#BikinJalanLo Versi Tririnda

“Tahun ini Saya bisa tampil di “In Between Showcase” Gabriel Mayo karena Soundfren – Tririnda”

Tahun 2019 merupakan tahun yang spesial bagi penyanyi Tririnda. Dua buah lagu miliknya yang diunggah di salah satu layanan streaming musik telah memiliki lebih dari 28.000 pendengar. Tahun ini terasa semakin spesial saat pelantun “Inginku” ini usai tampil di “In Between Showcase” Gabriel Mayo bulan November silam. Bagi Tririnda, ini merupakan kebanggaan tersendiri karena ia bisa mendapatkan apresiasi luar biasa atas karya musiknya.

Musisi yang mengidolakan Yura Yunita, Ruth Sahanaya, Tori Kelly, Melissa Polinar, Jason Mraz, dan Glenn Fredly ini mulai jatuh cinta pada musik saat pertama kali ia belajar bermain gitar semasa duduk di bangku sekolah dasar. Hari demi hari kecintaannya pada musik semakin bertambah hingga akhirnya ia bisa merilis lagu.

Telah menyukai musik sejak lama membuat Tririnda juga turut mengikuti perkembangan teknologi di industri musik. Ia pun merasakan dampak positif perkembangan teknologi di industri musik. Dengan bergabung menjadi pengguna aplikasi Soundfren, ia bisa dengan mudah bertemu para musisi karena bagi Tririnda, Soundfren adalah wadah musisi untuk berkomunikasi.

Tririnda juga berharap ia bisa bertemu lebih banyak lagi teman-teman musisi. Selain itu, Tririnda juga berharap untuk mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan sesama pengguna Soundfren kedepannya. Baginya, Soundfren sangat membantu kesuksesan musisi dan semoga bisa terus hadir memberikan warna di industri musik.

#BikinJalanLo Versi Gabriel Mayo

“Salah satu pencapaian dalam karir saya adalah saat buat konser tunggal untuk album terbaru” – Gabriel Mayo”

Bulan November tahun ini menjadi sangat spesial bagi penyanyi Gabriel Mayo. Ia berhasil membuat konser tunggal sekaligus mempromosikan album terbaru bertajuk “In Between”. Dalam mini konser ini juga dimeriahkan oleh musisi yang merupakan pengguna Soundfren.

Sejak kecil Gabriel Mayo sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia musik. Di tengah keseriusannya menjalankan pendidikan formal, Mayo mulai belajar musik instrumen secara otodidak. Dengan didukung oleh orang-orang terdekatnya, Mayo semakin semangat dan serius menekuni dunia musik. Bagi Mayo, dari orang-orang sekitarnya, ada pelajaran yang bisa ia ambil dan sangat membantunya dalam berkarir diindustri musik.

Perkembangan teknologi yang masuk ke industri musik siap tidak siap harus dihadapi oleh para musisi, tak terkecuali Gabriel Mayo. Menurut pelantun “Insomnia”, perkembangan teknologi harus diikuti, dipelajari, dan disinergikan. Orang yang berhasil adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun.

Salah satu langkah Gabriel Mayo dalam mengikuti perkembangan teknologi ini adalah dengan bergabung ke Soundfren. Aplikasi untuk para musisi ini membantu Mayo menghubungkan segala aspek tentang musisi. Gabriel Mayo dan Soundfren juga pernah bekerjasama mencari musisi terpilih untuk menjadi pengisi acara dalam “In Between Showcase”. Selain akhirnya bertemu dengan pengguna Soundfren yang menjadi pengisi acara konser tunggalnya, Mayo juga menemukan teman-teman musisi dengan karya-karya bagus.

Gabriel Mayo berharap ke depannya, Soundfren bisa berkembang lebih baik dan terus menghubungkan antar musisi tanah air. Apapun kendalanya, akan selalu ada jalan untuk mengatasinya.

#BikinJalanLo Versi Magnesence

Semoga Soundfren tetap eksis demi memajukan musik di Indonesia – Magnesence”

Di tahun 2018 grup musik Magnesence sempat merilis single perdana, namun tak lama mereka ditinggalkan oleh sang vokalis. Keadaan ini tak membuat Magnesence menyerah, di tahun ini mereka mulai bangkit dengan semangat yang lebih baru sehingga menjadi semakin banyak yang mendengarkan grup musik asal Bandung ini.

Magnesence merupakan band indie pop yang terbentuk pada tahun 2012 di kota Bandung. Berawal dari keinginan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri dan diperdengarkan ke banyak orang menjadi awal mula perjalanan grup band yang kini telah pindah ke Jakarta ini.

Grup musik yang mengidolakan Michael Jackson, John Mayer, Jason Mraz, dan 4 Peniti ini merasakan kemajuan teknologi cukup berperan positif dalam karir musik. Perkembangan teknologi yang merambah industri musik membuat jalur distribusi karya musisi indie bisa dengan mudah untuk diakses dan secara tidak langsung dapat tahulebih dalam mengenai kegiatan para musisinya. 

Salah satu langkah Magnesence dalam mengikuti kemajuan teknologi adalah dengan bergabung menjadi pengguna Soundfren. Selain untuk ajang bertemu dengan sesama musisi, Magnesence juga berharap bisa berdiskusi dan berkolaborasi dengan penggiat musik di Soundfren. 

Soundfren telah membuka jalan Magnesence semakin lebar diindustri musik. Grup musik dengan hits Hypothermia ini sudah bisa tampil dibeberapa acara musik dimana juga dapat menambah teman baru. Sejauh ini Magnesence sudah dua kali tampil diacara yang diadakan Soundfren, yakni pada Ngelisan Vol.5 pada bulan Agustus 2019 dan dua bulan berikutnya mereka mendapatkan kesempatan mengisi acara di Kurasi Musik Vol. 2.

Magnesence berharap Soundfren akan terus selalu ada untuk para profesional musik. Selain itu, mereka juga berharap agar Soundfren terus mempertahankan eksistensinya untuk memajukan musik Indonesia.

#BikinJalanLo Versi Hellwe Official

“Pasti Soundfren akan menghasilkan impact yang sangat besar buat band kami – Hellwe”

Grup musik Hellwe percaya jika keseimbangan antara realita dan idealisme dapat dituangkan ke dalam sebuah karya musik. Lewat musik, grup musik asal Tangerang Selatan ini bisa melakukan apapun yang diinginkan dan tidak bisa dilakukan di luar realita. Hellwe menuangkan semuanya lewat nada-nada rock alternative.

Berbicara soal kecintaan dibidang musik, Hellwe yang terdiri dari 5 orang ini memiliki cerita menarik mengenai pengalaman manggung pertama mereka. Pertama kali mereka diundang menjadi bintang tamu sebuah acara musik metal core dan underground, namun justru Hellwe merasa bahwa musik mereka tidak sesangar band-band pembuka lainnya. 

Pengalaman tampil pertama kali memberikan mereka pengalaman berharga untuk aksi panggung selanjutnya. Terlebih saat ini Hellwe merasakan perkembangan teknologi di industri musik memberikan mereka banyak panggung untuk tampil. Lewat kemajuan teknologi, grup yang mengidolakan For Get Me A Nots merasakan kemudahan untuk promosi dan bebas untuk menciptakan karya lalu mempublikasikannya dimanapun berada. 

Bagi Hellwe, perkembangan teknologi ini tergantung dari seniman itu sendiri, apakah mereka bisa memanfaatkannya dan mengikuti dengan baik. Hellwe juga memilih Soundfren sebagai wadah untuk membangun jaringan dan mengenalkan karya mereka agar bisa dinikmati banyak orang. Hellwe telah merasakan pengaruh positif dari perkembangan teknologi lewat Soundfren. Grup musik dengan hits “Sancaka” ini pernah menjad musisi terpilih Kurasi Musik Vol.3 yang proses submisinya dilakukan melalui Soundfren.

HeHellwe percaya bahwa Soundfren sebagai wadah untuk para musisi dapat memberikan pengaruh yang besar bagi para penggiat musik. Untuk bisa terus memberikan langkah positif bagi para penggunanya, Hellwe berharap jika Soundfren terus mengembangkan fitur-fitur menarik dan menjadi sarana promosi bagi para musisi.

Diskusi Asik di Soundfren Meet Up Vol.3

Soundfren Meet Up Vol.3

Soundfren Meet Up Vol.3 sukses digelar pada pekan lalu! Adakah diantara kamu yang ikutan seru-seruang bareng di Astori Coffee malam Minggu lalu? Acara Soundfren Meet Up Vol.3 yang diadakan tanggal 16 November 2019 ini dihadiri oleh pembicara dari kalangan profesional musik dan juga peserta yang merupakan pengguna Soundfren dan berkecimpung dalam industri musik.

Soundfren bekerjasama dengan Collab Asia Music mengangkat tema “Memaksimalkan Youtube untuk Musisi” dengan menghadirkan empat orang pembicara yang merupakan profesional dibidang musik diantaranya Komang Adhyatma dan Christophe B. Renato sebagai perwakilan dari Collab Asia Music akan membahas mengenai bagaimana cara untuk memaksimalkan promosi melalui YouTube dan juga pentingnya memberikan perlindungan hak cipta pada karya-karya digital, baik secara audio maupun visual.

Daffa Andika mewakili Kolibri Rekords akan membahas mengenai promosi melalui label musik dan juga penerapannya di berbagai platform digital. Sementara itu, Eric Wirjanata dari Deathrockstar akan bercerita mengenai pengalamannya bergelut di media musik digital sejak tahun 2002.  Diskusi malam itu dimoderatori oleh Hazbi Faizasyah dari Sunyata Session.

Sebelum memulai diskusi dan tanya jawab, Soundfren Meet Up Vol.3 dibuka oleh penampilan dari Fadhilonn dan sepatah kata dari perwakilan Collab Asia Music dan Soundfren. Para pembicara membagikan cerita seru mereka, pengalaman, pandangan serta tips-tips memanfaatkan Yoube untuk perkembangan karir musisi. Sepanjang acara para peserta sangat antusias mengikuti diskusi ini. Acara Soundfren Meet Up Vol.3 kemudian ditutup dengan penampilan dari grup musik Benoa.

Buat kamu yang belum sempat hadir di Soundfren Meet Up Vol.3 bisa lihat keseruannya lewat media sosial Soundfren dan juga akan ada kilasannya di Youtube Soundfren nanti. Terimakasih buat kamu semua yang sudah meramaikan acara, kalian semua luar biasa Fren! Sampai ketemu lagi di acara Soundfren yang gak kalah seru selanjutnya!

#BikinJalanLo Versi Kuncoro Buwono

Di Soundfren kita dapat bertemu para penggiat musik, kita juga bisa kolaborasi bersama mereka” – Kuncoro Buwono (Personel Rocket Tree Astronaut)”

Kuncoro Buwono mulai tertarik pada dunia musik saat sang paman membelikannya peralatan DJ. Sejak saat itu ia mulai menekuni industri musik lebih giat hingga berhasil membuat dua buah lagu.

Musisi yang merupakan personel dari grup musik Rocket Tree Astronaut ini menilai perkembangan teknologi dalam dunia musik sangatlah kreatif. Ia pernah melihat musik yang dipadukan dengan animasi 3D. Suatu perpaduan yang menarik dan berbeda dari pada yang lain.

Penggemar dari Thefatrat ini juga mengakui bahwa hadirnya Soundfren memberikan efek positif bagi langkahnya bermusik. Salah satunya, ia bersama rekannya di Rocket Tree Astronaut bisa tampil sebagai pengisi acara live streaming Langit Musik x Soundfren pada bulan Oktober silam.

Di Soundfen, Kuncoro dapat menemukan banyak aktor musik dan juga bisa berkolaborasi dengan mereka. Ia berharap karya musiknya dapat selalu diingat dan Soundfren dapat memberikan pengaruh besar bagi karirnya di industri musik.

Sebagai seorang musisi sekaligus personel grup musik, Kuncoro sangat mendukung kehadiran Soundfren. Baginya keberadaan Soundfren memudahkan musisi untuk berbagi pengalaman sekaligus ide dengan musisi yang lainnya.