MERCHANDISE BAND ABSURD

#SemudahItu Bermusik dengan Soundfren

Fren, apa merchandise band yang terakhir kali kamu beli? Udah punya yang absurd kayak gini belum?

  • Pasta dan Sikat Gigi One Direction. One Direction terkenal dengan boyband ramah dan banyak senyum yang membuat fansnya meleleh. Rasanya pas sekali jika produsen pasta dan sikat gigi ini memakai One DIrection sebagai iklannya, pasalnya mereka memiliki gigi yang rapi dan putih. Tak tanggung-tanggung Coalgate pun memasang gambar One Direction di bungkus pasta dan sikat gigi. Tentu saja strategi ini pas karena para fans One Direction pun tertarik untuk mengoleksinnya
  • Tirai Mandi Justin Bieber. Merchandise kaos atau poster dirasa sudah umum, namun hal itu tak menjadikan mentoknya untuk propaganda sekaligus jualan. Tim merchandise pun membuat sebuah tirai mandi bergambar Justin Bieber. Fans Justin yang rata-rata anak muda menjadi target yang mudah dalam penjualan. Terlebih gambar Justin Bieber yang besar membuat para fans rela merogoh kocek dalam untuk mendapatkan tirai mandi ini. Masih merasa biasa saja dan belum aneh, simak berikut ini.
  • Kondom U2. Yaiks ada-ada saja band asal Irlandia ini dalam membuat merchandise. Mereka memilih kondom sebagai merch untuk dijual kepada umum. Uniknya merch dinamai seperti judul albumnya, Achtung Baby. Entah apa alasan U2 menjual kondom ini, namun yang pasti pikiran orang yang tabu membuat merch ini terbilang cukup aneh.
  • Papan Ski The Rolling Stones. Logo lidah menjulur sudah seperti brand tersendiri bagi The Rolling Stones. Semua merch dari band gaek ini selalu terjual habis lantaran kelegendarisan band tersebut. Tak kurang akal, mereka pun memproduksi merch papan ski dengan logo lidah menjulur di beberapa bagian. Rasanya ini kado Natal yang pas buat pacar atau siapapun yang menyukai band gaek ini.
  • Sarung Tangan ACDC. Buat rocker yang suak hobi masak, jangan khawatir karena ACDC merilis sebuah sarung tangan untuk memasak. Tak ada takut tangan kepanasan saat mengambil makanan dari oven. Kamu bakal terlihat gahar saat memasak di dapur saat membuat masakan favoritmu. Dan tiba-tiba judul lagu You Shook Me All Night Long berubah menjadi You Cook Me All Night Long
  • Baju Terusan Weezer. Ada-ada saja cara untuk memasarkan album. Salah satunya adalah bundle pack yang dilakukan oleh Weezer. Mereka memberikan bonus CD setiap pembelian baju unik ini. Sepintas baju ini seperti gamis berwarna biru dengan sablon bertuliskan Weezer di dadanya. Meski aneh, namun banyak juga yang mengordernya.
  • Peti Mati Kiss. Sebuah terobosan gila yang dilakukan oleh Kiss dalam membuat merchandise. Mereka merilis sebuah peti mati dengan berhiaskan ornamen Kiss di atasnya. Pasti berpikiran siapa yang akan membeli? ternyata banyak yang menyukai merchandise yang mengerikan ini. Semoga saja peti ini tidak berhantu.
  • Baju Hangat Unyu Slayer. Mendengar nama band satu ini pasti dibenak kamu adalah tengkorak, darah dan penghujatan tuhan. Namun siapa sangka mereka pernah melakukan kekhilafan dengan memproduksi baju hangat dengan desain unyu.
  • Buku Mewarnai Seram Ween. Tak ingin sama dengan band lainnya, Ween pun merilis sebuah buku mewarnai. Bukan buku mewarnai yang seperti kalian temui di toko buku, namun yang ini lebih eksplisit isinya. Banyak gambar mengganggu di dalamnya, sehingga tidak pas untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Merasa belum aneh, yang satu ini bakal membuat kamu berpikir apakah ini nyata.
  • Dildo Personel Rammstein. Yup tak ada yang lebih aneh dan gila dari merchandise dari band asal Jerman, Rammstein. Mereka membuat sebuah merch berupa dildo dengan ukuran dari masing-masing personel. Dildo tersebut dikemas dalam sebuah hardcase box yang keren. Selain dildo di dalamnya berisi borgol dan lainnya. Merch yang sangat edan.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

Pentingnya Pra-produksi Rekaman Buat Danilla

Danilla Riyadi di Soundfren Connect

Buat Danilla dan Lafa, fase terpenting dalam merekam album justru ada di pra-produksi.

Yoi, Fren! Ini yang mereka sampaikan di sesi Soundfren Connect yang berlangsung 30 November 2020 kemarin. Di sesi bertajuk “Pembongkaran Karya Musik & Proses di Balik Album Rekaman” ini, Lafa Pratomo dan Danilla Riyadi berbagi kisah dan cerita di belakang proses perekaman album-album Danilla.

Kalau ada yang belum kenal, Lafa adalah produser dari karya-karya Danilla. Bisa dibilang, dia adalah arsitek musik dari album Danilla selama ini. Selain bertugas di belakang layar, Lafa juga berperan sebagai gitaris dalam setiap penampilan live Danilla.

Kali ini, Lafa banyak bercerita mengenai pengalamannya sebagai produser rekaman Danilla. Satu hal yang dia ceritakan di sesi seru besutan Soundfren ini, adalah bahwa kunci penting pengerjaan album-album Danilla justru bukan di waktu rekamannya, melainkan terletak di pra-produksi.

“Yang paling pertama itu workshop sih. Ini tuh semacam momen nyatuin chemistry antara si produser dan teman-teman band,” buka Lafa.

Hal ini juga diakui sama Danilla. Dia mengungkapkan kalau workshop ini adalah fase awal yang sangat penting dalam proses pengerjaan albumnya. Di fase inilah mereka menghabiskan waktu untuk saling bertukar pikiran dan sharing antara musisi dan produser.

“Aku selalu fokus setiap workshop. Fokus untuk bermain-main, fokus bikin dunia sendiri. Bahkan aku sama Lafa kalau sudah waktunya workshop, nggak ada waktu untuk buka hp. Kecuali buat browsing atau dengar lagu paling,” cerita Danilla.

“Pesan makanan enak, ngehabisin waktu buat ngobrol, meski cuma curhat dan nggak ngobrolin musik, menurut aku ini juga bagian dari workshop,” sambung Danilla. 

“Iya, prosesnya mungkin kayak curhat-curhat, tapi sebenarnya yang kita serap adalah energinya di momen ini,” tambah Lafa.

Workshop ini sesungguhnya adalah fase mendasar, di mana antara musisi dan produser bisa menemukan kondisi nyaman yang bisa menjaga stabilitas titik fokus mereka untuk kemudian merumuskan arah mau ke mana karya itu dibawa. 

Nah, setelah fase saling memahami ini dijalankan, selanjutnya kita akan masuk ke tahap yang disebut Lafa sebagai pre-production. Tahapan ini notabene lebih musikal, karena ini adalah fase di mana mereka menentukan bagan lagu, aransemen, sound, dan detail-detail lainnya.

“Semacam bikin demolah. Di sini sebenarnya adalah sesi “berantem” dengan teman band kalian, mau dibikin kayak apa lagunya,” ujar Lafa.

Tidak harus merekam lagu secara proper di studio rekaman, mematangkan aransemen di sini bisa dengan merekam live di studio latihan, rekaman rumahan sederhana, atau segampang merekam dengan handphone saat kita sedang latian di studio, untuk kemudian kita dengarkan kembali dengan seksama.

Hasil inilah yang akan kita jadikan pegangan saat nanti masuk studio dan merekam lagu kita. Karena jika semuanya sudah dipersiapkan dengan matang, proses merekam lagu akan berlangsung dengan mudah dan cepat. Artinya tentu biaya yang keluar untuk tahapan produksi juga akan lebih murah.

Gimana, sudah siap rekaman? Kalo iya, jangan lupa fokus di pra produksinya ya, Fren! Selamat berkarya! (Erick)

#BikinJalanLo Versi Collegium

#SemudahItu Promosikan Karya di Soundfren

“Sedikit banyak nama Collegium juga mulai terekspos berkat Soundfren yang suka bantu promoin karya kami! – Collegium”

Tahun 2018 menjadi tahun yang spesial bagi Collegium. Di tahun tersebut, Deni, Boni, dkk memutuskan untuk membuat grup band bernama Collegium. Band ini lahir dari ketertarikan para personelnya akan musik-musik Jepang dan Korea.  

Sejak terbentuk, grup musik ini telah melahirkan 2 single yakni ‘Sebuah Kisah’ dan ‘Aflah’. Bahkan di tahun ini, Collegium juga tengah mempersiapkan  3 lagu untuk sebuah soundtrack film.

Meski terhitung baru di industri musik, Boni dkk telah merasakan panggung-panggung besar seperti tampil di “BIG BANG FEST 2019 Main Stage”, dan “InsertLive JPOP”. Panggung musik ini mereka dapatkan berkat promo melalui media sosial.

Kecanggihan teknologi sungguh berperan besar bagi perjalanan Collegium. Selain bisa mendapatkan panggung dengan bermodal internet, Collegium juga merasakan manfaat lain dari teknologi. Dalam membuat lagu, masing-masing personelnya mengirim track lalu disinkronkan dan digabungkan menjadi satu. Kecanggihan teknologi ini sangat membantu Collegium khususnya di tengah pandemi yang membuat orang susah untuk bertemu.

Teknologi juga yang mempertemukan Collegium dengan Soundfren. Di Soundfren, Collegium banyak mendapatkan relasi baru, membangun koneksi untuk bisa melangkah lebih jauh lagi di dunia musik, dan memiliki wadah yang tepat untuk menampung karya. Keaktifan Collegium di aplikasi membuat mereka masuk ke dalam jajaran pengguna teraktif sepanjang tahun 2020 versi Soundfren.

Bagi Collegium, Soundfren ini unik dan baru pertama kali ada aplikasi seperti ini di Indonesia. Collegium berharap agar Soundfren selalu bisa menjadi wadah untuk teman-teman musisi agar dapat banyak kesempatan tampil membawakan lagu sendiri.

Pentingnya Peran Produser Musik dalam Proses Rekaman Bisma Karisma

Bisma Karisma & Lafa Pratomo

Dalam sebuah proses pengerjaan sebuah lagu atau album, peranan seorang produser musik sangatlah penting. Produser inilah yang diharapkan bisa menggali potensi artis untuk menghasilkan karya semaksimal mungkin.

Mulai dari memberi saran dan masukan terhadap aransemen lagu, mengarahkan vokal, pemilihan sound, meningkatkan kinerja musisi, sampai memastikan audio engineer melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.

Untuk itu, produser musik haruslah memiliki wawasan yang baik dalam bermusik, sehingga dia dapat mengarahkan dan memandu artis hingga melahirkan karya-karya terbaiknya.

Tidak hanya dalam segi aransemen dan komposisi musik, seorang produser juga sebaiknya memiliki pemahaman dan mempelajari alat-alat serta teknologi musik dan studio rekaman. Dikarenakan dalam setiap proses rekaman, produser juga ikut andil dalam mengawasi bahkan terkadang ikut langsung mengerjakan proses mixing dan mastering.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Lafa Pratomo, saat menjadi produser untuk karya terbaru dari Bisma Karisma yang berjudul Frekuensi, yang baru rilis pada 27 November 2020 kemarin. Tidak hanya mengurusi aransemen dan sound, Lafa bahkan mengaku ikut andil dalam penulisan lirik lagu.

“Di lagu ini saya intervensi cukup banyak. Sampai ke lirik lagu saya minta ditulis ulang,” akunya, di sesi Soundfren Connect yang berlangsung 26 November 2020 kemarin.

Meski begitu, Bisma Karisma, yang sebelumnya lebih dikenal lewat kiprahnya bersama boyband Smash, mengaku tidak ada masalah dan cenderung puas bekerja sama dengan Lafa sebagai produser.

Peranan produser ini rasanya cukup krusial dalam proses berkarya Bisma. Dia mengaku kalau sosok produser inilah yang membantu menjaga dan mengarahkan dalam proses pengerjaan agar hasil karyanya sesuai tujuan.

“Aku susah kerja sendiri dan butuh partner. Jadi aku ajak Lafa untuk produserin. Aku sih senang dan puas banget sama hasilnya. Sebagai produser, Lafa bisa ngertiin dan terjemahin musik yang aku tulis semaksimal mungkin,” ungkap Bisma.

Untuk mencapai hal itu, menjalin komunikasi dan membangun chemistry antara artis dan produser adalah salah satu kuncinya. Hal ini ternyata gampang-gampang susah untuk dilakukan. Terutama jika keduanya punya kesibukan yang padat dan waktu ketemu yang sedikit. Hal inilah yang membuat lagu ini sampai butuh 2 tahun untuk direkam.

“Pengerjaan lagu ini sampai dua tahun. Sebenarnya yang bikin lama karena ketahan project juga sih. Saya ngerjain Polka(wars), Bisma ngambil (job) film. Jadi ketemunya paling sekali dua bulan,” cerita Lafa.

Syukurnya, perjalanan selama dua tahun ini berakhir dengan kepuasan di kedua belah pihak. Baik Bisma sebagai musisinya, juga Lafa sebagai produser musik.

Balik ngomongin soal produser musik. Sebenarnya bagaimana sih kriteria dan syarat-syarat seorang produser musik yang baik? Untuk pertanyaan ini, Lafa punya jawabannya sendiri.

Menurutnya, kriteria produser musik adalah ketika orang tersebut bisa memproduksi musik, bisa merekam musik, bisa mengolah, punya rencana/ bayangan lagunya mau diapakan dan lalu mengeksekusinya sesuai bayangan.

“Nah, kalau produser musik yang baik itu kalau dia bisa mewujudkan hasil akhir lagunya sesuai proyeksi awal, dengan semaksimal atau sedekat mungkin,” kata Lafa.

“Untuk itu, kita harus punya pengetahuan produksi musik yang baik. Sekarang banyak caralah buat itu. Bisa dari ngobrol-ngobrol, baca-baca artikel, forum-forum musik, atau nonton youtube,” tambahnya.

So, sudah ada gambaran kan sekarang mengenai fungsi dan peran produser musik? Jadi, buat rekaman lagu berikutnya, mau cari produser atau mau jadi produser sendiri nih, Fren? (Erick) 

#BikinJalanLo Versi Tabibqiu

#BikinJalanLo

“Selain bersama Soul ID, saya juga melakukan kolaborasi dengan beberapa musisi. Terbaru saya berkolaborasi bersama Kunto Aji dalam lagu Sesali – Tabibqiu”

Sejak duduk di bangku SMP, Tabibqiu sudah tertarik pada musik rap. Ia juga rajin menciptakan karya khususnya di genre musik rap. Di tahun 2000, lagu ciptaannya berhasil masuk ke dalam kompilasi hiphop nusantara. 5 tahun berselang, ia bergabung dalam grup Soul ID dan semakin yakin bahwa musik adalah jalan hidupnya.

Bersama SOUL ID, Tabibqiu semakin banyak belajar memahami musik, khususnya bagaimana menciptakan karya yang bisa mewakili isi hatinya sekaligus dan bisa diterima oleh masyarakat luas. Selain bersama SOUL ID, penggemar dari Iwa K, Tuan Tigabelas, hingga Eminem ini juga banyak melahirkan karya. Tahun ini tepat di Hari Sumpah Pemuda, ia berkolaborasi dengan Rapper-Rapper Cirebon dan Tuan Tigabelas dalam lagu PERAHU PEMUDA. Terbaru, ia berkolaborasi bersama Kunto Aji di lagu SESALI.

Telah mengenal musik sedari kecil dan memasuki industri musik sejak tahun 2000 membuat Tabibqiu paham betul arus perkembangan teknologi di industri musik. Baginya, teknologi boleh berkembang pesat namun kolaborasi tetap yang terpenting dalam industri musik. 

Di Soundfren, Tabibqiu menemukan sebuah teknologi baru yang bisa menciptakan kolaborasi baru. Dengan memanfaatkan fitur ‘Project Collaboration’, Tabibqiu mencoba mencari partner “kolaboRAPsi” baru untuk rilisannya selanjutnya.

Meskipun saat ini ia belum menemukan partner yang pas, Tabibqiu berharap agar ke depannya bisa melahirkan cerita seru bermusiknya bersama Soundfren.

Gokil, Inilah Para Pengisi Musik Game Cyberpunk 2077!

Fren, kemarin video game fenomenal Cyberpunk 2077 baru aja dirilis, yang bikin menarik adalah munculnya beberapa nama besar sebagai pengisi musik di game tersebut.

Ada tren yang jelas untuk mulai melibatkan nama-nama aktor dan musisi besar untuk mengisi konten untuknya, baik untuk proses performance capture yang diikuti proses digitalisasi untuk berakhir menjadi karakter hingga konsep album soundtrack berisikan musisi ternama untuk mengiringinya. Setelah hal serupa sempat dilakukan Hideo Kojima dengan Death Stranding, kini giliran CD Projekt Red yang siap menempuh gebrakan tak kalah istimewa dengan game action RPG mereka – Cyberpunk 2077.

Konfirmasi kehadiran Keanu Reeves sebagai Johnny Silverhand, karakter NPC dengan peran penting dalam cerita beberapa bulan yang lalu ternyata belum jadi akhir kolaborasi CD Projekt Red dengan pekerja kreatif ternama. Kini mereka juga mengkonfirmasikan soundtrack dengan musisi ternama yang akan berkolaborasi di dalamnya, yang beberapa dari mereka datang dari ragam genre berbeda.

Selain band punk – REFUSED yang akan bermain sebagai band Samurai in-game, aktris ternama sekelas RUN THE JEWEL, A$AP Rocky, Grimes, hingga Gazelle Twin akan ikut bergabung meracik soundtrack untuknya. Tentu saja, ada usaha untuk membangun atmosfer yang tepat dengan tema Night City itu sendiri.

Temukan beragam info seputar musik lainnya hanya di Soundfren.

8 Musisi yang Pernah Berada dalam Jeruji

Musisi dalam Jeruji

Fren, tanpa bermaksud menyudutkan, hanya ingin menegaskan bahwa dibalik kehebatan para maestro musik ini, mereka juga manusia biasa yang kerap melakukan kesalahan. Namun, karya besar mereka adalah monumen yang akan selalu diingat sepanjang sejarah musik tanah air.

  • Ahmad Dhani. Pentolan Dewa ini divonis 1,5 tahun oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Januari 2019. Dhani dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian lewat media sosial dan langsung dijebloskan ke Penjara Cipinang.
  • Koes Plus. Dipenjara tanpa proses persidangan dengan tuduhan meracuni jiwa generasi muda dengan musik ngak-ngik-ngok. Dipenjara pada 29 Juni kemudian dibebaskan 29 September 1965.
  • Sammy Simorangkir. Mantan vokalis Kerispatih ini divonis setahun penjara pada Juni 2010 setelah kedapatan mengonsumsi sabu-sabu di kediamannya.
  • Yoyo. Berselang satu tahun dari kasus Sammy, Yoyo dijebloskan ke penjara karena mengonsumsi narkoba jenis sabu.
  • Fariz RM. Telah 3 kali ditangkap  karena kasus narkoba. Tahun 2007, 2015, dan 2018, Fariz harus menjalani hari-hari dari balik jeruji besi.
  • Ahmad Albar. Rocker gaek dari God Bless ini divonis 8 bulan penjara pada 25 Juni 2008 karena penggunaan narkoba. Selain itu, ia juga dituduh bersekongkol dengan buronan kasus narkoba.
  • Ariel. Divonis 3,5 tahun pada Januari 2011 setelah video rekaman percintaannya dengan Luna Maya dan Cut Tari tersebar luas di internet.
  • Andika. Mantan vokalis Kangen Band dibui pada tahun 2011 karena kasus narkoba. Di tahun 2013, Andika kembali mendekam di penjara karena membawa kabur seorang gadis di bawah umur.

Temukan fakta-fakta menarik seputar industri musik lainnya di Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Friday Morning

“Selain dapat kesempatan tampil, di Soundfren juga bisa belajar ilmu baru tentang musik dan bisa saling sharing antar musisi – Friday Music”

Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa bagi grup musik Friday Morning. Di tengah pandemi, Zaidan dkk mampu untuk tetap produktif dengan merilis dua buah single baru. Single perdana dengan judul yang sama dengan nama band dirilis pada Maret silam sementara single kedua ‘Hujan’ direncanakan meluncur pada 17 Desember mendatang.

Dengan teknologi yang serba canggih ini, proses perilisan karya Friday Morning menjadi selangkah lebih mudah. Khususnya di tengah pandemi yang sangat membatasi pertemuan tatap muka, Friday Morning banyak memanfaatkan internet untuk mencari agregator yang cocok, membuat artwork, membuat press release, mencari tahu tentang persiapan setelah release dan hal-hal lain terkait perilisan karya.

Menariknya, di tahun 2020 ini, Friday Morning juga untuk pertama kalinya tampil di gigs. Setelah sebelumnya fokus untuk membuat karya, Friday Morning berhasil keluar sebagai musisi terpilih Musdikum dan bisa tampil di channel Youtube Soundfren bersama musisi lainnya seperti Dimas Jimbo, Toji, dan David Priesky.

Bergabung dengan Soundfren tak hanya mendapatkan gigs perdana, Friday Morning juga jadi banyak belajar ilmu dunia industri musik di Indonesia dan bisa saling berbagi pengalaman antar musisi. Hal ini membuat Friday Morning jadi semakin mudah terkoneksi dengan para penggiat industri musik Indonesia.

Friday Morning berharap agar Soundfren bisa selalu memberikan dukungan kepada penggiat musik Indonesia. Salah satu caranya dengan semakin sering mengadakan submisi untuk menambah jam terbang teman-teman musisi.

Fakta Bermusik Bagi Kesehatan

Fren, selain sebagai sarana untuk menyalurkan hal yang kamu senangi, bermusik juga punya banyak manfaat buat kesehatan.

  • Meningkatkan konsentrasi. Saat mempelajari suatu instrumen atau alat musik otakmu dituntut untuk fokus sehingga konsentrasi jadi meningkat.
  • Melepaskan stres. Banyak studi menyebut bermain alat musik dapat mengurangi rasa sakit serta stres sehingga bisa menjaga kesehatan mental.
  • Melawan alzheimer dan demensia. Musik banyak digunakan di panti jompo untuk terapi karena banyak studi menyebut musik bisa memperkuat memori dan ingatan.
  • Menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Belajar instrumen seperti biola, gitar, bahkan piano turut melatih otak kiri dan kanan agar bekerja secara seimbang.
  • Membuat tubuh rileks. Banyak studi menunjukkan bahwa mendengarkan musik yang menenangkan bisa membuat tubuh lebih rileks.
  • Memperbaiki suasana hati. Penelitian McGill University Montreal menyebut musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin yang berhubungan dengan perasaan senang.

Jadi buat kamu yang sering dengerin musik ini merupakan sebuah fakta yang menyenangkan bukan? Temukan fakta-fakta seputar musik lainnya di Soundfren.

Fakta-fakta Misteri 27 Club Yang Harus Kamu Tahu

Sering denger tentang para musisi legendaris 27 Club, Fren? Awalnya, ’27 Club’ hanya dikaitkan dengan para musisi, namun kemudian meluas ke para aktor dan selebriti lainnya yang meninggal mulai dari kecanduan, bunuh diri, hingga kejadian misterius. Berikut ini deretan selebriti yang termasuk dalam ’27 Club’:

  • Robert Johnson. Tahun Agustus 1938, hanya beberapa hari setelah ulang tahunnya ke-27 tahun, Johnson pergi ke rumah istri pemilik rumah pertunjukkan tempatnya bermain musik, dia kemudian meminum whiskey di botol yang terbuka. Dia meninggal tiga hari kemudian karena keracunan strychnine dan pneumonia.
  • Brian Jones. Brian Jones meninggal di kampung halamannya di Inggris pada 1969 karena eksperimennya, yaitu mencampur alkohol dan narkoba dan kemudian berenang di kolam renang, lalu meninggal dunia. Namun, kematiannya dianggap janggal dan belum ada keterangan yang jelas tentang kisah sebenarnya.
  • Alan Wilson. Jenazah Alan Wilson ditemukan di halaman Hite pada 3 September 1970. Kedua tangannya menyilang di dadanya dan ada satu botol barbiturat di sampingnya.
  • Jimi Hendrix. Pada Jumat, 18 September 1970 dini hari, Jimi tinggal bersama kekasihnya di London. Dia meminum beberapa pil tidur. Tidak ada yang tahu pasti berapa pil yang diminumnya, namun diperkirakan hingga sembilan pil. Obat yang diminumnya adalah Vesparax, barbiturat yang kuat, jika minum setengah tablet, cukup untuk tidur selama delapan jam.
  • Janis Joplin. Sekitar pukul 1 dini hari pada 4 Oktober 1970, Janis menerima paket heroin dan menyuntikkannya ke lengan kirinya. Kemudian dia pergi ke mesin rokok di lobi hotel, kembali ke kamarnya dengan membawa paket. Kemudian, wajahnya berada di meja dan dia jatuh ke lantai kamar. Jasadnya ditemukan keesokan harinya.
  • Jim Morrison. Fakta lain dari kematian Jim Morrison adalah pacarnya juga meninggal di usia yang sama dengannya, yaitu di usia 27 tahun.
  • Ronald McKernan. Ronald sudah mulai minum alkohol sejak usianya 12 tahun. Dan di pertengahan usia 20 tahun, dia menderita penyakit hati kronis dan masalah kesehatan lainnya. Dia ditemukan dua hari setelah kematiannya di apartemennya di Corte Madera, San Francisco Bay tahun 1973.
  • Dave Alexander. Selama hidupnya, Dave berjuang melawan ketergantungan dan masalah kesehatan. Dia sangat suka minum alkohol hingga dilarikan ke rumah sakit. Saat dirawat, dokter menemukan paru-parunya sudah dipenuhi cairan dan dia meninggal karena edema paru pada Februari 1975.
  • Pete Ham. Meraih popularitas tak lantas membuat Pete bahagia. Dia menganggap kematian adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalahnya. Pete Ham kemudian memutuskan untuk bunuh diri. 
  • Chris Bell. Pada Desember 1978, Chris mengalami kecelakaan mobil di mana sportcar miliknya Triumph TR-7 menabrak tiang di perjalanan menuju latihan bandnya.
  • Jean-Michel Basquiat. Seniman muda ini mengalami masalah serius dengan narkotika. Juan-Michel Basquiat mencampurkan opioid dan kokain dan meninggal dunia.
  • Mia Zapata. Mia mengalami kekerasan fisik saat meninggal dunia. Dia diperkosa, dipukuli, dan dicekik sampai meninggal pada Juli 1993.
  • Kurt Cobain. Tubuh Kurt Cobain ditemukan oleh teknisi listrik pada 8 April 1994. Dia dikabarkan melakukan bunuh diri.
  • Randy “Stretch” Walker. Randy menjadi target pembunuhan di Queens. Kurang dari setahun, dia ditembak secara fatal.
  • Jeremy Michael Ward. Jeremy ditemukan meninggal dunia karena overdosis heroin di kediamannya di Los Angeles pada Mei 2003, kematiannya kurang dari sebulan sebelum album debut bandnya, Mars Volta.
  • Jonathan Brandis. Mengalami depresi dan masalah psikologis, Jonathan memutuskan bunuh diri pada tahun 2003. Dia memulai karir aktingnya sejak usia enam tahun.
  • Amy Winehouse. Amy dikabarkan muak dengan karirnya dan meninggal dunia setelah menenggak vodka di rumahnya di London pada Juli 2011.
  • Anton Yelchin. Pada tahun 2011-2015, Anton telah muncul di 18 film. Dia meninggal karena menabrakkan mobilnya ke pilar batu bata.

Itu dia deretan selebriti yang harus kehilangan nyawa di usia 27 tahun. Temukan fakta lain tentang penggiat musik idola kamu di aplikasi Soundfren!