#BikinJalanLo Versi Local Trio

“Supaya yang denger lagu Local Trio makin banyak, kami coba untuk bawa ke platform digital salah satunya Soundfren – Local Trio”

Memiliki kesamaan senang menghibur di depan orang banyak dan terbiasa mengisi kekosongan menjadi awal dari terbentuknya Local Trio. Tak disangka, kini duo pop-funk asal Jakarta Selatan ini telah memasuki usia 7 tahun.

Selama tujuh tahun menapaki industri musik, Local Trio telah melahirkan beberapa karya musik dan menghiasi beragam panggung musik. Teranyar, Local Trio merilis single “Rindu” pada bulan Mei lalu. Bahkan Local Trio pernah berkolaborasi dengan penulis buku Ririe Bogar untuk single “Komentar Fisik Gak Asik”.

Tentunya bukan hal mudah bisa terus produktif melahirkan karya selama 7 tahun berjalan bersama di industri musik terlebih di tengah pandemi ini. Beruntung, kehadiran Local Trio didukung oleh kecanggihan teknologi yang masuk ke dunia musik. Teknologi seolah membantu pengagum dari Endank Soekamti ini untuk mengenalkan karya. Dengan terus mengikuti perkembangan zaman, Local Trio tak ragu untuk mengenalkan lagu-lagu mereka melalui platform digital.

Kehadiran Local Trio di dunia digital membuat karya mereka banyak didengar dan digemari hingga akhirnya terbentuk fan base yang dikenal dengan Local Squad. Sukses membuat Local Squad terpikat tak membuat Local Trio berhenti berinovasi dalam mengenalkan karya mereka. Beragam platform mereka jelajahi tak terkecuali Soundfren.

Local Trio menganggap bahwa Soundfren adalah aplikasi yang simpel tapi istimewa. Soundfren memiliki fitur untuk promosi karya dan memberikan Local Trio kesempatan manggung berskala nasional lewat Langit Musik dan Indie Air. Dengan begitu, penikmat karya Local Trio menjadi semakin banyak. Selalu mempesona untuk Soundfren dari Local Trio!

#BikinJalanLo Versi New17band


“Video clip dari lagu Rasa Yang Tlah Mati berhasil tayang di UseeTV dan membuat karya kami makin bisa dinikmati oleh banyak orang – New17band”

Dunia musik membuat masing-masing personel grup musik New17band menjadi diri mereka sendiri tanpa harus menjadi orang lain. Hal inilah mengapa mereka bergabung menjadi satu kesatuan yang sangat menyukai musik di New17band. Bagi grup musik asal Samarinda ini, siapa pun yang membuat musik menjadi aura positif itulah panutan mereka dalam bermusik.

Pandemi COVID-19 membuat strategi bermusik New17band mendadak berubah total. Tak ada lagi jadwal manggung yang padat merayap di setiap minggunya. Beruntung, kecanggihan teknologi membuat New17band bisa bertahan di tengah pandemi. Banyaknya konser maupun jamming-jamming daring hingga webinar interaktif permusikan yang diikuti masing-masing personelnya membuat mereka terus produktif dalam berkarya.

Teknologi sangat memudahkan New17band untuk mengarungi industri musik. Beragam platform musik digital mereka ikuti demi melancarkan karir di industri musik. Salah satunya dengan gabung di Soundfren.

Bagi New17band bergabung dengan Soundfren merupakan pencapaian yang lebih baik karena membuat karya mereka makin bisa dinikmati oleh siapapun. Terlebih setelah lolos submisi “Indie Air”, video musik “Rasa Yang Tlah Mati” bisa tayang di UseeTV dan ditonton banyak orang. Sebelumnya untuk menonton video clip ini hanya bisa dari YouTube. Hal ini membuat karya New17band menjadi lebih dikenal masyarakat luas.

New17band ingin agar Soundfren bisa selalu membuat terobosan baru untuk industri musik, membuat acara-acara yang menarik dan berkualitas. New17band juga berharap agar tampilan fitur-fitur di aplikasi bisa terus ditingkatkan dan makin banyak benefit untuk premium user Soundfren.


#BikinJalanLo Versi Grady Legacy

“Soundfren, hadirmu membuat musisi semakin beken! – Grady Legacy”

Musik sudah mendarah daging dalam diri Grady Legacy. Awalnya, ia hanya ikut mendengarkan musik saat mendiang sang kakak memutar lagu-lagu melalui Video CD. Terbiasa mendengarkan musik membuat Grady tertarik untuk mendalaminya khususnya mengenai permainan gitar. Apalagi saat itu, Grady banyak melihat aksi gitar dari musisi idolanya, Steve Vai.

Grady semakin serius untuk mempelajari gitar. Keseriusannya berbuah manis, ia sering mendapatkan penghargaan best guitar player pada kompetisi musik antar SMP. Puncaknya, saat ia duduk di bangku kelas X SMA di tahun 2009, Grady memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi gitar online yang diadakan Gitar Plus. Tekad Grady untuk ikut kompetisi semakin bulat saat ia tahu bahwa hadiah utama berupa satu set gitar. Selama ini Grady tak memiliki satu pun gitar pribadi meski telah bermain gitar sedari SMP. Keadaan ekonomi keluarga membuatnya tak bisa membeli gitar saat itu. Keinginan Grady untuk memiliki gitar akhirnya terwujud usai ia dinyatakan sebagai pemenang kompetisi tersebut.

Usai memiliki gitar sendiri, ambisi bermusik penggemar Tuan Tigabelas ini semakin besar. Grady terus memperdalam keahlian bermusiknya. Grady pernah bermimpi untuk bisa masuk dapur rekaman dan memiliki video musik sendiri. Semangat dan kerja kerasnya berbuah hasil. Kini, ia sedang dalam proses pembuatan video musiknya yang keempat. Bahkan video musiknya yang berjudul “Gigih” ditayangkan UseeTV melalui program “Indie Air” usai Grady keluar sebagai salah satu musisi terpilih dari submisi yang diadakan oleh Soundfren.

Selama bermusik, banyak pencapaian yang telah Grady raih. Ia banyak memenangkan beragam penghargaan musik dari tingkat sekolah hingga nasional, memiliki video musik sendiri, hingga memiliki penggemar. Hal ini tak membuatnya berpuas diri. Di tengah kecanggihan teknologi yang berkembang begitu pesat, Ia selalu memperbaiki kualitas bermusiknya apapun situasi dan kondisinya.

Selain terus berbenah dalam produksi karya musiknya, Grady juga aktif menambah relasi dan koneksi bermusik, salah satunya dengan bergabung di Soundfren. Pilihannya bergabung dengan Soundfren tak salah, ia merasa sangat terbantu untuk mempublikasikan karya-karyanya. 

Bagi Grady, Soundfren merupakan aplikasi yang sangat spesifik sebagai wadah untuk penggiat musik. Di Soundfren, ia bisa sharing tentang alat musik, recording, kompetisi, edukasi seputar musik, sampai event musik. Tentu ini sangat membantu Grady untuk mengenalkan karya musiknya lebih luas lagi.

Grady berharap dengan hadirnya Soundfren, semua karya musiknya bisa semakin tersebar luas, ia ingin Indonesia bisa mendengar karyanya.  Grady juga berharap agar Soundfren selalu memberikan kesempatan untuk musisi indie seperti dirinya agar bisa menjadi musisi besar. Karena mimpinya dan banyak teman-teman musisi ialah bisa hidup dari karya dan berkontribusi untuk dunia musik. 

#BikinJalanLo Versi Hinar Titah

Fitur-fitur dalam aplikasi Soundfren gak cuman untuk promosi tetapi juga berbagi info soal musik. Keren! – Hinar Titah”

Saat duduk di bangku sekolah dasar dan melihat banyak kakak kelas memainkan musik, Hinar Titah mulai tertarik untuk mengenal musik. Ia memulai dengan mempelajari alat musik gitar. Seiring waktu, ia juga mendalami vokal yang bisa mendukung karir bermusiknya.

Sekarang, penggemar dari John Mayer ini telah memiliki beberapa single lengkap dengan video musiknya yang diunggah lewat platform media sosial. Bahkan untuk video musik “Berlibur Sendiri” telah ditayangkan di program Indie Air di UseeTV usai Hinar Titah terpilih sebagai salah satu peserta submisi yang diadakan di Soundfren. Selain bermusik, ia juga terlibat dalam beberapa proyek film pendek.

Karya musik Hinar Titah cepat dikenal oleh masyarakat luas dengan adanya teknologi yang semakin canggih di industri musik. Menurutnya, perkembangan teknologi sudah pasti sangat membantu musisi seperti dirinya yang bergerak secara independen dari proses produksi sampai tahap promosi. Hal ini membuat semua musisi memiliki peluang yang sama untuk dikenal luas di masyarakat.

Dari kecanggihan teknologi, jalan bermusik musisi asal Balikpapan ini semakin mulus. Meski tak mudah, ia terus mencari peluang lewat platform-platform digital tak terkecuali menjajal Soundfren. Bagi Hinar Titah, Soundfren beda dari aplikasi lain, fitur-fitur dalam aplikasi Soundfren tidak hanya untuk wadah promosi karya tetapi juga berbagi info dan lain-lain soal musik. 

Setelah bergabung dengan Soundfren, Hinar Titah banyak mendapatkan teman dari sesama musisi yang ia harapkan kedepannya bisa membantunya belajar lebih dalam soal apapun di dunia musik saat ini. Hinar Titah berharap agar Soundfren terus ada dan selalu menyediakan fitur-fitur yang senantiasa mendukung karir musik para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi Smokeguns

“Kami lebih mudah mempromosikan karya atau mendapat info manggung lewat canggihnya teknologi, salah satunya lewat Soundfren – Smokeguns”

Terlahir untuk mendengar melodi nada dengan detak jantung bagaikan tempo, musik adalah jiwa bagi Smokeguns.  Hidup bersama musik adalah hal yang menghubungkan para personel Smokeguns. Bahagia rasanya saat bisa menghibur orang banyak dengan melihat mereka bergembira lewat musik-musik karya Smokeguns.

Bagi para personel Smokeguns, menghibur orang dengan karya mereka adalah sebuah pencapain tersendiri yang tak ternilai. Penyuka musik-musik Koesplus, Dewa19, Iwan Fals, Led Zeppelin, The Tielman ini merasa bahwa menghibur orang semakin mudah dengan segala kecanggihan teknologi yang tersedia di era sekarang. Mereka lebih mudah mempromosikan karya-karya atau mendapat info manggung lewat canggihnya teknologi. Salah satunya lewat Soundfren.

Pemilik single Kita Semua Sama ini menganggap Soundfren adalah suatu wadah para penggiat musik yang hebat dan Smokeguns ingin menjadi salah satunya untuk menambah dan berbagi ilmu.  Dengan menjadi pengguna Soundfren, Smokeguns ingin musik mereka lebih bisa dikenal berbagai kalangan dari muda hingga tua. Dengan terpilih di program “Indie Air” di UseeTV, harapan Smokeguns perlahan mulai terwujud. Video musik bertajuk “Pagi” yang ditayangkan UseeTV menjadi semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Smokeguns selalu berharap agar Soundfren dan Smokeguns selalu bisa menjadi lebih baik untuk industri musik tanah air. Soundfren bisa semakin mewadahi para penggiat musik dan Smokeguns bisa lebih mengenalkan karya-karya ciptaan mereka.

#BikinJalanLo Versi Antonio Bennarivo


“Soundfren gak cuman bikin karya saya makin dikenal, tapi juga saya bisa dapat ilmu baru tentang musik setelah ikutan Soundfren Connect di masa pandemi ini – Antonio Bennarivo”

Sebagai insan manusia, sudah menjadi lumrah jika terkadang tak tahu cara untuk mengekspresikan diri. Begitu pun dengan Antonio Bennarivo. Awalnya ia bingung tak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan emosinya. Beragam kegiatan ia coba hingga akhirnya membawanya pada musik. Lewat musik, Antonio menemukan cara untuk meluapkan lautan emosinya sebagai manusia. Lewat musik, ia mulai mengekspresikan kegundahannya lewat karya.

Kini, karya-karya Antonio telah terbingkai dalam sebuah mini album yang ia beri nama “September Music”. Selain menyanyikan langsung karya musiknya, penggemar Ed Sheeran ini juga bertindak sebagai composer sekaligus instrumentalist.

Di usianya yang masih muda, merilis mini album tentunya menjadi sebuah pencapaian tersendiri. Selain tentunya ia bisa mendapatkan pengalaman berada satu panggung dengan musisi idola seperti MarcoMarche. Usai memiliki mini album, Antonio tentunya tak berhenti untuk menciptakan karya-karya baru sekaligus mempromosikan karya yang telah dirilis.  Lewat media sosial, panggung ke panggung, hingga kolaborasi dengan sesama musisi telah Antonio lakukan untuk mengenalkan karyanya. Tak terkecuali, ia juga mencoba aplikasi untuk para penggiat musik, Soundfren.

Pemilik lagu “Sahabatku” ini merasa jika Soundfren sangat sesuai dengan kebutuhannya. Target yang sesuai dengan segmentasi untuk karyanya menjadi salah satu alasan Antonio bergabung bersama Soundfren. Di Soundfren, ia aktif mencoba beragam fitur yang ada. Sejauh ini Antonio telah berhasil lolos submisi sebanyak dua kali. Pertama, ia sukses menjadi pengisi acara di “Acoustic and Poetry Night at Merari Studio” di awal tahun 2020. Terbaru, video musiknya ditayangkan di program “Indie Air” di UseeTV.

Tak ketinggalan Antonio juga mengikuti kegiatan terbaru yang diadakan Soundfren selama pandemi, yakni Soundfren Connect. Tak tanggung-tanggung, 3 sesi ia ikuti salah satunya sesi bersama Ale (personil WSATCC & The Adams) yang membahas “How to be Creative in Career”.

Bagi Antonio, ilmu-ilmu yang ada di Soundfren Connect sangat berisi dan berkelas sehingga sangat bermanfaat baginya. Ia juga akan selalu  mengikuti webinar interaktif yang diadakan Soundfren kedepannya. Sebagai pengguna setia Soundfren, Antonio Bennarivo berharap agar aplikasi ini dapat terus berkembang. Selain itu, ia juga menginginkan agar Soundfren selalu membangun interaksi dengan para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi Rangga Pranendra

“Kedepannya saya berharap bersama Soundfren akan lebih banyak lagi orang yang mendengar karya-karya ciptaan saya – Rangga Pranendra”

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Rangga Pranendra telah menunjukkan ketertarikannya pada musik. Awalnya ia melihat teman sekelasnya yang kini telah menjadi musisi, Dimas Wibisana sedang mengisi acara di sekolah. Rangga kemudian mulai belajar musik bersama Dimas dengan harapan bisa ikut manggung. Setiap pulang sekolah, Rangga mempelajari hal-hal tentang musik di rumah Dimas. Dimulai dengan belajar memetik gitar hingga berlatih vokal. 

Kerja keras Rangga sedari berseragam putih merah berbuah hasil, kini ia telah memiliki single dan tampil di berbagai panggung. Bahkan belum lama ini, video musik miliknya telah tayang di UseeTV dan UseeTV GO lewat program “Indie Air”.

Rangga yang baru saja merilis single bertajuk “Manis Berbahaya” mengaku jika musik-musiknya banyak dipengaruhi oleh L’Arc-en-Ciel dan Sheila on 7. 

Rangga yang telah mengarungi musik sejak kecil mengalami beberapa momen-momen yang tak bisa lupakan dan akan terus diingat sebagai bagian dari jalan bermusiknya. Ada masa di mana hidup Rangga didedikasikan terhadap sebuah idol group lokal kecintaannya, JKT48. Saking berdedikasinya, lagu-lagu yang ia buat tidak lepas dari elemen mereka. Alhasil, sampai sekarang nama Rangga Pranendra tidak bisa lepas dari embel-embel JKT48. Kecanggihan teknologi membuat Rangga semakin mudah mengakses segala hal tentang idolanya yang kemudian dijadikan sumber inspirasi.

Bicara tentang musik dan teknologi, selain mempermudahnya mencari inspirasi, Rangga merasa sangat terbantu dengan teknologi yang bersinggungan dengan musik seperti platform digital yang memudahkan lagu-lagu karyanya untuk sampai ke telinga para pendengar bahkan ke orang-orang yang tidak ia kenal. Salah satu platform yang ia manfaatkan adalah layanan streaming musik dan juga tentunya Soundfren.

Kehadiran Soundfren membantu Rangga untuk meraih impiannya di industri musik. Walau masih terhitung sebagai pengguna baru, namun Rangga telah merasakan manfaat kehadiran Soundfren salah satunya adalah dengan terpilih untuk meramaikan program “Indie Air”. Rangga berharap bersama Soundfren akan semakin banyak orang yang mendengar lagu-lagu yang ia ciptakan.

#BikinJalanLo Versi Andreas Sinaga


“Kini koneksi bermusik saya semakin luas dan video klip saya bisa tayang di Indie Air, UseeTV – Andreas Sinaga”

Darah seni yang mengalir pada diri Andreas Sinaga menjadikannya seorang musisi. Lahir dari orang tua musisi dan sering melihat para musikus tampil membuat Andreas mengambil jalan untuk berkarir di dunia musik.

Selama menjalani karir di industri musik, penggemar dari Stevie Wonder dan Tulus ini selalu berusaha menarik perhatian di depan khalayak ramai. Baginya, ini merupakan awal untuk membuat cerita menarik dalam karir bermusiknya. Andreas juga berkeyakinan ia mampu membawa hal baru dalam musik. Hal ini ia buktikan dengan merilis beberapa single di antaranya “Hadirat Rasa”, “InKromatik”, dan Pemilik Kisah”.

Sadar jika bakat saja tak cukup untuk membuatnya sukses di industri ini, Andreas terus memperdalam wawasannya. Belajar berimprovisasi dengan alat-alat musik dan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang semakin maju adalah langkah yang ia lakukan sejauh ini untuk menghadapi kerasnya dunia musik.

Setiap hari, penyanyi sekaligus penulis lagu ini selalu mengeksplorasi hal-hal baru salah satunya adalah dengan mencoba bergabung di Soundfren. Kecepatan arus informasi di era teknologi yang kian maju membawa Andreas mengenal Soundfren dan menjelajahi semua fitur di dalamnya. Hingga akhirnya, video klip terbarunya “Hadirat Rasa” disaksikan jutaan penonton usai tayang di Indie Air UseeTV dan dapat disaksikan ulang via aplikasi UseeTV GO.

Selain memberikan kesempatan untuk tampil, Soundfren juga telah membuat koneksi bermusik Andreas semakin luas dan membuat suasana dalam sosialisasi bermusik lebih menarik. Andreas berharap agar Soundfren selalu memberi hal baru dan hal yang baik untuk para pengguna setianya.

#BikinJalanLo Versi Biru Tamaela

”Soundfren menjadi jawaban akan segala kebutuhan dan keinginan kami di industri musik – Biru Tamaela”

Biru Tamaela adalah empat orang yang bertemu di sebuah sekolah menengah kejuruan di Balikpapan. Seusai lulus, musik mempertemukan mereka kembali hingga akhirnya bersatu dalam sebuah grup musik bernama Biru Tamaela.

Setelah terbentuk, Biru Tamaela mulai menciptakan karya-karya yang bersumber dari ketulusan dan kepolosan pemikiran masing-masing personilnya. Mereka pun mulai melangkah lebih jauh di industri musik dengan mengenalkan musik khas Biru Tamaela ke publik dan rajin mengisi panggung-panggung musik.

Fajar, Ardi, Erce, dan Adit sangat mengapresiasi apabila pesan yang mereka sisipkan pada karya-karya Biru Tamaela dapat tersampaikan kepada para pendengar. Setiap bait mampu menggema di kepala pendengar dan hingga dapat dihafalkan. Mendengar penonton dapat mengikuti kata demi kata dari lagu yang dilantunkan membuat Biru Tamaela merasa bangga dan terkadang merinding dibuatnya. Terkadang ada beberapa orang yang tidak sungkan untuk berbagi pengalaman pada saat mendengar karya-karya Biru Tamaela dan membagikannya lewat pesan singkat di media sosial. Hal ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi Biru Tamaela dan sang gadis kecil.

Grup musik yang terinspirasi dari Efek Rumah Kaca, Stars and Rabbit, dan Fourtwnty ini beranggapan jika musik akan terus mengalami perkembangan dan improvisasi yang bahkan tidak terprediksi perkembangan ke depannya akan seperti apa. Melihat perspektif ini, Biru Tamaela akan selalu terus belajar dengan tetap menjadi seperti apa yang akan mereka inginkan di dunia musik, salah satu caranya dengan bergabung di Soundfren.

Dengan bergabung di Soundfren, Adit dan rekannya berharap dapat menemukan teman-teman baru yang bisa menambah wawasan bermusik mereka. Di Soundfren, pemilik single “Tak Mampu” ini mencoba membuka koneksi baru untuk mempromosikan karya-karyanya agar dapat didengarkan oleh khalayak luas serta menambah teman dan kawan seprofesi.

Usaha Biru Tamaela dalam mempromosikan karya mereka di Soundfren mulai membuahkan hasil positif usai video musik mereka tayang di program “Indie Air” yang tayang di UseeTV dan disaksikan masyarakat seluruh Indonesia serta bisa diputar ulang melalui UseeTV Go. Biru Tamaela berharap agar bisa terus meroket di industri musik sejalan dengan meroketnya Soundfren sebagai aplikasi untuk para penggiat musik.

#BikinJalanLo Versi Senja di Cakrawala

“Setelah gabung di Soundfren dan video musikalisasi puisi “Dua Orang Tua Minum Teh” tayang di program “Indie Air” UseeTV, kami jadi lebih dikenal publik – Senja di Cakrawala”

Banyak tempat yang indah untuk memulai cerita, tak terkecuali di teater. Pertemuan tak disengaja itu kemudian melahirkan grup musikalisasi puisi bernama Senja di Cakrawala. Ketertarikan masing-masing personelnya akan dunia musik membuat Senja di Cakrawala mulai melahirkan karya. Bahkan belum lama ini, video musikalisasi perdana “Dua Orang Tua Minum Teh” telah disaksikan jutaan pasang mata lewat program “Indie Air”.

Karya yang lahir dari Senja di Cakrawala banyak terinspirasi dari beberapa musisi tanah air seperti Payung Teduh dan White Shoes and The Couples Company. Semangat untuk melahirkan karya bersama seolah tak pernah padam dari grup musikalisasi asal Pulau Dewata ini. Panggung-panggung teater menjadi jalan pembuka Senja di Cakrawala berkiprah di dunia seni.

Selain memanfaatkan panggung teater untuk ajang promosi karya, Senja di Cakrawala juga tentunya memanfaatkan kecanggihan dunia teknologi yang terus berkembang. Tak ingin karam sebelum berlabuh, mereka banyak melakukan promosi karya melalui platform digital termasuk Soundfren.

Bagi grup musikalisasi ini, Soundfren cukup sering mengadakan acara-acara musik yang bisa menjadi kesempatan untuk menambah jam terbang mereka di industri musik. Hal ini tentunya akan membuat Senja di Cakrawala semakin dikenal luas bukan hanya oleh target pasar tertentu saja.

Di Soundfren, Senja di Cakrawala benar-benar memanfaatkan dengan baik semua fitur yang ada dan beberapa submisi musik pun mereka ikuti. Hingga akhirnya, karya mereka terpilih untuk ditayangkan di program “Indie Air” di UseeTV yang bisa disaksikan masyarakat luas. Kini, Senja di Cakrawala mulai dikenal publik. Senja di Cakrawala sangat merasa terbantu khususnya untuk bagian promosi. 

Ke depannya mereka berharap Soundfren bisa terus mendukung para musisi agar bisa terus berkarya dan bertahan di industri musik.