#BikinJalanLo Versi Rachmad Rama Wicaksono (Retorika)


“Tampil di acara “Indie Air” merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Terima kasih Soundfren! – Rama (Retorika)”

Terjun ke dunia musik merupakan jalan yang dipilih salah seorang punggawa grup musik Retorika, Rachmad Rama Wicaksono. Terlebih saat ia dibuatkan studio musik, keseriusannya menekuni musik semakin menjadi.

Penggemar Brandon Urie ini memiliki cerita menarik saat mulai manggung di acara-acara musik. Salah satunya, saat ia bersama Retorika mengisi acara, mereka mendapatkan sambutan hangat dari penonton. Bahkan, tak jarang pula ia dihampiri oleh penonton yang menyukai musik Retorika hingga ia juga sering mendapatkan pesan di media sosial dari penggemarnya. Bagi Rama, apresiasi seperti ini sangat berarti dalam membangun semangat dan gairah bermusiknya.

Kehadiran teknologi yang serba canggih di era modern ini, tak terkecuali di industri musik membuat Rama semakin terbantu dalam membangun karir bermusiknya. Kehadiran Soundfren sebagai bagian kemajuan teknologi di industri musik tentunya tak dilewatkan oleh Rama. Soundfren membuatnya lebih mudah untuk mencari acara-acara musik dimana Retorika lebih punya kesempatan untuk tampil.

Retorika bergabung menjadi pengguna Soundfren dengan harapan bisa mendapatkan banyak relasi dan banyak tempat untuk tampil karena bagi pemilik mini album “True Story” ini sebagai musisi indie sangat butuh tempat untuk menampilkan karya. Harapan itu perlahan mulai terwujud. Retorika bisa mendapatkan panggung dengan tampil mengisi acara di program “Indie Air” yang ditayangkan oleh UseeTV lewat submisi yang diadakan lewat Soundfren.

Rama merasakan bahwa hadirnya Soundfren membawa perkembangan dalam karir bermusiknya. Selain itu, aplikasi Soundfren juga sangat mudah digunakan dan banyak acara-acara musik yang bekerjasama dengan Soundfren. Ia terus berharap agar Soundfren bisa  lebih sering menyediakan panggung terutama untuk band indie seperti Retorika.

#BikinJalanLo Versi Dimas Pamungkas (Vokalis Frekuensi)

“Soundfren paham betul apa masalah yang harus kami hadapi. Kehadiran Soundfren benar-benar menjadi solusi untuk memperluas publikasi dan relasi kami di dunia musik – Dimas Pamungkas”

Sebelum terjun ke dunia musik, Dimas Pamungkas adalah seorang karyawan dengan rutinitas yang menurutnya kurang menarik. Langkah berani ia ambil saat memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempatnya bekerja dan mulai mengikuti apa kata hatinya yaitu bermusik. Dimas meninggalkan zona nyamannya dan mulai menyusun jalan hidup yang banyak orang ragukan kesuksesannya, tapi hal ini justru membuat Dimas senang karena bisa berbagi cerita dan mungkin dapat bermanfaat bagi orang lain lewat energi positif yang ia salurkan lewat lagu ciptaannya.

Setelah fokus di dunia musik, Dimas bersama grup musik Frekuensi telah banyak melahirkan karya lagu beraliran pop. Namun sayangnya, mereka belum begitu paham bagaimana cara menyebarluaskan karya agar dapat dinikmati semua orang. Di tengah kendala mereka dalam publikasi, Soundfren datang membawa solusi. Bagi Dimas, Soundfren paham betul apa masalah yang tengah hadapi sebagai band indie, yaitu relasi & publikasi. Kehadiran Soundfren benar-benar menjadi solusi untuk memperluas publikasi dan relasi Frekuensi di dunia musik. 

Soundfren sebagai salah satu wadah yang lahir dari kemajuan teknologi membawa Frekuensi lebih mudah dalam menghadapi tantangan di industri musik. Mereka semakin siap menghadapi perkembangan di dunia musik. Meski demikian perkembangan teknologi diibaratkan seperti dua sisi mata pisau, bisa sangat membantu tapi juga disisi lain dapat merugikan. Teknologi sangat membantu dalam hal publikasi, namun juga cukup merugikan jika pembajakan musik dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terus terjadi.

Bergabungnya Dimas bersama Frekuensi di Soundfren telah membawa angin segar bagi karir bermusik mereka. Penggemar dari Stars & Rabbit dan Sheila On 7 ini merasakan kecepatan Soundfren dalam merespon keluhan dan masalah band-band indie seperti respon terhadap relasi dan publikasi.

Dimas merasa bahwa ia sangat merasa terbantu dengan hadirnya Soundfren, Frekuensi jadi tahu apa yang harus dilakukan setelah memproduksi sebuah karya lagu dan bagaimana menampilkan pesan lewat lagu kepada orang banyak. Ini merupakan suatu kepuasan bagi musisi indie seperti Frekuensi.

Soundfren juga telah memberikan peluang kepada Frekuensi lewat submisi Indie Air. Berkat submisi yang diikuti, band yang hits dengan single  “Bungkam” ini bisa tampil di program Indie Air yang tayang di UseeTV.

Dimas berharap Soundfren bisa terus membantu mewadahi untuk para pelaku musisi indie. Kemudian, untuk kedepannya mudah-mudahan lebih banyak kerja sama yang dilakukan Soundfren dengan acara-acara musik agar  tentunya dapat memberikan banyak kesempatan berkarya kepada para musisi indie.

#BikinJalanLo Versi Bartelemi

“Kami mendapat kesempatan untuk tampil di acara Indie Air karena mendaftar melalui Soundfren – Bartelemi

Dimulai dari mendengar berbagai genre musik, dilanjutkan dengan mulai mempelajari instrumen musik hingga kemudian membentuk sebuah band. Itulah awal perjalanan dari grup musik Ibukota, Bartelemi yang terdiri dari mereka yang memiliki cita-cita yang sama di dunia musik.

Di awal terjun ke industri musik, Bartelemi sempat mengalami kejadian kurang menyenangkan yaitu saat tak bisa check sound akibat hal teknis namun walau demikian mereka tetap melanjutkan penampilan sebagai pengisi acara. Kepuasaan para penonton yang hadir saat itu menjadi obat mujarab bagi Bartelemi. Langkah demi langkah baik pahit maupun manis di industri musik tetap mereka jalani hingga akhirnya manpu melahirkan karya yang tertuang lewat lagu “Raga” dan “Deru Waktu.”

Bagi grup musik yang terinspirasi dari The Beatles, Foo Fighter, Blur, Radiohead, dan Extreme ini perkembangan teknologi sangat membantu mereka dalam bermusik mulai dari proses rekaman hingga penampilan di atas panggung. Salah satu perkembangan teknologi yang bisa dirasakan langsung adalah lewat Soundfren

Sebelum bergabung dengan Soundfren, Gerry dkk menaruh harapan agar bisa mendapatkan informasi mengenai acara misik dan bisa berpartisipasi lebih sering di dalamnya. Harapan itu terbukti saat mereka bisa tampil di acara “Indie Air” yang ditayangkan melalui kanal Usee Prime di UseeTV.

Grup musik yang digawangi oleh Bob, Gerry, Batara, Afdha, dan Kiki ini menganggap bahwa Soundfren memiliki banyak fitur untuk menyebarkan karya dan ada fitur yang memberikan banyak informasi mengenai acara musik. Bartelemi berharap Soundfren bisa menjadi wadah untuk semua pemusik indie dan bisa membantu para musisi menyebarkan karya karya nya. Kedepannya Soundfren bisa lebih memperbanyak lagi aktivasi untuk para penggunanya agar karya mereka semakin luas dinikmati masyarakat luas.

#BikinJalanLo Versi Delika

“Soundfren memberikan kami kesempatan manggung dan menawarkan peluang untuk berelasi lebih luas dengan para pelaku industri musik – Delika”

Passion. Satu kata yang menjadi awal mula Delika terbentuk. Semuanya bermula dari passion yang sama dalam berkarya di bidang musik dan ingin menciptakan karya yang abadi. Grup musik asal Jakarta yang telah memiliki karya musik bertajuk “Racau” dan “Tegar Bersandar” ini terinspirasi bermusik dari The Beatles, Bee Gees, Fleetwood Mac, hingga Mondo Gascaro.

Delika merekam sebagian besar rekamannya secara mandiri dengan peralatan terbatas di kamar kos salah seorang personilnya, Bagus. Semua perjuangan Delika terbayar saat memenangi kompetisi Levis Band Hunt 2018 untuk lagu “Racau” serta mendapatkan Best Folk Song untuk lagu “Tegar Bersandar” oleh American Track Music Award. Setelah itu, apa yang direkam Delika di kamar kost diproduksi ulang oleh Widi Puradiredja di Organic Records hingga dimastering oleh Geoff Pesche di Abbey Road Studio London.

Teknologi memudahkan jalan Delika untuk menyampaikan musik ke para pendengarnya. Dari sana, Delika banyak mendapat masukan mengenai pasar bermusik khususnya untuk genre yang diusung Delika. Kondisi industri musik yang sudah memasuki era digital membuat Delika semakin bersemangat menciptakan karya karena kesempatan untuk didengar orang bisa semakin luas. 

Bergabungnya Delika di Soundfren karena bagi Raya dkk Soundfren mampu menawarkan peluang untuk berelasi lebih luas dengan seluruh pelaku industri musik. Jadwal manggung Delika makin padat setelah menjadi pengguna Soundfren. Di awal tahun 2020 saja Delika sudah 3 kali mengisi acara diantaranya Kurasi Musik Vol.5, Manggung di Pasar, dan program musik “Indie Air” yang ditayangkan melalui kanal Usee Prime di UseeTV.