Pentingnya Mendokumentasikan Karya Musik di Era Digital

Bukan sekadar gimmick, tapi merupakan tools yang powerful untuk pembentukan citra, menaikkan popularitas, bahkan menjadi alternatif saluran pemasukan tambahan untuk musisi.

Di era digital saat ini, menjadi musisi tidak lagi semata-mata membuat lagu, rilis album, dan manggung. Ada hal lain yang jadi perhatian dan harus dilakukan, terutama jika kita ingin terus eksis dan mengembangkan karir bermusik kita. Yaitu adalah pendokumentasian karya, baik berupa foto atau video.

Harus diakui, kalau saat ini dokumentasi video atau foto memainkan peranan penting dalam perjalanan bermusik suatu band atau musisi. Bukan hanya sekadar gimmick, tapi telah menjadi tools yang powerful untuk pembentukan citra, menaikkan popularitas dan kredibilitas, bahkan lebih besar lagi, bisa menjadi alternatif saluran pemasukan lain untuk kita para musisi.

Ya, jika digarap dengan serius dan maksimal, konten dokumentasi kita ini bisa di-monetize dan menghasilkan. Contohnya adalah lewat video youtube yang dipasangkan ads, atau bekerja sama dengan brand untuk support di produk dokumentasi kita tersebut. 

Dahsyat kan? Dokumentasi tergarap, promosi band tercapai, plus ada potensi pemasukan tambahan. Kurang apa lagi coba? 

Selain itu, yang paling mendasar adalah bahwa dokumentasi musik ini merupakan rekam jejak suatu band/ musisi yang bisa dilihat, dievaluasi, dan dijadikan referensi atau pembelajaran dari musisi lain. 

Dengan begitu banyaknya manfaat dari pendokumentasian karya musik ini, jadi jangan heran kalau band-band besar selalu membawa official photograper dan videographer untuk mendokumentasikan mereka di atas panggung, di dalam studio, dan lain sebagainya.

Belum punya tim video atau foto? Jangan berkecil hati, Fren. Hal ini tidak harus dikerjakan sendiri kok. Pendokumentasian ini juga bisa dilakukan bekerjasama dengan content creatormusik yang memang sudah eksis ataupun masih merintis. Kolaborasi semacam ini malah bisa membangun simbiosis mutualisme antara keduanya. Si musisi mendapatkan pendengar baru dan karyanya terdokumentasikan dengan baik, di sisi lain content creator mendapatkan konten, tentunya.

Hasil dokumentasi ini juga selain di-publish di youtube atau media sosial si musisi, juga bisa bekerja sama dengan akun-akun media sosial musik lain, seperti @soundfren, untuk membantu penyebaran kontennya.

Nah, kalau kamu ingin lebih tau lagi mengenai pendokumentasi karya musik ini, kayak bagaimana memulainya, bagaimana cara menjual karya dokumentasi kita di media digital, dan tips-tips penting lainnya, kamu wajib ikutan Soundfren Connect yang akan berlangsung tanggal 27 Juli 2020 pukul 19.30 mendatang. Akan ada Dimas Wisnuwardono dari Sounds From The Corner yang berbagi infonya di sini. 

Webinar bertajuk “Mendokumentasikan Karya Musik di Era Digital” ini bekerja sama dengan Kuassa & Sounds From The Corner. Kulik detail infonya di sini. Sampai ketemu tanggal 27 ya, Fren! (Erick)

Foto : Dokumentasi Sound From The Corner