun, kematiannya dianggap janggal dan belum ada keterangan yang jelas tentang kisah sebenarnya.
  • Alan Wilson. Jenazah Alan Wilson ditemukan di halaman Hite pada 3 September 1970. Kedua tangannya menyilang di dadanya dan ada satu botol barbiturat di sampingnya.
  • Jimi Hendrix. Pada Jumat, 18 September 1970 dini hari, Jimi tinggal bersama kekasihnya di London. Dia meminum beberapa pil tidur. Tidak ada yang tahu pasti berapa pil yang diminumnya, namun diperkirakan hingga sembilan pil. Obat yang diminumnya adalah Vesparax, barbiturat yang kuat, jika minum setengah tablet, cukup untuk tidur selama delapan jam.
  • Janis Joplin. Sekitar pukul 1 dini hari pada 4 Oktober 1970, Janis menerima paket heroin dan menyuntikkannya ke lengan kirinya. Kemudian dia pergi ke mesin rokok di lobi hotel, kembali ke kamarnya dengan membawa paket. Kemudian, wajahnya berada di meja dan dia jatuh ke lantai kamar. Jasadnya ditemukan keesokan harinya.
  • Jim Morrison. Fakta lain dari kematian Jim Morrison adalah pacarnya juga meninggal di usia yang sama dengannya, yaitu di usia 27 tahun.
  • Ronald McKernan. Ronald sudah mulai minum alkohol sejak usianya 12 tahun. Dan di pertengahan usia 20 tahun, dia menderita penyakit hati kronis dan masalah kesehatan lainnya. Dia ditemukan dua hari setelah kematiannya di apartemennya di Corte Madera, San Francisco Bay tahun 1973.
  • Dave Alexander. Selama hidupnya, Dave berjuang melawan ketergantungan dan masalah kesehatan. Dia sangat suka minum alkohol hingga dilarikan ke rumah sakit. Saat dirawat, dokter menemukan paru-parunya sudah dipenuhi cairan dan dia meninggal karena edema paru pada Februari 1975.
  • Pete Ham. Meraih popularitas tak lantas membuat Pete bahagia. Dia menganggap kematian adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalahnya. Pete Ham kemudian memutuskan untuk bunuh diri. 
  • Chris Bell. Pada Desember 1978, Chris mengalami kecelakaan mobil di mana sportcar miliknya Triumph TR-7 menabrak tiang di perjalanan menuju latihan bandnya.
  • Jean-Michel Basquiat. Seniman muda ini mengalami masalah serius dengan narkotika. Juan-Michel Basquiat mencampurkan opioid dan kokain dan meninggal dunia.
  • Mia Zapata. Mia mengalami kekerasan fisik saat meninggal dunia. Dia diperkosa, dipukuli, dan dicekik sampai meninggal pada Juli 1993.
  • Kurt Cobain. Tubuh Kurt Cobain ditemukan oleh teknisi listrik pada 8 April 1994. Dia dikabarkan melakukan bunuh diri.
  • Randy “Stretch” Walker. Randy menjadi target pembunuhan di Queens. Kurang dari setahun, dia ditembak secara fatal.
  • Jeremy Michael Ward. Jeremy ditemukan meninggal dunia karena overdosis heroin di kediamannya di Los Angeles pada Mei 2003, kematiannya kurang dari sebulan sebelum album debut bandnya, Mars Volta.
  • Jonathan Brandis. Mengalami depresi dan masalah psikologis, Jonathan memutuskan bunuh diri pada tahun 2003. Dia memulai karir aktingnya sejak usia enam tahun.
  • Amy Winehouse. Amy dikabarkan muak dengan karirnya dan meninggal dunia setelah menenggak vodka di rumahnya di London pada Juli 2011.
  • Anton Yelchin. Pada tahun 2011-2015, Anton telah muncul di 18 film. Dia meninggal karena menabrakkan mobilnya ke pilar batu bata.

Itu dia deretan selebriti yang harus kehilangan nyawa di usia 27 tahun. Temukan fakta lain tentang penggiat musik idola kamu di aplikasi Soundfren!