Soundfren Hadirkan 9 Kelas Online Musik di Bulan Agustus

Di bulan Agustus lalu, Soundfren kembali menghadirkan webinar interaktif Soundfren Connect dengan topik-topik terhangat seputar musik. Berbeda dari sebelumnya, Soundfren Connect kali ini membawa kembali 4 webinar yang sebelumnya telah diadakan dalam Soundfren Connect Throwback. 

Tingginya antusias para peserta membuat Soundfren kembali menggandeng duo Glaskaca, Rayhan Noor dan Wisnu Ikhsantama yang membahas detail budget produksi sebuah lagu, Mochammad Fajar Aminudin selaku Assistant Manager Local Repertoire Sony Music Indonesia yang memberikan strategi agar konten musik bisa viral, Dimas Martokoesoemo dan Bayu Fajri yang memberikan pembelajaran mixing dan mastering secara praktis, dan terakhir ada Kukuh Rizal dari Sun Eater yang mengulik detail untuk memasarkan produk musik di era digital sekarang ini.

Selain menghadirkan pembicara yang sebelumnya pernah mengisi Soundfren Connect, Soundfren juga mengundang wajah-wajah baru yang telah lama berkecimpung di dunia musik. Ada Meidi Ferialdi bersama Ganjar Ariel dengan membawa topik performing rights yang dirasa masih belum banyak dipahami oleh penggiat musik. Melina Anggraini manager dari musisi yang tengah naik daun Hindia juga hadir di Soundfren Connect dengan membawakan topik manajerial dan citra produk musik. Tak ketinggalan, personel grup musik Navicula, Robby berduet dengan Ezekiel Rangga juga hadir dengan obrolan seputar nasionalisme dan musik.

Sebagai aplikasi yang mewadahi para penggiat musik, Soundfren terus menghadirkan inovasi untuk para penggunanya tetap terus produktif dalam berkarya. Semua topik yang ada di Soundfren Connect dianggap cukup dekat dengan kondisi yang dialami dunia permusikan saat ini. 

Kehadiran Soundfren Connect diharapkan dapat menjadi wadah para pekerja musik untuk terus berkarya dan produktif. Rekaman dari setiap sesi Soundfren Connect nantinya akan hadir di Soundfren Learn, salah satu fitur di aplikasi Soundfren yang berisi video dan podcast bertemakan musik. 

Soundfren berencana untuk kembali menghadirkan Soundfren Connect dengan topik dan pembicara yang lebih banyak dan lebih seru di edisi berikutnya. Cek terus info-info penting Soundfren Connect lewat aplikasi Soundfren dan juga media sosial @soundfren ya, Fren!

Fakta Musik LO-FI

Fren, pasti belakangan ini kamu lagi sering banget denger istilah musik Lo-Fi. Pada penasaran nggak sih, Lo-Fi itu apa dan gimana asal muasalnya? Langsung aja deh cari tau!

  • LO-FI Sudah Dikenal Sebelum Tahun 90-an.
    • Musik jenis ini memang sudah dikenal sebelum tahun 1990-an, namun dengan pengucapan yang berbeda yaitu “Low-fi” dimana kata itu berasal dari kata ‘Low Fidelity’, artinya lagu ini memiliki kualitas suara yang lebih rendah dari musik-musik lain pada umumnya. Dan di tahun sebelum era 1990-an, musik ini mungkin memang belum dikenal sebagai jenis musik yang populer.
  • Selalu Ada Suara Unik di Musik LO-FI.
    • Jenis musik lo-fi ini selain terdiri dari nada-nada musik, namun kita juga bisa mendengar suara-suara ‘real’ yang unik seperti suara percakapan, gelas yang tengah di aduk, suara anak-anak yang tengah bermain di luar rumah, suara kicauan burung, bahkan suara orang yang tengah mengunyah snack atau suara ketika kita membolak-balik halaman sebuah buku. 
  • Menjadi tren di Youtube dan Soundcloud.
    • Jika kamu termasuk orang yang senang mengeksplorasi musik di Youtube dan Soundcloud, bisa dijamin sebagian besar akan tahu jenis musik ini. Dengan suara berkualitas rendah seperti mendengarkan radio dan sebagian besar tanpa lirik, banyak orang yang mendengarkannya saat mereka sedang suntuk dan bosan dengan lagu-lagu mainstream lainnya. Karena bisa dibilang musik lo-fi ini adalah sisi ‘vintage’ atau underrated-nya dunia musik. Sebab banyak musisi yang ditampilkan di playlist musik lo-fi ini tidak terlalu dikenal masyarakat luas.
  • Solusi Tepat Untuk Fokus Belajar atau Bekerja.
    • Jenis musik lo-fi ini diakui banyak orang dapat membuat lebih fokus dikarenakan nada-nada yang disuguhkan lagu ini begitu menenangkan. Dengan nada rendah dan melodi yang lembut membuat orang yang mendengarkan menjadi dapat lebih fokus pada pekerjaannya atau pelajaran.
  • Makin Banyak Lagu Kekinian Dengan Versi Lo-Fi.
    • Nah, karena jenis musik ini semakin populer maka semakin banyak pula orang kreatif yang kemudian membuat versi jenis musik lo-fi dari lagu mainstream yang kekinian seperti pop, jazz bahkan lagu K-Pop yang tengah naik daun saat ini.

Apakah kamu salah satu penggemar dari musik-musik Lo-Fi, Fren? Kamu bisa bikin diskusi seputar musik Lo-Fi di Soundfren loh, kamu bisa saling berbagi tentang musik ini, Fren!

#BikinJalanLo Versi Arkandea

“Soundfren Connect bikin wawasan bermusik makin luas dan jadi bisa kenalan sama orang-orang di dunia musik – Arkandea”

Ketertarikan seorang Arkandea pada musik bermula saat masih duduk di bangku SMP. Saat itu, ia sering mendengarkan musik dari soundtrack-soundtrack anime seperti Larc En Ciel. Dari sana, Arkandea mulai merajut impian untuk bisa tampil di atas panggung musik. 

Setelah mengenal musik, penggemar dari Hindia ini menjadi lebih banyak berkenalan dengan orang-orang di industri musik. Ia mulai membangun relasi demi mewujudkan impiannya sekaligus menambah pengetahuan bermusiknya.

Tak kenal lelah, Arkandea terus memperdalam wawasan bermusiknya. Salah satunya lewat Soundfren. Pertama kali ia tahu Soundfren lewat Wisnu Ikhsantama, produser, sound engineer, dan personel dari Glaskaca yang menjadi juga salah satu pembicara di Soundfren Connect.

Mengetahui bahwa di Soundfren Connect ada webinar yang bisa memperkaya ilmu bermusiknya, Arkandea tak ragu untuk mengikuti beberapa sesi di dalamnya. Salah satu sesi yang ia ikuti adalah topik “Bikin Sendiri Musik dari Rumah: Rekaman Gitar dari Rumah” bersama Rayhan Noor dan Wisnu Ikhsantama.

Dari Soundfren Connect, Arkandea menjadi paham proses produksi musik dari tahapan dasar hingga menjadi sebuah musik utuh. Arkandea mencoba mempraktekan apa yang telah ia dapat saat mengikuti Soundfren Connect. Di tengah pandemi, ia tetap bisa memperdalam kemampuan bermusiknya dan terus produktif. Selain bermusik, sekarang Arkandea juga aktif mengisi podcast.

Arkandea berharap Soundfren terus menghadirkan sesuatu yang bisa membuatnya produktif dan bisa semakin mengenal orang-orang dari dunia musik. Perfoma aplikasi Soundfren juga terus ditingkatkan agar ia semakin nyaman berada di dalamnya dan menikmati semua fitur-fitur aplikasi.

#BikinJalanLo Versi Amethyst Insight


“Setelah ikutan Soundfren Connect bareng Rayhan dan Wisnu, gue jadi tahu gimana caranya ngerencanain dan bikin anggaran yang tepat buat produksi musik – Amethyst Insight”

Tak ada yang menyangka seorang Matt akan begitu mencintai musik. Pasalnya pemilik nama panggung Amethyst Insight ini pernah mengikuti les musik karena sebuah keterpaksaan. Matt baru tertarik pada dunia musik saat duduk di bangku SMA, bertahun-tahun setelah mengikuti les musik.

Saat berseragam putih abu-abu, Matt mulai menemukan kebahagiaan lewat musik. Ia mulai tampil di pentas seni sekolah dan melihat betapa luar biasanya luapan kegembiraan orang-orang saat menonton aksi panggungnya. Sejak hari itu Matt dan musik menjadi tak terpisahkan.

Matt yang memulai karir bermusiknya dengan menyanyikan lagu-lagu milik musisi idolanya secara perlahan telah menghasilkan karya sendiri. Lagu-lagu yang ia buat, ia bagikan lewat platform media sosial tak terkecuali lewat Soundfren. Terakhir, Matt membagikan karyanya yang berjudul It’s Okay. Pujian dan komentar banyak ia terima dan dijadikannya sebagai motivasi untuk bisa menjadi musisi besar dengan karya-karya yang berkualitas serta digemari banyak orang.

Penggemar dari Rex Orange County, Baskara, Rich Brian, dan Ardhito Pramono ini merasa sangat terbantu dengan kehadiran platform jejaring sosial salah satunya seperti Soundfren. Di fitur “Artist Spotlight”, Matt menjadi lebih mudah untuk membagikan karyanya. Ia juga bisa langsung melihat respon dari para pendengar karyanya.

Selain menjadikan Soundfren untuk promosi karya, Matt merasa bahwa Soundfren bisa memperluas wawasan bermusiknya. Khususnya setelah ia mengikuti salah satu webinar di Soundfren Connect. Usai mengikuti sesi bersama Rayhan Noor dan Wisnu Ikshantama yang membahas mengenai “Menghitung dan Menyiasati Budget Produksi Sebuah Lagu”, Matt mendapatkan pandangan baru yang siap ia terapkan untuk proses bermusiknya. Matt jadi bisa membuat perencanaan anggaran untuk segala tahapan dalam produksi musik, dari pra produksi hingga bagian promosi.

Dengan banyak manfaat yang ia dapatkan, Matt tak ragu untuk kembali mengikuti sesi Soundfren Connect selanjutnya. Sebagai wadah yang bisa mempertemukan Matt dengan musisi-musisi profesional yang sudah berpengalaman baik lewat Soundfren Connect maupun fitur-fitur lainnya, Matt berharap Soundfren bisa terus hadir menemani sebagai teman bermusiknya.

Sekilas Tentang Manajerial Artis


Jangan sampai salah, seorang manajer band harus memikirkan strategi bisnis, membangun image, melakukan promosi, berjejaring, dll, bukan sekadar mencarikan jadwal manggung.

Keberhasilan sebuah band atau artis tidak akan lepas dari peran manajer. Bisa dipastikan, kalau di balik setiap band atau artis yang sukses, selalu ada manajer dan team manajemen yang baik dan terarah.  

Ibarat Yin dan Yang yang saling melengkapi, antara manajer dan artis juga harus berkolaborasi dengan baik untuk menghasilkan output yang maksimal. Artinya masing-masing memiliki ranah dan fungsi yang saling mengisi. Manajer memikirkan strategi bisnis, membangun image, melakukan promosi, networking, dll, sementara artis fokus berkarya dan memikirkan sisi kreativitas seperti membuat lagu, penampilan, karakter, dan sebagainya.

Dari sini tentu sangat jelas, kalau tugas manajer band bukanlah sekadar mencari job manggung. Karena tugas dan fungsi itu memang idealnya dilakukan oleh booking agent. Dan seorang manajer memiliki tugas dan fungsi yang lebih dari itu.

Sebenarnya tidak ada pakem baku dan pasti akan tugas dan fungsi manajemen artis. Dan sepertinya belum ada juga sekolah khusus untuk menjadi manajer band ini. Semuanya berjalan berdasarkan pengalaman dan masing-masing punya pandangan dan cara tersendiri akan tugas mereka, dan ini biasanya tergantung dengan kondisi artis yang mereka pegang. 

Meski begitu, pada umumnya seorang manajer artis sehari-hari bertugas untuk membuat perencanaan karir, membuat strategi bisnis, membangun image band, melakukan publikasi, mencarikan kontrak rekaman dengan label, membina hubungan dengan media massa, mengatur jadwal konser/tur, rekaman, mengurus lisensi, mencarikan sponsor/ endorsement, dan lain sebagainya.

Dari situ, kita bisa tahu kalau seorang manager artis mutlak harus memiliki kecerdasan yang tinggi, mau belajar, dan memiliki networking yang luas. 

Lantas apa saja kesulitan dan kemudahan yang dirasakan seorang manajer band/artis musik dalam memulai langkah awal menentukan strategi bisnis produk musik? Bagaimana membangun relasi yang baik di bisnis musik? Dan sejauh apa peran seorang manajer band/artis dalam membantu musisi di ranah kekaryaan? 

Jawabannya bisa kita dapatkan di acara Soundfren Connect yang akan berlangsung Minggu, 16 Agustus 2020 mendatang. Akan ada Melina Anggraeni dari Sun Eater yang akan berbagi tips dan pengalamannya di acara gelaran sosial media musik kesayangan kita ini. So, buat kamu yang ingin tahu lebih dalam seluk beluk manajerial band, jangan sampai melewatkan sesi ini. 

Untuk info lebih lanjut mengenai pendaftaran, bisa lihat langsung di aplikasi Soundfren. Sampai ketemu, Fren! (Erick)

Foto : https://haulixdaily.com/2019/05/manger-music-defined

Menjadi Calon Musisi Profesional

Fren, menjadi musisi profesional tentu saja adalah tentang bagaimana kita untuk nggak pernah berhenti belajar. Tapi, selain itu kamu juga patut mengetahui beberapa hal lainnya, lho.

  • Membuka Networking. Selain belajar, musisi pemula juga harus banyak mengikuti event dan festival. Mengapa? Untuk meningkatkan popularitas, manggung bukanlah satu-satunya cara yang bisa kamu coba. Relasi juga sangat penting bagi musisi pemula untuk mendapatkan dukungan dan kerjasama yang bahkan bisa meningkatkan popularitasmu secara lebih efektif!
  • Bertanggung Jawab. Tanggung jawab tersebut bukanlah semata-mata sikap kamu ke pekerjaanmu saja. Tapi juga mengarah ke tanggung jawab kepada pemerintah. Ambil saja contoh bayar pajak, setiap musisi harus rajin membayar pajak agar pemerintah semakin mudah memberikan hak-hak musisi yang sepantasnya.
  • Jujur Pada Diri Sendiri. Para musisi pemula harus jujur pada diri sendiri karena identitas musik adalah hal yang terpenting. Jadi, jangan mudah terombang-ambing arus. Jika kamu memang senang bermain musik dengan genre tertentu, tetaplah konsisten pada genre-mu!
  • Mendengarkan Suara Hati Fans. Menyesuaikan musik dengan selera fans tanpa harus menghilangkan identitas band adalah cara ideal untuk bertahan di bisnis musik. Selain itu, bagi kamu para musisi pemula juga bisa memulai dengan memberikan sentuhan-sentuhan inovatif pada musik kamu. Jika ingin menarik perhatian fans, pastikan juga kamu memberikan penawaran khusus agar fans pun tertarik untuk mengecek musik kamu.
  • Jangan Ada Kata Menyerah. Enggak pernah menyerah dan latihan mati-matian adalah poin penting untuk semua musisi. Jika band yang sudah dikenal saja mati-matian ketika latihan, maka kamu sebagai musisi pemula juga harus melatih diri sebaik mungkin dan nggak boleh menyerah.

Untuk para musisi pemula yang ingin melaju terus di dunia musik, pastikan juga kamu memperhatikan tips-tips di atas dan sering-sering share pengalaman bermusik kamu di Soundfren ya! Jangan ragu untuk minta pendapat tentang karya musikmu dari sesama pengguna Soundfren, karena kritik atau masukan yang kamu dapat akan sangat berguna untuk kelanjutan karir bermusikmu, Fren!

#BikinJalanLo Versi Gilbert Pohan

“Kehadiran Soundfren sangat membantu saya untuk promosi. Gak hanya itu, Soundfren juga bikin saya bisa menjalin relasi dan koneksi baru dengan teman-teman di industri musik – Gilbert Pohan”

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Gilbert Pohan telah menaruh ketertarikan akan musik. Berbeda dari anak seusianya yang lebih tertarik melatih vokal, Gilbert fokus untuk mendalami gitar akustik. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan diri di jalur musik.

Kini, Gilbert mulai memetik hasil dari usahanya sedari kecil. Banyak karya telah ia rilis. Sebagai solois, Gilbert telah meluncurkan album debut “Pesan Yang Tertunda” di tahun 2014 silam. Setahun berselang, single “Mimpi Kita” didapuk sebagai salah satu original soundtrack Filosofi Kopi The Movie. Ia juga merilis karya “Terjatuh & Tumbuh” pada tahun lalu. Di tengah pandemi, Gilbert tetap terus produktif dengan meluncurkan single “Engkau Ada”. Selain sebagai solois, bersama grup musiknya Arah, Gilbert terlibat dalam single “I Want To Rock n Roll” yang menjadi soundtrack dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Tak hanya di atas panggung, Gilbert juga aktif di balik layar sebagai penulis lagu, komposer, produser, dan vocal director. Sebagai composer dan produser, single “Loveless”, yang dibawakan oleh Alex Ramp menjadi salah satu hasil karyanya.

Kehadiran teknologi di industri musik memberikan kemudahan bagi Gilbert untuk menjalani karir di industri musik. Akses untuk produksi dan rilis karya jauh yang jauh lebih fleksibel menjadi salah satu alasan Gilbert terus mengikuti tren teknologi khususnya di bidang permusikan. Gilbert tak ragu untuk mencoba beragam platform digital guna memproduksi dan mempromosikan karyanya. Salah satunya lewat Soundfren.

Sebagai seorang musisi, Gilbert menyadari bahwa ia membutuhkan koneksi dan relasi yang bisa memberikan efek positif untuk karirnya. Bagi Gilbert, Soundfren bisa membantunya menemukan relasi dan menjalin koneksi dengan para pengguna musik dari beragam profesi yang ada di dunia musik. Gilbert yang pernah tampil di salah satu acara Soundfren, DiLo Hackathon Festival 2019 merasa bahwa Soundfren juga bisa menjadi wadah promosi dan publikasi untuk para musisi.

Dengan hadirnya Soundfren, promosi karya menjadi semakin mudah dilakukan. Gilbert berharap agar Soundfren dapat mempertahankan eksistensinya sebagai sosial media musik untuk para penggiat musik.

Berkenalan dengan Music Publisher

Seberapa penting sih karya kita dikelola oleh music publisher?

Ya, pertanyaan ini selalu muncul setiap kita ngomongin music publisher. Apa sih fungsinya? Perlu nggak sih? Seberapa penting sih music publisher? Bener nggak, Fren?

Jawabannya sebenarnya singkat aja: penting. Apalagi untuk kita para pencipta musik, kehadiran publisher ini akan sangat membantu meringankan kerja kita, plus membuka peluang untuk memberikan pemasukan tambahan.

Stephen Navin, Chief Executives Music Publisher Association, mengatakan bahwa musik dapat mengembara ke mana saja, didengar di mana saja, dipertunjukkan, dan direkam dengan berbagai cara.  Jadi jangan kaget, kalau pendapatan seorang komposer musik itu bisa dari mana saja.

Dan salah satu cara memaksimalkan pendapatan ini adalah jika karya kita dikelola oleh music publisheryang kompeten tentunya.

Sebelum lebih lanjut, kita bahas dulu, apa sih sebenarnya music publisher ini? 

Gampangnya, music publisher adalah pihak yang mengelola, mengadministrasi, dan mengekploitasi hak cipta. Mereka adalah pihak yang diberi kuasa oleh pemegang hak cipta untuk menangani lagu ciptaannya yang bersifat komersial. Mulai dari mengurusi Hak Reproduksi, Hak Distribusi, Hak Derivatif, sampai dengan Hak Performing Rights.

Music publisher ini bekerja di ranah lisensi dan pengelolaan royalty penggunaan musik. Jadi mereka yang akan membantu mengurus hak cipta lagu kita, mencarikan peluang, dan tentunya mendistribusikan hak royalti musik kepada pencipta musik yang menjadi anggotanya.

Kenapa kita nggak urus sendiri aja? Well, nggak semudah itu, Fren. 

Karena mengurusi publishing sendiri berarti kita perlu memiliki sumber daya yang cukup dan kompeten untuk mengeksploitasi semua hak tersebut sehingga hak cipta bisa optimal secara komersial. Yang bisa terjadi justru waktu dan tenaga kita akan habis untuk mengurus hal-hal administratif yang cukup kompleks, sementara energi itu seharusnya akan lebih produktif jika kita salurkan untuk berkreasi dan berkarya. 

Sehingga, dengan menyerahkan pengelolaan karya kita kepada music publisher, hidup kita akan lebih nyaman. Karena kita tidak perlu pusing-pusing untuk mengontrol lagu-lagu kita dipakai oleh siapa, diputar di mana saja, dan lain sebagainya, untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari karya kita, karena ini akan menjadi tugas music publisher. Tentunya ada pembagian hasil dengan presentase yang disepakati di awal perjanjian. 

Nah, bagaimana music publisher di Indonesia dan bagaimana cara kita mendapatkan music publisheruntuk karya-karya kita, semuanya akan dibahas di Soundfren Connect, Rabu (12/8) besok. Akan ada Aldri Dataviadi dan Ganjar Ariel Santosa dari Massive Music Entertainment yang berbagi informasi dan cerita.

Untuk kita, para pencipta lagu, jangan sampai kelewatan untuk ikutan webinar ini. Informasi detail mengenai teknis pendaftaran bisa dilihat di aplikasi Soundfren, sosial media musik andalan kita. Sampai ketemu di acaranya, Fren! (Erick)

Foto : https://images.app.goo.gl/7u9nAXBTsH4F6MmU6

Mengenal Jenis-Jenis Senar Bass

Fren, kalo kamu pemain bass, kamu patut mengetahui hal ini!

  • Senar Bass Berdasarkan Bahannya. Dalam perkembangannya, para produsen senar bass banyak melakukan eksperimen dengan menggunakan beberapa campuran logam yang berbeda-beda. Faktor inilah yang kemudian menjadi pembeda dari satu produsen senar dengan lainnya.
  • Senar Bass Berdasarkan Lapisan (Coating). Senar dengan menggunakan coating umumnya identik dengan suara yang berbeda dengan senar biasa tanpa lapisan pelindung. Namun majunya teknologi memungkinkan lapisan coating pada senar hanya pada kisaran nanometer saja, membuatnya terasa tak jauh berbeda dengan senar un-coated.
  • Jenis senar bass berdasarkan panjangnya (scale length). Untuk kamu ketahui, biasanya dalam bungkus senar bass tertulis empat macam scale length, yaitu short, medium, long scale, dan extra long scale. Senar short scale untuk bass dengan scale length 30 inci, medium scale untuk bass dengan scale length 32 inci, long scale untuk 34 inci, dan extra long 35 inci. Hal ini sering kali luput dari perhatian pemain bass saat membeli senar. Scale length begitu penting untuk diperhatikan karena bila kamu salah beli bisa saja senar tidak cukup panjang atau malah terlalu panjang untuk bass.
  • Jenis senar bass berdasarkan ukuran. Semakin besar ukuran senar bass, maka akan semakin keras tension-nya, dan semakin besar tenaga yang dibutuhkan. Untuk ukuran senar bass, kamu harus memperhatikan tuning yang digunakan. Ukuran besar bisa kamu pertimbangkan jika menggunakan tuning rendah pada bass. Begitu sebaliknya. Untuk jelasnya, kamu harus memperhatikan kemasan bass yang mencantumkan ‘light’, ‘medium’, ‘heavy’ untuk memudahkan mengetahui ukuran senar dalam kemasan.

Itu tadi bermacam jenis senar gitar bass yang harus kamu ketahui, khususnya bagi para pemain bass agar tidak salah beli, dan senarnya cocok untuk lagu yang dimainkan. Kamu bisa ngobrol banyak tentang senar gitar bass ini bareng temen-temen di Soundfren. Kalau kamu lagi cari atau mau jual senar bass, bisa langsung posting aja, Fren!

#BikinJalanLo Versi New17band


“Video clip dari lagu Rasa Yang Tlah Mati berhasil tayang di UseeTV dan membuat karya kami makin bisa dinikmati oleh banyak orang – New17band”

Dunia musik membuat masing-masing personel grup musik New17band menjadi diri mereka sendiri tanpa harus menjadi orang lain. Hal inilah mengapa mereka bergabung menjadi satu kesatuan yang sangat menyukai musik di New17band. Bagi grup musik asal Samarinda ini, siapa pun yang membuat musik menjadi aura positif itulah panutan mereka dalam bermusik.

Pandemi COVID-19 membuat strategi bermusik New17band mendadak berubah total. Tak ada lagi jadwal manggung yang padat merayap di setiap minggunya. Beruntung, kecanggihan teknologi membuat New17band bisa bertahan di tengah pandemi. Banyaknya konser maupun jamming-jamming daring hingga webinar interaktif permusikan yang diikuti masing-masing personelnya membuat mereka terus produktif dalam berkarya.

Teknologi sangat memudahkan New17band untuk mengarungi industri musik. Beragam platform musik digital mereka ikuti demi melancarkan karir di industri musik. Salah satunya dengan gabung di Soundfren.

Bagi New17band bergabung dengan Soundfren merupakan pencapaian yang lebih baik karena membuat karya mereka makin bisa dinikmati oleh siapapun. Terlebih setelah lolos submisi “Indie Air”, video musik “Rasa Yang Tlah Mati” bisa tayang di UseeTV dan ditonton banyak orang. Sebelumnya untuk menonton video clip ini hanya bisa dari YouTube. Hal ini membuat karya New17band menjadi lebih dikenal masyarakat luas.

New17band ingin agar Soundfren bisa selalu membuat terobosan baru untuk industri musik, membuat acara-acara yang menarik dan berkualitas. New17band juga berharap agar tampilan fitur-fitur di aplikasi bisa terus ditingkatkan dan makin banyak benefit untuk premium user Soundfren.