#BikinJalanLo Versi Meyanne Rasita

“Dengan join webinar di Soundfren Connect yang bikin aku dapat insight bagus dan relasi baru – Meyanne Rasita”

Ketertarikan Meyanne Rasita pada musik sudah muncul sejak kecil. Meyanne kecil gemar mendengarkan musik serta menyaksikan konser lewat DVD. Sejak saat itu juga, Meyanne mulai mempelajari alat-alat musik.

Kecintaan Meyanne pada musik berlanjut hingga saat ini meskipun ia tak terjun langsung di panggung musik. Di dunia kerja, penggemar dari The Corrs ini sibuk di balik layar untuk mengurusi kontrak sebuah label musik. Ia mempersiapkan kontrak untuk client dari record label Darlin’ Records.

Walaupun tidak langsung terlibat di panggung musik, Meyanne tetap terus berusaha meningkatkan pengetahuan dan wawasan bermusiknya. Di tengah pandemi ini, Meyanne mengaktualisasi diri dengan mengikuti beragam webinar salah satunya lewat Soundfren Connect.

Meyanne mengetahui Soundfren Connect lewat salah seorang teman yang sebelumnya pernah bergabung di salah satu sesi. Tak hanya satu sesi yang Meyanne ikuti, ia ketagihan untuk memperluas wawasan bermusiknya dengan bergabung dalam beberapa sesi. 

Dengan bergabung dalam webinar Soundfren Connect, Meyanne merasa ia mendapatkan pandangan baru dalam bermusik. Selain itu, Soundfren Connect juga menjadi ajang menambah relasi. 

Fakta Musisi Paling Makmur Tahun 2020

Inilah para penyanyi dunia yang paling banyak dapet cuan sepanjang tahun 2020 versi majalah Forbes.

  • Kanye West. Dengan penghasilan USD 179 juta atau Rp 1,1 T, Kanye West tidak hanya menjadi musisi dengan penghasilan terbanyak, tetapi dirinya juga menjadi artis terkaya nomor dua dibelakang Kylie Jenner (USD 590 juta).
  • Elton John. Penyanyi legendaris dengan 2 piala Oscar ini memiliki penghasilan senilai USD 81 juta.
  • Ariana Grande. Ariana mendapatkan posisi ketiga dengan bayaran lebih dari USD 72 juta. Ariana menjadi musisi perempuan terkaya jika dibandingkan dengan lainnya.
  • Jonas Brothers. Trio bersaudara Joe, Nick, dan Kevin Jonas memiliki penghasilan USD 68.5 juta. Hal ini menjadikan Jonas Brothers menjadi grup musik terkaya di tahun ini.
  • Chainsmokers. Grup musik Elektronik yang terdiri dari Andrew Taggart, Alex Pall Dan Matt Mcguire ini memiliki penghasilan total senilai USD 68 juta.
  • Ed Sheeran. Penyanyi sekaligus produser asal Inggris ini memiliki pendapatan sebesar USD 64 juta.
  • Taylor Swift. Sahabat dari Ed Sheeran yang baru merilis album “Folklore” menempati urutan ketujuh dengan nilai kekayaan USD 63.5 juta.
  • Post Malone. Rapper yang juga sempat menjadi cameo dalam Spider-Man: Into the Spider-Verse ini memiliki kekayaan dengan nilai USD 60 juta. 
  • Rolling Stones. Grup musik rock legendaris dengan hits Start Me Up ini memiliki pendapatan total USD 59 juta. Dengan berada di urutan sembilan, terbukti Mick Jagger cs masih bisa bersaing di tengah banyaknya musisi muda.
  • Marshmello. DJ dengan penampilan nyentrik yang pernah menyambangi Indonesia ini menempati urutan 10 dengan pendapatan USD 56 juta.
  • Shawn Mendes. Musisi yang akan merilis film dokumenter Shawn Mendes: In Wonder di bulan ini memiliki penghasilan senilai USD 54.5 juta.
  • Jay-Z. Suami dari penyanyi Beyonce ini memiliki pendapatan senilai USD 53.5 juta. Selain dari musik, Jay-Z juga meraup pundi-pundi kekayaan dari beberapa lini bisnisnya di bidang fashion, minuman, dan klub olahraga.
  • Billie Eilish. Musisi dengan rekor sebagai penyanyi termuda yang berhasil meraih Grammy Awards menempati urutan 13 dengan total kekayaan USD 53 juta.
  • BTS. Grup musik asal Korea Selatan menjadi satu-satunya grup musik Asia yang masuk dalam daftar ini. Dilansir Forbes, BTS memiliki kekayaan senilai USD 50 juta.
  • Drake. Bintang hiphop yang akan merilis album bertajuk Certified Lover Boy pada Januari 2021 memiliki pendapatan senilai USD 49 juta.
  • Jennifer Lopez. Penyanyi sekaligus aktris ini berada di urutan 16 dengan nilai kekayaan sebesar USD 47,5 juta.
  • Pink. Penyanyi yang baru saja merilis album “Can’t Take Me Home” memiliki penghasilan sebesar USD 47 juta.
  • Rihanna. Pemilik single hits “Umbrella” di tahun 2020 memiliki penghasilan total senilai USD 46 juta.
  • Luke Bryan. Penyanyi country asal dengan single “One Margarita” menpunyai kekayaan total senilai USD 45.5 juta.
  • Backstreet Boys. Grup musik yang sempat menjadi tren di era 90-20an ini menutup daftar 20 musisi terkaya versi majalah Forbes. Backstreet Boys memiliki total pendapatan sebesar USD 45 juta.

Dapakan informasi seputar dunia musik lainnya hanya di aplikasi Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Bassrange Music

“Lewat beragam fitur di aplikasi, membuat kami terasa mudah untuk menambah wawasan bermusik serta membangun relasi – Bassrange Music”

Melihat teman-teman di bangku SMP bisa dengan begitu mahir memainkan gitar membuat Az-Zahir tertarik untuk bisa memetik gitar. Di kelas 9 SMP, akhirnya ia memutuskan untuk mempelajari musik khususnya gitar. Sebelumnya ia tidak pernah belajar musik seserius itu.

Hingga kini, musik seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya. Usai lulus dari SMA, Az-Zahir melanjutkan pendidikannya di Universitas Pendidikan Indonesia dengan menempuh jurusan Pendidikan Seni Musik. Di kampus, ia bertemu dengan teman-teman yang memiliki minat yang sama di musik hingga akhirnya lahir sebuah grup musik bernama Bassrange Music.

Bassrange Music hadir dengan memberikan nuansa baru untuk industri musik. Dengan menggabungkan aransemen alat musik modern dan tradisional dalam beberapa karyanya, Bassrange Music menambah semarak warna musik Indonesia. Dengan dukungan teknologi yang semakin maju bukan persoalan yang menyulitkan Bassrange Music untuk memiliki konsep musik seperti ini.

Bagi Bassrange Music, industri musik saat ini sudah punya pasarnya masing-masing. Dalam arti sudah memiliki pendengarnya masing-masing. Bassrange Music telah memiliki pasar sendiri dengan identitas yang mereka miliki dan jaga selama ini.

Dengan semua personel yang masih berstatus mahasiswa, Bassrange Musik tak melewatkan submisi Liga Musik Kampus 2020 yang diadakan di Soundfren. Dalam submisi ini, Az-Zahir dkk sangat totalitas dalam membuat konsep hingga produksi video musik. Usaha keras Bassrange Music akhirnya mengantarkan mereka ke panggung juara Liga Musik Kampus 2020. Sebuah pencapaian paling berkesan bagi grup musik yang bermarkas di Bandung ini.

Usai sukses di Liga Musik Kampus 2020, Bassrange Music tak berhenti untuk terus berkarya. Di Soundfren, Az-Zahir dkk terus menggali beragam fiturnya untuk menambah wawasan serta membangun relasi dengan para penggiat musik. Bassrange Music berharap Soundfren dapat menjangkau lebih luas musisi-musisi serta penggiat musik di Indonesia.

Fakta Rihanna ‘Musisi Wanita Terkaya di Dunia’

Dua tahun berturut-turut Rihanna dinobatkan sebagai musisi wanita terkaya di dunia versi majalah Forbes. masuk dalam jajaran wanita terkaya self-made di Amerika Serikat. Kategori self-made sendiri diberikan pada sosok yang pundi-pundi kekayaannya didapatkan dari hasil usaha, dan bukan warisan. Selain fakta bahwa Rihanna adalah musisi wanita terkaya saat ini, ada beberapa fakta yang perlu kamu tahu, Fren!

  • Jumlah kekayaan melampaui Celine Dion. Dalam daftar yang dirilis Forbes, Rihanna mengungguli jumlah kekayaan dari Madonna (USD 550 juta/Rp8 triliun), Celine Dion (USD 455 juta/Rp6,5 triliun), Beyoncé (USD 420 juta/Rp6,1 triliun), Barbra Streisand (USD 400 juta/Rp4,8 triliun), Taylor Swift (USD365 juta/Rp5,3 triliun), dan Lady yGaga serta Jennifer Lopez yang masing-masing memiliki kekayaan sebesar USD 150 juta.
  • Aktif dalam aksi sosial. Rihanna adalah salah satu selebritis yang rutin terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Selama pandemi Covid-19, Rihanna terlibat dalam beberapa aksi penggalangan dana. Ia telah berdonasi lebih dari 8 juta USD atau setara dengan 117,7 miliar rupiah. Selain itu ia juga mendonasikan 1 juta USD untuk keluarga miskin di New York, 2,1 juta USD untuk korban kekerasan di Los Angeles, dan 5 juta USD yang disumbangkan melalui Clara Lionel Foundation.
  • Memiliki bisnis kosmetik. Di luar kesuksesan karir bermusiknya, Rihanna ternyata cukup handal dalam berbisnis. Fenty Beauty merupakan brand kosmetik yang ia miliki bersama rumah mode mewah LVMH.
  • Memiliki bisnis fashion. Tak hanya bergelut di bisnis kosmetik, RiRi juga mengelola lini fashion Savage X Fenty yang memproduksi pakaian dalam bekerja sama dengan TechStyle Fashion Group.
  • Sempat mengalami masalah keluarga. Di tengah kesuksesannya, Rihanna juga harus berjuang untuk mengatasi ayahnya yang seorang pecandu dan hubungannya bersama Chris Brown.

Itu dia beberapa fakta dari Rihanna, Fren! Cek aplikasi Soundfren untuk tahu fakta-fakta lain seputar musisi idola kamu.

#BikinJalanLo Versi Nosferal

“Soundfren bisa jadi tempat kami menemukan apa yang dibutuhkan – Nosferal”

Grup musik Nosferal selalu memiliki cerita tersendiri dalam setiap lagunya. Bahkan dalam album perdana mereka “Self-Titled” yang dirilis pada tahun lalu, ada cerita yang tersambung dari tiap lagunya. Diawali dengan single “The Girl Next Door” yang menceritakan rasanya jatuh cinta pada seorang gadis, dilanjutkan dengan “For The Last Time”, “What’s Your Favourite Things on Earth”, dan urutan lagu lain dalam album ini yang jika digabungkan akan menjadi satu cerita utuh.

Setelah merilis album perdananya, Nosferal kini tengah sibuk merampungkan mini album terbaru yang diberi judul “The Thin Line Between”. Bagi grup musik asal Jakarta ini, Nosferal merupakan sebuah kutukan, setiap mereka merilis lagu semuanya menjadi kenyataan. Namun, Nosferal percaya bahwa kutukan akan berakhir bila mereka menyelesaikan album secepatnya. Apa yang telah dimulai harus tetap diakhiri, begitu pula dengan sebuah lagu dan album.

Tentunya bukan hal mudah untuk merampungkan sebuah karya terutama di tengah situasi pandemi seperti ini. Dengan dukungan teknologi yang canggih, Nosferal tak kehilangan akal untuk bisa segera menuntaskan dan mempromosikan karya mereka ke khalayak luas. Nosferal menjajal beragam jaringan salah satunya lewat Soundfren.

Di Soundfren, Nosferal mencoba beragam fitur yang ada dari mulai berbagi ide dengan pengguna lain, menjajal fitur “Artist Spotlight” untuk mengenalkan karya mereka, mengikuti submisi yang pada akhirnya membawa mereka ke panggung Northern Virtual Stage di bulan lalu. Tentunya ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat berarti di tengah pandemi ini.

Besar harapan Nosferal agar Soundfren bisa terus menjadi wadah untuk para musisi mengenalkan karya hingga mendapatkan kesempatan manggung. Soundfren telah membuka jalan Nosferal untuk terus melaju dengan karya-karyanya di industri musik.

Dibalik Lagu “Barcelona” dari Fariz RM

Fren, pastinya banyak dari kalian yang udah akrab denngan legenda hidup satu ini. Yap, Fariz Rustam Munaf atau lebih akrab disapa Fariz RM adalah seorang musikus dan penyanyi senior tanah air. Namanya melambung di era 80-an. Beberapa karyanya yang terkenal yaitu Barcelona, Nada Kasih, Panggung Perak, dan Sakura. Hingga saat ini, lagu-lagu ciptaan Fariz pun masih sering dinyanyikan penyanyi lain.

Karier profesionalnya diawali tahun 1977, bersama Adjie Soetama, Raidy Noor, Addie MS, dan Ikang Fawzi yang juga telah berteman dengan Fariz sejak duduk di bangku SMAN 3 Jakarta. Fariz menjajal kemampuannya di Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan Radio Prambors. Langkah pertamanya ini berhasil membawanya duduk manis di urutan ketiga. Tawaran band pun mulai datang menghampirinya.

Fariz melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil fokus studi Seni Rupa. Di samping menimba ilmu, Fariz juga memperdalam teknik bermusiknya. Ia menjadi keyboardist pengganti di band beraliran rock, Giant Step. Selain itu, Fariz juga mengisi posisi drummer untuk band rock The Rollies. Musisi multitalenta ini juga dipercaya untuk mengiringi kelompok musik asal Bandung pimpinan Harry Roesli tahun 1979 silam.

Selang setahun, Fariz merilis album Sakura. Tidak tanggung-tanggung, dirinya memainkan drum, gitar, keyboard, bass, hingga perkusi sendirian. Dengan warna musik yang fresh dan groovy, album tersebut sukses besar. Nama Fariz RM pun semakin melambung. Selain lagu Sakura, lagu berjudul Barcelona menjadi salah satu mahakarya dari seorang legenda hidup bernama Fariz RM. Banyak orang menebak-nebak makna lagu Barcelona. Sebenarnya, menurut Fariz, cerita Barcelona tidaklah rumit. Lagu itu hanya bercerita tentang perspektif cinta dari orang Barat dan Timur.

Fariz sendiri menyaksikan perbedaan perspektif itu kala mendapatkan beasiswa kuliah singkat penyutradaraan dan produser di Barcelona, Spanyol, pada 1987. Di kampus, ia kenal dengan pasangan muda bernama Jerome Rodriguez asal Filipina dan Margaret Ferrier asal Inggris. Jerome galau setengah mati ketika kuliah singkat akan berakhir, karena artinya ia akan berpisah dengan Margaret. Sakura dan Barcelona kemudian menjelma jadi lagu paling hit dan lagu wajib Fariz saat manggung. Fariz sendiri takut dipukuli orang bila manggung tak membawakan dua lagu itu

Itu dia sedikit cerita di balik kesuksesan Fariz RM, temukan beragam fakta seru lainnya dari musisi favorit kamu di aplikasi Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Septian Rahman

“Soundfren Connect telah memperluas cakrawala pengetahuan saya tentang dunia musik – Septian Rahman”

Septian Rahman mulai mengenal musik saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Di sana, ia dipertemukan dengan teman-teman yang memiliki minat sama pada musik. Sejak saat itu, Septian dan musik menjadi tak terpisahkan.

Septian yang menaruh minat pada gitar, fokus untuk memperdalam kemampuannya untuk menjadi seorang gitaris. Penggemar dari band Kotak ini tak henti untuk terus belajar dan belajar. Meski di tengah pandemi, Septian tetap terus mencoba produktif dan berkarya.

Bagi Septian, sejak mengenal musik, ia menjadi lebih banyak teman. Musik adalah bahasa universal yang mempertemukannya dengan banyak orang. Pandemi yang membuat kegiatan menjadi terbatas dan lebih sering berada di rumah, tak membuat Septian kehilangan akal untuk terus membangun relasi dan berkoneksi.

Septian mencoba melirik aplikasi Soundfren yang ia harapkan bisa menambah teman baru yang bisa ia ajak untuk berkolaborasi nantinya. Ternyata, bukan hanya sekedar koneksi yang ia dapat. Musisi asal Banjarmasin ini mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru setelah mengikuti webinar di Soundfren Connect.

Soundfren Connect telah membuka cakrawala pengetahuan tentang dunia musik yang lebih luas untuk seorang Septian. Tak ayal, ia rutin mengikuti sesi-sesi yang dihadirkan. Septian berharap agar ke depannya Soundfren dapat menjangkau lebih banyak lagi pengguna lewat fitur-fitur yang ada di dalamnya. Karena semakin banyak pengguna maka akan semakin banyak juga relasi yang terjalin serta kolaborasi yang lahir.

Fans Iwan Fals Wajib Tahu Ini!

Legenda musik satu ini emang nggak pernah lepas kiprahnya dari masa ke masa. Mulai jadi pengamen hingga menjadi musisi besar tanah air. Apa lagu Iwan Fals favoritmu, Fren?

  • Kebiasaan ‘ngamen’ di tempat hajatan. Berawal ketika anak muda (13 Tahun) yang tinggal di daerah Bandung itu mengulik alat musik gitar di pelataran rumahnya. Tanpa disadari, kebiasaan itu berbuah hasil positif menjadi hobi yang menguntungkan. Sehingga, pada suatu ketika Iwan Fals muda mempunyai bakat dalam mengemas lagu. Dengan prinsip anak kolong yang mengalir kehidupan sederhana itulah pertama kali tercipta lagu-lagu dengan lirik yang bisa menghibur teman-temanya. Kemudian tak lama berselang, kebiasaan inilah yang membuat dirinya memberanikan diri untuk bernyanyi atau mengamen di tempat umum seperti hajatan, kawinan, dan sunatan. Alhasil, berkat suara dan petikan gitarnya yang selaras itu membuatnya semakin berani melangkah ke industri rekaman.
  • Jual motor untuk rekaman. Selanjutnya dalam beberapa waktu berselang, keahliannya membuahkan perhatian salah satu produser musik. Bersama Bambang Bule (produser dari Jakarta), dia menawari Iwan Fals muda untuk mengadu nasib di Jakarta, setelah mendengar kualitas suara Iwan Fals dari Radio 8EH milik ITB. Setelah memberanikan diri bertandang ke Jakarta, pelantun “Sarjana Muda” ini juga menjual sepeda motor miliknya untuk membiayai master rekaman albumnya. Dari sinilah, karyanya mulai dilirik oleh label rekaman profesional pertama kalinya.
  • Rekaman di studio. Musica Studio dengan bangga mengajak Iwan Fals untuk merampungkan album “Sarjana Muda” dengan serius. Berbekal label ternama, Willy Soemantri membantu proyek musik yang cukup sukses dan banyak diminati penggemar yang sekarang dikenal dengan panggilan Oi.
  • MengikutI festival musik. Kualitas musik yang menyentuh hampir semua kalangan itu, terbukti ‘manjur’ saat mengikuti festival lagu ‘humor’ yang diselenggarakan Lembaga Humor Indonesia. Setelah sang almarhum Arwah Setiawan merekam lagu-lagu humor, Iwan Fals bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip melanjutkan ke industri rekaman. Meski tak sesukses karya lainnya, setidaknya mereka juara harapan Lomba Musik Humor (1979). Berselang satu tahun (1980), Iwan Fals melanjutkan penampilannya dalam ajang Festival Music Country. Alhasil, keseriusannya itu berbuntut hasil Juara 1 Festival Music Country. Dari kejuaraan inilah, perjalanan musik miliknya terus meningkat dari tahun ke tahun sampai saat ini.
  • Konser yang dilarang. Bagi semua pelaku industri hiburan terutama musik, bukan tanpa hambatan. Banyak problematika yang hadir dalam perjalanan karir seseorang musisi maupun band. Apalagi, musisi tersebut sering ‘menyentil’ lingkungan pemerintahan yang kurang perhatian terhadap rakyat. Selama Orde Baru, ada beberapa jadwal konser Iwan Fals yang dilarang atau dibatalkan dengan alasan keamanan. Hal ini karena ‘saking’ kritis, demonstratif dan membangkitkan perlawanan yang massif melalui lagu-lagunya tersebut.
  • Menjadi bintang film “Kantata Takwa”. Setelah bermukim dalam “Kantata Takwa” bersama musisi senior yang digawangi oleh WS. Rendra, Setiawan Djody, Donny Fatah, Jocky Suryo Prayogo, Inisisri, dan Sawung Djabo, Iwan Fals pernah bergabung dengan “Swami” dan membuat hits fenomenal seperti “Bento” dan “Bongkar”. Bersama “Kantata Takwa”, bukan hanya rekor dari ranah musik saja yang diperoleh. Eros Djarot dan Gator Prakosa, berhasil memproduksi sebuah film berjudul sama dan memecahkan rekor produksi terlama di Indonesia. Dimana kurun waktu selama 17 Tahun (1991-2008), film tersebut dibintangi oleh Iwan Fals dan teman-temanya.
  • Karya dari sebuah keluarga. Dalam pernikahannya, ada beberapa hikmah dari kisah keluarga kecil yang satu ini untuk kita pelajari. Iwan Fals menikah dengan Rosana atau Mbak Yos. Dari pernikahannya tersebut, kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae dan Raya Rambu Rabbani. Ketiga anak dengan nama yang kedengarannya unik, ternyata menyimpan ekspektasi agar menjadi petunjuk bagi dirinya masing-masing dan orang di sekitarnya.
  • Rekor konser skala internasional. Setelah perjalanan panjang selama lebih dari 3 dekade di industri musik Tanah Air, rekor konser yang paling ‘pecah’ saat Konser Suara Untuk Negeri. Dimana konser menakjubkan tersebut bekerja sama langsung dengan stasiun televisi. Dengan informasi yang meluas di seluruh penjuru Tanah Air, masyarakat secara langsung berpartisipasi ke konser yang diadakan di 4 kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Medan. Sehingga, konser tersebut menjadi ajang pembuktian kepada dunia dengan memecahkan rekor Guinness Book of World Record berskala internasional.

Terbilang keras juga ya perjalanan bermusik seorang Iwan Fals, Fren. Buat kamu yang mah tahu fakta-fakta seputar musisi idola bisa cek di aplikasi Soundfren. Karena Soundfren akan selalu memenuhi kebutuhan bermusik kamu termasuk dengan menambah wawasanmu, Fren.

#BikinJalanLo Versi Yuly Erikabakti

“Setelah ikutan beberapa webinar di Soundfren Connect, saya bisa dapat ilmu baru tentang musik – Yuly “Sang Malam”

Yuly Erikabakti sudah menunjukkan ketertarikan pada musik sedari duduk di bangku sekolah dasar. Di kelas 5 SD, Yuly diminta untuk menjadi bassist dalam grup musik sekolahnya. Kemampuannya membetot bass sudah dikenal oleh orang-orang di sekitarnya. Memasuki SMP, Yuly tertarik untuk belajar menabuh drum. Lewat sang kakak dan temannya, Yuly berlatih untuk menjadi seorang drummer.

Kecintaan Yuly terhadap musik membawanya pada pencapaian-pencapaian spesial dalam hidupnya. Di tahun 2015, ia pernah merasakan sat panggung bersama sang idola, Purwacaraka dan Bob Tutupoli Tahun 2020, di tengah pandemi yang membuat sebagian orang memilih vakum, Yuly bersama grup band-nya, Sang Malam sukses merilis 2 lagu dengan materi yang telah dibuat 15 tahun silam.

Pencapaian yang didapat Yuly tentunya merupakan buah dari kerja kerasnya. Di tengah zaman yang modern dengan kecanggihan teknologi yang terus melesat, Yuly tak henti untuk memacu langkahnya dengan memperdalam kemampuan bermusik dan membangun relasi. Bagi penggemar Agung Gimbal ini, Soundfren telah membantunya menemukan apa yang ia butuhkan di musik, yakni kolaborasi, koneksi, dan informasi.

Aplikasi Soundfren memudahkannya memperbanyak jaringan di dunia musik. Ia juga bisa berkolaborasi, mendapat informasi acara musik, kenalan dengan musisi, hingga belajar banyak mengenai musik dan industrinya lewat Soundfren Connect. Selain aktif mengikuti webinar di Soundfren Connect, Yuly juga rutin mengikuti submisi yang membawanya bersama Sang Malam pada panggung BandungTeduh Virtual Event 2020.

Yuly telah mencoba semua fitur yang ditawarkan Soundfren. Baginya, semua fitur di aplikasi membawa dampak yang sangat positif. Yuly berharap agar Soundfren tak henti untuk terus memberikan fitur-fitur yang bermanfaat dan kreatif untuk para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi 9highend9

“Saya gak perlu repot lagi cari job manggung. Tinggal buka aplikasi Soundfren, semuanya beres! – 9highend9”

Ada banyak cara untuk mengatasi patah hati atau putus cinta, mulai dari makan, jalan-jalan, bahkan pindah ke lain hati. 9highend9 menyembuhkan luka hati dengan membuat lagu. Meski sakit namun 9highend9 berterima kasih kepada mereka yang telah pergi meninggalkan luka, karena ada karya yang lahir dari luka tersebut.

Karya yang telah lahir dari 9higend9 membawanya bisa tampil di berbagai panggung musik. Ada banyak momen yang ia lewati saat manggung, termasuk momen dimana suaranya tak terdengar ke seluruh penonton karena mikrofon yang lupa ia set dan cek sebelumnya.

Pengalaman tampil di panggung musik banyak memberi perspektif baru dalam karya pengagum X, Russ, Roddy ini. Terlebih dengan kemajuan teknologi di industri musik, semakin memudahkan 9highend9 untuk membangun relasi dan promosi karya yang membuatnya semakin semangat dalam bermusik.

Di tengah kesibukannya berkarya, 9highend9 tetap harus meluangkan waktu untuk melakukan promosi karya dan mencari panggung untuk keberlangsungan karir bermusiknya. Awalnya ia merasa kesulitan mengatur semua ini dan mulai mencari wadah yang bisa memudahkannya melakukan semuanya. 9highend9 merasa Soundfren adalah aplikasi yang pas dan sangat sesuai dengan kebutuhan bermusiknya. Bagi pemilik single “Car Mafia” ini, dengan adanya Soundfren para pembuat acara tak perlu repot untuk mencari talent dan begitu juga sebaliknya.

Di Soundfren, 9highend9 aktif mengikuti submisi dan kolaborasi. Ia juga tak ragu berkenalan dengan pengguna lainnya untuk memperluas relasi supaya karir musiknya bisa berumur panjang dan dikenal masyarakat luas. Atas keaktifannya di Soundfren, 9highend9 bisa mendapatkan kesempatan manggung di Beksside Cartel dan banyak mendapatkan relasi baru. Bagi 9highend9, Soundfren telah membukakan banyak pintu dalam perjalanan karir bermusiknya.