#BikinJalanLo Versi Adinda Karima Nurafila

“Lewat Soundfren, aku bisa menambah ilmu baru terkait musik yang bisa menginspirasi aku buat bikin karya – Adinda”

Sejak kecil, Adinda Karima Nurafila sudah gemar bernyanyi. Sadar akan bakat dan talentanya, Adinda terus memperdalam kemampuan bermusiknya. Hasilnya, 2 medali lomba paduan suara internasional dan 1 medali lomba paduan suara nasional berhasil digenggamnya.

Bagi penggemar dari Pamungkas dan Nadin Amizah ini kegigihan dan kerja keras adalah salah satu faktor yang membuatnya tetap terus bisa berkarya disamping kecanggihan teknologi yang cukup membantunya untuk memproduksi dan promosi karya. Terlebih setelah ia mengenal Soundfren. Adinda jadi bisa menambah relasi dengan orang-orang musik dari berbagai daerah yang selama ini tidak terjangkau olehnya.

Adinda yang kini tergabung dalam Niagara Akustik merasa bahwa di Soundfren ia lebih mudah terkoneksi karena para penggunanya memiliki ketertarikan yang sama di bidang musik. Ia juga jadi bisa menambah ilmu baru terkait musik yang bisa memberinya inspirasi.

Lebih jauh lagi, setelah mengenal Soundfren, Adinda bisa terlibat dalam sebuah forum diskusi bersama teman-teman di Soundfren. Ia juga sudah mendapatkan partner untuk berkolaborasi. Adinda berharap Soundfren bisa terus berkembang dan semakin banyak orang-orang yang bergabung.

#BikinJalanLo Versi Collegium

#SemudahItu Promosikan Karya di Soundfren

“Sedikit banyak nama Collegium juga mulai terekspos berkat Soundfren yang suka bantu promoin karya kami! – Collegium”

Tahun 2018 menjadi tahun yang spesial bagi Collegium. Di tahun tersebut, Deni, Boni, dkk memutuskan untuk membuat grup band bernama Collegium. Band ini lahir dari ketertarikan para personelnya akan musik-musik Jepang dan Korea.  

Sejak terbentuk, grup musik ini telah melahirkan 2 single yakni ‘Sebuah Kisah’ dan ‘Aflah’. Bahkan di tahun ini, Collegium juga tengah mempersiapkan  3 lagu untuk sebuah soundtrack film.

Meski terhitung baru di industri musik, Boni dkk telah merasakan panggung-panggung besar seperti tampil di “BIG BANG FEST 2019 Main Stage”, dan “InsertLive JPOP”. Panggung musik ini mereka dapatkan berkat promo melalui media sosial.

Kecanggihan teknologi sungguh berperan besar bagi perjalanan Collegium. Selain bisa mendapatkan panggung dengan bermodal internet, Collegium juga merasakan manfaat lain dari teknologi. Dalam membuat lagu, masing-masing personelnya mengirim track lalu disinkronkan dan digabungkan menjadi satu. Kecanggihan teknologi ini sangat membantu Collegium khususnya di tengah pandemi yang membuat orang susah untuk bertemu.

Teknologi juga yang mempertemukan Collegium dengan Soundfren. Di Soundfren, Collegium banyak mendapatkan relasi baru, membangun koneksi untuk bisa melangkah lebih jauh lagi di dunia musik, dan memiliki wadah yang tepat untuk menampung karya. Keaktifan Collegium di aplikasi membuat mereka masuk ke dalam jajaran pengguna teraktif sepanjang tahun 2020 versi Soundfren.

Bagi Collegium, Soundfren ini unik dan baru pertama kali ada aplikasi seperti ini di Indonesia. Collegium berharap agar Soundfren selalu bisa menjadi wadah untuk teman-teman musisi agar dapat banyak kesempatan tampil membawakan lagu sendiri.

#BikinJalanLo Versi Diki Herdian

#SemudahItu di Soundfren

“Di Soundfren, jadi makin banyak bertemu dengan orang-orang baru dengan passion yang sama di bidang musik – Diki Herdian”

Diki Herdian sudah jatuh cinta pada musik. Ia menemukan kebahagiaan saat mendengar musik dan bisa tampil menghibur banyak orang. Untuk mendukung kecintaannua pada musik, Diki sempat mengikuti les vokal. Namun tak sedikit omongan miring yang ia dapat saat mengikuti kelas musik. Cibiran yang didapat Diki kala itu, ia jadikan sebagai pemacu untuk terus bekerja keras di musik. 

Jalan yang ditempuh Diki di jalur musik bisa dibilang terjal. Namun, semangatnya tak pernah kendur. Usaha kerasnya mulai menemui jalan terang saat ia bisa tampil di salah satu acara musik yang ditayangkan tv nasional. Terbaru, ia akan merilis single teranyarnya di tanggal 11 Desember 2020.

Buah manis yang mulai Diki rasakan dalam karir bermusiknya tak lepas dari pengaruh kecanggihan teknologi. Di era digital ini, ia jadi lebih mudah untuk mempublikasikan karyanya di platform streaming, menemukan partner bermusik, dan mendapat tempat manggung. Diki semakin merasakan pengaruh kecanggihan teknologi saat ia bergabung di Soundfren dan menemukan banyak benefit yang berdampak untuk karir musiknya.

Awalnya ia tak mengira bisa mendapatkan kesempatan manggung lewat Soundfren. Diki merasa karyanya bisa diapresiasi dengan tampil di acara Mula Jamming. Tak hanya itu, dari sana ia jadi semakin banyak bertemu dengan orang-orang baru dengan passion yang sama di bidang musik. Diki berharap agar kedepannya akan ada panggung-panggung lagi untuk dirinya lewat Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Friday Morning

“Selain dapat kesempatan tampil, di Soundfren juga bisa belajar ilmu baru tentang musik dan bisa saling sharing antar musisi – Friday Music”

Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa bagi grup musik Friday Morning. Di tengah pandemi, Zaidan dkk mampu untuk tetap produktif dengan merilis dua buah single baru. Single perdana dengan judul yang sama dengan nama band dirilis pada Maret silam sementara single kedua ‘Hujan’ direncanakan meluncur pada 17 Desember mendatang.

Dengan teknologi yang serba canggih ini, proses perilisan karya Friday Morning menjadi selangkah lebih mudah. Khususnya di tengah pandemi yang sangat membatasi pertemuan tatap muka, Friday Morning banyak memanfaatkan internet untuk mencari agregator yang cocok, membuat artwork, membuat press release, mencari tahu tentang persiapan setelah release dan hal-hal lain terkait perilisan karya.

Menariknya, di tahun 2020 ini, Friday Morning juga untuk pertama kalinya tampil di gigs. Setelah sebelumnya fokus untuk membuat karya, Friday Morning berhasil keluar sebagai musisi terpilih Musdikum dan bisa tampil di channel Youtube Soundfren bersama musisi lainnya seperti Dimas Jimbo, Toji, dan David Priesky.

Bergabung dengan Soundfren tak hanya mendapatkan gigs perdana, Friday Morning juga jadi banyak belajar ilmu dunia industri musik di Indonesia dan bisa saling berbagi pengalaman antar musisi. Hal ini membuat Friday Morning jadi semakin mudah terkoneksi dengan para penggiat industri musik Indonesia.

Friday Morning berharap agar Soundfren bisa selalu memberikan dukungan kepada penggiat musik Indonesia. Salah satu caranya dengan semakin sering mengadakan submisi untuk menambah jam terbang teman-teman musisi.

#BikinJalanLo Versi Niki Ariestya

“Terima kasih buat Soundfren Connect yang menemani kehidupan selama pandemi! – Niki Ariestya

Kebahagiaan saat mendengarkan musik membuat Niki Ariestya menjadi gemar mengulik lagu. Dengan banyak belajar dari internet, Niki banyak mengulik lagu-lagu musisi favoritnya. 

Dengan berawal dari sering mendengarkan musik, mengulik lagu musisi idola, dan menonton konser-konser musik, Niki kini menjadikan musik sebagai salah satu sumber penghasilannya. Mengelola semacam komunitas dan festival musik menjadi rutinitas Niki sekarang. Dari pekerjaannya ini, Niki jadi mendapat banyak pengetahuan baru. Ia juga jadi tahu jika ternyata industri musik tidak hanya bermain musik atau ngeband, tapi ada banyak hal-hal di belakang layar yang menarik minatnya.

Kecintaan Niki pada musik membuatnya selalu semangat mempelajari hal-hal baru tentang musik. Niki banyak mengikuti sesi webinar salah satunya lewat Soundfren Connect yang infonya ia dapatkan dari media sosial salah satu pembicara, Henry Foundation. Merasa pas dengan materi yang akan dibawakan, Niki pun tak ragu untuk mengikuti webinar di Soundfren Connect. Bahkan hingga saat ini, Niki sudah mengikuti 4 sesi webinar bersama Soundfren.

Bagi Niki, dengan mengikuti Soundfren Connect ia jadi banyak mendapatkan pengetahuan baru yang berkaitan dengan musik dan sebenarnya juga bisa diterapkan di hal-hal lain. Niki berharap agar Soundfren Connect bisa terus ada karena masih sangat jarang program sejenis yang menarik seperti ini. “Terima kasih buat Soundfren Connect yang menemani kehidupan selama pandemi!”

#BikinJalanLo Versi Local Trio

“Supaya yang denger lagu Local Trio makin banyak, kami coba untuk bawa ke platform digital salah satunya Soundfren – Local Trio”

Memiliki kesamaan senang menghibur di depan orang banyak dan terbiasa mengisi kekosongan menjadi awal dari terbentuknya Local Trio. Tak disangka, kini duo pop-funk asal Jakarta Selatan ini telah memasuki usia 7 tahun.

Selama tujuh tahun menapaki industri musik, Local Trio telah melahirkan beberapa karya musik dan menghiasi beragam panggung musik. Teranyar, Local Trio merilis single “Rindu” pada bulan Mei lalu. Bahkan Local Trio pernah berkolaborasi dengan penulis buku Ririe Bogar untuk single “Komentar Fisik Gak Asik”.

Tentunya bukan hal mudah bisa terus produktif melahirkan karya selama 7 tahun berjalan bersama di industri musik terlebih di tengah pandemi ini. Beruntung, kehadiran Local Trio didukung oleh kecanggihan teknologi yang masuk ke dunia musik. Teknologi seolah membantu pengagum dari Endank Soekamti ini untuk mengenalkan karya. Dengan terus mengikuti perkembangan zaman, Local Trio tak ragu untuk mengenalkan lagu-lagu mereka melalui platform digital.

Kehadiran Local Trio di dunia digital membuat karya mereka banyak didengar dan digemari hingga akhirnya terbentuk fan base yang dikenal dengan Local Squad. Sukses membuat Local Squad terpikat tak membuat Local Trio berhenti berinovasi dalam mengenalkan karya mereka. Beragam platform mereka jelajahi tak terkecuali Soundfren.

Local Trio menganggap bahwa Soundfren adalah aplikasi yang simpel tapi istimewa. Soundfren memiliki fitur untuk promosi karya dan memberikan Local Trio kesempatan manggung berskala nasional lewat Langit Musik dan Indie Air. Dengan begitu, penikmat karya Local Trio menjadi semakin banyak. Selalu mempesona untuk Soundfren dari Local Trio!

#BikinJalanLo Versi Bassrange Music

“Lewat beragam fitur di aplikasi, membuat kami terasa mudah untuk menambah wawasan bermusik serta membangun relasi – Bassrange Music”

Melihat teman-teman di bangku SMP bisa dengan begitu mahir memainkan gitar membuat Az-Zahir tertarik untuk bisa memetik gitar. Di kelas 9 SMP, akhirnya ia memutuskan untuk mempelajari musik khususnya gitar. Sebelumnya ia tidak pernah belajar musik seserius itu.

Hingga kini, musik seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya. Usai lulus dari SMA, Az-Zahir melanjutkan pendidikannya di Universitas Pendidikan Indonesia dengan menempuh jurusan Pendidikan Seni Musik. Di kampus, ia bertemu dengan teman-teman yang memiliki minat yang sama di musik hingga akhirnya lahir sebuah grup musik bernama Bassrange Music.

Bassrange Music hadir dengan memberikan nuansa baru untuk industri musik. Dengan menggabungkan aransemen alat musik modern dan tradisional dalam beberapa karyanya, Bassrange Music menambah semarak warna musik Indonesia. Dengan dukungan teknologi yang semakin maju bukan persoalan yang menyulitkan Bassrange Music untuk memiliki konsep musik seperti ini.

Bagi Bassrange Music, industri musik saat ini sudah punya pasarnya masing-masing. Dalam arti sudah memiliki pendengarnya masing-masing. Bassrange Music telah memiliki pasar sendiri dengan identitas yang mereka miliki dan jaga selama ini.

Dengan semua personel yang masih berstatus mahasiswa, Bassrange Musik tak melewatkan submisi Liga Musik Kampus 2020 yang diadakan di Soundfren. Dalam submisi ini, Az-Zahir dkk sangat totalitas dalam membuat konsep hingga produksi video musik. Usaha keras Bassrange Music akhirnya mengantarkan mereka ke panggung juara Liga Musik Kampus 2020. Sebuah pencapaian paling berkesan bagi grup musik yang bermarkas di Bandung ini.

Usai sukses di Liga Musik Kampus 2020, Bassrange Music tak berhenti untuk terus berkarya. Di Soundfren, Az-Zahir dkk terus menggali beragam fiturnya untuk menambah wawasan serta membangun relasi dengan para penggiat musik. Bassrange Music berharap Soundfren dapat menjangkau lebih luas musisi-musisi serta penggiat musik di Indonesia.

#BikinJalanLo Versi Septian Rahman

“Soundfren Connect telah memperluas cakrawala pengetahuan saya tentang dunia musik – Septian Rahman”

Septian Rahman mulai mengenal musik saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Di sana, ia dipertemukan dengan teman-teman yang memiliki minat sama pada musik. Sejak saat itu, Septian dan musik menjadi tak terpisahkan.

Septian yang menaruh minat pada gitar, fokus untuk memperdalam kemampuannya untuk menjadi seorang gitaris. Penggemar dari band Kotak ini tak henti untuk terus belajar dan belajar. Meski di tengah pandemi, Septian tetap terus mencoba produktif dan berkarya.

Bagi Septian, sejak mengenal musik, ia menjadi lebih banyak teman. Musik adalah bahasa universal yang mempertemukannya dengan banyak orang. Pandemi yang membuat kegiatan menjadi terbatas dan lebih sering berada di rumah, tak membuat Septian kehilangan akal untuk terus membangun relasi dan berkoneksi.

Septian mencoba melirik aplikasi Soundfren yang ia harapkan bisa menambah teman baru yang bisa ia ajak untuk berkolaborasi nantinya. Ternyata, bukan hanya sekedar koneksi yang ia dapat. Musisi asal Banjarmasin ini mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru setelah mengikuti webinar di Soundfren Connect.

Soundfren Connect telah membuka cakrawala pengetahuan tentang dunia musik yang lebih luas untuk seorang Septian. Tak ayal, ia rutin mengikuti sesi-sesi yang dihadirkan. Septian berharap agar ke depannya Soundfren dapat menjangkau lebih banyak lagi pengguna lewat fitur-fitur yang ada di dalamnya. Karena semakin banyak pengguna maka akan semakin banyak juga relasi yang terjalin serta kolaborasi yang lahir.

#BikinJalanLo Versi Yuly Erikabakti

“Setelah ikutan beberapa webinar di Soundfren Connect, saya bisa dapat ilmu baru tentang musik – Yuly “Sang Malam”

Yuly Erikabakti sudah menunjukkan ketertarikan pada musik sedari duduk di bangku sekolah dasar. Di kelas 5 SD, Yuly diminta untuk menjadi bassist dalam grup musik sekolahnya. Kemampuannya membetot bass sudah dikenal oleh orang-orang di sekitarnya. Memasuki SMP, Yuly tertarik untuk belajar menabuh drum. Lewat sang kakak dan temannya, Yuly berlatih untuk menjadi seorang drummer.

Kecintaan Yuly terhadap musik membawanya pada pencapaian-pencapaian spesial dalam hidupnya. Di tahun 2015, ia pernah merasakan sat panggung bersama sang idola, Purwacaraka dan Bob Tutupoli Tahun 2020, di tengah pandemi yang membuat sebagian orang memilih vakum, Yuly bersama grup band-nya, Sang Malam sukses merilis 2 lagu dengan materi yang telah dibuat 15 tahun silam.

Pencapaian yang didapat Yuly tentunya merupakan buah dari kerja kerasnya. Di tengah zaman yang modern dengan kecanggihan teknologi yang terus melesat, Yuly tak henti untuk memacu langkahnya dengan memperdalam kemampuan bermusik dan membangun relasi. Bagi penggemar Agung Gimbal ini, Soundfren telah membantunya menemukan apa yang ia butuhkan di musik, yakni kolaborasi, koneksi, dan informasi.

Aplikasi Soundfren memudahkannya memperbanyak jaringan di dunia musik. Ia juga bisa berkolaborasi, mendapat informasi acara musik, kenalan dengan musisi, hingga belajar banyak mengenai musik dan industrinya lewat Soundfren Connect. Selain aktif mengikuti webinar di Soundfren Connect, Yuly juga rutin mengikuti submisi yang membawanya bersama Sang Malam pada panggung BandungTeduh Virtual Event 2020.

Yuly telah mencoba semua fitur yang ditawarkan Soundfren. Baginya, semua fitur di aplikasi membawa dampak yang sangat positif. Yuly berharap agar Soundfren tak henti untuk terus memberikan fitur-fitur yang bermanfaat dan kreatif untuk para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi 9highend9

“Saya gak perlu repot lagi cari job manggung. Tinggal buka aplikasi Soundfren, semuanya beres! – 9highend9”

Ada banyak cara untuk mengatasi patah hati atau putus cinta, mulai dari makan, jalan-jalan, bahkan pindah ke lain hati. 9highend9 menyembuhkan luka hati dengan membuat lagu. Meski sakit namun 9highend9 berterima kasih kepada mereka yang telah pergi meninggalkan luka, karena ada karya yang lahir dari luka tersebut.

Karya yang telah lahir dari 9higend9 membawanya bisa tampil di berbagai panggung musik. Ada banyak momen yang ia lewati saat manggung, termasuk momen dimana suaranya tak terdengar ke seluruh penonton karena mikrofon yang lupa ia set dan cek sebelumnya.

Pengalaman tampil di panggung musik banyak memberi perspektif baru dalam karya pengagum X, Russ, Roddy ini. Terlebih dengan kemajuan teknologi di industri musik, semakin memudahkan 9highend9 untuk membangun relasi dan promosi karya yang membuatnya semakin semangat dalam bermusik.

Di tengah kesibukannya berkarya, 9highend9 tetap harus meluangkan waktu untuk melakukan promosi karya dan mencari panggung untuk keberlangsungan karir bermusiknya. Awalnya ia merasa kesulitan mengatur semua ini dan mulai mencari wadah yang bisa memudahkannya melakukan semuanya. 9highend9 merasa Soundfren adalah aplikasi yang pas dan sangat sesuai dengan kebutuhan bermusiknya. Bagi pemilik single “Car Mafia” ini, dengan adanya Soundfren para pembuat acara tak perlu repot untuk mencari talent dan begitu juga sebaliknya.

Di Soundfren, 9highend9 aktif mengikuti submisi dan kolaborasi. Ia juga tak ragu berkenalan dengan pengguna lainnya untuk memperluas relasi supaya karir musiknya bisa berumur panjang dan dikenal masyarakat luas. Atas keaktifannya di Soundfren, 9highend9 bisa mendapatkan kesempatan manggung di Beksside Cartel dan banyak mendapatkan relasi baru. Bagi 9highend9, Soundfren telah membukakan banyak pintu dalam perjalanan karir bermusiknya.