Fakta Musisi Paling Makmur Tahun 2020

Inilah para penyanyi dunia yang paling banyak dapet cuan sepanjang tahun 2020 versi majalah Forbes.

  • Kanye West. Dengan penghasilan USD 179 juta atau Rp 1,1 T, Kanye West tidak hanya menjadi musisi dengan penghasilan terbanyak, tetapi dirinya juga menjadi artis terkaya nomor dua dibelakang Kylie Jenner (USD 590 juta).
  • Elton John. Penyanyi legendaris dengan 2 piala Oscar ini memiliki penghasilan senilai USD 81 juta.
  • Ariana Grande. Ariana mendapatkan posisi ketiga dengan bayaran lebih dari USD 72 juta. Ariana menjadi musisi perempuan terkaya jika dibandingkan dengan lainnya.
  • Jonas Brothers. Trio bersaudara Joe, Nick, dan Kevin Jonas memiliki penghasilan USD 68.5 juta. Hal ini menjadikan Jonas Brothers menjadi grup musik terkaya di tahun ini.
  • Chainsmokers. Grup musik Elektronik yang terdiri dari Andrew Taggart, Alex Pall Dan Matt Mcguire ini memiliki penghasilan total senilai USD 68 juta.
  • Ed Sheeran. Penyanyi sekaligus produser asal Inggris ini memiliki pendapatan sebesar USD 64 juta.
  • Taylor Swift. Sahabat dari Ed Sheeran yang baru merilis album “Folklore” menempati urutan ketujuh dengan nilai kekayaan USD 63.5 juta.
  • Post Malone. Rapper yang juga sempat menjadi cameo dalam Spider-Man: Into the Spider-Verse ini memiliki kekayaan dengan nilai USD 60 juta. 
  • Rolling Stones. Grup musik rock legendaris dengan hits Start Me Up ini memiliki pendapatan total USD 59 juta. Dengan berada di urutan sembilan, terbukti Mick Jagger cs masih bisa bersaing di tengah banyaknya musisi muda.
  • Marshmello. DJ dengan penampilan nyentrik yang pernah menyambangi Indonesia ini menempati urutan 10 dengan pendapatan USD 56 juta.
  • Shawn Mendes. Musisi yang akan merilis film dokumenter Shawn Mendes: In Wonder di bulan ini memiliki penghasilan senilai USD 54.5 juta.
  • Jay-Z. Suami dari penyanyi Beyonce ini memiliki pendapatan senilai USD 53.5 juta. Selain dari musik, Jay-Z juga meraup pundi-pundi kekayaan dari beberapa lini bisnisnya di bidang fashion, minuman, dan klub olahraga.
  • Billie Eilish. Musisi dengan rekor sebagai penyanyi termuda yang berhasil meraih Grammy Awards menempati urutan 13 dengan total kekayaan USD 53 juta.
  • BTS. Grup musik asal Korea Selatan menjadi satu-satunya grup musik Asia yang masuk dalam daftar ini. Dilansir Forbes, BTS memiliki kekayaan senilai USD 50 juta.
  • Drake. Bintang hiphop yang akan merilis album bertajuk Certified Lover Boy pada Januari 2021 memiliki pendapatan senilai USD 49 juta.
  • Jennifer Lopez. Penyanyi sekaligus aktris ini berada di urutan 16 dengan nilai kekayaan sebesar USD 47,5 juta.
  • Pink. Penyanyi yang baru saja merilis album “Can’t Take Me Home” memiliki penghasilan sebesar USD 47 juta.
  • Rihanna. Pemilik single hits “Umbrella” di tahun 2020 memiliki penghasilan total senilai USD 46 juta.
  • Luke Bryan. Penyanyi country asal dengan single “One Margarita” menpunyai kekayaan total senilai USD 45.5 juta.
  • Backstreet Boys. Grup musik yang sempat menjadi tren di era 90-20an ini menutup daftar 20 musisi terkaya versi majalah Forbes. Backstreet Boys memiliki total pendapatan sebesar USD 45 juta.

Dapakan informasi seputar dunia musik lainnya hanya di aplikasi Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Nosferal

“Soundfren bisa jadi tempat kami menemukan apa yang dibutuhkan – Nosferal”

Grup musik Nosferal selalu memiliki cerita tersendiri dalam setiap lagunya. Bahkan dalam album perdana mereka “Self-Titled” yang dirilis pada tahun lalu, ada cerita yang tersambung dari tiap lagunya. Diawali dengan single “The Girl Next Door” yang menceritakan rasanya jatuh cinta pada seorang gadis, dilanjutkan dengan “For The Last Time”, “What’s Your Favourite Things on Earth”, dan urutan lagu lain dalam album ini yang jika digabungkan akan menjadi satu cerita utuh.

Setelah merilis album perdananya, Nosferal kini tengah sibuk merampungkan mini album terbaru yang diberi judul “The Thin Line Between”. Bagi grup musik asal Jakarta ini, Nosferal merupakan sebuah kutukan, setiap mereka merilis lagu semuanya menjadi kenyataan. Namun, Nosferal percaya bahwa kutukan akan berakhir bila mereka menyelesaikan album secepatnya. Apa yang telah dimulai harus tetap diakhiri, begitu pula dengan sebuah lagu dan album.

Tentunya bukan hal mudah untuk merampungkan sebuah karya terutama di tengah situasi pandemi seperti ini. Dengan dukungan teknologi yang canggih, Nosferal tak kehilangan akal untuk bisa segera menuntaskan dan mempromosikan karya mereka ke khalayak luas. Nosferal menjajal beragam jaringan salah satunya lewat Soundfren.

Di Soundfren, Nosferal mencoba beragam fitur yang ada dari mulai berbagi ide dengan pengguna lain, menjajal fitur “Artist Spotlight” untuk mengenalkan karya mereka, mengikuti submisi yang pada akhirnya membawa mereka ke panggung Northern Virtual Stage di bulan lalu. Tentunya ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat berarti di tengah pandemi ini.

Besar harapan Nosferal agar Soundfren bisa terus menjadi wadah untuk para musisi mengenalkan karya hingga mendapatkan kesempatan manggung. Soundfren telah membuka jalan Nosferal untuk terus melaju dengan karya-karyanya di industri musik.

#BikinJalanLo Versi Septian Rahman

“Soundfren Connect telah memperluas cakrawala pengetahuan saya tentang dunia musik – Septian Rahman”

Septian Rahman mulai mengenal musik saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Di sana, ia dipertemukan dengan teman-teman yang memiliki minat sama pada musik. Sejak saat itu, Septian dan musik menjadi tak terpisahkan.

Septian yang menaruh minat pada gitar, fokus untuk memperdalam kemampuannya untuk menjadi seorang gitaris. Penggemar dari band Kotak ini tak henti untuk terus belajar dan belajar. Meski di tengah pandemi, Septian tetap terus mencoba produktif dan berkarya.

Bagi Septian, sejak mengenal musik, ia menjadi lebih banyak teman. Musik adalah bahasa universal yang mempertemukannya dengan banyak orang. Pandemi yang membuat kegiatan menjadi terbatas dan lebih sering berada di rumah, tak membuat Septian kehilangan akal untuk terus membangun relasi dan berkoneksi.

Septian mencoba melirik aplikasi Soundfren yang ia harapkan bisa menambah teman baru yang bisa ia ajak untuk berkolaborasi nantinya. Ternyata, bukan hanya sekedar koneksi yang ia dapat. Musisi asal Banjarmasin ini mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru setelah mengikuti webinar di Soundfren Connect.

Soundfren Connect telah membuka cakrawala pengetahuan tentang dunia musik yang lebih luas untuk seorang Septian. Tak ayal, ia rutin mengikuti sesi-sesi yang dihadirkan. Septian berharap agar ke depannya Soundfren dapat menjangkau lebih banyak lagi pengguna lewat fitur-fitur yang ada di dalamnya. Karena semakin banyak pengguna maka akan semakin banyak juga relasi yang terjalin serta kolaborasi yang lahir.

#BikinJalanLo Versi Gantara Putra

“Beberapa kali ikutan #SoundfrenConnect, banyak ilmu baru yang saya dapat. Pandangan dan wawasan bermusik saya pun semakin terbuka lebar – Gantara Putra”

Sudah menyukai musik sedari dini membuat Gantara Putra memilih untuk serius mendalami musik hingga kini. Berlatih vokal dan alat musik sudah ia tekuni semenjak kecil. Sekarang, Gantara telah menjadi bagian dari grup musik Raung Sindara bersama keempat orang temannya.

Bersama Raung Sindara, Gantara telah merasakan banyak panggung musik seperti Jakarta Fair 2019 dan pensi-pensi di Ibukota. Sayangnya, di tengah pandemi yang belum kunjung usai ini, kegiatan manggung Gantara mau tak mau jalan di tempat.

Selama masa pandemi, Gantara mencoba untuk terus menggali potensi bermusiknya, salah satunya dengan bergabung di Soundfren. Dengan menjadi pengguna Soundfren, Gantara bisa memperluas relasi bermusiknya. Bagi Gantara, Soundfren adalah aplikasi yang sangat membantunya untuk bertemu dengan orang yang menyukai musik baik pelaku ataupun mereka di belakang layar.

Selain membangun koneksi dan berinteraksi dengan teman-teman baru, Gantara juga aktif mengikuti webinar interaktif lewat Soundfren Connect yang diadakan oleh Soundfren. Bagi Gantara yang telah beberapa kali mengikuti Soundfren Connect, ada banyak ilmu yang ia dapatkan dari praktisi dan penggiat musik. Pandangan dan wawasan bermusik Gantara pun semakin terbuka lebar. Kebutuhan bermusiknya terpenuhi dalam satu aplikasi.

Gantara berharap ke depannya Soundfren bisa lebih dikenal secara dunia global. Gantara ingin Soundfren ada terus menemani karir bermusiknya baik sebagai musisi. Ataupun jika suatu hari nanti mimpinya untuk menjadi produser atau DJ terwujud, Soundfren hadir menjadi bagian dari perjalanan bermusik Gantara.

Menjadi Musisi Sukses di Era Digital

Fren, zaman sekarang jadi musisi harus serba bisa. Apalagi kalo kamu mau jadi musisi yang sukses di era digital. Gaptek sedikit, digilas pasar deh!

  • Kualitas Musik Harus Mumpuni. Di manapun posisi kamu ketika menjadi musisi nantinya, kualitas musik harus nomor 1, Fren. Kualitas musik merupakan hal yang nggak bisa diganggu gugat.
  • Melek Digital. Di zaman sekarang, paham tren digital adalah sesuatu hal yang wajib. Kalo nggak ngikutin tren, siap siap aja deh digilas seniman musik lain. TikTok, anyone?
  • Terus Berlatih. Dengan kemudahan dalam mempromosikan musik, musisi tidak lagi tergantung  dengan royalti tetapi juga saat penampilan off air. Untuk itu, seorang musisi harus mempersiapkan kualitas ketika tampil secara off air.
  • Memajang Karya di Platform Musik Digital. Sebaiknya musisi yang sudah mempunyai karya dan ingin memasarkan di media sosial atau platform digital seperti Soundfren, arus mulai berani memajang karya. Karya yang dipajang di sebuah platform digital sebaiknya harus yang orisinil.
  • Memiliki Attitude. Jika ingin menjadi musisi terkenal sebaiknya harus memiliki sikap dalam bermusik. Sikap ini terkait dengan ketekunan dalam bermusik, tekun menampilkannya. Seorang musisi juga dituntut untuk memiliki kepercayaan diri sebagai langkah untuk terus maju.
  • Harus Aktif. Sebagai musisi kita dilarang untuk hanya diam menunggu, tetapi harus aktif mengejar dan mencari celah peluang. Jika sudah memajang karya di sebuah platform digital selanjutnya adalah aktif melalukan promo di media sosial atau sering mengadakan mini konser. Untuk mencapai ketenaran memang dituntut untuk rajin bertukar pandangan dengan musisi yang telah lebih dulu terkenal.
  • Mempunyai Identitas Tersendiri. Musisi baik band/ solo harus memiliki identitas sebagai media promo untuk para fans. Perlu juga membuat merchandise seperti kaos, topi, tas atau barang-barang lain yang dapat memudahkan untuk dikenal secara luas.

Nah itu tadi sedikit trik yang bisa kamu jadikan acuan untuk jadi musisi sukses dan berkualitas. Kamu juga bisa saling berbagi tips dan trik jadi musisi sukses bareng temen-temen di Soundfren. Caranya tulis aja postingan di status kamu tentang topik ini, Fren!

#BikinJalanLo Versi Gilbert Pohan

“Kehadiran Soundfren sangat membantu saya untuk promosi. Gak hanya itu, Soundfren juga bikin saya bisa menjalin relasi dan koneksi baru dengan teman-teman di industri musik – Gilbert Pohan”

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Gilbert Pohan telah menaruh ketertarikan akan musik. Berbeda dari anak seusianya yang lebih tertarik melatih vokal, Gilbert fokus untuk mendalami gitar akustik. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan diri di jalur musik.

Kini, Gilbert mulai memetik hasil dari usahanya sedari kecil. Banyak karya telah ia rilis. Sebagai solois, Gilbert telah meluncurkan album debut “Pesan Yang Tertunda” di tahun 2014 silam. Setahun berselang, single “Mimpi Kita” didapuk sebagai salah satu original soundtrack Filosofi Kopi The Movie. Ia juga merilis karya “Terjatuh & Tumbuh” pada tahun lalu. Di tengah pandemi, Gilbert tetap terus produktif dengan meluncurkan single “Engkau Ada”. Selain sebagai solois, bersama grup musiknya Arah, Gilbert terlibat dalam single “I Want To Rock n Roll” yang menjadi soundtrack dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Tak hanya di atas panggung, Gilbert juga aktif di balik layar sebagai penulis lagu, komposer, produser, dan vocal director. Sebagai composer dan produser, single “Loveless”, yang dibawakan oleh Alex Ramp menjadi salah satu hasil karyanya.

Kehadiran teknologi di industri musik memberikan kemudahan bagi Gilbert untuk menjalani karir di industri musik. Akses untuk produksi dan rilis karya jauh yang jauh lebih fleksibel menjadi salah satu alasan Gilbert terus mengikuti tren teknologi khususnya di bidang permusikan. Gilbert tak ragu untuk mencoba beragam platform digital guna memproduksi dan mempromosikan karyanya. Salah satunya lewat Soundfren.

Sebagai seorang musisi, Gilbert menyadari bahwa ia membutuhkan koneksi dan relasi yang bisa memberikan efek positif untuk karirnya. Bagi Gilbert, Soundfren bisa membantunya menemukan relasi dan menjalin koneksi dengan para pengguna musik dari beragam profesi yang ada di dunia musik. Gilbert yang pernah tampil di salah satu acara Soundfren, DiLo Hackathon Festival 2019 merasa bahwa Soundfren juga bisa menjadi wadah promosi dan publikasi untuk para musisi.

Dengan hadirnya Soundfren, promosi karya menjadi semakin mudah dilakukan. Gilbert berharap agar Soundfren dapat mempertahankan eksistensinya sebagai sosial media musik untuk para penggiat musik.

Berkenalan dengan Music Publisher

Seberapa penting sih karya kita dikelola oleh music publisher?

Ya, pertanyaan ini selalu muncul setiap kita ngomongin music publisher. Apa sih fungsinya? Perlu nggak sih? Seberapa penting sih music publisher? Bener nggak, Fren?

Jawabannya sebenarnya singkat aja: penting. Apalagi untuk kita para pencipta musik, kehadiran publisher ini akan sangat membantu meringankan kerja kita, plus membuka peluang untuk memberikan pemasukan tambahan.

Stephen Navin, Chief Executives Music Publisher Association, mengatakan bahwa musik dapat mengembara ke mana saja, didengar di mana saja, dipertunjukkan, dan direkam dengan berbagai cara.  Jadi jangan kaget, kalau pendapatan seorang komposer musik itu bisa dari mana saja.

Dan salah satu cara memaksimalkan pendapatan ini adalah jika karya kita dikelola oleh music publisheryang kompeten tentunya.

Sebelum lebih lanjut, kita bahas dulu, apa sih sebenarnya music publisher ini? 

Gampangnya, music publisher adalah pihak yang mengelola, mengadministrasi, dan mengekploitasi hak cipta. Mereka adalah pihak yang diberi kuasa oleh pemegang hak cipta untuk menangani lagu ciptaannya yang bersifat komersial. Mulai dari mengurusi Hak Reproduksi, Hak Distribusi, Hak Derivatif, sampai dengan Hak Performing Rights.

Music publisher ini bekerja di ranah lisensi dan pengelolaan royalty penggunaan musik. Jadi mereka yang akan membantu mengurus hak cipta lagu kita, mencarikan peluang, dan tentunya mendistribusikan hak royalti musik kepada pencipta musik yang menjadi anggotanya.

Kenapa kita nggak urus sendiri aja? Well, nggak semudah itu, Fren. 

Karena mengurusi publishing sendiri berarti kita perlu memiliki sumber daya yang cukup dan kompeten untuk mengeksploitasi semua hak tersebut sehingga hak cipta bisa optimal secara komersial. Yang bisa terjadi justru waktu dan tenaga kita akan habis untuk mengurus hal-hal administratif yang cukup kompleks, sementara energi itu seharusnya akan lebih produktif jika kita salurkan untuk berkreasi dan berkarya. 

Sehingga, dengan menyerahkan pengelolaan karya kita kepada music publisher, hidup kita akan lebih nyaman. Karena kita tidak perlu pusing-pusing untuk mengontrol lagu-lagu kita dipakai oleh siapa, diputar di mana saja, dan lain sebagainya, untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari karya kita, karena ini akan menjadi tugas music publisher. Tentunya ada pembagian hasil dengan presentase yang disepakati di awal perjanjian. 

Nah, bagaimana music publisher di Indonesia dan bagaimana cara kita mendapatkan music publisheruntuk karya-karya kita, semuanya akan dibahas di Soundfren Connect, Rabu (12/8) besok. Akan ada Aldri Dataviadi dan Ganjar Ariel Santosa dari Massive Music Entertainment yang berbagi informasi dan cerita.

Untuk kita, para pencipta lagu, jangan sampai kelewatan untuk ikutan webinar ini. Informasi detail mengenai teknis pendaftaran bisa dilihat di aplikasi Soundfren, sosial media musik andalan kita. Sampai ketemu di acaranya, Fren! (Erick)

Foto : https://images.app.goo.gl/7u9nAXBTsH4F6MmU6

Mengenal Jenis-Jenis Senar Bass

Fren, kalo kamu pemain bass, kamu patut mengetahui hal ini!

  • Senar Bass Berdasarkan Bahannya. Dalam perkembangannya, para produsen senar bass banyak melakukan eksperimen dengan menggunakan beberapa campuran logam yang berbeda-beda. Faktor inilah yang kemudian menjadi pembeda dari satu produsen senar dengan lainnya.
  • Senar Bass Berdasarkan Lapisan (Coating). Senar dengan menggunakan coating umumnya identik dengan suara yang berbeda dengan senar biasa tanpa lapisan pelindung. Namun majunya teknologi memungkinkan lapisan coating pada senar hanya pada kisaran nanometer saja, membuatnya terasa tak jauh berbeda dengan senar un-coated.
  • Jenis senar bass berdasarkan panjangnya (scale length). Untuk kamu ketahui, biasanya dalam bungkus senar bass tertulis empat macam scale length, yaitu short, medium, long scale, dan extra long scale. Senar short scale untuk bass dengan scale length 30 inci, medium scale untuk bass dengan scale length 32 inci, long scale untuk 34 inci, dan extra long 35 inci. Hal ini sering kali luput dari perhatian pemain bass saat membeli senar. Scale length begitu penting untuk diperhatikan karena bila kamu salah beli bisa saja senar tidak cukup panjang atau malah terlalu panjang untuk bass.
  • Jenis senar bass berdasarkan ukuran. Semakin besar ukuran senar bass, maka akan semakin keras tension-nya, dan semakin besar tenaga yang dibutuhkan. Untuk ukuran senar bass, kamu harus memperhatikan tuning yang digunakan. Ukuran besar bisa kamu pertimbangkan jika menggunakan tuning rendah pada bass. Begitu sebaliknya. Untuk jelasnya, kamu harus memperhatikan kemasan bass yang mencantumkan ‘light’, ‘medium’, ‘heavy’ untuk memudahkan mengetahui ukuran senar dalam kemasan.

Itu tadi bermacam jenis senar gitar bass yang harus kamu ketahui, khususnya bagi para pemain bass agar tidak salah beli, dan senarnya cocok untuk lagu yang dimainkan. Kamu bisa ngobrol banyak tentang senar gitar bass ini bareng temen-temen di Soundfren. Kalau kamu lagi cari atau mau jual senar bass, bisa langsung posting aja, Fren!

Tips Memilih Softcase Gitar

Fren, biar lebih mudah nenteng gitar ke mana-mana, softcase gitarnya juga harus sesuai. Dengan softcase gitar yang sesuai, gitar pun jadi lebih aman jika dibawa-bawa.

  • Pilih Softcase yang Sesuai dengan Ukuran Gitar. Jangan sampai kesempitan atau juga kebesaran. Jika terlalu besar menyebabkan gitar bergeser yang akan mengakibatkan rusaknya gitar. Sementara, kalau kesempitan gitarnya enggak bisa dibungkus, dan sudah pasti rawan terkena benturan.
  • Pilih Softcase Gitar yang Punya Banyak Tali. Maksudnya memiliki banyak tali, kamu akan memiliki banyak alternatif pilihan untuk membawanya. Jika terdapat tali bahu, tas bisa dibawa dengan disampirkan pada satu bahu. Jika ada model dua tali maka akan mudah dibawa layaknya tas ransel. Selanjutnya, apabila softcase memiliki tali disamping maka ada pilihan untuk dibawa dengan dijinjing.
  • Pilih softcase gitar yang ada saku tambahan. Softcase gitar yang punya banyak saku akan memudahkan kamu untuk menyimpan beberapa aksesoris lain terkait gitar. Bisa saja kamu menaruh kabel jack, lap pembersih, senar gitar cadangan, atau alat-alat lainnya. Bila tidak ada saku atau kantung tambahan, kamu diharuskan memiliki wadah lain untuk membawa aksesoris gitar tersebut. Artinya, akan menambah kesulitan kamu saat akan membawa gitar kesayangan. Pilih saja yang praktis.

Itu tadi beberapa tips untuk memilih softcase gitar yang tepat untuk alat musik gitar kamu. Kamu juga bisa cari referensi lewat Soundfren, kamu bisa tanya-tanya dengan posting status di aplikasi.

#BikinJalanLo Versi Smokeguns

“Kami lebih mudah mempromosikan karya atau mendapat info manggung lewat canggihnya teknologi, salah satunya lewat Soundfren – Smokeguns”

Terlahir untuk mendengar melodi nada dengan detak jantung bagaikan tempo, musik adalah jiwa bagi Smokeguns.  Hidup bersama musik adalah hal yang menghubungkan para personel Smokeguns. Bahagia rasanya saat bisa menghibur orang banyak dengan melihat mereka bergembira lewat musik-musik karya Smokeguns.

Bagi para personel Smokeguns, menghibur orang dengan karya mereka adalah sebuah pencapain tersendiri yang tak ternilai. Penyuka musik-musik Koesplus, Dewa19, Iwan Fals, Led Zeppelin, The Tielman ini merasa bahwa menghibur orang semakin mudah dengan segala kecanggihan teknologi yang tersedia di era sekarang. Mereka lebih mudah mempromosikan karya-karya atau mendapat info manggung lewat canggihnya teknologi. Salah satunya lewat Soundfren.

Pemilik single Kita Semua Sama ini menganggap Soundfren adalah suatu wadah para penggiat musik yang hebat dan Smokeguns ingin menjadi salah satunya untuk menambah dan berbagi ilmu.  Dengan menjadi pengguna Soundfren, Smokeguns ingin musik mereka lebih bisa dikenal berbagai kalangan dari muda hingga tua. Dengan terpilih di program “Indie Air” di UseeTV, harapan Smokeguns perlahan mulai terwujud. Video musik bertajuk “Pagi” yang ditayangkan UseeTV menjadi semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Smokeguns selalu berharap agar Soundfren dan Smokeguns selalu bisa menjadi lebih baik untuk industri musik tanah air. Soundfren bisa semakin mewadahi para penggiat musik dan Smokeguns bisa lebih mengenalkan karya-karya ciptaan mereka.