Recording Dulu dan Sekarang

Terima kasih kepada teknologi, kini rekaman di rumah bisa terdengar profesional.

Kira-kira 25-30 tahun ke belakang, bisa merekam sebuah lagu dengan proper adalah hal yang mewah. Kita harus menyewa studio rekaman yang memiliki peralatan canggih nan mumpuni, dengan harga sewa yang relatif mahal.

Saat itu, pilihan studio juga belum terlalu banyak. Untuk merekam sebuah demo saja kita harus mem-booking dari jauh-jauh hari untuk mendapatkan jadwal kosong. Pasalnya, band-band yang sedang mengerjakan album biasanya mem-block jadwal studio langsung satu bulan ke depan. Jadi selain biaya yang tidak murah, jadwal studio pun masih harus rebutan.

Lantas, kenapa nggak rekaman di rumah aja?

Well, kecuali kita super kaya dan mampu membeli alat-alat recording seperti mixerpreampcompressorspeakermic, dan hardwarehardware lainnya, rekaman di rumah hanyalah mimpi siang bolong, Fren.

Tapi, zaman sudah berubah. Terima kasih kepada teknologi yang semakin canggih, kini rekaman bukan lagi suatu hal yang sulit untuk dilakukan, bahkan bisa dilakukan di rumah. Analog berganti digitalHardware-hardware rekaman yang besar-besar, kini bertransformasi dalam bentuk software yang praktis.

Tapi kan, kalo yang analog pasti lebih bagus daripada software

Hmm.., kayaknya anggapan itu sudah tidak valid lagi. Saat ini, perkembangan teknologi digital yang semakin canggih dan detail membuat kualitas rekaman yang dihasilkan sudah sangat baik, dan bisa bersaing dengan hasil rekaman analog yang cenderung lebih kompleks.

Enaknya lagi, semuanya serba simple dan praktis. Cukup bermodalkan laptop yang mumpuni, audio interface/ soundcardsoftware DAW lengkap dengan plugin VST mutakhirberkarya musik kini bisa dikerjakan di mana saja.

Yang disebut belakangan itu penting. Virtual Studio Technology alias VST adalah plugin yang kita gunakan di dalam Digital Audio Workstation (DAW) kita, yang bisa membantu kita memilih sound yang kita inginkan. Software ini bisa menyimulasikan suara dari hardware seperti ampli, mic, dan lain-lain tanpa kita harus memiliki hardware tersebut.

Kebayang nggak, kalau dulu seorang gitaris ingin merekam track gitar clean menggunakan ampli Fender Twin Reverb, lalu ingin mengambil suara drive menggunakan ampli VOX AC 30, dan distorsi melalui Mesa Boogie, dia harus memiliki semua amplinya atau mencari studio rekaman yang menyediakan semua ampli tersebut. Ini belum ngomongin efek rack unit yang beratnya puluhan kilogram.

Sekarang? Rasanya udah jarang kita dengar gitaris mengeluh sakit punggung karena keseringan mengangkat gear yang berat-berat. Karena semua sudah serba portable dan praktis. Segala jenis sound lengkap dengan variasi miking dan simulasi ruangan sudah bisa kita dapatkan lewat plugins ini.

Karena pentingnya VST inilah, jadi kita harus dengan cermat memilih VST yang sesuai dengan kebutuhan kita. Salah satu plugins yang bisa diandalkan adalah keluaran KUASSA. Mereka punya VST, Audio Units, Rack Extension digital guitar amp, dan mixing – mastering effect plug-ins software yang keren.

Nah, kabar gembira untuk para audio engineer atau gitaris, di acara Soundfren Connect tanggal 28 Juli 2020 mendatang, teman-teman dari KUASSA akan membagikan tips untuk merekam gitar yang profesional. Yes! KUASSA adalah produk asli Indonesia.

Di acara ini nantinya, Wisnu Ikhsantama (Produser, Sound Engineer, Musisi Soundpole Studio/ Glaskaca) dan Rayhan Noor (Gitaris & Produser Glaskaca, Lomba Sihir, Martials) akan membahas topik-topik seru seperti mengaplikasikan suara efek gitar dalam sebuah lagu, layering gitar dan harmonisasi gitar dalam aransemen, sampai memaksimalkan kreativitas dalam penggunaan efek gitar.

Seru kan? Makanya, jangan sampai ketinggalan, Fren. Kalau kamu musisi atau produser atau engineer atau tertarik dengan produksi musik, kamu wajib ikutan. Langsung saja daftar sekarang, mumpung biaya pendaftarannya lagi diskon dari 100 ribu jadi cuma 35 ribu rupiah. Untuk info lebih lengkap, bisa cek di sini. Berangkat, Fren!(Erick)

Foto : Soundtrap on Unsplash

Tips Memilih Softcase Gitar

Fren, biar lebih mudah nenteng gitar ke mana-mana, softcase gitarnya juga harus sesuai. Dengan softcase gitar yang sesuai, gitar pun jadi lebih aman jika dibawa-bawa.

  • Pilih Softcase yang Sesuai dengan Ukuran Gitar. Jangan sampai kesempitan atau juga kebesaran. Jika terlalu besar menyebabkan gitar bergeser yang akan mengakibatkan rusaknya gitar. Sementara, kalau kesempitan gitarnya enggak bisa dibungkus, dan sudah pasti rawan terkena benturan.
  • Pilih Softcase Gitar yang Punya Banyak Tali. Maksudnya memiliki banyak tali, kamu akan memiliki banyak alternatif pilihan untuk membawanya. Jika terdapat tali bahu, tas bisa dibawa dengan disampirkan pada satu bahu. Jika ada model dua tali maka akan mudah dibawa layaknya tas ransel. Selanjutnya, apabila softcase memiliki tali disamping maka ada pilihan untuk dibawa dengan dijinjing.
  • Pilih softcase gitar yang ada saku tambahan. Softcase gitar yang punya banyak saku akan memudahkan kamu untuk menyimpan beberapa aksesoris lain terkait gitar. Bisa saja kamu menaruh kabel jack, lap pembersih, senar gitar cadangan, atau alat-alat lainnya. Bila tidak ada saku atau kantung tambahan, kamu diharuskan memiliki wadah lain untuk membawa aksesoris gitar tersebut. Artinya, akan menambah kesulitan kamu saat akan membawa gitar kesayangan. Pilih saja yang praktis.

Itu tadi beberapa tips untuk memilih softcase gitar yang tepat untuk alat musik gitar kamu. Kamu juga bisa cari referensi lewat Soundfren, kamu bisa tanya-tanya dengan posting status di aplikasi.

Mengenal Jenis Gitar Akustik

Fren, meski terlihat sederhana, ternyata alat musik gitar juga memiliki banyak varian lho. Contohnya pada alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik ini kita mengenal dua jenis varian, yaitu gitar elektrik dan gitar akustik. Varian akustik pun dipecah menjadi beberapa jenis lagi, sesuai dengan karakter suara dan jenis musiknya.

  • Steel String Guitar.Ini merupakan jenis gitar akustik yang paling banyak digunakan dan dimiliki oleh para gitaris. Kelebihan dari steel string guitar adalah banyaknya pilihan model dan juga harga. Sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan selera dan juga isi dompetmu. Salah satu ciri gitar ini adalah ukurannya yang compact dan memiliki neck yang ramping.
  • Gitar Tipe Standar. Berbeda dengan tipe steel string, gitar akustik tipe standar memiliki bodi yang satu setengah kali lebih tebal dan juga lebih besar. Bagi gitaris pemula, mungkin akan sedikit kesulitan memainkannya karena memiliki ukuran yang besar. Namun gitar tipe standar memiliki volume suara yang lebih tinggi.
  • Acoustic Electric Guitar.Jenis gitar ini sebenarnya sama dengan tipe steel series ataupun standar. Perbedaannya gitar ini sudah memiliki pickup elektrik, sehingga bisa dimainkan menggunakan amplifier tambahan. Modelnya pun mirip-mirip dengan gitar elektrik, karena memiliki leher dan bodi yang ramping. Jenis gitar ini disarankan untuk kamu yang baru saja mulai belajar memainkan alat musik gitar.
  • Silent Guitar.Bagi kamu yang sering bermain gitar akustik di malam hari, dan tidak ingin orang lain terganggu karena suara gitarmu yang lumayan besar, silent guitar adalah salah satu alternatif yang harus kamu coba. Gitar jenis ini memiliki memiliki soket yang dapat disambungkan dengan headphone atau earphone, dan amplifier. Sehingga kamu bisa mengatur keras/tidaknya volume yang keluar dari gitar.

Nah, jadi jenis gitar akustik mana nih yang kamu punya Fren? Kamu juga bisa ngobrol-ngobrol seputar pergitaran ini di aplikasi Soundfren!

Mengenal Macam-Macam Efek Gitar

Fren, mungkin terkadang kamu masih suka ngerasa bingung, apa bedanya efek gitar overdrive dan delay, lalu jenis-jenis karakter dari efek gitar lainnya. Nah, untuk itu yuk, kita kenalan sama efek-efek gitar yang mungkin sering kamu jumpai, Fren! Apa efek gitar andelan kamu?

Efek gitar secara umum terbagi menjadi dua : stompbox dan digital. Namun untuk musisi professional biasanya menggunakan audiosystem yang mana dirancang tertata di rak, tertanam di ampli atau menggunakan Kemper (alat rekam simulasi suara amplifier). Berikut beberapa karakter efek gitar yang perlu kalian ketahui.

  • OVERDRIVE

Diawali dengan memilih overdrive. Menjelaskan macam drive perlu waktu seharian karena termasuk rumit dan banyak macamnya, namun disederhanakan saja klasifikasinya menjadi:

  1. Low gain overdrive pada dasarnya hanya memberi sedikit Colour (warna) drive untuk gitar kita. Jadi bisa di alih fungsikan menjadi booster.
  2. Medium gain pada dasarnya sudah memberi colour drive agak pekat ke dalam sound gitar kita, sehingga cocok digunakan untuk riff yang ringan.
  3. High Gain Overdrive adalah efek gitar yang benar benar signifikan dalam hal colouring nya, biasa kita sebut distorsi dan fuzz.
  • DELAY

Selanjutnya , efek gitar bernama Delay (hasil copy suara yang dihasilkan sebelumnya). Klasifikasinya ada 2 macam yaitu Digital dan Analog. Fungsi dan karakternya masing masing berbeda. Jika permainan gitar kita menuntut adanya delay yang stabil, jelas, dan stagnan maka pilihlah digital delay. Namun jika permainan gitar kita hanya membutuhkan delay sebagai layer, memperluas ambience, dan tebal,  maka pilihlah analog delay.

  • REVERB

Lalu dalam memilih Reverb (simulasi ruangan) maka kenalilah macam macam reverb. Ada Hall, spring, plate, room, dan shimmer. Belakangan ini shimmer yang paling terkenal diantara gitaris yang suka musik semacam Coldplay, Radiohead, Sigur ros, dll. Pada dasarnya shimmer adalah simulasi Pad yang biasa digunakan untuk layer pada keyboard, sehingga menimbulkan ambience yang begitu lebar.

  • MODULATION

Efek modulation (seperti chorus, flanger, vibrato, tremolo, harmoniser dll) adalah pemanis di permainan gitar kita. Dalam memilih chorus, terbagi juga menjadi 2 yaitu analog chorus dan chorus biasa (digital). Fungsinya seperti doubling, seolah kita memainkan dua gitar bersamaan. Untuk flanger seperti efek pesawat jet sewaktu melintas di atas kepala kita. Yang biasa menggunakan ini adalah Eddie Van Halen. Tremolo berfungsi membuat sound gitar kita terpatah-patah. Bagus untuk membuat suasana semakin dramatis. Sementara harmoniser adalah efek yang memecah nada yang kita hasilkan menjadi interval interval yang dinamis.

  • COMPRESSOR

Alat ini sangat membantu mem-fokuskan fingertone kita. Selain itu juga mengatur kestabilan permainan pada saat mengorek nada nada di gitar. Compressor juga bisa digunakan sebagai colour dalam permainan gitar kita.

  • NOISE GATE & SUPPRESSOR

Distorsi yang keras membawa noise yang banyak juga. Dengan noise suppressor, hilang semua noise yang ada. Ini berpengaruh untuk kejernihan permainan gitar, kecuali memang noise yang dibuat disengaja untuk memberi kesan berantakan.

Nah itu dia Fren beragam macam efek gitar. Kamu bisa ngobrol atau sharing seputar topik ini dengan sesama pengguna Soundfren lewat aplikasi. Dengan begitu, wawasan kamu tentang dunia pergitaran makin tambah banyak deh!