Soundfren Ramaikan Archipelago Festival 2019

Archipelago Festival 2019 baru saja berlangsung di Aksara Complex Jakarta pada 12-13 Oktober lalu. Archipelago Festival adalah ajang konferensi musik yang mewadahi akselerasi networking musik lokal sekaligus memperkenalkan musik baru. Selama dua tahun terakhir, Archipelago Festival berhasil menggelar lebih dari 50 topik panel diskusi dan mendatangkan berbagai nama besar diindustri hiburan Indonesia. Ditahun ketiga penyelenggaraan, Archipelago Festival menampilkan Sarah Sechan, Eros Djarot, Christine Hakim dan Ariel NOAH sebagai pembicara utama. Untuk showcase, Archipelago bermitra dengan empat showcase partners, lebih dari 20 band.

Tahun ini, Soundfren turut meramaikan gelaran Archipelago Festival 2019. Soundfren membuka booth selama dua hari dan membuka sesi interaksi dengan para pengunjung. Para pengunjung yang datang ke booth Soundfren selain bisa mengetahui lebih detail tentang aplikasi para profesional musik ini juga bisa menuliskan keinginan dan harapannya untuk karir diindustri musik yang tidak menutup kemungkinan bisa terwujud dengan diwadahi oleh Soundfren.

Selain aktif di booth, Soundfren juga turut terlibat dalam penjualan tiket. Satu minggu sebelum acara berlangsung, aplikasi Soundfren membuka sesi penjualan tiket khusus untuk penggunanya. Bagi pengguna Soundfren yang melakukan pembelian tiket Archipelago Festival 2019 mendapatkan harga spesial dengan diskon sebesar 20%. Semua tiket yang dijual melalui Soundfren habis tanpa sisa.

Keterlibatan Soundfren tak hanya mengenai booth dan penjualan tiket. Pada gelaran Archipelago Festival 2019, Soundfren turut berpartisipasi bekerjasama dengan BinArt Collective menyelenggarakan Listening Session dan Speed Dating Session yang diadakan tanggal 13 Oktober 2018. Listening Session sebagai program acara bagi musisi solo, duo, band atapun format lainnya untuk unjuk karya mereka. Bagi musisi yang terpilih, lagunya akan didengar oleh para pakar industri serta pengunjung Arhipelago Festival 2019.

Selama seminggu proses submisi terdapat 135 musisi yang mendaftarkan karyanya dan 5 musisi terpilih yang lagunya berhasil diputar disesi Listening Session Archipelago Festival 2019 dan diberikan komentar oleh Mahavira Wisnu Wardhana atau yang lebih dikenal dengan nama Inu Numata (Ex A&R Sony Music Entertainment Indonesia 2014-2019) dan Marco Steffiano (Produser dan Drummer Barasuara). Kelima musisi terpilih tersebut adalah dansaya, Fletch, Karina Christy, Compadres, dan Orkes Kedai Sarinah.

Sementara itu untuk Speed Dating Session, semua peserta bisa berinteraksi dan berjejaring dengan 12 penggiat dan praktisi industri, dari mulai punggawa label lokal, jurnalis hingga promotor konser seperti Sarah Deshita, Felix Dass, Kukuh Rizal, dan Dimas Ario. Peserta yang ingin mengikuti sesi ini harus melakukan registrasi di booth Soundfren saat hari kedua Archipelago Festival 2019.

Keterlibatan Soundfren diacara Archipelago Festival 2019 merupakan salah satu wujud nyata Soundfren untuk menghubungkan pelaku utama industri musik sehingga industri musik di Indonesia terus melaju ke arah yang lebih baik.

#BikinJalanLo Versi Kania Albaga

“Berkat Soundfren aku bisa tampil di Live Streaming LangitMusik!”
“Mimpiku untuk menyanyikan lagu ciptaan sendiri di acara on-air terwujud!” – Kania Albaga

Lahir dikeluarga penyuka musik, sedari kecil Kania Albaga sudah mahir memainkan alat musik gitar dan juga bermusikalisasi puisi. Kania kecil bermimpi ingin memiliki lagu ciptaan sendiri.

Kegemarannya akan bermusik membuat Kania berhasil meraih beberapa prestasi bergengsi semasa sekolah seperti Juara 3 Musikaliasi se-Jabodetabek, Juara 1 Band se-Jabodetabek, dan Juara 1 Arransemen Lagu di tempatnya bersekolah. Bahkan musisi yang terinspirasi dari Us The Duo, John Mayer, Monita Tahalea, dan Shawn Mendes ini mengaku pernah mencoba mengamen dari rumah ke rumah untuk mendapatkan uang saku tambahan.

Kehadiran media sosial seperti YouTube dan Instagram sangat dimanfaatkan oleh Kania untuk mengembangkan diri sekaligus mempromosikan karya musiknya. Tak ketinggalan, Kania pun turut menggunakan aplikasi jejaring sosial Soundfren untuk kemajuan karir bermusiknya.

Bahkan bagi penyanyi dan penulis lagu beraliran pop dan indie folk ini, Soundfren telah memiliki lebih dari itu. Ia menganggap Soundfren merupakan peluang besar untuk musisi indie seperti dirinya dan teman-teman musisi lain.

Soundfren telah memberikan pengaruh besar untuk karir musik musisi asal Jakarta ini, salah satunya adalah ia pernah menjadi pengisi acara Live Streaming LangitMusik x Soundfren dan disaksikan oleh banyak orang. Ia menyanyikan lagu-lagu ciptaannya sendiri yang menjadi impiannya sejak kecil – “Yang Terlupakan”.

Kedepannya Kania berharap Soundfren bisa semakin sering membuat acara off air agar musisi indie seperti dirinya dan teman-teman musisi lain tak lagi kebingungan untuk menyalurkan kreativitas bermusik mereka. Dengan menjadi pengguna Soundfren ia juga berharap bisa mendapatkan kesempatan bertemu hingga berkolaborasi dengan musisi besar Indonesia dan label rekaman.