#BikinJalanLo Versi Yuly Erikabakti

“Setelah ikutan beberapa webinar di Soundfren Connect, saya bisa dapat ilmu baru tentang musik – Yuly “Sang Malam”

Yuly Erikabakti sudah menunjukkan ketertarikan pada musik sedari duduk di bangku sekolah dasar. Di kelas 5 SD, Yuly diminta untuk menjadi bassist dalam grup musik sekolahnya. Kemampuannya membetot bass sudah dikenal oleh orang-orang di sekitarnya. Memasuki SMP, Yuly tertarik untuk belajar menabuh drum. Lewat sang kakak dan temannya, Yuly berlatih untuk menjadi seorang drummer.

Kecintaan Yuly terhadap musik membawanya pada pencapaian-pencapaian spesial dalam hidupnya. Di tahun 2015, ia pernah merasakan sat panggung bersama sang idola, Purwacaraka dan Bob Tutupoli Tahun 2020, di tengah pandemi yang membuat sebagian orang memilih vakum, Yuly bersama grup band-nya, Sang Malam sukses merilis 2 lagu dengan materi yang telah dibuat 15 tahun silam.

Pencapaian yang didapat Yuly tentunya merupakan buah dari kerja kerasnya. Di tengah zaman yang modern dengan kecanggihan teknologi yang terus melesat, Yuly tak henti untuk memacu langkahnya dengan memperdalam kemampuan bermusik dan membangun relasi. Bagi penggemar Agung Gimbal ini, Soundfren telah membantunya menemukan apa yang ia butuhkan di musik, yakni kolaborasi, koneksi, dan informasi.

Aplikasi Soundfren memudahkannya memperbanyak jaringan di dunia musik. Ia juga bisa berkolaborasi, mendapat informasi acara musik, kenalan dengan musisi, hingga belajar banyak mengenai musik dan industrinya lewat Soundfren Connect. Selain aktif mengikuti webinar di Soundfren Connect, Yuly juga rutin mengikuti submisi yang membawanya bersama Sang Malam pada panggung BandungTeduh Virtual Event 2020.

Yuly telah mencoba semua fitur yang ditawarkan Soundfren. Baginya, semua fitur di aplikasi membawa dampak yang sangat positif. Yuly berharap agar Soundfren tak henti untuk terus memberikan fitur-fitur yang bermanfaat dan kreatif untuk para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi 9highend9

“Saya gak perlu repot lagi cari job manggung. Tinggal buka aplikasi Soundfren, semuanya beres! – 9highend9”

Ada banyak cara untuk mengatasi patah hati atau putus cinta, mulai dari makan, jalan-jalan, bahkan pindah ke lain hati. 9highend9 menyembuhkan luka hati dengan membuat lagu. Meski sakit namun 9highend9 berterima kasih kepada mereka yang telah pergi meninggalkan luka, karena ada karya yang lahir dari luka tersebut.

Karya yang telah lahir dari 9higend9 membawanya bisa tampil di berbagai panggung musik. Ada banyak momen yang ia lewati saat manggung, termasuk momen dimana suaranya tak terdengar ke seluruh penonton karena mikrofon yang lupa ia set dan cek sebelumnya.

Pengalaman tampil di panggung musik banyak memberi perspektif baru dalam karya pengagum X, Russ, Roddy ini. Terlebih dengan kemajuan teknologi di industri musik, semakin memudahkan 9highend9 untuk membangun relasi dan promosi karya yang membuatnya semakin semangat dalam bermusik.

Di tengah kesibukannya berkarya, 9highend9 tetap harus meluangkan waktu untuk melakukan promosi karya dan mencari panggung untuk keberlangsungan karir bermusiknya. Awalnya ia merasa kesulitan mengatur semua ini dan mulai mencari wadah yang bisa memudahkannya melakukan semuanya. 9highend9 merasa Soundfren adalah aplikasi yang pas dan sangat sesuai dengan kebutuhan bermusiknya. Bagi pemilik single “Car Mafia” ini, dengan adanya Soundfren para pembuat acara tak perlu repot untuk mencari talent dan begitu juga sebaliknya.

Di Soundfren, 9highend9 aktif mengikuti submisi dan kolaborasi. Ia juga tak ragu berkenalan dengan pengguna lainnya untuk memperluas relasi supaya karir musiknya bisa berumur panjang dan dikenal masyarakat luas. Atas keaktifannya di Soundfren, 9highend9 bisa mendapatkan kesempatan manggung di Beksside Cartel dan banyak mendapatkan relasi baru. Bagi 9highend9, Soundfren telah membukakan banyak pintu dalam perjalanan karir bermusiknya.

#BikinJalanLo Versi Frans Sembiring

“Ternyata selain untuk nambah ilmu dan relasi, ada banyak benefit yang saya dapat salah satunya promosi karya di Soundfren – Frans Sembiring”

Sejak kecil, Frans Sembiring sudah terinspirasi sang ayah untuk menekuni dunia musik. Di usia yang terbilang sangat muda saat itu, Frans kecil tertarik untuk bisa menguasai berbagai instrumen musik. Frans bermimpi ingin seperti artis idolanya yang pandai dan ahli bermusik.

Dalam proses menggapai impiannya di panggung musik, ada banyak momen tak terlupakan baginya. Salah satunya ia bersama grup band-nya, Revina Band pernah diminta turun panggung oleh penonton karena menyanyikan lagu yang tak sesuai dengan acara yang sedang berlangsung saat itu.

Manis dan pahitnya perjalanan karir bermusiknya, tak membuat Frans putus asa. Ia selalu berusaha maksimal. Dengan didukung kecanggihan teknologi di era modern ini, Frans sangat terbantu untuk semakin berkontribusi di industri musik. Baginya, teknologi sangat berperan untuk mendukung karya-karya para musisi, walaupun tetap diperlukan ‘rem’ untuk mencegah adanya pembajakan secara terus menerus.

Sebagai wujud keseriusannya di dunia musik, Frans selalu belajar ilmu-ilmu baru dalam bermusik dan berkenalan dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama dengannya. Dukungan teknologi memudahkannya untuk berbagi ilmu dan membangun relasi kapan saja dan dimana saja. Di Soundfren, Frans bisa mendapatkan itu semua.

Bersama Revina Band, Frans banyak menjajal submisi yang bekerjasama dengan Soundfren. Bahkan di tengah pandemi, Frans dan Revina Band tetap bisa mendapatkan kesempatan tampil dan memperkenalkan karya-karya mereka, salah satunya lewat acara BandungTeduh Virtual Event 2020 pada bulan September lalu.

Bagi Frans, dengan bergabung di Soundfren, ia bisa mendapatkan relasi baru dan tantangan baru yang dapat membuatnya ingin terus berkarya dan produktif. Frans berharap ke depannya Soundfren bisa lebih sering membuat acara-acara agar para musisi bisa semakin produktif.

#BikinJalanLo Versi Gantara Putra

“Beberapa kali ikutan #SoundfrenConnect, banyak ilmu baru yang saya dapat. Pandangan dan wawasan bermusik saya pun semakin terbuka lebar – Gantara Putra”

Sudah menyukai musik sedari dini membuat Gantara Putra memilih untuk serius mendalami musik hingga kini. Berlatih vokal dan alat musik sudah ia tekuni semenjak kecil. Sekarang, Gantara telah menjadi bagian dari grup musik Raung Sindara bersama keempat orang temannya.

Bersama Raung Sindara, Gantara telah merasakan banyak panggung musik seperti Jakarta Fair 2019 dan pensi-pensi di Ibukota. Sayangnya, di tengah pandemi yang belum kunjung usai ini, kegiatan manggung Gantara mau tak mau jalan di tempat.

Selama masa pandemi, Gantara mencoba untuk terus menggali potensi bermusiknya, salah satunya dengan bergabung di Soundfren. Dengan menjadi pengguna Soundfren, Gantara bisa memperluas relasi bermusiknya. Bagi Gantara, Soundfren adalah aplikasi yang sangat membantunya untuk bertemu dengan orang yang menyukai musik baik pelaku ataupun mereka di belakang layar.

Selain membangun koneksi dan berinteraksi dengan teman-teman baru, Gantara juga aktif mengikuti webinar interaktif lewat Soundfren Connect yang diadakan oleh Soundfren. Bagi Gantara yang telah beberapa kali mengikuti Soundfren Connect, ada banyak ilmu yang ia dapatkan dari praktisi dan penggiat musik. Pandangan dan wawasan bermusik Gantara pun semakin terbuka lebar. Kebutuhan bermusiknya terpenuhi dalam satu aplikasi.

Gantara berharap ke depannya Soundfren bisa lebih dikenal secara dunia global. Gantara ingin Soundfren ada terus menemani karir bermusiknya baik sebagai musisi. Ataupun jika suatu hari nanti mimpinya untuk menjadi produser atau DJ terwujud, Soundfren hadir menjadi bagian dari perjalanan bermusik Gantara.

#BikinJalanLo Versi Riko Bobot

“Soundfren Connect bisa jadi bekal saya dalam menciptakan karya atau tampil di panggung-panggung musik suatu hari nanti – Riko Bobot”

Berawal dari hobi menyanyi, Riko Bobot mulai tertarik mendalami musik. Saat remaja, ia beberapa kali tampil baik solo, band, maupun paduan suara. Jalan bermusik Riko tak selalu indah, penggemar dari Afgan, Yovie Widianto, Shawn Mendez, dan Billie Eilish ini pernah gagal dalam mengikuti audisi ajang pencarian bakat menyanyi di tanah air.

Meskipun saat ini Riko tidak berprofesi di bidang musik, tapi baginya musik sudah menjadi bagian dalam hidup. Riko terus mencoba belajar dan mengenal industri musik. Besar keinginannya untuk bisa merilis karya sendiri. Salah satu agenda yang ia ikuti untuk menambah pengetahuan bermusiknya dan mewujudkan impiannya ialah lewat Soundfren Connect.

Berawal dari melihat promo Soundfren Connect di platform Instagram, Riko tertarik untuk bergabung bersama praktisi musik dan penggiat musik dalam satu webinar. Hingga kini, tercatat Riko telah mengikuti 3 sesi Soundfren Connect.

Dari Soundfren Connect, Riko banyak mendapat ilmu baru soal industri musik dan mengenal lebih jauh lagi tentang musik. Dengan mengikuti Soundfren Connect, menambah bekal Riko untuk bisa memiliki karya sendiri suatu hari nanti, berkesempatan ambil bagian dari acara-acara musik, dan jadi musisi terpilih di submisi Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Shagah

“Dengan ikutan Soundfren Connect, saya jadi makin matang dalam memahami musik dan berani berkarya lebih gila lagi – Shagah”

Sudah mulai mengenal dan mempelajari alat musik sedari sekolah menengah pertama, Shagah bermimpi untuk bisa berkarir di industri musik. Shagah sempat tertarik untuk masuk ke sekolah musik, namun harapan itu tak terwujud. Ia justru mengambil jurusan lain yang jauh dari musik dengan tetap menekuni musik.

Penggemar dari Linkin Park, Radiohead, Caspian, Tides from Nebula, dan Hammock ini kini telah memiliki album instrumen bergenre post rock. Keseriusan Shagah dalam industri musik membawanya pada banyak pengalaman dan kisah baru termasuk merasakan pahit manisnya proses pembuatan album dan video musik.

Telah memiliki album dan beberapa single hits, tak membuat musisi asal Kupang ini berpuas diri, ia terus menambah pengetahuan baru terkait musik. Selama pandemi yang membuat kegiatan musiknya menjadi berbeda dari biasanya, Shagah banyak mengikuti webinar interaktif termasuk di Soundfren Connect. 

Berawal dari melihat promosi yang dipublikasikan oleh akun salah satu media partner yakni @kuassa, Shagah tertarik mengikuti Soundfren Connect dengan materi “Menghitung dan Menyiasati Budget Produksi Sebuah Lagu” yang dibawakan oleh Rayhan Noor dan Dimas Ikhsantama. Keaktifan dan antusiasnya saat sesi berlangsung, membuahkan hadiah dari sponsor Soundfren Connect. Tercatat, pemilik single “Remain Some Air From Them” ini telah mengikuti empat kali sesi Soundfren Connect.

Bagi Shagah, dengan mengikuti Soundfren Connect, ia semakin matang dalam memahami musik, berani berkarya lebih gila lagi, dan bisa membangun jaringan dengan musisi atau produser. Ke depannya ia berharap agar ada materi tentang musik atau album yang baru dirilis dalam sesi Soundfren Connect.

#BikinJalanLo Versi Tuan Kantoran

“Promosi karya dan kesempatan manggung yang hadir lewat Soundfren membuat kami bisa terus bertahan di dunia musik sekarang ini – Tuan Kantoran”

Awalnya bermain musik hanya untuk mengisi waktu luang, namun setelah melihat apresiasi dari orang banyak Tuan Kantoran kini lebih intens meniti karir di industri musik. Kebahagiaan saat bermain musik dan melihat orang-orang terhibur dengan musik mereka menjadi sebuah motivasi Bayu cs untuk terus bertahan di dunia musik.

Tak ada idola yang begitu Tuan Kantoran puja, bagi mereka siapa saja yang bermain musik dengan baik adalah panutan untuk melahirkan karya. Karya yang berkualitas dan mudah diterima oleh pendengar.

Tahun 2020 menjadi tahun yang istimewa bagi Tuan Kantoran, grup musik asal Jakarta Selatan ini baru saja merilis mini album “Kejar” dengan 6 lagu di dalamnya. Dengan perilisan album baru, tentunya Tuan Kantoran butuh wadah untuk promosi dan memperkenalkan karya baru mereka. Di era yang serba digital ini, Tuan Kantoran menjadikan Soundfren sebagai wadah untuk mengenalkan rilisan terbaru mereka.

Selain mengenalkan lagu-lagu baru di dalam aplikasi, Tuan Kantoran juga menjajal berbagai submisi untuk mendapatkan kesempatan tampil yang bisa menambah jam terbang manggung mereka. Hasilnya, di bulan Agustus lalu mereka terpilih untuk tampil di acara “Kreditan” dan “Sansday”.

Dengan bisa mengenalkan single “Undangan Party”, “Bukan Pahlawan”, “Liburan Keluarga”, dan lainnya serta menambah jam terbang untuk manggung, Tuan Kantoran menganggap bahwa Soundfren bisa membantu mereka untuk berkembang dan melebarkan sayap di dunia musik.

Soundfren telah menjadi bagian dari perjalanan musik Tuan Kantoran. Bayu cs berharap ke depannya Soundfren bisa lebih banyak membuat kegiatan yang memiliki benefit untuk penggunanya seperti konser online di tengah pandemi ini.

#BikinJalanLo Versi Arkandea

“Soundfren Connect bikin wawasan bermusik makin luas dan jadi bisa kenalan sama orang-orang di dunia musik – Arkandea”

Ketertarikan seorang Arkandea pada musik bermula saat masih duduk di bangku SMP. Saat itu, ia sering mendengarkan musik dari soundtrack-soundtrack anime seperti Larc En Ciel. Dari sana, Arkandea mulai merajut impian untuk bisa tampil di atas panggung musik. 

Setelah mengenal musik, penggemar dari Hindia ini menjadi lebih banyak berkenalan dengan orang-orang di industri musik. Ia mulai membangun relasi demi mewujudkan impiannya sekaligus menambah pengetahuan bermusiknya.

Tak kenal lelah, Arkandea terus memperdalam wawasan bermusiknya. Salah satunya lewat Soundfren. Pertama kali ia tahu Soundfren lewat Wisnu Ikhsantama, produser, sound engineer, dan personel dari Glaskaca yang menjadi juga salah satu pembicara di Soundfren Connect.

Mengetahui bahwa di Soundfren Connect ada webinar yang bisa memperkaya ilmu bermusiknya, Arkandea tak ragu untuk mengikuti beberapa sesi di dalamnya. Salah satu sesi yang ia ikuti adalah topik “Bikin Sendiri Musik dari Rumah: Rekaman Gitar dari Rumah” bersama Rayhan Noor dan Wisnu Ikhsantama.

Dari Soundfren Connect, Arkandea menjadi paham proses produksi musik dari tahapan dasar hingga menjadi sebuah musik utuh. Arkandea mencoba mempraktekan apa yang telah ia dapat saat mengikuti Soundfren Connect. Di tengah pandemi, ia tetap bisa memperdalam kemampuan bermusiknya dan terus produktif. Selain bermusik, sekarang Arkandea juga aktif mengisi podcast.

Arkandea berharap Soundfren terus menghadirkan sesuatu yang bisa membuatnya produktif dan bisa semakin mengenal orang-orang dari dunia musik. Perfoma aplikasi Soundfren juga terus ditingkatkan agar ia semakin nyaman berada di dalamnya dan menikmati semua fitur-fitur aplikasi.

#BikinJalanLo Versi Amethyst Insight


“Setelah ikutan Soundfren Connect bareng Rayhan dan Wisnu, gue jadi tahu gimana caranya ngerencanain dan bikin anggaran yang tepat buat produksi musik – Amethyst Insight”

Tak ada yang menyangka seorang Matt akan begitu mencintai musik. Pasalnya pemilik nama panggung Amethyst Insight ini pernah mengikuti les musik karena sebuah keterpaksaan. Matt baru tertarik pada dunia musik saat duduk di bangku SMA, bertahun-tahun setelah mengikuti les musik.

Saat berseragam putih abu-abu, Matt mulai menemukan kebahagiaan lewat musik. Ia mulai tampil di pentas seni sekolah dan melihat betapa luar biasanya luapan kegembiraan orang-orang saat menonton aksi panggungnya. Sejak hari itu Matt dan musik menjadi tak terpisahkan.

Matt yang memulai karir bermusiknya dengan menyanyikan lagu-lagu milik musisi idolanya secara perlahan telah menghasilkan karya sendiri. Lagu-lagu yang ia buat, ia bagikan lewat platform media sosial tak terkecuali lewat Soundfren. Terakhir, Matt membagikan karyanya yang berjudul It’s Okay. Pujian dan komentar banyak ia terima dan dijadikannya sebagai motivasi untuk bisa menjadi musisi besar dengan karya-karya yang berkualitas serta digemari banyak orang.

Penggemar dari Rex Orange County, Baskara, Rich Brian, dan Ardhito Pramono ini merasa sangat terbantu dengan kehadiran platform jejaring sosial salah satunya seperti Soundfren. Di fitur “Artist Spotlight”, Matt menjadi lebih mudah untuk membagikan karyanya. Ia juga bisa langsung melihat respon dari para pendengar karyanya.

Selain menjadikan Soundfren untuk promosi karya, Matt merasa bahwa Soundfren bisa memperluas wawasan bermusiknya. Khususnya setelah ia mengikuti salah satu webinar di Soundfren Connect. Usai mengikuti sesi bersama Rayhan Noor dan Wisnu Ikshantama yang membahas mengenai “Menghitung dan Menyiasati Budget Produksi Sebuah Lagu”, Matt mendapatkan pandangan baru yang siap ia terapkan untuk proses bermusiknya. Matt jadi bisa membuat perencanaan anggaran untuk segala tahapan dalam produksi musik, dari pra produksi hingga bagian promosi.

Dengan banyak manfaat yang ia dapatkan, Matt tak ragu untuk kembali mengikuti sesi Soundfren Connect selanjutnya. Sebagai wadah yang bisa mempertemukan Matt dengan musisi-musisi profesional yang sudah berpengalaman baik lewat Soundfren Connect maupun fitur-fitur lainnya, Matt berharap Soundfren bisa terus hadir menemani sebagai teman bermusiknya.

#BikinJalanLo Versi Gilbert Pohan

“Kehadiran Soundfren sangat membantu saya untuk promosi. Gak hanya itu, Soundfren juga bikin saya bisa menjalin relasi dan koneksi baru dengan teman-teman di industri musik – Gilbert Pohan”

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Gilbert Pohan telah menaruh ketertarikan akan musik. Berbeda dari anak seusianya yang lebih tertarik melatih vokal, Gilbert fokus untuk mendalami gitar akustik. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan diri di jalur musik.

Kini, Gilbert mulai memetik hasil dari usahanya sedari kecil. Banyak karya telah ia rilis. Sebagai solois, Gilbert telah meluncurkan album debut “Pesan Yang Tertunda” di tahun 2014 silam. Setahun berselang, single “Mimpi Kita” didapuk sebagai salah satu original soundtrack Filosofi Kopi The Movie. Ia juga merilis karya “Terjatuh & Tumbuh” pada tahun lalu. Di tengah pandemi, Gilbert tetap terus produktif dengan meluncurkan single “Engkau Ada”. Selain sebagai solois, bersama grup musiknya Arah, Gilbert terlibat dalam single “I Want To Rock n Roll” yang menjadi soundtrack dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Tak hanya di atas panggung, Gilbert juga aktif di balik layar sebagai penulis lagu, komposer, produser, dan vocal director. Sebagai composer dan produser, single “Loveless”, yang dibawakan oleh Alex Ramp menjadi salah satu hasil karyanya.

Kehadiran teknologi di industri musik memberikan kemudahan bagi Gilbert untuk menjalani karir di industri musik. Akses untuk produksi dan rilis karya jauh yang jauh lebih fleksibel menjadi salah satu alasan Gilbert terus mengikuti tren teknologi khususnya di bidang permusikan. Gilbert tak ragu untuk mencoba beragam platform digital guna memproduksi dan mempromosikan karyanya. Salah satunya lewat Soundfren.

Sebagai seorang musisi, Gilbert menyadari bahwa ia membutuhkan koneksi dan relasi yang bisa memberikan efek positif untuk karirnya. Bagi Gilbert, Soundfren bisa membantunya menemukan relasi dan menjalin koneksi dengan para pengguna musik dari beragam profesi yang ada di dunia musik. Gilbert yang pernah tampil di salah satu acara Soundfren, DiLo Hackathon Festival 2019 merasa bahwa Soundfren juga bisa menjadi wadah promosi dan publikasi untuk para musisi.

Dengan hadirnya Soundfren, promosi karya menjadi semakin mudah dilakukan. Gilbert berharap agar Soundfren dapat mempertahankan eksistensinya sebagai sosial media musik untuk para penggiat musik.