LAGU ANDELAN NYETEM GITAR

#FrenInfo

Fren, buat kamu yang sering gitaran bareng temen pasti relate banget nih sama lagu-lagu ini. Lagu apa yang biasa kamu pake buat nyetem gitar, Fren?

  • Peterpan-Semua Tentang Kita. Lo tahu nggak? Bahkan, ketika kakeknya Ariel masih remaja dan suka nongkrong sama anak-anak warung deket rumah, beliau pun menyetem gitar pake lagu ini. Emang lagu ini adalah lagu paling cozy buat menyetem gitar. Pengamen, anak band, sampai Bob Dylan sekalipun mengakuinya.
  • Peterpan-Bintang di Surga. Diketahui saat Thom Yorke lagi manggung di Glastonbury ia sempat ngetes gitarnya pakai lagu ‘Bintang di Surga’, terutama buat ngetes senar bass 6.
  • Green Day-Warning. Layaknya lagu ‘Bintang di Surga’-nya Peterpan, lagu ini juga enak buat dipake menyetem kunci 6. Tapi, tahukah kalian, bahwa Billy Joe sang vokalis lebih senang menyetem pakai lagu ‘Semua Tentang Kita’ dibanding lagunya sendiri?
  • Kangen Band-Yolanda. Alternatif lain ketika bosen menyetem gitar pakai lagu Peterpan. 9 dari 10 pengamen melakukannya.
  • Creed-One Last Breath. Biasanya sih yang menyetem gitar pakai lagu ini sekalian pamer skill gitu deh.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

Pentingnya Peran Produser Musik dalam Proses Rekaman Bisma Karisma

Bisma Karisma & Lafa Pratomo

Dalam sebuah proses pengerjaan sebuah lagu atau album, peranan seorang produser musik sangatlah penting. Produser inilah yang diharapkan bisa menggali potensi artis untuk menghasilkan karya semaksimal mungkin.

Mulai dari memberi saran dan masukan terhadap aransemen lagu, mengarahkan vokal, pemilihan sound, meningkatkan kinerja musisi, sampai memastikan audio engineer melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.

Untuk itu, produser musik haruslah memiliki wawasan yang baik dalam bermusik, sehingga dia dapat mengarahkan dan memandu artis hingga melahirkan karya-karya terbaiknya.

Tidak hanya dalam segi aransemen dan komposisi musik, seorang produser juga sebaiknya memiliki pemahaman dan mempelajari alat-alat serta teknologi musik dan studio rekaman. Dikarenakan dalam setiap proses rekaman, produser juga ikut andil dalam mengawasi bahkan terkadang ikut langsung mengerjakan proses mixing dan mastering.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Lafa Pratomo, saat menjadi produser untuk karya terbaru dari Bisma Karisma yang berjudul Frekuensi, yang baru rilis pada 27 November 2020 kemarin. Tidak hanya mengurusi aransemen dan sound, Lafa bahkan mengaku ikut andil dalam penulisan lirik lagu.

“Di lagu ini saya intervensi cukup banyak. Sampai ke lirik lagu saya minta ditulis ulang,” akunya, di sesi Soundfren Connect yang berlangsung 26 November 2020 kemarin.

Meski begitu, Bisma Karisma, yang sebelumnya lebih dikenal lewat kiprahnya bersama boyband Smash, mengaku tidak ada masalah dan cenderung puas bekerja sama dengan Lafa sebagai produser.

Peranan produser ini rasanya cukup krusial dalam proses berkarya Bisma. Dia mengaku kalau sosok produser inilah yang membantu menjaga dan mengarahkan dalam proses pengerjaan agar hasil karyanya sesuai tujuan.

“Aku susah kerja sendiri dan butuh partner. Jadi aku ajak Lafa untuk produserin. Aku sih senang dan puas banget sama hasilnya. Sebagai produser, Lafa bisa ngertiin dan terjemahin musik yang aku tulis semaksimal mungkin,” ungkap Bisma.

Untuk mencapai hal itu, menjalin komunikasi dan membangun chemistry antara artis dan produser adalah salah satu kuncinya. Hal ini ternyata gampang-gampang susah untuk dilakukan. Terutama jika keduanya punya kesibukan yang padat dan waktu ketemu yang sedikit. Hal inilah yang membuat lagu ini sampai butuh 2 tahun untuk direkam.

“Pengerjaan lagu ini sampai dua tahun. Sebenarnya yang bikin lama karena ketahan project juga sih. Saya ngerjain Polka(wars), Bisma ngambil (job) film. Jadi ketemunya paling sekali dua bulan,” cerita Lafa.

Syukurnya, perjalanan selama dua tahun ini berakhir dengan kepuasan di kedua belah pihak. Baik Bisma sebagai musisinya, juga Lafa sebagai produser musik.

Balik ngomongin soal produser musik. Sebenarnya bagaimana sih kriteria dan syarat-syarat seorang produser musik yang baik? Untuk pertanyaan ini, Lafa punya jawabannya sendiri.

Menurutnya, kriteria produser musik adalah ketika orang tersebut bisa memproduksi musik, bisa merekam musik, bisa mengolah, punya rencana/ bayangan lagunya mau diapakan dan lalu mengeksekusinya sesuai bayangan.

“Nah, kalau produser musik yang baik itu kalau dia bisa mewujudkan hasil akhir lagunya sesuai proyeksi awal, dengan semaksimal atau sedekat mungkin,” kata Lafa.

“Untuk itu, kita harus punya pengetahuan produksi musik yang baik. Sekarang banyak caralah buat itu. Bisa dari ngobrol-ngobrol, baca-baca artikel, forum-forum musik, atau nonton youtube,” tambahnya.

So, sudah ada gambaran kan sekarang mengenai fungsi dan peran produser musik? Jadi, buat rekaman lagu berikutnya, mau cari produser atau mau jadi produser sendiri nih, Fren? (Erick) 

#BikinJalanLo Versi Tabibqiu

#BikinJalanLo

“Selain bersama Soul ID, saya juga melakukan kolaborasi dengan beberapa musisi. Terbaru saya berkolaborasi bersama Kunto Aji dalam lagu Sesali – Tabibqiu”

Sejak duduk di bangku SMP, Tabibqiu sudah tertarik pada musik rap. Ia juga rajin menciptakan karya khususnya di genre musik rap. Di tahun 2000, lagu ciptaannya berhasil masuk ke dalam kompilasi hiphop nusantara. 5 tahun berselang, ia bergabung dalam grup Soul ID dan semakin yakin bahwa musik adalah jalan hidupnya.

Bersama SOUL ID, Tabibqiu semakin banyak belajar memahami musik, khususnya bagaimana menciptakan karya yang bisa mewakili isi hatinya sekaligus dan bisa diterima oleh masyarakat luas. Selain bersama SOUL ID, penggemar dari Iwa K, Tuan Tigabelas, hingga Eminem ini juga banyak melahirkan karya. Tahun ini tepat di Hari Sumpah Pemuda, ia berkolaborasi dengan Rapper-Rapper Cirebon dan Tuan Tigabelas dalam lagu PERAHU PEMUDA. Terbaru, ia berkolaborasi bersama Kunto Aji di lagu SESALI.

Telah mengenal musik sedari kecil dan memasuki industri musik sejak tahun 2000 membuat Tabibqiu paham betul arus perkembangan teknologi di industri musik. Baginya, teknologi boleh berkembang pesat namun kolaborasi tetap yang terpenting dalam industri musik. 

Di Soundfren, Tabibqiu menemukan sebuah teknologi baru yang bisa menciptakan kolaborasi baru. Dengan memanfaatkan fitur ‘Project Collaboration’, Tabibqiu mencoba mencari partner “kolaboRAPsi” baru untuk rilisannya selanjutnya.

Meskipun saat ini ia belum menemukan partner yang pas, Tabibqiu berharap agar ke depannya bisa melahirkan cerita seru bermusiknya bersama Soundfren.

8 Musisi yang Pernah Berada dalam Jeruji

Musisi dalam Jeruji

Fren, tanpa bermaksud menyudutkan, hanya ingin menegaskan bahwa dibalik kehebatan para maestro musik ini, mereka juga manusia biasa yang kerap melakukan kesalahan. Namun, karya besar mereka adalah monumen yang akan selalu diingat sepanjang sejarah musik tanah air.

  • Ahmad Dhani. Pentolan Dewa ini divonis 1,5 tahun oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Januari 2019. Dhani dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian lewat media sosial dan langsung dijebloskan ke Penjara Cipinang.
  • Koes Plus. Dipenjara tanpa proses persidangan dengan tuduhan meracuni jiwa generasi muda dengan musik ngak-ngik-ngok. Dipenjara pada 29 Juni kemudian dibebaskan 29 September 1965.
  • Sammy Simorangkir. Mantan vokalis Kerispatih ini divonis setahun penjara pada Juni 2010 setelah kedapatan mengonsumsi sabu-sabu di kediamannya.
  • Yoyo. Berselang satu tahun dari kasus Sammy, Yoyo dijebloskan ke penjara karena mengonsumsi narkoba jenis sabu.
  • Fariz RM. Telah 3 kali ditangkap  karena kasus narkoba. Tahun 2007, 2015, dan 2018, Fariz harus menjalani hari-hari dari balik jeruji besi.
  • Ahmad Albar. Rocker gaek dari God Bless ini divonis 8 bulan penjara pada 25 Juni 2008 karena penggunaan narkoba. Selain itu, ia juga dituduh bersekongkol dengan buronan kasus narkoba.
  • Ariel. Divonis 3,5 tahun pada Januari 2011 setelah video rekaman percintaannya dengan Luna Maya dan Cut Tari tersebar luas di internet.
  • Andika. Mantan vokalis Kangen Band dibui pada tahun 2011 karena kasus narkoba. Di tahun 2013, Andika kembali mendekam di penjara karena membawa kabur seorang gadis di bawah umur.

Temukan fakta-fakta menarik seputar industri musik lainnya di Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Friday Morning

“Selain dapat kesempatan tampil, di Soundfren juga bisa belajar ilmu baru tentang musik dan bisa saling sharing antar musisi – Friday Music”

Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa bagi grup musik Friday Morning. Di tengah pandemi, Zaidan dkk mampu untuk tetap produktif dengan merilis dua buah single baru. Single perdana dengan judul yang sama dengan nama band dirilis pada Maret silam sementara single kedua ‘Hujan’ direncanakan meluncur pada 17 Desember mendatang.

Dengan teknologi yang serba canggih ini, proses perilisan karya Friday Morning menjadi selangkah lebih mudah. Khususnya di tengah pandemi yang sangat membatasi pertemuan tatap muka, Friday Morning banyak memanfaatkan internet untuk mencari agregator yang cocok, membuat artwork, membuat press release, mencari tahu tentang persiapan setelah release dan hal-hal lain terkait perilisan karya.

Menariknya, di tahun 2020 ini, Friday Morning juga untuk pertama kalinya tampil di gigs. Setelah sebelumnya fokus untuk membuat karya, Friday Morning berhasil keluar sebagai musisi terpilih Musdikum dan bisa tampil di channel Youtube Soundfren bersama musisi lainnya seperti Dimas Jimbo, Toji, dan David Priesky.

Bergabung dengan Soundfren tak hanya mendapatkan gigs perdana, Friday Morning juga jadi banyak belajar ilmu dunia industri musik di Indonesia dan bisa saling berbagi pengalaman antar musisi. Hal ini membuat Friday Morning jadi semakin mudah terkoneksi dengan para penggiat industri musik Indonesia.

Friday Morning berharap agar Soundfren bisa selalu memberikan dukungan kepada penggiat musik Indonesia. Salah satu caranya dengan semakin sering mengadakan submisi untuk menambah jam terbang teman-teman musisi.

Fakta Rihanna ‘Musisi Wanita Terkaya di Dunia’

Dua tahun berturut-turut Rihanna dinobatkan sebagai musisi wanita terkaya di dunia versi majalah Forbes. masuk dalam jajaran wanita terkaya self-made di Amerika Serikat. Kategori self-made sendiri diberikan pada sosok yang pundi-pundi kekayaannya didapatkan dari hasil usaha, dan bukan warisan. Selain fakta bahwa Rihanna adalah musisi wanita terkaya saat ini, ada beberapa fakta yang perlu kamu tahu, Fren!

  • Jumlah kekayaan melampaui Celine Dion. Dalam daftar yang dirilis Forbes, Rihanna mengungguli jumlah kekayaan dari Madonna (USD 550 juta/Rp8 triliun), Celine Dion (USD 455 juta/Rp6,5 triliun), Beyoncé (USD 420 juta/Rp6,1 triliun), Barbra Streisand (USD 400 juta/Rp4,8 triliun), Taylor Swift (USD365 juta/Rp5,3 triliun), dan Lady yGaga serta Jennifer Lopez yang masing-masing memiliki kekayaan sebesar USD 150 juta.
  • Aktif dalam aksi sosial. Rihanna adalah salah satu selebritis yang rutin terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Selama pandemi Covid-19, Rihanna terlibat dalam beberapa aksi penggalangan dana. Ia telah berdonasi lebih dari 8 juta USD atau setara dengan 117,7 miliar rupiah. Selain itu ia juga mendonasikan 1 juta USD untuk keluarga miskin di New York, 2,1 juta USD untuk korban kekerasan di Los Angeles, dan 5 juta USD yang disumbangkan melalui Clara Lionel Foundation.
  • Memiliki bisnis kosmetik. Di luar kesuksesan karir bermusiknya, Rihanna ternyata cukup handal dalam berbisnis. Fenty Beauty merupakan brand kosmetik yang ia miliki bersama rumah mode mewah LVMH.
  • Memiliki bisnis fashion. Tak hanya bergelut di bisnis kosmetik, RiRi juga mengelola lini fashion Savage X Fenty yang memproduksi pakaian dalam bekerja sama dengan TechStyle Fashion Group.
  • Sempat mengalami masalah keluarga. Di tengah kesuksesannya, Rihanna juga harus berjuang untuk mengatasi ayahnya yang seorang pecandu dan hubungannya bersama Chris Brown.

Itu dia beberapa fakta dari Rihanna, Fren! Cek aplikasi Soundfren untuk tahu fakta-fakta lain seputar musisi idola kamu.

#BikinJalanLo Versi Nosferal

“Soundfren bisa jadi tempat kami menemukan apa yang dibutuhkan – Nosferal”

Grup musik Nosferal selalu memiliki cerita tersendiri dalam setiap lagunya. Bahkan dalam album perdana mereka “Self-Titled” yang dirilis pada tahun lalu, ada cerita yang tersambung dari tiap lagunya. Diawali dengan single “The Girl Next Door” yang menceritakan rasanya jatuh cinta pada seorang gadis, dilanjutkan dengan “For The Last Time”, “What’s Your Favourite Things on Earth”, dan urutan lagu lain dalam album ini yang jika digabungkan akan menjadi satu cerita utuh.

Setelah merilis album perdananya, Nosferal kini tengah sibuk merampungkan mini album terbaru yang diberi judul “The Thin Line Between”. Bagi grup musik asal Jakarta ini, Nosferal merupakan sebuah kutukan, setiap mereka merilis lagu semuanya menjadi kenyataan. Namun, Nosferal percaya bahwa kutukan akan berakhir bila mereka menyelesaikan album secepatnya. Apa yang telah dimulai harus tetap diakhiri, begitu pula dengan sebuah lagu dan album.

Tentunya bukan hal mudah untuk merampungkan sebuah karya terutama di tengah situasi pandemi seperti ini. Dengan dukungan teknologi yang canggih, Nosferal tak kehilangan akal untuk bisa segera menuntaskan dan mempromosikan karya mereka ke khalayak luas. Nosferal menjajal beragam jaringan salah satunya lewat Soundfren.

Di Soundfren, Nosferal mencoba beragam fitur yang ada dari mulai berbagi ide dengan pengguna lain, menjajal fitur “Artist Spotlight” untuk mengenalkan karya mereka, mengikuti submisi yang pada akhirnya membawa mereka ke panggung Northern Virtual Stage di bulan lalu. Tentunya ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat berarti di tengah pandemi ini.

Besar harapan Nosferal agar Soundfren bisa terus menjadi wadah untuk para musisi mengenalkan karya hingga mendapatkan kesempatan manggung. Soundfren telah membuka jalan Nosferal untuk terus melaju dengan karya-karyanya di industri musik.

#BikinJalanLo Versi Septian Rahman

“Soundfren Connect telah memperluas cakrawala pengetahuan saya tentang dunia musik – Septian Rahman”

Septian Rahman mulai mengenal musik saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Di sana, ia dipertemukan dengan teman-teman yang memiliki minat sama pada musik. Sejak saat itu, Septian dan musik menjadi tak terpisahkan.

Septian yang menaruh minat pada gitar, fokus untuk memperdalam kemampuannya untuk menjadi seorang gitaris. Penggemar dari band Kotak ini tak henti untuk terus belajar dan belajar. Meski di tengah pandemi, Septian tetap terus mencoba produktif dan berkarya.

Bagi Septian, sejak mengenal musik, ia menjadi lebih banyak teman. Musik adalah bahasa universal yang mempertemukannya dengan banyak orang. Pandemi yang membuat kegiatan menjadi terbatas dan lebih sering berada di rumah, tak membuat Septian kehilangan akal untuk terus membangun relasi dan berkoneksi.

Septian mencoba melirik aplikasi Soundfren yang ia harapkan bisa menambah teman baru yang bisa ia ajak untuk berkolaborasi nantinya. Ternyata, bukan hanya sekedar koneksi yang ia dapat. Musisi asal Banjarmasin ini mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru setelah mengikuti webinar di Soundfren Connect.

Soundfren Connect telah membuka cakrawala pengetahuan tentang dunia musik yang lebih luas untuk seorang Septian. Tak ayal, ia rutin mengikuti sesi-sesi yang dihadirkan. Septian berharap agar ke depannya Soundfren dapat menjangkau lebih banyak lagi pengguna lewat fitur-fitur yang ada di dalamnya. Karena semakin banyak pengguna maka akan semakin banyak juga relasi yang terjalin serta kolaborasi yang lahir.

#BikinJalanLo Versi Yuly Erikabakti

“Setelah ikutan beberapa webinar di Soundfren Connect, saya bisa dapat ilmu baru tentang musik – Yuly “Sang Malam”

Yuly Erikabakti sudah menunjukkan ketertarikan pada musik sedari duduk di bangku sekolah dasar. Di kelas 5 SD, Yuly diminta untuk menjadi bassist dalam grup musik sekolahnya. Kemampuannya membetot bass sudah dikenal oleh orang-orang di sekitarnya. Memasuki SMP, Yuly tertarik untuk belajar menabuh drum. Lewat sang kakak dan temannya, Yuly berlatih untuk menjadi seorang drummer.

Kecintaan Yuly terhadap musik membawanya pada pencapaian-pencapaian spesial dalam hidupnya. Di tahun 2015, ia pernah merasakan sat panggung bersama sang idola, Purwacaraka dan Bob Tutupoli Tahun 2020, di tengah pandemi yang membuat sebagian orang memilih vakum, Yuly bersama grup band-nya, Sang Malam sukses merilis 2 lagu dengan materi yang telah dibuat 15 tahun silam.

Pencapaian yang didapat Yuly tentunya merupakan buah dari kerja kerasnya. Di tengah zaman yang modern dengan kecanggihan teknologi yang terus melesat, Yuly tak henti untuk memacu langkahnya dengan memperdalam kemampuan bermusik dan membangun relasi. Bagi penggemar Agung Gimbal ini, Soundfren telah membantunya menemukan apa yang ia butuhkan di musik, yakni kolaborasi, koneksi, dan informasi.

Aplikasi Soundfren memudahkannya memperbanyak jaringan di dunia musik. Ia juga bisa berkolaborasi, mendapat informasi acara musik, kenalan dengan musisi, hingga belajar banyak mengenai musik dan industrinya lewat Soundfren Connect. Selain aktif mengikuti webinar di Soundfren Connect, Yuly juga rutin mengikuti submisi yang membawanya bersama Sang Malam pada panggung BandungTeduh Virtual Event 2020.

Yuly telah mencoba semua fitur yang ditawarkan Soundfren. Baginya, semua fitur di aplikasi membawa dampak yang sangat positif. Yuly berharap agar Soundfren tak henti untuk terus memberikan fitur-fitur yang bermanfaat dan kreatif untuk para penggunanya.

Ini Fakta John Lennon yang Wajib Kamu Tahu

Kalau seandainya nggak ada peristiwa berdarah di bulan Desember 1980, tepat hari ini dirinya menginjak usia 80 tahun. Happy Birthday, John!

  • John Lennon, Si Anak Pramuka Penyuka Monopoli. John Lennon adalah anggota paduan suara di gereja St. Peter’s Church di Liverpool, Inggris. Selain itu ia juga merupakan anggota pramuka dan menjadi anggota pasukan pramuka ketiga Allerton Boy. Masa kecilnya cukup menyenangkan seperti kebanyakan anak lainnya. Bahkan hingga dewasa dan berkarya bersama The Beatles ia sering menghabiskan waktu bermain Monopoly. Ia sangat menyukai permainan ini dan sering ia mainkan saat berada di hotel ataupun pesawat.
  • Kemampuan Menyetir yang Buruk. Seorang John Lennon dikenal sebagai pengemudi yang buruk oleh teman-temannya. Lennon mendapat SIM-nya pada usia 24 tahun tepatnya pada 15 Februari 1965. Ia benar-benar menyerah dalam urusan mengemudi mobil ketika mengalami kecelakaan dan menghancurkan Aston-Martin pada tahun 1969 di Skotlandia. Saat itu ia sedang berkendara dengan istrinya Yoko Ono dan kedua anaknya Julian dan Kyoko. Kecelakaan itu mengakibatkan ia harus mendapatkan 17 jahitan. Sejak saat itu ia lebih memilih menggunakan supir ketika bepergian
  • Terakhir kali Lennon bertemu Paul McCartney pada tanggal 24 April 1976. Lennon dan McCartney sempat mengalami hubungan yang kurang baik dan memanas karena urusan kepemimpinan band tersebut. Lennon tidak senang jika McCartney mengambil alih kepemimpinan band itu dan membenci proyek-proyek yang dipimpin McCartney, seperti film Magical Mystery Tour dan Let It Be. Namun pada tahun 1976 tersebut McCartney mengunjungi apartemen Lennon di New York. Mereka menonton Saturday Night Live bersama dan seorang produser Lorne Michaels sambil bercanda menawari The Beatles 3000 dolar AS untuk datang di acara itu. Lennon dan McCartney hampir naik taksi ke acara tersebut, tetapi mereka tidak melakukannya. Jika terjadi, maka itu akan menjadi momen yang sangat bersejarah.
  • Ia adalah satu-satunya Beatle yang tidak sepenuhnya menjadi seorang vegetarian. Dimulai dari George Harrison sebagai orang pertama yang menjadi vegetarian dan pada tahun 1965 ia secara resmi menjadi vegetarian. Kemudian beberapa tahun kemudian diikuti oleh Paul McCartney karena alasan spiritual. Selanjutnya adalah Ringo yang menjadi vegetarian bukan karena alasan spiritual, seperti Paul dan George, tetapi karena masalah kesehatan. Lalu terakhir adalah Lennon yang tidak serius menjadi vegetarian dan ia selalu mencari berbagai cara agar bisa makan daging.
  • John Lennon benar-benar membenci suaranya sendiri. Masalah percaya diri memang bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali salah satu penyanyi terhebat dalam sejarah musik rock ini yang membenci suaranya sendiri. Lennon tidak menyukai suaranya dan suka mendengarkan ulang rekamannya dua kali. Dia sering meminta produser band, George Martin, untuk mengakali suaranya sambil berkata: “Can’t you smother it with tomato ketchup or something?”
  • Lennon tidak pernah puas dengan hasil rekaman The Beatles. Pada suatu malam setelah beberapa tahun band tersebut bubar Lennon bertemu dengan mantan produsernya, George Martin. Ia mengatakan padanya apakah mereka bisa mengulang rekaman untuk seluruh lagu The Beatles. Martin benar-benar terkejut dan bertanya kepadanya, “Bahkan untuk lagu ‘Strawberry Fields Forever’?”, lalu ia menjawab “Justru terutama lagu ‘Strawberry Fields Forever,'”. Dia tidak habis pikir mengapa Lennon ingin mengulang semua rekaman lagunya.
  • Orang terakhir yang diam-diam mengambil foto Lennon adalah seorang fotografer, Paul Goresh. Pada detik-detik akhir hidupnya, Lennon diketahui menandatangani sebuah album untuk orang yang akan membunuhnya beberapa jam kemudian. Momen itu diabadikan oleh fotografer amatir Paul Goresh pada 8 Desember 1980. Saat itu Lennon menandatangani salinan album terbarunya, Double Fantasy, untuk Mark David Chapman. Kemudian pada hari yang sama, saat Lennon kembali dari studio rekaman ia ditembak mati oleh Chapman, orang yang sama yang dengan baik hati dia tandatangani albumnya.

Itu dia beberapa fakta menarik seputar penyanyi legendaris John Lennon. Ketahui fakta-fakta lain tentang musisi idolamu lewat aplikasi Soundfren.