#BikinJalanLo Versi Ardhy Saputro

“Berkat Soundfren, karir musik Saya juga semakin menanjak dan jadi lebih dikenal orang – Ardhy Saputro”

Musik bukan merupakan pekerjaan utama dari seorang Ardhy Saputro, namun musik telah membuatnya jatuh cinta dan menjadi salah salah satu hobi yang menghasilkan. Keisengennya membuat remix hingga flip remix membuahkan satu track perdana yang kini sudah bisa didengar banyak orang. Kini Ardy menjadi lebih sering mengeksplorasi kemampuan bermusiknya disela kesibukan sehari-hari.

Martin Garrix, Avicii, Dipha Barus, Hindia adalah deretan nama musisi yang menjadi panutannya dalam bermusik. Beberapa pertemuan dengan sang idola dan teman-teman di industri musik telah membuat Ardhy semakin mencintai musik. Musik juga yang membuat Ardhy mendapatkan apresiasi, salah satunya lewat pencapaiannya di kontes remix yang diadakan sebuah label ternama dari Belanda. Saat itu Ardhy menempati urutan 22 dari ribuan kontestan yang berpartisipasi. 

Keseriusan Ardhy akan hobi bermusiknya ini semakin ia buktikan dengan terus mengikuti tren teknologi yang ada di bidang musik. Tak terkecuali dengan gabung di Soundfren. Ardhy sangat tertarik untuk mencoba beragam fitur di dalam aplikasi. Bahkan ia juga rajin mengikuti kegiatan tatap muka yang diadakan Soundfren seperti acara Soundfren Meet Up.

Dengan bergabungnya Ardhy di Soundfren, ia mendapatkan kesan yang sangat positif. Jalan karirnya bisa dibilang semakin menanjak. Bahkan kehadirannya di beberapa acara Soundfren membuat musisi asal Jakarta ini bisa bertemu dengan musisi idola hingga berkolaborasi dengan beberapa pengguna Soundfren yang lain dan menciptakan sebuah karya baru. Ardhy berharap, musiknya bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas dan semakin mudah untuk berkolaborasi dengan teman-teman musisi di era digital seperti ini.

Ardhy pun menaruh segenggam harap untuk Soundfren. Ia ingin Soundfren semakin banyak penggunanya dan bisa mengembangkan label atau sub label rekaman. Karena kenyataan sekarang adalah banyak musisi lokal yang berusaha mengirimkan karyanya ke pihak label dan tak sedikit dari mereka yang mendapat penolakan. Tak lupa Ardhy juga mengingatkan kepada kita semua untuk menjaga diri di tengah pandemi ini. 

#BikinJalanLo Versi LOR

“Sejak terpilih menjadi band pembuka di +62 Experience, LOR jadi lebih dikenal oleh masyarakat luas – LOR”

Berawal dari ketertarikan menekuni dunia musik, pada Juni tahun lalu, lahirlah sebuah grup musik yang kemudian diberi nama LOR yang terdiri dari Gias, Hanung dan Balia.

LOR terhitung sebagai pendatang baru di industri musik namun grup musik asal Yogyakarta ini sudah berhasil merilis EP perdana pada Februari silam. Berisikan 5 buah lagu, EP bertajuk “Check 1,2,3” merupakan titik awal perjalanan Gias cs di dunia musik. Dalam bermusik, LOR terinspirasi pada musik-musik milik The Stroke, The Hives, Beach Boy, dan The Kooks.

Sejak awal terbentuk, LOR mulai mempromosikan karya musiknya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi termasuk dengan bergabung di Soundfren. Dengan menjadi pengguna Soundfren, LOR berharap agar bisa terkoneksi dengan musisi lainnya serta karya mereka dapat didengar oleh banyak orang tak terkecuali para penggiat musik.

Sebagai pendatang baru, tentunya LOR butuh banyak panggung untuk bisa mempromosikan band serta karya musik karena promosi digital saja tidak cukup. LOR giat mengikuti submisi di Soundfren hingga, setelah melewati proses panjang, grup musik ini terpilih untuk menjadi band pembuka di konser musik +62 Experience yang dimeriahkan oleh Feel Koplo, Denny Caknan, dan Pamungkas.

Sejak tampil di acara yang berlangsung di Sleman City Hall membuat LOR menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, khususnya Yogyakarta, dan semakin banyak yang mendengarkan musik karya mereka. LOR berharap agar Soundfren dapat terus mendukung para musisi dan juga profesional musik lainnya.

Stay at Home, Draw and Win!

Berkarya bisa dimana saja, termasuk di rumah. Saat wabah COVID-19 melanda, segala kegiatan kreatif pun terbatas. Ini dia solusi agar kalian tidak mati gaya di rumah, Ballads of The Cliche berkolaborasi bersama Soundfren mengadakan “Stay at Home and Draw!”. Tertarik? Simak dulu informasi detailnya : 

Berhadiah Rp 1.000.000 untuk 1 (satu) pemenang. Temanya apa sih? Step Out and Dance!

Implementasikan single terbaru Ballads of The Cliche “Step Out and Dance!” ke dalam gambar (desain, ilustrasi maupun foto). Single tersebut dapat kalian dengarkan disini. 

Siapa yang boleh ikutan? Semua boleh ikutan, asalkan follow IG @balladsofthecliche dan @soundfren dan mempunyai akun Soundfren.

Karya apa saja yang bisa diikutkan? Segala format gambar tidak bergerak seperti desain, tipografi, ilustrasi, maupun foto dan bisa diaplikasikan ke dalam media kaos/ t-shirt.

Gimana mekanisme kontesnya?

  • Download aplikasi Soundfren di Apps Store atau Play Store
  • Buat akun Soundfren
  • Buka tab “Profile” lalu buka menu “Works” dan pilih “Add My Works” dengan karya visual buatanmu
  • Buka tab “Explore” dan pilih menu “Submission”
  • Pilih “Stay at Home and Draw!”
  • Baca syarat dan ketentuan, lalu klik “Join Submission”
  • Isi form, lalu klik “Submit”

Ketentuan :

  • Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu karya
  • Periode kontes dari 19 Maret hingga 02 April 2020 dan diumumkan 09 April 2020 via media sosial Ballads of The Cliche dan Soundfren
  • Konten gambar tidak boleh mengandung unsur kekerasan, penggunaan obat-obatan terlarang, konten/aktifitas seksual, Politik, SARA atau terkesan menyinggung/menjelek-jelekkan pihak manapun.
  • Pihak penyelenggara tidak bertanggung jawab jika ada pihak-pihak yang melakukan klaim atas teks, gambar, maupun hal-hal yang dijadikan konten gambar dan diunggah oleh para peserta.
  • Penyelenggara memiliki hak untuk mengubah syarat dan ketentuan jika dianggap diperlukan, tanpa perlu ada pemberitahuan terlebih dahulu.
  • Gambar dan segala informasi yang telah diunggah oleh peserta, sepenuhnya menjadi milik Soundfren, yang selanjutnya dapat dipergunakan sebagai iklan, event khusus, termasuk promosi penjualan, serta dapat dipasang di akun resmi media sosial milik penyelenggara.
  • Kontes ini tidak dipungut biaya apapun.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat
  • Pemenang terpilih akan dihubungi langsung oleh pihak Soundfren. Apabila pemenang yang terpilih tidak dapat dihubungi dan/atau tidak mengirimkan konfirmasi dalam 7 x 24 jam setelah pengumuman, pemenang akan dianggap gugur tanpa pemberitahuan.

#BikinJalanLo Versi Allson Siringo

“Saya bisa mendapatkan sesi mentoring menulis lagu sekaligus rekaman di program BERISIK lewat Soundfren – Allson Siringo”

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Allson Siringo dan musik sudah menjadi bagian tak terpisahkan. Allson mulai belajar memetik gitar dan mempelajari lagu-lagu karya musisi idolanya seperti Gun’s n Roses, Mr.Big, Last Child, Virgoun, Blink-182, Naif, Avenged Sevenfold, dan banyak lagi.

Menekuni musik sejak belia, tentunya jalan yang Allson tempuh tak selalu mulus. Cerita pahit dan manis selalu menghiasi karir bermusiknya. Ada banyak pula pencapaian yang telah ia raih di industri ini. Ia pernah diundang mengisi acara kampus, masuk playlist streaming musik, dan ia juga pernah mengisi salah satu rubrik di majalah kampus.

Dengan didukung oleh perkembangan teknologi di industri musik yang semakin melesat maju, membuat Allson menjadi lebih mudah mencari  mencari relasi dengan musisi dan mempromosikan karyanya. Salah satu cara yang ia tempuh untuk mendapatkan banyak relasi di dunia musik adalah dengan memanfaatkan aplikasi Soundfren. Di Soundfren, Allson bisa memperluas relasi bermusiknya serta mengikuti berbagai submisi yang ada.

Allson sudah banyak menciptakan lagu dengan genre Alternative Rock salah satunya single yang sudah dirilis bertajuk “Kembali.” Keahlian Allson dalam menulis lagu semakin terasah saat ia terpilih menjadi musisi terpilih program “BERISIK (Belajar Karir di Musik) Eps.1. Ia bersama dua musisi terpilih lainnya mendapatkan sesi mentoring menulis lagu sekaligus rekaman bersama produser musik Estu Pradhana dan solois Gabriel Mayo. Sesuatu yang belum pernah Allson dapatkan sebelum bergabung di Soundfren.

Sejauh ini, Allson sangat puas bergabung di Soundfren. Ia bisa mendapatkan job manggung dengan mengikuti submisi di aplikasi Soundfren. Hal yang paling ia sukai jika karya musiknya dikurasi dan lolos submisi.

#BikinJalanLo Versi Rachmad Rama Wicaksono (Retorika)


“Tampil di acara “Indie Air” merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Terima kasih Soundfren! – Rama (Retorika)”

Terjun ke dunia musik merupakan jalan yang dipilih salah seorang punggawa grup musik Retorika, Rachmad Rama Wicaksono. Terlebih saat ia dibuatkan studio musik, keseriusannya menekuni musik semakin menjadi.

Penggemar Brandon Urie ini memiliki cerita menarik saat mulai manggung di acara-acara musik. Salah satunya, saat ia bersama Retorika mengisi acara, mereka mendapatkan sambutan hangat dari penonton. Bahkan, tak jarang pula ia dihampiri oleh penonton yang menyukai musik Retorika hingga ia juga sering mendapatkan pesan di media sosial dari penggemarnya. Bagi Rama, apresiasi seperti ini sangat berarti dalam membangun semangat dan gairah bermusiknya.

Kehadiran teknologi yang serba canggih di era modern ini, tak terkecuali di industri musik membuat Rama semakin terbantu dalam membangun karir bermusiknya. Kehadiran Soundfren sebagai bagian kemajuan teknologi di industri musik tentunya tak dilewatkan oleh Rama. Soundfren membuatnya lebih mudah untuk mencari acara-acara musik dimana Retorika lebih punya kesempatan untuk tampil.

Retorika bergabung menjadi pengguna Soundfren dengan harapan bisa mendapatkan banyak relasi dan banyak tempat untuk tampil karena bagi pemilik mini album “True Story” ini sebagai musisi indie sangat butuh tempat untuk menampilkan karya. Harapan itu perlahan mulai terwujud. Retorika bisa mendapatkan panggung dengan tampil mengisi acara di program “Indie Air” yang ditayangkan oleh UseeTV lewat submisi yang diadakan lewat Soundfren.

Rama merasakan bahwa hadirnya Soundfren membawa perkembangan dalam karir bermusiknya. Selain itu, aplikasi Soundfren juga sangat mudah digunakan dan banyak acara-acara musik yang bekerjasama dengan Soundfren. Ia terus berharap agar Soundfren bisa  lebih sering menyediakan panggung terutama untuk band indie seperti Retorika.

#BikinJalanLo Versi Lastafternoon

“Band kami pertama kali manggung di 2020 dalam formasi baru lewat submisi di Soundfren – Lastafternoon”

Musik merupakan media untuk menyampaikan sesuatu dalam bentuk rasa. Begitulah penggambaran grup musik Lastafternoon tentang musik. Grup musik yang akhirnya berdamai pada genre alternative folk ini terinspirasi pada musik-musik The Beatles, The Stroke, The Cure, Blur, dan banyak lagi. Sejak terbentuk, Lastafternoon telah memiliki sebuah mini album yang diberi judul “Kisah Akar dan Bunga” serta beberapa single hits diantaranya Lantunan Rindu, Kotak Hitam, Bentala, dan yang terbaru Menerka Rencana. 

Karena keterbatasan ruang kreatif, hadirnya Soundfren sangat mempermudah grup musik asal Bandung ini untuk berkreasi. Soundfren hadir di tengah perkembangan teknologi yang tengah berkembang pesat sebagai salah satu solusi untuk insan musik. Bagi Lastafternoon, di Soundfren ada hal baru yang bisa dipermudah dalam melihat celah ruang bermusik.

Panggung perdana Lastafternoon di tahun 2020 dengan formasi baru didapat lewat Soundfren. Grup musik ini berhasil menjadi musisi terpilih acara Pasar Malam Rakyat setelah mengikuti submisi di aplikasi Soundfren. Panggung yang membuka jalan Lastafternoon menuju panggung-panggung musik lain yang lebih besar.

Lastafternoon berharap Soundfren selalu dapat membantu musisi-musisi baru yang sedang merintis karir dan dapat mempermudah mencari koneksi serta ruang kreatif. Selain itu Lastafternoon juga berharap agar aplikasi Soundfren dapat lebih mempermudah para pengguna untuk memanfaatkan semua fitur yang ada di dalamnya.

#BikinJalanLo Versi Dimas Pamungkas (Vokalis Frekuensi)

“Soundfren paham betul apa masalah yang harus kami hadapi. Kehadiran Soundfren benar-benar menjadi solusi untuk memperluas publikasi dan relasi kami di dunia musik – Dimas Pamungkas”

Sebelum terjun ke dunia musik, Dimas Pamungkas adalah seorang karyawan dengan rutinitas yang menurutnya kurang menarik. Langkah berani ia ambil saat memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempatnya bekerja dan mulai mengikuti apa kata hatinya yaitu bermusik. Dimas meninggalkan zona nyamannya dan mulai menyusun jalan hidup yang banyak orang ragukan kesuksesannya, tapi hal ini justru membuat Dimas senang karena bisa berbagi cerita dan mungkin dapat bermanfaat bagi orang lain lewat energi positif yang ia salurkan lewat lagu ciptaannya.

Setelah fokus di dunia musik, Dimas bersama grup musik Frekuensi telah banyak melahirkan karya lagu beraliran pop. Namun sayangnya, mereka belum begitu paham bagaimana cara menyebarluaskan karya agar dapat dinikmati semua orang. Di tengah kendala mereka dalam publikasi, Soundfren datang membawa solusi. Bagi Dimas, Soundfren paham betul apa masalah yang tengah hadapi sebagai band indie, yaitu relasi & publikasi. Kehadiran Soundfren benar-benar menjadi solusi untuk memperluas publikasi dan relasi Frekuensi di dunia musik. 

Soundfren sebagai salah satu wadah yang lahir dari kemajuan teknologi membawa Frekuensi lebih mudah dalam menghadapi tantangan di industri musik. Mereka semakin siap menghadapi perkembangan di dunia musik. Meski demikian perkembangan teknologi diibaratkan seperti dua sisi mata pisau, bisa sangat membantu tapi juga disisi lain dapat merugikan. Teknologi sangat membantu dalam hal publikasi, namun juga cukup merugikan jika pembajakan musik dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terus terjadi.

Bergabungnya Dimas bersama Frekuensi di Soundfren telah membawa angin segar bagi karir bermusik mereka. Penggemar dari Stars & Rabbit dan Sheila On 7 ini merasakan kecepatan Soundfren dalam merespon keluhan dan masalah band-band indie seperti respon terhadap relasi dan publikasi.

Dimas merasa bahwa ia sangat merasa terbantu dengan hadirnya Soundfren, Frekuensi jadi tahu apa yang harus dilakukan setelah memproduksi sebuah karya lagu dan bagaimana menampilkan pesan lewat lagu kepada orang banyak. Ini merupakan suatu kepuasan bagi musisi indie seperti Frekuensi.

Soundfren juga telah memberikan peluang kepada Frekuensi lewat submisi Indie Air. Berkat submisi yang diikuti, band yang hits dengan single  “Bungkam” ini bisa tampil di program Indie Air yang tayang di UseeTV.

Dimas berharap Soundfren bisa terus membantu mewadahi untuk para pelaku musisi indie. Kemudian, untuk kedepannya mudah-mudahan lebih banyak kerja sama yang dilakukan Soundfren dengan acara-acara musik agar  tentunya dapat memberikan banyak kesempatan berkarya kepada para musisi indie.

#BikinJalanLo Versi Rendra Dgembel (He-Man Band)

“Band saya sudah dua kali dilibatkan di acara yang bekerjasama dengan Soundfren dan selalu menyenangkan – Rendra Dgembel (Drummer He-Man Band)”

Terlahir dari keluarga musisi, Rendra Dgembel sudah tak asing dengan musik. Sang ayah adalah pemain keroncong yang masih aktif hingga saat ini. Sementara Rendra merupakan drummer dari grup musik He-Man Band. Rendra memulai perkenalannya dengan dunia musik saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saat itu ia mulai mendengarkan album “Appetite for Destruction” milik GnR dan “Generasi Biru” dari Slank. Sejak saat itu Rendra mulai mengidolakan kedua grup musik tersebut. Ia juga terinspirasi dari Van Hallen, 30s to Mars, AVA, hingga musisi Indonesia saat ini seperti Barasuara dan Pamungkas.

Selama bermusik, Rendra sudah banyak meraih pencapaian baik secara individu maupun bersama band. Banyak hal yang dianggap kecil bagi orang lain namun merupakan pencapaian yang berarti bagi dirinya. Mulai dari berfoto bersama musisi idola, mendapatkan tenda artis, main di panggung-panggung besar, memiliki album, dan namanya tertera sebagai pencipta lagu di album. Tentunya masih banyak pencapaian yang ingin ia raih dengan menekuni jalan di industri musik seperti membuat karya lebih banyak dan lebih baik lagi dengan memanfaatkan teknologi yang sudah semakin maju.

Bagi Rendra, musik dan teknologi adalah dua hal yang saling bersentuhan. Rendra juga merasa perlu bagi dirinya dan band untuk lebih memanfaatkan peran teknologi seperti aktif di media sosial dan aplikasi musik seperti Soundfren yang menjadi wadah untuk bisa terkoneksi dengan sesama musisi lain.

Dengan aktif di Soundfren, He-Man Band sudah dua kali terlibat dalam acara yang bekerjasama dengan Soundfren yakni “Kurasi Musik Vol.4” dan yang terbaru “Indie Air.” Bagi Rendra, Soundfren seperti matahari pagi, memberikan banyak harapan untuk sebuah hari yang panjang dan indah. Sebuah aplikasi yang menghubungkan para musisi saling kenal, berbagi, dan bekerjasama

Rendra berharap Soundfren dapat menjadi sebuah komunitas besar yang ikut maju bersama bersama para penggunanya dan selalu memiliki konten-konten menarik. Selain itu ia juga menaruh harapan agar Soundfren rutin memiliki acara besar setiap tahunnya yang dapat melibatkan para pengguna setianya.

#BikinJalanLo Versi Bartelemi

“Kami mendapat kesempatan untuk tampil di acara Indie Air karena mendaftar melalui Soundfren – Bartelemi

Dimulai dari mendengar berbagai genre musik, dilanjutkan dengan mulai mempelajari instrumen musik hingga kemudian membentuk sebuah band. Itulah awal perjalanan dari grup musik Ibukota, Bartelemi yang terdiri dari mereka yang memiliki cita-cita yang sama di dunia musik.

Di awal terjun ke industri musik, Bartelemi sempat mengalami kejadian kurang menyenangkan yaitu saat tak bisa check sound akibat hal teknis namun walau demikian mereka tetap melanjutkan penampilan sebagai pengisi acara. Kepuasaan para penonton yang hadir saat itu menjadi obat mujarab bagi Bartelemi. Langkah demi langkah baik pahit maupun manis di industri musik tetap mereka jalani hingga akhirnya manpu melahirkan karya yang tertuang lewat lagu “Raga” dan “Deru Waktu.”

Bagi grup musik yang terinspirasi dari The Beatles, Foo Fighter, Blur, Radiohead, dan Extreme ini perkembangan teknologi sangat membantu mereka dalam bermusik mulai dari proses rekaman hingga penampilan di atas panggung. Salah satu perkembangan teknologi yang bisa dirasakan langsung adalah lewat Soundfren

Sebelum bergabung dengan Soundfren, Gerry dkk menaruh harapan agar bisa mendapatkan informasi mengenai acara misik dan bisa berpartisipasi lebih sering di dalamnya. Harapan itu terbukti saat mereka bisa tampil di acara “Indie Air” yang ditayangkan melalui kanal Usee Prime di UseeTV.

Grup musik yang digawangi oleh Bob, Gerry, Batara, Afdha, dan Kiki ini menganggap bahwa Soundfren memiliki banyak fitur untuk menyebarkan karya dan ada fitur yang memberikan banyak informasi mengenai acara musik. Bartelemi berharap Soundfren bisa menjadi wadah untuk semua pemusik indie dan bisa membantu para musisi menyebarkan karya karya nya. Kedepannya Soundfren bisa lebih memperbanyak lagi aktivasi untuk para penggunanya agar karya mereka semakin luas dinikmati masyarakat luas.

Bikin Jingle Soundfren dan Menangkan Hadiah Jutaan Rupiah

Hai Fren! Soundfren mengadakan Lomba Bikin Jingle Soundfren nih, kontes berlangsung dari 12 Februari – 26 Maret 2020. Hadiahnya menarik loh, total Rp 15 juta untuk 3 pemenang. Tunjukkan kreatifitasmu, siapa tahu kamu pemenangnya. Berikut syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Syarat awal:

  1. Peserta berkewarganegaraan Indonesia
  2. Peserta terbuka untuk semua kalangan
  3. Peserta wajib memiliki akun Soundfren

Mekanisme kompetisi:

  1. Tema berhubungan dengan Soundfren, informasi mengenai Soundfren dapat cek disini.
  2. Membuat jingle dengan lirik yang di dalamnya terdapat kata-kata : Soundfren, Koneksi, Interaksi, Kolaborasi
  3. Genre yang dibawakan bebas dan memakai lirik Bahasa Indonesia
  4. Jingle bisa berupa acapela atau juga dapat menggunakan alat musik
  5. Jingle dapat diunggah mulai tanggal 12 Februari – 26 Maret 2020, melalui Instagram
  6. Panitia akan memilih 10 kontestan terbaik, yang akan diumumkan pada tanggal 31 Maret 2020 diakun media sosial Soundfren
  7. Sepuluh kontestan terbaik akan diunggah di Instagram Soundfren (@soundfren) dan selanjutnya akan melakukan proses voting  di Instagram Soundfren. Periode voting dari tanggal 31 Maret – 5 April 2020
  8. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 8 April 2020

Mekanisme partisipasi:

  • Follow Instagram @soundfren
  • Buat dan nyanyikan jingle Soundfren buatanmu dalam format video serta unggah di Instagram pribadimu
  • Durasi video maksimal 60 detik
  • Isi caption dengan judul jingle dan nama akun Soundfren serta hashtag #BikinJingleSoundfren
  • Mention @soundfren serta lima temanmu
  • Pastikan akun Instagram tidak privat

Penentuan Pemenang dan Hadiah:

  1. Soundfren akan memilih 1 pemenang dan 2 pemenang favorit
  2. Juara 1 diambil dari 10 jingle kontestan terbaik dan dinilai oleh dewan juri yang telah ditunjuk pihak Soundfren
  3. 2 Juara favorit dipilih lewat proses voting 10 jingle kontestan terbaik di Instagram Soundfren
  4. Penilaian pada konten berdasarkan video jingle yang paling menarik, kreatif dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh dewan juri
  5. Setiap pemenang akan mendapatkan hadiah ekslusif berupa uang tunai dari Soundfren
  6. Pengumuman akan dilakukan pada 8 April 2020 melalui akun media sosial Soundfren
  7. Pemenang akan dipilih oleh dewan juri berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan pada point sebelumnya
  8. Pemenang terpilih akan dihubungi langsung oleh pihak Soundfren. Apabila pemenang yang terpilih tidak dapat dihubungi dan/atau tidak mengirimkan konfirmasi dalam 7 x 24 jam setelah pengumuman, pemenang akan dianggap gugur tanpa pemberitahuan.

Lain-lain:

  • Kompetisi dapat dilakukan secara individu ataupun berkelompok.
  • Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu video jingle.
  • Setiap video jingle harus merupakan kreasi asli, tanpa pernah diperlombakan dalam kegiatan serupa lainnya.
  • Konten video tidak boleh mengandung unsur kekerasan, penggunaan obat-obatan terlarang, konten/aktifitas seksual, Politik, SARA atau terkesan menyinggung/menjelek-jelekkan pihak manapun.
  • Pihak Soundfren tidak bertanggung jawab jika ada pihak-pihak yang melakukan klaim atas teks, gambar, footage, maupun hal-hal yang dijadikan konten video dan diunggah oleh para peserta.
  • Penyelenggara memiliki hak untuk mengubah syarat dan ketentuan jika dianggap diperlukan, tanpa perlu ada pemberitahuan terlebih dahulu.
  • Program ini tidak dipungut biaya apapun.
  • Program ini tidak berlaku untuk karyawan Soundfren, dan seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan program ini.
  • Video dan segala informasi yang telah diunggah oleh peserta, sepenuhnya menjadi milik Soundfren, yang selanjutnya dapat dipergunakan sebagai iklan, event khusus, termasuk promosi penjualan, serta dapat dipasang di akun resmi media sosial milik Soundfren.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Dengan mengikuti kompetisi ini, maka peserta telah patuh pada segala syarat dan ketentuan yang berlaku

Hadiah:

Pemenang kompetisi yang berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebagai berikut :

Juara 1  mendapatkan uang tunai Rp 10 .000.000 dan 2 finalis mendapatkan masing-masing uang tunai Rp 2.500.000

*Pajak hadiah ditanggung pemenang.