Tips Sukses Merilis Musik Digital

Apa saja yang harus disiapkan musisi untuk merilis karya dalam format digital?

Era digital membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk tentunya di industri musik. Merilis album penuh dalam format fisik bukan lagi sebuah pencapaian wajib bagi para musisi untuk pembuktian eksistensinya. Saat ini, bermodalkan sebuah single, band kita sudah siap untuk “berlayar”. Formatnya tentu lewat rilisan digital.

Dengan merilis dan mendistribusikan karya kita secara digital, lagu kita akan bisa didengarkan di seluruh dunia via Digital Service Provider seperti Spotify, Joox, Deezer, Resso, Apple Music, dan lain sebagainya. Tidak ada lagi batasan jarak maupun waktu.  

Yang bikin lebih seru, di medium ini, tidak ada perbedaan antara musisi baru ataupun senior, semua memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai pendengar sebanyak mungkin. Meski kalau dilihat dari sisi sebaliknya, ini juga berarti kalau persaingan akan semakin ketat.

Dengan persaingan yang sangat ketat dengan ribuan lagu lainnya yang rilis setiap minggu, kita tentunya perlu strategi atau kiat-kiat khusus untuk membuat lagu kita didengar atau laku di pasaran. Misalnya dengan menyebarkan promo kit ke media-media, membuat promo campaign di sosial media, atau mungkin membeli slot iklan di instagram, Facebook, atau Youtube. 

Untuk itu, tentu kita harus lebih dalam lagi mengulik karakter dari masing-masing platform digital yang akan kita gunakan untuk melancarkan strategi kita. Spotify, Joox, Soundcloud, misalnya, semua punya audiensnya masing-masing. Begitu juga dengan instagram, Facebook, Twitter, semua punya karakter yang beda-beda. Jadi pastikan kita memanfaatkan saluran-saluran ini sesuai dengan karakter dan audiens yang kita sasar. 

Pada akhirnya, semuanya tentu dikembalikan kepada kualitas karya dan konsistensi masing-masing musisi. Namun, bagi siapa yang bisa memaksimalkan environment digital ini sebagai medium berkomunikasi, maka dia memiliki kesempatan besar untuk memenangkan persaingan.

Nah, kalau ingin tahu lebih banyak mengenai tips-tips sukses merilis karya kita dalam format digital, kamu wajib ikutan Soundfren Connect yang akan berlangsung 27 November 2020 ini. Akan ada Dahlia Wijaya (Country Manager Indonesia Believe Music) yang akan sharing tips dan pengalaman profesionalnya. 

Di sesi “Tips Sukses Merilis Musik Digital”, yang dipandu oleh moderator Bayu Fajri (musisi), ini kita akan membahas mengenai hal-hal seperti apa saja yang harus disiapkan dalam perilisan karya digital, bagaimana cara mengelola musik yang sudah kita rilis, sampai pentingnya konsistensi bagi musisi. 
Mantapkan, Fren? Makanya, langsung aja daftar via aplikasi Soundfren. Biayanya cuma 35 ribu rupiah, dan kamu udah bisa dapetin ilmu di sesi eksklusif ini, kesempatan berjejaring, dan e-certificate. Hanya akan tersedia 35 slot di sesi ini, so jangan sampai kehabisan yah, Fren! Langsung saja meluncur ke Soundfren, di mana semua kebutuhan bermusikmu dalam satu aplikasi. (Erick)

#BikinJalanLo Versi Local Trio

“Supaya yang denger lagu Local Trio makin banyak, kami coba untuk bawa ke platform digital salah satunya Soundfren – Local Trio”

Memiliki kesamaan senang menghibur di depan orang banyak dan terbiasa mengisi kekosongan menjadi awal dari terbentuknya Local Trio. Tak disangka, kini duo pop-funk asal Jakarta Selatan ini telah memasuki usia 7 tahun.

Selama tujuh tahun menapaki industri musik, Local Trio telah melahirkan beberapa karya musik dan menghiasi beragam panggung musik. Teranyar, Local Trio merilis single “Rindu” pada bulan Mei lalu. Bahkan Local Trio pernah berkolaborasi dengan penulis buku Ririe Bogar untuk single “Komentar Fisik Gak Asik”.

Tentunya bukan hal mudah bisa terus produktif melahirkan karya selama 7 tahun berjalan bersama di industri musik terlebih di tengah pandemi ini. Beruntung, kehadiran Local Trio didukung oleh kecanggihan teknologi yang masuk ke dunia musik. Teknologi seolah membantu pengagum dari Endank Soekamti ini untuk mengenalkan karya. Dengan terus mengikuti perkembangan zaman, Local Trio tak ragu untuk mengenalkan lagu-lagu mereka melalui platform digital.

Kehadiran Local Trio di dunia digital membuat karya mereka banyak didengar dan digemari hingga akhirnya terbentuk fan base yang dikenal dengan Local Squad. Sukses membuat Local Squad terpikat tak membuat Local Trio berhenti berinovasi dalam mengenalkan karya mereka. Beragam platform mereka jelajahi tak terkecuali Soundfren.

Local Trio menganggap bahwa Soundfren adalah aplikasi yang simpel tapi istimewa. Soundfren memiliki fitur untuk promosi karya dan memberikan Local Trio kesempatan manggung berskala nasional lewat Langit Musik dan Indie Air. Dengan begitu, penikmat karya Local Trio menjadi semakin banyak. Selalu mempesona untuk Soundfren dari Local Trio!

#BikinJalanLo Versi AKBVR

“Tahun lalu, saya terpilih untuk tampil di acara Let’s Talk Musik Langit Musik setelah mengikuti submisi lewat Soundfren. Saya merasa mendapatkan apresiasi lebih untuk karya saya – AKBVR”

Terbiasa dengan tembang-tembang lawas seperti lagu milik Koes Plus membuat AKBVR tertarik untuk menjadi musisi. Pemilik nama lengkap Novi Akbar Yusyanto ini ingin karya-karyanya melegenda seperti idolanya Koes Plus, Benyamin S, dan The Beatles.

AKBVR memulai karirnya di industri musik dengan menciptakan karya, mengikuti sejumlah audisi hingga tampil dari panggung ke panggung musik. Perkembangan dunia teknologi sangat membantu pemilik single “Serba Salah” ini untuk bertahan di dunia musik. Bagi AKBVR, teknologi sekarang semakin memudahkannya untuk meyebarkan karya dan tampil di berbagai acara. Siapa saja bisa memanfaatkan teknologi untuk berkarir di industri musik. Maka dari itu, AKBVR tetap termotivasi untuk menyuguhkan karya yang menarik agar bisa dinikmati dan digemari banyak orang. Dengan begini, ia yakin karirnya di industri musik akan langgeng dan membuka jalan untuk karyanya agar abadi seperti impiannya.

Salah satu manfaat teknologi yang semakin maju di dunia musik  ia dapatkan dengan mudahnya mengikuti beragam audisi atau submisi secara daring. Dari banyak audisi yang ia ikuti, salah satunya adalah submisi Soundfren x Langit Musik. AKBVR berhasil terpilih dan menjadi pengisi acara di “Let’s Talk Music With Lyla dan Ghea” yang ditayangkan secara streaming di Langit Musik dan Maxstream. Acara ini disaksikan oleh jutaan orang dan membuat AKBVR semakin dikenal sebagai musisi. Momen tahun lalu ini menjadi satu dari pencapaian AKBVR di dunia musik.

Usai tampil di acara streaming Langit Musik dan menjalin relasi dengan para pengguna Soundfren, AKBVR semakin bersemangat dan percaya diri untuk tampil di panggung-panggung musik. Kehadiran Soundfren membuat AKBVR bisa menambah kesempatan, wawasan, koneksi, dan informasi dalam bermusik. Kedepannya ia ingin karyanya bisa semakin diterima lebih banyak pendengar lagi dan jam terbangnya semakin melesat di dunia musik.

Sebagai bentuk cintanya terhadap Soundfren, AKBVR ingin Soundfren memiliki acara terjadwal khusus untuk para penggunanya dengan memanfaatkan platform media yang semakin maju ini. Baginya dengan adanya program seperti ini akan membuat pengguna Soundfren merasakan kepuasaan tersendiri khususnya bagi Premium User. Selain itu, acara ini juga bisa mengundang lebih banyak lagi penggiat musik untuk bergabung di Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Delika

“Soundfren memberikan kami kesempatan manggung dan menawarkan peluang untuk berelasi lebih luas dengan para pelaku industri musik – Delika”

Passion. Satu kata yang menjadi awal mula Delika terbentuk. Semuanya bermula dari passion yang sama dalam berkarya di bidang musik dan ingin menciptakan karya yang abadi. Grup musik asal Jakarta yang telah memiliki karya musik bertajuk “Racau” dan “Tegar Bersandar” ini terinspirasi bermusik dari The Beatles, Bee Gees, Fleetwood Mac, hingga Mondo Gascaro.

Delika merekam sebagian besar rekamannya secara mandiri dengan peralatan terbatas di kamar kos salah seorang personilnya, Bagus. Semua perjuangan Delika terbayar saat memenangi kompetisi Levis Band Hunt 2018 untuk lagu “Racau” serta mendapatkan Best Folk Song untuk lagu “Tegar Bersandar” oleh American Track Music Award. Setelah itu, apa yang direkam Delika di kamar kost diproduksi ulang oleh Widi Puradiredja di Organic Records hingga dimastering oleh Geoff Pesche di Abbey Road Studio London.

Teknologi memudahkan jalan Delika untuk menyampaikan musik ke para pendengarnya. Dari sana, Delika banyak mendapat masukan mengenai pasar bermusik khususnya untuk genre yang diusung Delika. Kondisi industri musik yang sudah memasuki era digital membuat Delika semakin bersemangat menciptakan karya karena kesempatan untuk didengar orang bisa semakin luas. 

Bergabungnya Delika di Soundfren karena bagi Raya dkk Soundfren mampu menawarkan peluang untuk berelasi lebih luas dengan seluruh pelaku industri musik. Jadwal manggung Delika makin padat setelah menjadi pengguna Soundfren. Di awal tahun 2020 saja Delika sudah 3 kali mengisi acara diantaranya Kurasi Musik Vol.5, Manggung di Pasar, dan program musik “Indie Air” yang ditayangkan melalui kanal Usee Prime di UseeTV.


#BikinJalanLo Versi Camelia Jonathan


“Pencapaian pribadi tahun ini adalah bisa satu gig bersama musisi perempuan yang saya kagumi , Ayu Ting Ting” – Camelia Jonathan”

Camelia Jonathan sudah hobi menyanyi sejak kecil dan mulai menulis lagu sejak duduk di bangku sekolah dasar. Baru saat menjadi mahasiswa di tahun 2007, ia memulai rekaman lagu untuk pertama kalinya. Setelah itu, CJ sapaan akrab Camelia, mulai menjalani setiap langkah untuk bisa berkomitmen di dunia musik.

Salah satu musisi yang menginspirasi CJ adalah Imogen Heap, karena menurut CJ beliau adalah seorang perempuan, mandiri, dan pionir dalam bidang teknologi dan musik. Dari beliau, CJ senantiasa diingatkan untuk menyaring bunyi-bunyian dan inspirasi yang positif dari sekedar kebisingan dan energi negatif di sekitar yang kadang tidak bisa kita hentikan.

Selama 12 tahun berkolaborasi dan mencoba berbagai hal di industri kreatif dan konten digital, CJ banyak menemukan hal-hal baru sekaligus membuat pencapaiannya di dunia musik semakin bertambah. Salah satunya terjadi di tahun ini, dimana ia bisa berada satu acara bersama musisi perempuan idolanya, Ayu Ting Ting di acara Langit Musik x Soundfren. CJ juga berencana untuk mengadakan solo gig dalam waktu dekat untuk membawakan karya-karya dan cerita dalam konsep miliknya sendiri.

Bagi CJ, perkembangan teknologi yang telah merambat ke industri musik semakin mendorong kolaborasi seni dan sains untuk memecahkan masalah-masalah, khususnya di industri musik. Sayangnya, penggunaan teknologi oleh musisi di Indonesia masih sebatas untuk teknikal saja, belum sampai kolaborasi dari segi kreativitas lintas disiplin. Dunia musik di Indonesia bukanlah industri dengan infrastruktur yang ideal seperti di luar negeri.

Dunia musik Indonesia adalah rimba di mana tidak semua musisi bisa berhasil dengan menjalani cara yang sama. Database dan jaringan sangat penting bagi para musisi yang baru ingin memulai karirnya. Komunitas dan jaringan apapun akan sangat membantu, salah satunya dengan adanya aplikasi Soundfren.

Bergabungnya CJ bersama Soundfren membuatnya menambah kenalan di ekosistem musik dan menemukan talenta baru untuk berkolaborasi. Sejauh ini CJ telah mendapatkan 2 gig dari aplikasi Soundfren. Fitur-fitur untuk audisi gig dan berkolaborasi dengan musisi lain sangat membantu sekali. CJ berharap Soundfren terus memperbanyak submisi agar kesempatan musisi untuk tampil semakin terbuka terlebih program offline yang dijalankan Soundfren beberapa bulan terakhir ini terlihat sangat agresif.

#BikinJalanLo Versi Kania Albaga

“Berkat Soundfren aku bisa tampil di Live Streaming LangitMusik!”
“Mimpiku untuk menyanyikan lagu ciptaan sendiri di acara on-air terwujud!” – Kania Albaga

Lahir dikeluarga penyuka musik, sedari kecil Kania Albaga sudah mahir memainkan alat musik gitar dan juga bermusikalisasi puisi. Kania kecil bermimpi ingin memiliki lagu ciptaan sendiri.

Kegemarannya akan bermusik membuat Kania berhasil meraih beberapa prestasi bergengsi semasa sekolah seperti Juara 3 Musikaliasi se-Jabodetabek, Juara 1 Band se-Jabodetabek, dan Juara 1 Arransemen Lagu di tempatnya bersekolah. Bahkan musisi yang terinspirasi dari Us The Duo, John Mayer, Monita Tahalea, dan Shawn Mendes ini mengaku pernah mencoba mengamen dari rumah ke rumah untuk mendapatkan uang saku tambahan.

Kehadiran media sosial seperti YouTube dan Instagram sangat dimanfaatkan oleh Kania untuk mengembangkan diri sekaligus mempromosikan karya musiknya. Tak ketinggalan, Kania pun turut menggunakan aplikasi jejaring sosial Soundfren untuk kemajuan karir bermusiknya.

Bahkan bagi penyanyi dan penulis lagu beraliran pop dan indie folk ini, Soundfren telah memiliki lebih dari itu. Ia menganggap Soundfren merupakan peluang besar untuk musisi indie seperti dirinya dan teman-teman musisi lain.

Soundfren telah memberikan pengaruh besar untuk karir musik musisi asal Jakarta ini, salah satunya adalah ia pernah menjadi pengisi acara Live Streaming LangitMusik x Soundfren dan disaksikan oleh banyak orang. Ia menyanyikan lagu-lagu ciptaannya sendiri yang menjadi impiannya sejak kecil – “Yang Terlupakan”.

Kedepannya Kania berharap Soundfren bisa semakin sering membuat acara off air agar musisi indie seperti dirinya dan teman-teman musisi lain tak lagi kebingungan untuk menyalurkan kreativitas bermusik mereka. Dengan menjadi pengguna Soundfren ia juga berharap bisa mendapatkan kesempatan bertemu hingga berkolaborasi dengan musisi besar Indonesia dan label rekaman.

Ayo Ikutan Langit Musik x Soundfren Live Stream

Buat kamu yang punya bakat dan keahlian bermusik, ada kompetisi seru nih yang bisa kamu ikutin. Soundfren bekerja sama dengan Langit Musik membuka kesempatan untuk kamu yang punya lagu orisinil karya pribadi atau grup tampil langsung dalam acara Langit Musik x Soundfren Live Streaming.

Aksi kamu bakal disaksikan jutaan orang dan kamu atau grup musikmu akan semakin populer. Untuk ikutan Langit Musik x Soundfren Live Streaming yuk lihat dulu ketentuan  berikut:

Pelaksanaan:

  • Pendaftaran: 18 Juli 2019.
  • Perform on LangitMusik live stream: Agustus – September 2019.

Cara Join:

  • Upload lagu karyamu ke LangitMusik atau klik laguku.id.
  • Masukkan link lagu LangitMusik ke dalam profil Soundfren.
  • Buka menu explore dan cari fitur “job_collaboration”.
  • Klik ads dan baca detailnya.
  • Klik button “apply”.
  • Isi form yang telah disediakan.
  • Klik “submit”.

Syarat & Ketentuan:

  • Band/Solois berasal dari Indonesia.
  • Wajib memiliki lagu orisinil yang layak didengar.
  • Wajib memiliki akun Soundfren dan memasukan link lagu dalam profil Soundfren.
  • Lagu yang di-submit merupakan link lagu yang sudah terdaftar di LangitMusik atau laguku.id.
  • Akomodasi & Transport band/solois terpilih ke Telkom Landmark Tower Jakarta tidak ditanggung oleh penyelenggara.

Segera daftar dan submit karyamu. Kami tunggu ya Fren!