#BikinJalanLo Versi Tabibqiu

#BikinJalanLo

“Selain bersama Soul ID, saya juga melakukan kolaborasi dengan beberapa musisi. Terbaru saya berkolaborasi bersama Kunto Aji dalam lagu Sesali – Tabibqiu”

Sejak duduk di bangku SMP, Tabibqiu sudah tertarik pada musik rap. Ia juga rajin menciptakan karya khususnya di genre musik rap. Di tahun 2000, lagu ciptaannya berhasil masuk ke dalam kompilasi hiphop nusantara. 5 tahun berselang, ia bergabung dalam grup Soul ID dan semakin yakin bahwa musik adalah jalan hidupnya.

Bersama SOUL ID, Tabibqiu semakin banyak belajar memahami musik, khususnya bagaimana menciptakan karya yang bisa mewakili isi hatinya sekaligus dan bisa diterima oleh masyarakat luas. Selain bersama SOUL ID, penggemar dari Iwa K, Tuan Tigabelas, hingga Eminem ini juga banyak melahirkan karya. Tahun ini tepat di Hari Sumpah Pemuda, ia berkolaborasi dengan Rapper-Rapper Cirebon dan Tuan Tigabelas dalam lagu PERAHU PEMUDA. Terbaru, ia berkolaborasi bersama Kunto Aji di lagu SESALI.

Telah mengenal musik sedari kecil dan memasuki industri musik sejak tahun 2000 membuat Tabibqiu paham betul arus perkembangan teknologi di industri musik. Baginya, teknologi boleh berkembang pesat namun kolaborasi tetap yang terpenting dalam industri musik. 

Di Soundfren, Tabibqiu menemukan sebuah teknologi baru yang bisa menciptakan kolaborasi baru. Dengan memanfaatkan fitur ‘Project Collaboration’, Tabibqiu mencoba mencari partner “kolaboRAPsi” baru untuk rilisannya selanjutnya.

Meskipun saat ini ia belum menemukan partner yang pas, Tabibqiu berharap agar ke depannya bisa melahirkan cerita seru bermusiknya bersama Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Meyanne Rasita

“Dengan join webinar di Soundfren Connect yang bikin aku dapat insight bagus dan relasi baru – Meyanne Rasita”

Ketertarikan Meyanne Rasita pada musik sudah muncul sejak kecil. Meyanne kecil gemar mendengarkan musik serta menyaksikan konser lewat DVD. Sejak saat itu juga, Meyanne mulai mempelajari alat-alat musik.

Kecintaan Meyanne pada musik berlanjut hingga saat ini meskipun ia tak terjun langsung di panggung musik. Di dunia kerja, penggemar dari The Corrs ini sibuk di balik layar untuk mengurusi kontrak sebuah label musik. Ia mempersiapkan kontrak untuk client dari record label Darlin’ Records.

Walaupun tidak langsung terlibat di panggung musik, Meyanne tetap terus berusaha meningkatkan pengetahuan dan wawasan bermusiknya. Di tengah pandemi ini, Meyanne mengaktualisasi diri dengan mengikuti beragam webinar salah satunya lewat Soundfren Connect.

Meyanne mengetahui Soundfren Connect lewat salah seorang teman yang sebelumnya pernah bergabung di salah satu sesi. Tak hanya satu sesi yang Meyanne ikuti, ia ketagihan untuk memperluas wawasan bermusiknya dengan bergabung dalam beberapa sesi. 

Dengan bergabung dalam webinar Soundfren Connect, Meyanne merasa ia mendapatkan pandangan baru dalam bermusik. Selain itu, Soundfren Connect juga menjadi ajang menambah relasi. 

#BikinJalanLo Versi Nosferal

“Soundfren bisa jadi tempat kami menemukan apa yang dibutuhkan – Nosferal”

Grup musik Nosferal selalu memiliki cerita tersendiri dalam setiap lagunya. Bahkan dalam album perdana mereka “Self-Titled” yang dirilis pada tahun lalu, ada cerita yang tersambung dari tiap lagunya. Diawali dengan single “The Girl Next Door” yang menceritakan rasanya jatuh cinta pada seorang gadis, dilanjutkan dengan “For The Last Time”, “What’s Your Favourite Things on Earth”, dan urutan lagu lain dalam album ini yang jika digabungkan akan menjadi satu cerita utuh.

Setelah merilis album perdananya, Nosferal kini tengah sibuk merampungkan mini album terbaru yang diberi judul “The Thin Line Between”. Bagi grup musik asal Jakarta ini, Nosferal merupakan sebuah kutukan, setiap mereka merilis lagu semuanya menjadi kenyataan. Namun, Nosferal percaya bahwa kutukan akan berakhir bila mereka menyelesaikan album secepatnya. Apa yang telah dimulai harus tetap diakhiri, begitu pula dengan sebuah lagu dan album.

Tentunya bukan hal mudah untuk merampungkan sebuah karya terutama di tengah situasi pandemi seperti ini. Dengan dukungan teknologi yang canggih, Nosferal tak kehilangan akal untuk bisa segera menuntaskan dan mempromosikan karya mereka ke khalayak luas. Nosferal menjajal beragam jaringan salah satunya lewat Soundfren.

Di Soundfren, Nosferal mencoba beragam fitur yang ada dari mulai berbagi ide dengan pengguna lain, menjajal fitur “Artist Spotlight” untuk mengenalkan karya mereka, mengikuti submisi yang pada akhirnya membawa mereka ke panggung Northern Virtual Stage di bulan lalu. Tentunya ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat berarti di tengah pandemi ini.

Besar harapan Nosferal agar Soundfren bisa terus menjadi wadah untuk para musisi mengenalkan karya hingga mendapatkan kesempatan manggung. Soundfren telah membuka jalan Nosferal untuk terus melaju dengan karya-karyanya di industri musik.

#BikinJalanLo Versi Frans Sembiring

“Ternyata selain untuk nambah ilmu dan relasi, ada banyak benefit yang saya dapat salah satunya promosi karya di Soundfren – Frans Sembiring”

Sejak kecil, Frans Sembiring sudah terinspirasi sang ayah untuk menekuni dunia musik. Di usia yang terbilang sangat muda saat itu, Frans kecil tertarik untuk bisa menguasai berbagai instrumen musik. Frans bermimpi ingin seperti artis idolanya yang pandai dan ahli bermusik.

Dalam proses menggapai impiannya di panggung musik, ada banyak momen tak terlupakan baginya. Salah satunya ia bersama grup band-nya, Revina Band pernah diminta turun panggung oleh penonton karena menyanyikan lagu yang tak sesuai dengan acara yang sedang berlangsung saat itu.

Manis dan pahitnya perjalanan karir bermusiknya, tak membuat Frans putus asa. Ia selalu berusaha maksimal. Dengan didukung kecanggihan teknologi di era modern ini, Frans sangat terbantu untuk semakin berkontribusi di industri musik. Baginya, teknologi sangat berperan untuk mendukung karya-karya para musisi, walaupun tetap diperlukan ‘rem’ untuk mencegah adanya pembajakan secara terus menerus.

Sebagai wujud keseriusannya di dunia musik, Frans selalu belajar ilmu-ilmu baru dalam bermusik dan berkenalan dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama dengannya. Dukungan teknologi memudahkannya untuk berbagi ilmu dan membangun relasi kapan saja dan dimana saja. Di Soundfren, Frans bisa mendapatkan itu semua.

Bersama Revina Band, Frans banyak menjajal submisi yang bekerjasama dengan Soundfren. Bahkan di tengah pandemi, Frans dan Revina Band tetap bisa mendapatkan kesempatan tampil dan memperkenalkan karya-karya mereka, salah satunya lewat acara BandungTeduh Virtual Event 2020 pada bulan September lalu.

Bagi Frans, dengan bergabung di Soundfren, ia bisa mendapatkan relasi baru dan tantangan baru yang dapat membuatnya ingin terus berkarya dan produktif. Frans berharap ke depannya Soundfren bisa lebih sering membuat acara-acara agar para musisi bisa semakin produktif.

#BikinJalanLo Versi Riko Bobot

“Soundfren Connect bisa jadi bekal saya dalam menciptakan karya atau tampil di panggung-panggung musik suatu hari nanti – Riko Bobot”

Berawal dari hobi menyanyi, Riko Bobot mulai tertarik mendalami musik. Saat remaja, ia beberapa kali tampil baik solo, band, maupun paduan suara. Jalan bermusik Riko tak selalu indah, penggemar dari Afgan, Yovie Widianto, Shawn Mendez, dan Billie Eilish ini pernah gagal dalam mengikuti audisi ajang pencarian bakat menyanyi di tanah air.

Meskipun saat ini Riko tidak berprofesi di bidang musik, tapi baginya musik sudah menjadi bagian dalam hidup. Riko terus mencoba belajar dan mengenal industri musik. Besar keinginannya untuk bisa merilis karya sendiri. Salah satu agenda yang ia ikuti untuk menambah pengetahuan bermusiknya dan mewujudkan impiannya ialah lewat Soundfren Connect.

Berawal dari melihat promo Soundfren Connect di platform Instagram, Riko tertarik untuk bergabung bersama praktisi musik dan penggiat musik dalam satu webinar. Hingga kini, tercatat Riko telah mengikuti 3 sesi Soundfren Connect.

Dari Soundfren Connect, Riko banyak mendapat ilmu baru soal industri musik dan mengenal lebih jauh lagi tentang musik. Dengan mengikuti Soundfren Connect, menambah bekal Riko untuk bisa memiliki karya sendiri suatu hari nanti, berkesempatan ambil bagian dari acara-acara musik, dan jadi musisi terpilih di submisi Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Tuan Kantoran

“Promosi karya dan kesempatan manggung yang hadir lewat Soundfren membuat kami bisa terus bertahan di dunia musik sekarang ini – Tuan Kantoran”

Awalnya bermain musik hanya untuk mengisi waktu luang, namun setelah melihat apresiasi dari orang banyak Tuan Kantoran kini lebih intens meniti karir di industri musik. Kebahagiaan saat bermain musik dan melihat orang-orang terhibur dengan musik mereka menjadi sebuah motivasi Bayu cs untuk terus bertahan di dunia musik.

Tak ada idola yang begitu Tuan Kantoran puja, bagi mereka siapa saja yang bermain musik dengan baik adalah panutan untuk melahirkan karya. Karya yang berkualitas dan mudah diterima oleh pendengar.

Tahun 2020 menjadi tahun yang istimewa bagi Tuan Kantoran, grup musik asal Jakarta Selatan ini baru saja merilis mini album “Kejar” dengan 6 lagu di dalamnya. Dengan perilisan album baru, tentunya Tuan Kantoran butuh wadah untuk promosi dan memperkenalkan karya baru mereka. Di era yang serba digital ini, Tuan Kantoran menjadikan Soundfren sebagai wadah untuk mengenalkan rilisan terbaru mereka.

Selain mengenalkan lagu-lagu baru di dalam aplikasi, Tuan Kantoran juga menjajal berbagai submisi untuk mendapatkan kesempatan tampil yang bisa menambah jam terbang manggung mereka. Hasilnya, di bulan Agustus lalu mereka terpilih untuk tampil di acara “Kreditan” dan “Sansday”.

Dengan bisa mengenalkan single “Undangan Party”, “Bukan Pahlawan”, “Liburan Keluarga”, dan lainnya serta menambah jam terbang untuk manggung, Tuan Kantoran menganggap bahwa Soundfren bisa membantu mereka untuk berkembang dan melebarkan sayap di dunia musik.

Soundfren telah menjadi bagian dari perjalanan musik Tuan Kantoran. Bayu cs berharap ke depannya Soundfren bisa lebih banyak membuat kegiatan yang memiliki benefit untuk penggunanya seperti konser online di tengah pandemi ini.

#BikinJalanLo Versi Arkandea

“Soundfren Connect bikin wawasan bermusik makin luas dan jadi bisa kenalan sama orang-orang di dunia musik – Arkandea”

Ketertarikan seorang Arkandea pada musik bermula saat masih duduk di bangku SMP. Saat itu, ia sering mendengarkan musik dari soundtrack-soundtrack anime seperti Larc En Ciel. Dari sana, Arkandea mulai merajut impian untuk bisa tampil di atas panggung musik. 

Setelah mengenal musik, penggemar dari Hindia ini menjadi lebih banyak berkenalan dengan orang-orang di industri musik. Ia mulai membangun relasi demi mewujudkan impiannya sekaligus menambah pengetahuan bermusiknya.

Tak kenal lelah, Arkandea terus memperdalam wawasan bermusiknya. Salah satunya lewat Soundfren. Pertama kali ia tahu Soundfren lewat Wisnu Ikhsantama, produser, sound engineer, dan personel dari Glaskaca yang menjadi juga salah satu pembicara di Soundfren Connect.

Mengetahui bahwa di Soundfren Connect ada webinar yang bisa memperkaya ilmu bermusiknya, Arkandea tak ragu untuk mengikuti beberapa sesi di dalamnya. Salah satu sesi yang ia ikuti adalah topik “Bikin Sendiri Musik dari Rumah: Rekaman Gitar dari Rumah” bersama Rayhan Noor dan Wisnu Ikhsantama.

Dari Soundfren Connect, Arkandea menjadi paham proses produksi musik dari tahapan dasar hingga menjadi sebuah musik utuh. Arkandea mencoba mempraktekan apa yang telah ia dapat saat mengikuti Soundfren Connect. Di tengah pandemi, ia tetap bisa memperdalam kemampuan bermusiknya dan terus produktif. Selain bermusik, sekarang Arkandea juga aktif mengisi podcast.

Arkandea berharap Soundfren terus menghadirkan sesuatu yang bisa membuatnya produktif dan bisa semakin mengenal orang-orang dari dunia musik. Perfoma aplikasi Soundfren juga terus ditingkatkan agar ia semakin nyaman berada di dalamnya dan menikmati semua fitur-fitur aplikasi.

#BikinJalanLo Versi Grady Legacy

“Soundfren, hadirmu membuat musisi semakin beken! – Grady Legacy”

Musik sudah mendarah daging dalam diri Grady Legacy. Awalnya, ia hanya ikut mendengarkan musik saat mendiang sang kakak memutar lagu-lagu melalui Video CD. Terbiasa mendengarkan musik membuat Grady tertarik untuk mendalaminya khususnya mengenai permainan gitar. Apalagi saat itu, Grady banyak melihat aksi gitar dari musisi idolanya, Steve Vai.

Grady semakin serius untuk mempelajari gitar. Keseriusannya berbuah manis, ia sering mendapatkan penghargaan best guitar player pada kompetisi musik antar SMP. Puncaknya, saat ia duduk di bangku kelas X SMA di tahun 2009, Grady memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi gitar online yang diadakan Gitar Plus. Tekad Grady untuk ikut kompetisi semakin bulat saat ia tahu bahwa hadiah utama berupa satu set gitar. Selama ini Grady tak memiliki satu pun gitar pribadi meski telah bermain gitar sedari SMP. Keadaan ekonomi keluarga membuatnya tak bisa membeli gitar saat itu. Keinginan Grady untuk memiliki gitar akhirnya terwujud usai ia dinyatakan sebagai pemenang kompetisi tersebut.

Usai memiliki gitar sendiri, ambisi bermusik penggemar Tuan Tigabelas ini semakin besar. Grady terus memperdalam keahlian bermusiknya. Grady pernah bermimpi untuk bisa masuk dapur rekaman dan memiliki video musik sendiri. Semangat dan kerja kerasnya berbuah hasil. Kini, ia sedang dalam proses pembuatan video musiknya yang keempat. Bahkan video musiknya yang berjudul “Gigih” ditayangkan UseeTV melalui program “Indie Air” usai Grady keluar sebagai salah satu musisi terpilih dari submisi yang diadakan oleh Soundfren.

Selama bermusik, banyak pencapaian yang telah Grady raih. Ia banyak memenangkan beragam penghargaan musik dari tingkat sekolah hingga nasional, memiliki video musik sendiri, hingga memiliki penggemar. Hal ini tak membuatnya berpuas diri. Di tengah kecanggihan teknologi yang berkembang begitu pesat, Ia selalu memperbaiki kualitas bermusiknya apapun situasi dan kondisinya.

Selain terus berbenah dalam produksi karya musiknya, Grady juga aktif menambah relasi dan koneksi bermusik, salah satunya dengan bergabung di Soundfren. Pilihannya bergabung dengan Soundfren tak salah, ia merasa sangat terbantu untuk mempublikasikan karya-karyanya. 

Bagi Grady, Soundfren merupakan aplikasi yang sangat spesifik sebagai wadah untuk penggiat musik. Di Soundfren, ia bisa sharing tentang alat musik, recording, kompetisi, edukasi seputar musik, sampai event musik. Tentu ini sangat membantu Grady untuk mengenalkan karya musiknya lebih luas lagi.

Grady berharap dengan hadirnya Soundfren, semua karya musiknya bisa semakin tersebar luas, ia ingin Indonesia bisa mendengar karyanya.  Grady juga berharap agar Soundfren selalu memberikan kesempatan untuk musisi indie seperti dirinya agar bisa menjadi musisi besar. Karena mimpinya dan banyak teman-teman musisi ialah bisa hidup dari karya dan berkontribusi untuk dunia musik. 

#BikinJalanLo Versi Smokeguns

“Kami lebih mudah mempromosikan karya atau mendapat info manggung lewat canggihnya teknologi, salah satunya lewat Soundfren – Smokeguns”

Terlahir untuk mendengar melodi nada dengan detak jantung bagaikan tempo, musik adalah jiwa bagi Smokeguns.  Hidup bersama musik adalah hal yang menghubungkan para personel Smokeguns. Bahagia rasanya saat bisa menghibur orang banyak dengan melihat mereka bergembira lewat musik-musik karya Smokeguns.

Bagi para personel Smokeguns, menghibur orang dengan karya mereka adalah sebuah pencapain tersendiri yang tak ternilai. Penyuka musik-musik Koesplus, Dewa19, Iwan Fals, Led Zeppelin, The Tielman ini merasa bahwa menghibur orang semakin mudah dengan segala kecanggihan teknologi yang tersedia di era sekarang. Mereka lebih mudah mempromosikan karya-karya atau mendapat info manggung lewat canggihnya teknologi. Salah satunya lewat Soundfren.

Pemilik single Kita Semua Sama ini menganggap Soundfren adalah suatu wadah para penggiat musik yang hebat dan Smokeguns ingin menjadi salah satunya untuk menambah dan berbagi ilmu.  Dengan menjadi pengguna Soundfren, Smokeguns ingin musik mereka lebih bisa dikenal berbagai kalangan dari muda hingga tua. Dengan terpilih di program “Indie Air” di UseeTV, harapan Smokeguns perlahan mulai terwujud. Video musik bertajuk “Pagi” yang ditayangkan UseeTV menjadi semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Smokeguns selalu berharap agar Soundfren dan Smokeguns selalu bisa menjadi lebih baik untuk industri musik tanah air. Soundfren bisa semakin mewadahi para penggiat musik dan Smokeguns bisa lebih mengenalkan karya-karya ciptaan mereka.

#BikinJalanLo Versi Puji Fabianto Wibowo


“Dengan ikutan Soundfren Connect, saya tetap bisa memperdalam ilmu bermusik dan bisa langsung mempraktekannya dari rumah di tengah pandemi ini – Puji Fabianto Wibowo”

Darah seni yang mengalir di tubuh Puji Fabianto membuatnya terbiasa akan musik. Lahir dari keluarga pemusik, Puji kecil sudah mulai mempelajari alat musik. Sejak usia 6 tahun ia belajar memetik gitar dari kakak dan pamannya yang seorang gitaris. 

Berguru langsung dari sang kakak membuat Puji tak hanya mahir memainkan alat musik petik ini, namun mental bermusiknya juga ditempa. Pernah suatu ketika, buku gitar melayang hingga ke wajahnya. Alih-alih putus asa, tamparan dari sang kakak justru membuatnya termotivasi untuk semakin serius mempelajari musik khususnya gitar. Hingga saat ini, bermain gitar menjadi salah satu keahliannya.

Puji yang juga merupakan guru sekolah ini tak henti untuk terus memperdalam pengetahuannya akan musik. Penggemar dari Dewa Budjana, Eross Chandra, Handy Hadiwikarta, Joe Satriani, dan Metallica ini aktif mengikuti workshop-workshop selutar musik. Baginya, dengan mengikuti kegiatan-kegiatan musik ada banyak ilmu baru yang ia dapatkan. Selain itu, ia juga bisa berkenalan dengan teman-teman musisi.

Lewat media sosial, Puji giat mencari informasi tentang musik. Sampai akhirnya ia menemukan promosi mengenai Soundfren Connect. Webinar interaktif bersama para penggiat musik tanah air yang ditawarkan Soundfren membuat Puji tertarik begabung untuk menjadi pengguna Soundfren. 

Setelah mengikuti dua kelas Soundfren Connect yang berkaitan dengan digital recording serta mixing dan mastering membuat Puji merasakan dampak yang cukup positif. Di tengah pandemi, ia tetap bisa memperdalam ilmu bermusik dan bisa langsung mempraktekannya dari rumah. 

Tak hanya ilmu baru yang Puji dapat. Ia juga banyak mendapat kenalan musisi di seluruh Indonesia. Baginya, Soundfren adalah wadah komunikasi dalam bermusik. Puji berharap Soundfren akan terus menghadirkan Soundfren Connect dan menjadi wadah sebagai bekal wawasan bermusik untuk para penggunanya.