Menjadi Musisi Sukses di Era Digital

Fren, zaman sekarang jadi musisi harus serba bisa. Apalagi kalo kamu mau jadi musisi yang sukses di era digital. Gaptek sedikit, digilas pasar deh!

  • Kualitas Musik Harus Mumpuni. Di manapun posisi kamu ketika menjadi musisi nantinya, kualitas musik harus nomor 1, Fren. Kualitas musik merupakan hal yang nggak bisa diganggu gugat.
  • Melek Digital. Di zaman sekarang, paham tren digital adalah sesuatu hal yang wajib. Kalo nggak ngikutin tren, siap siap aja deh digilas seniman musik lain. TikTok, anyone?
  • Terus Berlatih. Dengan kemudahan dalam mempromosikan musik, musisi tidak lagi tergantung  dengan royalti tetapi juga saat penampilan off air. Untuk itu, seorang musisi harus mempersiapkan kualitas ketika tampil secara off air.
  • Memajang Karya di Platform Musik Digital. Sebaiknya musisi yang sudah mempunyai karya dan ingin memasarkan di media sosial atau platform digital seperti Soundfren, arus mulai berani memajang karya. Karya yang dipajang di sebuah platform digital sebaiknya harus yang orisinil.
  • Memiliki Attitude. Jika ingin menjadi musisi terkenal sebaiknya harus memiliki sikap dalam bermusik. Sikap ini terkait dengan ketekunan dalam bermusik, tekun menampilkannya. Seorang musisi juga dituntut untuk memiliki kepercayaan diri sebagai langkah untuk terus maju.
  • Harus Aktif. Sebagai musisi kita dilarang untuk hanya diam menunggu, tetapi harus aktif mengejar dan mencari celah peluang. Jika sudah memajang karya di sebuah platform digital selanjutnya adalah aktif melalukan promo di media sosial atau sering mengadakan mini konser. Untuk mencapai ketenaran memang dituntut untuk rajin bertukar pandangan dengan musisi yang telah lebih dulu terkenal.
  • Mempunyai Identitas Tersendiri. Musisi baik band/ solo harus memiliki identitas sebagai media promo untuk para fans. Perlu juga membuat merchandise seperti kaos, topi, tas atau barang-barang lain yang dapat memudahkan untuk dikenal secara luas.

Nah itu tadi sedikit trik yang bisa kamu jadikan acuan untuk jadi musisi sukses dan berkualitas. Kamu juga bisa saling berbagi tips dan trik jadi musisi sukses bareng temen-temen di Soundfren. Caranya tulis aja postingan di status kamu tentang topik ini, Fren!

#BikinJalanLo Versi Gilbert Pohan

“Kehadiran Soundfren sangat membantu saya untuk promosi. Gak hanya itu, Soundfren juga bikin saya bisa menjalin relasi dan koneksi baru dengan teman-teman di industri musik – Gilbert Pohan”

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Gilbert Pohan telah menaruh ketertarikan akan musik. Berbeda dari anak seusianya yang lebih tertarik melatih vokal, Gilbert fokus untuk mendalami gitar akustik. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan diri di jalur musik.

Kini, Gilbert mulai memetik hasil dari usahanya sedari kecil. Banyak karya telah ia rilis. Sebagai solois, Gilbert telah meluncurkan album debut “Pesan Yang Tertunda” di tahun 2014 silam. Setahun berselang, single “Mimpi Kita” didapuk sebagai salah satu original soundtrack Filosofi Kopi The Movie. Ia juga merilis karya “Terjatuh & Tumbuh” pada tahun lalu. Di tengah pandemi, Gilbert tetap terus produktif dengan meluncurkan single “Engkau Ada”. Selain sebagai solois, bersama grup musiknya Arah, Gilbert terlibat dalam single “I Want To Rock n Roll” yang menjadi soundtrack dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Tak hanya di atas panggung, Gilbert juga aktif di balik layar sebagai penulis lagu, komposer, produser, dan vocal director. Sebagai composer dan produser, single “Loveless”, yang dibawakan oleh Alex Ramp menjadi salah satu hasil karyanya.

Kehadiran teknologi di industri musik memberikan kemudahan bagi Gilbert untuk menjalani karir di industri musik. Akses untuk produksi dan rilis karya jauh yang jauh lebih fleksibel menjadi salah satu alasan Gilbert terus mengikuti tren teknologi khususnya di bidang permusikan. Gilbert tak ragu untuk mencoba beragam platform digital guna memproduksi dan mempromosikan karyanya. Salah satunya lewat Soundfren.

Sebagai seorang musisi, Gilbert menyadari bahwa ia membutuhkan koneksi dan relasi yang bisa memberikan efek positif untuk karirnya. Bagi Gilbert, Soundfren bisa membantunya menemukan relasi dan menjalin koneksi dengan para pengguna musik dari beragam profesi yang ada di dunia musik. Gilbert yang pernah tampil di salah satu acara Soundfren, DiLo Hackathon Festival 2019 merasa bahwa Soundfren juga bisa menjadi wadah promosi dan publikasi untuk para musisi.

Dengan hadirnya Soundfren, promosi karya menjadi semakin mudah dilakukan. Gilbert berharap agar Soundfren dapat mempertahankan eksistensinya sebagai sosial media musik untuk para penggiat musik.

Berkenalan dengan Music Publisher

Seberapa penting sih karya kita dikelola oleh music publisher?

Ya, pertanyaan ini selalu muncul setiap kita ngomongin music publisher. Apa sih fungsinya? Perlu nggak sih? Seberapa penting sih music publisher? Bener nggak, Fren?

Jawabannya sebenarnya singkat aja: penting. Apalagi untuk kita para pencipta musik, kehadiran publisher ini akan sangat membantu meringankan kerja kita, plus membuka peluang untuk memberikan pemasukan tambahan.

Stephen Navin, Chief Executives Music Publisher Association, mengatakan bahwa musik dapat mengembara ke mana saja, didengar di mana saja, dipertunjukkan, dan direkam dengan berbagai cara.  Jadi jangan kaget, kalau pendapatan seorang komposer musik itu bisa dari mana saja.

Dan salah satu cara memaksimalkan pendapatan ini adalah jika karya kita dikelola oleh music publisheryang kompeten tentunya.

Sebelum lebih lanjut, kita bahas dulu, apa sih sebenarnya music publisher ini? 

Gampangnya, music publisher adalah pihak yang mengelola, mengadministrasi, dan mengekploitasi hak cipta. Mereka adalah pihak yang diberi kuasa oleh pemegang hak cipta untuk menangani lagu ciptaannya yang bersifat komersial. Mulai dari mengurusi Hak Reproduksi, Hak Distribusi, Hak Derivatif, sampai dengan Hak Performing Rights.

Music publisher ini bekerja di ranah lisensi dan pengelolaan royalty penggunaan musik. Jadi mereka yang akan membantu mengurus hak cipta lagu kita, mencarikan peluang, dan tentunya mendistribusikan hak royalti musik kepada pencipta musik yang menjadi anggotanya.

Kenapa kita nggak urus sendiri aja? Well, nggak semudah itu, Fren. 

Karena mengurusi publishing sendiri berarti kita perlu memiliki sumber daya yang cukup dan kompeten untuk mengeksploitasi semua hak tersebut sehingga hak cipta bisa optimal secara komersial. Yang bisa terjadi justru waktu dan tenaga kita akan habis untuk mengurus hal-hal administratif yang cukup kompleks, sementara energi itu seharusnya akan lebih produktif jika kita salurkan untuk berkreasi dan berkarya. 

Sehingga, dengan menyerahkan pengelolaan karya kita kepada music publisher, hidup kita akan lebih nyaman. Karena kita tidak perlu pusing-pusing untuk mengontrol lagu-lagu kita dipakai oleh siapa, diputar di mana saja, dan lain sebagainya, untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari karya kita, karena ini akan menjadi tugas music publisher. Tentunya ada pembagian hasil dengan presentase yang disepakati di awal perjanjian. 

Nah, bagaimana music publisher di Indonesia dan bagaimana cara kita mendapatkan music publisheruntuk karya-karya kita, semuanya akan dibahas di Soundfren Connect, Rabu (12/8) besok. Akan ada Aldri Dataviadi dan Ganjar Ariel Santosa dari Massive Music Entertainment yang berbagi informasi dan cerita.

Untuk kita, para pencipta lagu, jangan sampai kelewatan untuk ikutan webinar ini. Informasi detail mengenai teknis pendaftaran bisa dilihat di aplikasi Soundfren, sosial media musik andalan kita. Sampai ketemu di acaranya, Fren! (Erick)

Foto : https://images.app.goo.gl/7u9nAXBTsH4F6MmU6

Mengenal Jenis-Jenis Senar Bass

Fren, kalo kamu pemain bass, kamu patut mengetahui hal ini!

  • Senar Bass Berdasarkan Bahannya. Dalam perkembangannya, para produsen senar bass banyak melakukan eksperimen dengan menggunakan beberapa campuran logam yang berbeda-beda. Faktor inilah yang kemudian menjadi pembeda dari satu produsen senar dengan lainnya.
  • Senar Bass Berdasarkan Lapisan (Coating). Senar dengan menggunakan coating umumnya identik dengan suara yang berbeda dengan senar biasa tanpa lapisan pelindung. Namun majunya teknologi memungkinkan lapisan coating pada senar hanya pada kisaran nanometer saja, membuatnya terasa tak jauh berbeda dengan senar un-coated.
  • Jenis senar bass berdasarkan panjangnya (scale length). Untuk kamu ketahui, biasanya dalam bungkus senar bass tertulis empat macam scale length, yaitu short, medium, long scale, dan extra long scale. Senar short scale untuk bass dengan scale length 30 inci, medium scale untuk bass dengan scale length 32 inci, long scale untuk 34 inci, dan extra long 35 inci. Hal ini sering kali luput dari perhatian pemain bass saat membeli senar. Scale length begitu penting untuk diperhatikan karena bila kamu salah beli bisa saja senar tidak cukup panjang atau malah terlalu panjang untuk bass.
  • Jenis senar bass berdasarkan ukuran. Semakin besar ukuran senar bass, maka akan semakin keras tension-nya, dan semakin besar tenaga yang dibutuhkan. Untuk ukuran senar bass, kamu harus memperhatikan tuning yang digunakan. Ukuran besar bisa kamu pertimbangkan jika menggunakan tuning rendah pada bass. Begitu sebaliknya. Untuk jelasnya, kamu harus memperhatikan kemasan bass yang mencantumkan ‘light’, ‘medium’, ‘heavy’ untuk memudahkan mengetahui ukuran senar dalam kemasan.

Itu tadi bermacam jenis senar gitar bass yang harus kamu ketahui, khususnya bagi para pemain bass agar tidak salah beli, dan senarnya cocok untuk lagu yang dimainkan. Kamu bisa ngobrol banyak tentang senar gitar bass ini bareng temen-temen di Soundfren. Kalau kamu lagi cari atau mau jual senar bass, bisa langsung posting aja, Fren!

Tips Memilih Softcase Gitar

Fren, biar lebih mudah nenteng gitar ke mana-mana, softcase gitarnya juga harus sesuai. Dengan softcase gitar yang sesuai, gitar pun jadi lebih aman jika dibawa-bawa.

  • Pilih Softcase yang Sesuai dengan Ukuran Gitar. Jangan sampai kesempitan atau juga kebesaran. Jika terlalu besar menyebabkan gitar bergeser yang akan mengakibatkan rusaknya gitar. Sementara, kalau kesempitan gitarnya enggak bisa dibungkus, dan sudah pasti rawan terkena benturan.
  • Pilih Softcase Gitar yang Punya Banyak Tali. Maksudnya memiliki banyak tali, kamu akan memiliki banyak alternatif pilihan untuk membawanya. Jika terdapat tali bahu, tas bisa dibawa dengan disampirkan pada satu bahu. Jika ada model dua tali maka akan mudah dibawa layaknya tas ransel. Selanjutnya, apabila softcase memiliki tali disamping maka ada pilihan untuk dibawa dengan dijinjing.
  • Pilih softcase gitar yang ada saku tambahan. Softcase gitar yang punya banyak saku akan memudahkan kamu untuk menyimpan beberapa aksesoris lain terkait gitar. Bisa saja kamu menaruh kabel jack, lap pembersih, senar gitar cadangan, atau alat-alat lainnya. Bila tidak ada saku atau kantung tambahan, kamu diharuskan memiliki wadah lain untuk membawa aksesoris gitar tersebut. Artinya, akan menambah kesulitan kamu saat akan membawa gitar kesayangan. Pilih saja yang praktis.

Itu tadi beberapa tips untuk memilih softcase gitar yang tepat untuk alat musik gitar kamu. Kamu juga bisa cari referensi lewat Soundfren, kamu bisa tanya-tanya dengan posting status di aplikasi.

#BikinJalanLo Versi Smokeguns

“Kami lebih mudah mempromosikan karya atau mendapat info manggung lewat canggihnya teknologi, salah satunya lewat Soundfren – Smokeguns”

Terlahir untuk mendengar melodi nada dengan detak jantung bagaikan tempo, musik adalah jiwa bagi Smokeguns.  Hidup bersama musik adalah hal yang menghubungkan para personel Smokeguns. Bahagia rasanya saat bisa menghibur orang banyak dengan melihat mereka bergembira lewat musik-musik karya Smokeguns.

Bagi para personel Smokeguns, menghibur orang dengan karya mereka adalah sebuah pencapain tersendiri yang tak ternilai. Penyuka musik-musik Koesplus, Dewa19, Iwan Fals, Led Zeppelin, The Tielman ini merasa bahwa menghibur orang semakin mudah dengan segala kecanggihan teknologi yang tersedia di era sekarang. Mereka lebih mudah mempromosikan karya-karya atau mendapat info manggung lewat canggihnya teknologi. Salah satunya lewat Soundfren.

Pemilik single Kita Semua Sama ini menganggap Soundfren adalah suatu wadah para penggiat musik yang hebat dan Smokeguns ingin menjadi salah satunya untuk menambah dan berbagi ilmu.  Dengan menjadi pengguna Soundfren, Smokeguns ingin musik mereka lebih bisa dikenal berbagai kalangan dari muda hingga tua. Dengan terpilih di program “Indie Air” di UseeTV, harapan Smokeguns perlahan mulai terwujud. Video musik bertajuk “Pagi” yang ditayangkan UseeTV menjadi semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Smokeguns selalu berharap agar Soundfren dan Smokeguns selalu bisa menjadi lebih baik untuk industri musik tanah air. Soundfren bisa semakin mewadahi para penggiat musik dan Smokeguns bisa lebih mengenalkan karya-karya ciptaan mereka.

Nonton Soundfren Meet Up Vol.4 Gratis di Youtube Soundfren

Fren, kamu pasti udah tahu dong kalau Soundfren Meet Up hadir lagi dengan konsep baru yang menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini, gimana sih keseruan acaranya? Yuk intip di sini!

Hari Minggu lalu tepatnya 28 Juni 2020, Soundfren sukses meluncurkan Soundfren Meet Up Vol. 4 secara streaming lewat channel Youtube Soundfren. Soundfren Meet Up Vol.4 bertema “Cari Inspirasi Musikmu di Irama Nusantara, Pengarsip Musik Populer Indonesia” mengundang Gerry Apryryan dan Koben dari Irama Nusantara serta Ignatius Aditya dari Jakarta Center for Cultural Studies.

Dalam sesi diskusi selama kurang lebih 90 menit ini dikupas tuntas apa itu Irama Nusantara, bagaimana kondisi pengarsipan musik di Indonesia, sampai opini dari praktisi akademik mengenai arsip musik. Selain itu, ada juga sesi tanya jawab dengan penonton yang sudah mengantri pertanyaan lewat kolom Live Chat.

Buat kamu yang belum sempet nonton atau baru nonton setengahnya bisa langsung meluncur ke channel Youtube Soundfren sekarang juga! Kalo kamu masih punya pertanyaan yang bikin kamu penasaran soal pengarsipan musik bisa langsung ditanyakan di kolom komentar. Eits, tapi sebelum nonton, subscribe dulu ya!

Jika setelah nonton Soundfren Meet Up Vol.4 kamu tergerak untuk membantu Irama Nusantara agar bisa terus melestarikan musik populer Indonesia, kamu bisa berpartisipasi berdonasi melalui kitabisa.

Sampai jumpa lagi di Soundfren Meet Up edisi berikutnya! Selalu jaga kesehatan kamu ya dan pastikan selalu jaga jarak ya, Fren! Cek terus update Soundfren Meet Up lewat aplikasi Soundfren dan juga media sosial ya!

#BikinJalanLo Versi Antonio Bennarivo


“Soundfren gak cuman bikin karya saya makin dikenal, tapi juga saya bisa dapat ilmu baru tentang musik setelah ikutan Soundfren Connect di masa pandemi ini – Antonio Bennarivo”

Sebagai insan manusia, sudah menjadi lumrah jika terkadang tak tahu cara untuk mengekspresikan diri. Begitu pun dengan Antonio Bennarivo. Awalnya ia bingung tak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan emosinya. Beragam kegiatan ia coba hingga akhirnya membawanya pada musik. Lewat musik, Antonio menemukan cara untuk meluapkan lautan emosinya sebagai manusia. Lewat musik, ia mulai mengekspresikan kegundahannya lewat karya.

Kini, karya-karya Antonio telah terbingkai dalam sebuah mini album yang ia beri nama “September Music”. Selain menyanyikan langsung karya musiknya, penggemar Ed Sheeran ini juga bertindak sebagai composer sekaligus instrumentalist.

Di usianya yang masih muda, merilis mini album tentunya menjadi sebuah pencapaian tersendiri. Selain tentunya ia bisa mendapatkan pengalaman berada satu panggung dengan musisi idola seperti MarcoMarche. Usai memiliki mini album, Antonio tentunya tak berhenti untuk menciptakan karya-karya baru sekaligus mempromosikan karya yang telah dirilis.  Lewat media sosial, panggung ke panggung, hingga kolaborasi dengan sesama musisi telah Antonio lakukan untuk mengenalkan karyanya. Tak terkecuali, ia juga mencoba aplikasi untuk para penggiat musik, Soundfren.

Pemilik lagu “Sahabatku” ini merasa jika Soundfren sangat sesuai dengan kebutuhannya. Target yang sesuai dengan segmentasi untuk karyanya menjadi salah satu alasan Antonio bergabung bersama Soundfren. Di Soundfren, ia aktif mencoba beragam fitur yang ada. Sejauh ini Antonio telah berhasil lolos submisi sebanyak dua kali. Pertama, ia sukses menjadi pengisi acara di “Acoustic and Poetry Night at Merari Studio” di awal tahun 2020. Terbaru, video musiknya ditayangkan di program “Indie Air” di UseeTV.

Tak ketinggalan Antonio juga mengikuti kegiatan terbaru yang diadakan Soundfren selama pandemi, yakni Soundfren Connect. Tak tanggung-tanggung, 3 sesi ia ikuti salah satunya sesi bersama Ale (personil WSATCC & The Adams) yang membahas “How to be Creative in Career”.

Bagi Antonio, ilmu-ilmu yang ada di Soundfren Connect sangat berisi dan berkelas sehingga sangat bermanfaat baginya. Ia juga akan selalu  mengikuti webinar interaktif yang diadakan Soundfren kedepannya. Sebagai pengguna setia Soundfren, Antonio Bennarivo berharap agar aplikasi ini dapat terus berkembang. Selain itu, ia juga menginginkan agar Soundfren selalu membangun interaksi dengan para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi Rangga Pranendra

“Kedepannya saya berharap bersama Soundfren akan lebih banyak lagi orang yang mendengar karya-karya ciptaan saya – Rangga Pranendra”

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Rangga Pranendra telah menunjukkan ketertarikannya pada musik. Awalnya ia melihat teman sekelasnya yang kini telah menjadi musisi, Dimas Wibisana sedang mengisi acara di sekolah. Rangga kemudian mulai belajar musik bersama Dimas dengan harapan bisa ikut manggung. Setiap pulang sekolah, Rangga mempelajari hal-hal tentang musik di rumah Dimas. Dimulai dengan belajar memetik gitar hingga berlatih vokal. 

Kerja keras Rangga sedari berseragam putih merah berbuah hasil, kini ia telah memiliki single dan tampil di berbagai panggung. Bahkan belum lama ini, video musik miliknya telah tayang di UseeTV dan UseeTV GO lewat program “Indie Air”.

Rangga yang baru saja merilis single bertajuk “Manis Berbahaya” mengaku jika musik-musiknya banyak dipengaruhi oleh L’Arc-en-Ciel dan Sheila on 7. 

Rangga yang telah mengarungi musik sejak kecil mengalami beberapa momen-momen yang tak bisa lupakan dan akan terus diingat sebagai bagian dari jalan bermusiknya. Ada masa di mana hidup Rangga didedikasikan terhadap sebuah idol group lokal kecintaannya, JKT48. Saking berdedikasinya, lagu-lagu yang ia buat tidak lepas dari elemen mereka. Alhasil, sampai sekarang nama Rangga Pranendra tidak bisa lepas dari embel-embel JKT48. Kecanggihan teknologi membuat Rangga semakin mudah mengakses segala hal tentang idolanya yang kemudian dijadikan sumber inspirasi.

Bicara tentang musik dan teknologi, selain mempermudahnya mencari inspirasi, Rangga merasa sangat terbantu dengan teknologi yang bersinggungan dengan musik seperti platform digital yang memudahkan lagu-lagu karyanya untuk sampai ke telinga para pendengar bahkan ke orang-orang yang tidak ia kenal. Salah satu platform yang ia manfaatkan adalah layanan streaming musik dan juga tentunya Soundfren.

Kehadiran Soundfren membantu Rangga untuk meraih impiannya di industri musik. Walau masih terhitung sebagai pengguna baru, namun Rangga telah merasakan manfaat kehadiran Soundfren salah satunya adalah dengan terpilih untuk meramaikan program “Indie Air”. Rangga berharap bersama Soundfren akan semakin banyak orang yang mendengar lagu-lagu yang ia ciptakan.

Tips Membeli Ukulele

Emang paling bener kalo lagi #DiRumahAja itu ngulik-ngulik musik yang kamu suka, nggak terbatas apapun alat musiknya, salah satunya ukulele, Fren! Nah, buat kamu yang lagi cari-cari ukulele, perhatikan juga beberapa hal sebelum membeli ukulele.

  • Ukulele yang berkualitas biasanya terbuat dari kayu sengon dan mahoni. Lalu pada bagian kepalanya terdapat dolphin gold plate dengan tambahan string aquila, yang akan memberikan nada indah saat dipetik. Kamu juga bisa memilih warna ukulele sesuai dengan seleramu. Agar kamu lebih bersemangat saat belajar, dan juga lebih percaya diri saat menggunakannya.
  • Ukulele 4 senar ukuran mini biasanya terduat dari kombinasi kayu berkualitas pada bagian bodinya. Bagian atas terbuat dari kayu meranti dan bagian dalam dari kayu sengon. Senarnya menggunakan senar nilon yang menghasilkan suara bening dan senarnya tidak mudah putus.
  • Ukulele model terbaru merupakan gitar kecil dengan 4 senar dan bodi bagian atas terbuat dari plywood sedangkan bagian dalam dari kayu meranti. Pada putaran stemnya biasanya terbuat dari kayu sengon. Meskipun ukurannya kecil, suara yang dihasilkan sangat indah karena menggunakan senar nilon berkualitas.

Nah, itu dia beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan saat mau beli ukulele. Kamu juga bisa cari referensi ukulele yang oke dengan nanya-nanya temen-temen di aplikasi Soundfren.

Semoga kamu berhasil menemukan ukulele idaman ya!