#BikinJalanLo Versi Rendra Dgembel (He-Man Band)

“Band saya sudah dua kali dilibatkan di acara yang bekerjasama dengan Soundfren dan selalu menyenangkan – Rendra Dgembel (Drummer He-Man Band)”

Terlahir dari keluarga musisi, Rendra Dgembel sudah tak asing dengan musik. Sang ayah adalah pemain keroncong yang masih aktif hingga saat ini. Sementara Rendra merupakan drummer dari grup musik He-Man Band. Rendra memulai perkenalannya dengan dunia musik saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saat itu ia mulai mendengarkan album “Appetite for Destruction” milik GnR dan “Generasi Biru” dari Slank. Sejak saat itu Rendra mulai mengidolakan kedua grup musik tersebut. Ia juga terinspirasi dari Van Hallen, 30s to Mars, AVA, hingga musisi Indonesia saat ini seperti Barasuara dan Pamungkas.

Selama bermusik, Rendra sudah banyak meraih pencapaian baik secara individu maupun bersama band. Banyak hal yang dianggap kecil bagi orang lain namun merupakan pencapaian yang berarti bagi dirinya. Mulai dari berfoto bersama musisi idola, mendapatkan tenda artis, main di panggung-panggung besar, memiliki album, dan namanya tertera sebagai pencipta lagu di album. Tentunya masih banyak pencapaian yang ingin ia raih dengan menekuni jalan di industri musik seperti membuat karya lebih banyak dan lebih baik lagi dengan memanfaatkan teknologi yang sudah semakin maju.

Bagi Rendra, musik dan teknologi adalah dua hal yang saling bersentuhan. Rendra juga merasa perlu bagi dirinya dan band untuk lebih memanfaatkan peran teknologi seperti aktif di media sosial dan aplikasi musik seperti Soundfren yang menjadi wadah untuk bisa terkoneksi dengan sesama musisi lain.

Dengan aktif di Soundfren, He-Man Band sudah dua kali terlibat dalam acara yang bekerjasama dengan Soundfren yakni “Kurasi Musik Vol.4” dan yang terbaru “Indie Air.” Bagi Rendra, Soundfren seperti matahari pagi, memberikan banyak harapan untuk sebuah hari yang panjang dan indah. Sebuah aplikasi yang menghubungkan para musisi saling kenal, berbagi, dan bekerjasama

Rendra berharap Soundfren dapat menjadi sebuah komunitas besar yang ikut maju bersama bersama para penggunanya dan selalu memiliki konten-konten menarik. Selain itu ia juga menaruh harapan agar Soundfren rutin memiliki acara besar setiap tahunnya yang dapat melibatkan para pengguna setianya.

#BikinJalanLo Versi The Others

“Dengan adanya Soundfren banyak musisi indie seperti kami dapat terbantu untuk lebih dikenal penikmat musik di luar sana” – The Others

Berawal dari pertemanan di lingkungan yang sama akhirnya terbentuklah grup musik bernamakan The Others. Sebagai founder, gitaris sekaligus penulis lagu, Dewan bertemu dengan Harry yang suka menyanyikan lagu-lagu ciptaan Dewan. Seiring berjalannya waktu, The Others menambah personil yang berlandaskan pertemanan dan semangat bermusik yang sejalan.

Pencapaian 1000 views video musik dalam waktu 2 minggu merupakan sebuah pencapaian yang akan terus diingat oleh grup musik yang mengidolakan D’loid, Pambers, Dewa, dan Broeri Marantika ini. Sekilas pencapaian ini terdengar biasa saja dikalangan musisi namun tidak bagi The Others, terlebih saat itu musik mereka belum terlalu dikenal.

Bagi pemilik single “Shadow of Me”, musisi zaman sekarang harus terus beradaptasi dan mengikuti perkembangan diera digital ini. Salah satu hal yang dilakukan oleh Dewan dkk untuk mengikuti perkembangan sekaligus menambah wawasan tentang musik adalah dengan bergabung di Soundfren. Selain itu, bergabungnya The Others di Soundfren juga untuk menjadi bagian dari perkembangan kemajuan dan warna warni musik tanah air.

Bagi The Others, Soundfren telah memberikan pengaruh positif dalam kemajuan langkah bermusik seperti dapat menjadi salah satu musisi terpilih diacara Kurasi Musik Vol. 2 bulan September silam. Banyak musisi indie yang akhirnya karyanya bisa didengar oleh para penikmat musik. Grup band ini berharap agar Soundfren dapat terus berkembang dan melakukan langkah-langkah positif untuk mewarnai industri musik Indonesia.