Nonton Soundfren Meet Up Vol.4 Gratis di Youtube Soundfren

Fren, kamu pasti udah tahu dong kalau Soundfren Meet Up hadir lagi dengan konsep baru yang menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini, gimana sih keseruan acaranya? Yuk intip di sini!

Hari Minggu lalu tepatnya 28 Juni 2020, Soundfren sukses meluncurkan Soundfren Meet Up Vol. 4 secara streaming lewat channel Youtube Soundfren. Soundfren Meet Up Vol.4 bertema “Cari Inspirasi Musikmu di Irama Nusantara, Pengarsip Musik Populer Indonesia” mengundang Gerry Apryryan dan Koben dari Irama Nusantara serta Ignatius Aditya dari Jakarta Center for Cultural Studies.

Dalam sesi diskusi selama kurang lebih 90 menit ini dikupas tuntas apa itu Irama Nusantara, bagaimana kondisi pengarsipan musik di Indonesia, sampai opini dari praktisi akademik mengenai arsip musik. Selain itu, ada juga sesi tanya jawab dengan penonton yang sudah mengantri pertanyaan lewat kolom Live Chat.

Buat kamu yang belum sempet nonton atau baru nonton setengahnya bisa langsung meluncur ke channel Youtube Soundfren sekarang juga! Kalo kamu masih punya pertanyaan yang bikin kamu penasaran soal pengarsipan musik bisa langsung ditanyakan di kolom komentar. Eits, tapi sebelum nonton, subscribe dulu ya!

Jika setelah nonton Soundfren Meet Up Vol.4 kamu tergerak untuk membantu Irama Nusantara agar bisa terus melestarikan musik populer Indonesia, kamu bisa berpartisipasi berdonasi melalui kitabisa.

Sampai jumpa lagi di Soundfren Meet Up edisi berikutnya! Selalu jaga kesehatan kamu ya dan pastikan selalu jaga jarak ya, Fren! Cek terus update Soundfren Meet Up lewat aplikasi Soundfren dan juga media sosial ya!

#BikinJalanLo Versi Antonio Bennarivo


“Soundfren gak cuman bikin karya saya makin dikenal, tapi juga saya bisa dapat ilmu baru tentang musik setelah ikutan Soundfren Connect di masa pandemi ini – Antonio Bennarivo”

Sebagai insan manusia, sudah menjadi lumrah jika terkadang tak tahu cara untuk mengekspresikan diri. Begitu pun dengan Antonio Bennarivo. Awalnya ia bingung tak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan emosinya. Beragam kegiatan ia coba hingga akhirnya membawanya pada musik. Lewat musik, Antonio menemukan cara untuk meluapkan lautan emosinya sebagai manusia. Lewat musik, ia mulai mengekspresikan kegundahannya lewat karya.

Kini, karya-karya Antonio telah terbingkai dalam sebuah mini album yang ia beri nama “September Music”. Selain menyanyikan langsung karya musiknya, penggemar Ed Sheeran ini juga bertindak sebagai composer sekaligus instrumentalist.

Di usianya yang masih muda, merilis mini album tentunya menjadi sebuah pencapaian tersendiri. Selain tentunya ia bisa mendapatkan pengalaman berada satu panggung dengan musisi idola seperti MarcoMarche. Usai memiliki mini album, Antonio tentunya tak berhenti untuk menciptakan karya-karya baru sekaligus mempromosikan karya yang telah dirilis.  Lewat media sosial, panggung ke panggung, hingga kolaborasi dengan sesama musisi telah Antonio lakukan untuk mengenalkan karyanya. Tak terkecuali, ia juga mencoba aplikasi untuk para penggiat musik, Soundfren.

Pemilik lagu “Sahabatku” ini merasa jika Soundfren sangat sesuai dengan kebutuhannya. Target yang sesuai dengan segmentasi untuk karyanya menjadi salah satu alasan Antonio bergabung bersama Soundfren. Di Soundfren, ia aktif mencoba beragam fitur yang ada. Sejauh ini Antonio telah berhasil lolos submisi sebanyak dua kali. Pertama, ia sukses menjadi pengisi acara di “Acoustic and Poetry Night at Merari Studio” di awal tahun 2020. Terbaru, video musiknya ditayangkan di program “Indie Air” di UseeTV.

Tak ketinggalan Antonio juga mengikuti kegiatan terbaru yang diadakan Soundfren selama pandemi, yakni Soundfren Connect. Tak tanggung-tanggung, 3 sesi ia ikuti salah satunya sesi bersama Ale (personil WSATCC & The Adams) yang membahas “How to be Creative in Career”.

Bagi Antonio, ilmu-ilmu yang ada di Soundfren Connect sangat berisi dan berkelas sehingga sangat bermanfaat baginya. Ia juga akan selalu  mengikuti webinar interaktif yang diadakan Soundfren kedepannya. Sebagai pengguna setia Soundfren, Antonio Bennarivo berharap agar aplikasi ini dapat terus berkembang. Selain itu, ia juga menginginkan agar Soundfren selalu membangun interaksi dengan para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi Rangga Pranendra

“Kedepannya saya berharap bersama Soundfren akan lebih banyak lagi orang yang mendengar karya-karya ciptaan saya – Rangga Pranendra”

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Rangga Pranendra telah menunjukkan ketertarikannya pada musik. Awalnya ia melihat teman sekelasnya yang kini telah menjadi musisi, Dimas Wibisana sedang mengisi acara di sekolah. Rangga kemudian mulai belajar musik bersama Dimas dengan harapan bisa ikut manggung. Setiap pulang sekolah, Rangga mempelajari hal-hal tentang musik di rumah Dimas. Dimulai dengan belajar memetik gitar hingga berlatih vokal. 

Kerja keras Rangga sedari berseragam putih merah berbuah hasil, kini ia telah memiliki single dan tampil di berbagai panggung. Bahkan belum lama ini, video musik miliknya telah tayang di UseeTV dan UseeTV GO lewat program “Indie Air”.

Rangga yang baru saja merilis single bertajuk “Manis Berbahaya” mengaku jika musik-musiknya banyak dipengaruhi oleh L’Arc-en-Ciel dan Sheila on 7. 

Rangga yang telah mengarungi musik sejak kecil mengalami beberapa momen-momen yang tak bisa lupakan dan akan terus diingat sebagai bagian dari jalan bermusiknya. Ada masa di mana hidup Rangga didedikasikan terhadap sebuah idol group lokal kecintaannya, JKT48. Saking berdedikasinya, lagu-lagu yang ia buat tidak lepas dari elemen mereka. Alhasil, sampai sekarang nama Rangga Pranendra tidak bisa lepas dari embel-embel JKT48. Kecanggihan teknologi membuat Rangga semakin mudah mengakses segala hal tentang idolanya yang kemudian dijadikan sumber inspirasi.

Bicara tentang musik dan teknologi, selain mempermudahnya mencari inspirasi, Rangga merasa sangat terbantu dengan teknologi yang bersinggungan dengan musik seperti platform digital yang memudahkan lagu-lagu karyanya untuk sampai ke telinga para pendengar bahkan ke orang-orang yang tidak ia kenal. Salah satu platform yang ia manfaatkan adalah layanan streaming musik dan juga tentunya Soundfren.

Kehadiran Soundfren membantu Rangga untuk meraih impiannya di industri musik. Walau masih terhitung sebagai pengguna baru, namun Rangga telah merasakan manfaat kehadiran Soundfren salah satunya adalah dengan terpilih untuk meramaikan program “Indie Air”. Rangga berharap bersama Soundfren akan semakin banyak orang yang mendengar lagu-lagu yang ia ciptakan.

Tips Membeli Ukulele

Emang paling bener kalo lagi #DiRumahAja itu ngulik-ngulik musik yang kamu suka, nggak terbatas apapun alat musiknya, salah satunya ukulele, Fren! Nah, buat kamu yang lagi cari-cari ukulele, perhatikan juga beberapa hal sebelum membeli ukulele.

  • Ukulele yang berkualitas biasanya terbuat dari kayu sengon dan mahoni. Lalu pada bagian kepalanya terdapat dolphin gold plate dengan tambahan string aquila, yang akan memberikan nada indah saat dipetik. Kamu juga bisa memilih warna ukulele sesuai dengan seleramu. Agar kamu lebih bersemangat saat belajar, dan juga lebih percaya diri saat menggunakannya.
  • Ukulele 4 senar ukuran mini biasanya terduat dari kombinasi kayu berkualitas pada bagian bodinya. Bagian atas terbuat dari kayu meranti dan bagian dalam dari kayu sengon. Senarnya menggunakan senar nilon yang menghasilkan suara bening dan senarnya tidak mudah putus.
  • Ukulele model terbaru merupakan gitar kecil dengan 4 senar dan bodi bagian atas terbuat dari plywood sedangkan bagian dalam dari kayu meranti. Pada putaran stemnya biasanya terbuat dari kayu sengon. Meskipun ukurannya kecil, suara yang dihasilkan sangat indah karena menggunakan senar nilon berkualitas.

Nah, itu dia beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan saat mau beli ukulele. Kamu juga bisa cari referensi ukulele yang oke dengan nanya-nanya temen-temen di aplikasi Soundfren.

Semoga kamu berhasil menemukan ukulele idaman ya!

#BikinJalanLo Versi Andreas Sinaga


“Kini koneksi bermusik saya semakin luas dan video klip saya bisa tayang di Indie Air, UseeTV – Andreas Sinaga”

Darah seni yang mengalir pada diri Andreas Sinaga menjadikannya seorang musisi. Lahir dari orang tua musisi dan sering melihat para musikus tampil membuat Andreas mengambil jalan untuk berkarir di dunia musik.

Selama menjalani karir di industri musik, penggemar dari Stevie Wonder dan Tulus ini selalu berusaha menarik perhatian di depan khalayak ramai. Baginya, ini merupakan awal untuk membuat cerita menarik dalam karir bermusiknya. Andreas juga berkeyakinan ia mampu membawa hal baru dalam musik. Hal ini ia buktikan dengan merilis beberapa single di antaranya “Hadirat Rasa”, “InKromatik”, dan Pemilik Kisah”.

Sadar jika bakat saja tak cukup untuk membuatnya sukses di industri ini, Andreas terus memperdalam wawasannya. Belajar berimprovisasi dengan alat-alat musik dan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang semakin maju adalah langkah yang ia lakukan sejauh ini untuk menghadapi kerasnya dunia musik.

Setiap hari, penyanyi sekaligus penulis lagu ini selalu mengeksplorasi hal-hal baru salah satunya adalah dengan mencoba bergabung di Soundfren. Kecepatan arus informasi di era teknologi yang kian maju membawa Andreas mengenal Soundfren dan menjelajahi semua fitur di dalamnya. Hingga akhirnya, video klip terbarunya “Hadirat Rasa” disaksikan jutaan penonton usai tayang di Indie Air UseeTV dan dapat disaksikan ulang via aplikasi UseeTV GO.

Selain memberikan kesempatan untuk tampil, Soundfren juga telah membuat koneksi bermusik Andreas semakin luas dan membuat suasana dalam sosialisasi bermusik lebih menarik. Andreas berharap agar Soundfren selalu memberi hal baru dan hal yang baik untuk para pengguna setianya.

Tips Membeli Piano Bekas

Nggak masalah jika kamu mau membeli alat musik bekas, termasuk piano. Asalkan perhatikan juga beberapa hal, agar nggak menyesal di kemudian hari, Fren!

  • Karakter Suara.Karakter suara piano yang nyaring dan keras adalah salah satu yang harus kamu perhatikan, karena itulah yang terbaik dan paling dicari. Kamu harus mencobanya terlebih dahulu dengan memainkan beberapa lagu, baik lagu yang lembut maupun keras, maka kamu akan mengetahui kualitas suara piano tersebut apakah masih bagus atau tidak.
  • Cek Seluruh Body Piano. Kamu harus memeriksa bagaimana kondisi dari badan atau body piano tersebut. Kalau ada lecet-lecet akibat pemakaian, sebenarnya itu masih wajar. Kamu sebenarnya harus curiga bila cat di body piano masih sangat bagus mulus seperti baru, karena bisa jadi piano tersebut telah direkondisi atau di cat ulang. Dalam jangka waktu paling lama tiga bulan cat tersebut biasanya akan mengelupas.
  • Cek Soundboard. Soundboard adalah kayu yang ada di belakang piano yang seratnya lurus. Soundboard sangat penting keadaanya untuk sebuah piano dan sangat menentukan karakter suara piano tersebut bagus layak pakai atau tidak. Coba cek apakah kondisinya masih bagus atau sudah keropos atau lapuk.
  • Periksa Mekanik Piano.Saat kamu membuka topboard coba cek apakah hammer atau pemukul piano rata atau tidak. Mekanik yang baik adalah terlihat rata tidak ada hammer yang menonjol keluar dari barisan hammer. Kalau tidak rata maka akan mempengaruhi kualitas suara.

Udah dapet pencerahan piano seperti apa yang mau kamu beli? Kamu juga bisa masukan dari teman-teman di Soundfren dengan posting status di aplikasi.

#BikinJalanLo Versi AKBVR

“Tahun lalu, saya terpilih untuk tampil di acara Let’s Talk Musik Langit Musik setelah mengikuti submisi lewat Soundfren. Saya merasa mendapatkan apresiasi lebih untuk karya saya – AKBVR”

Terbiasa dengan tembang-tembang lawas seperti lagu milik Koes Plus membuat AKBVR tertarik untuk menjadi musisi. Pemilik nama lengkap Novi Akbar Yusyanto ini ingin karya-karyanya melegenda seperti idolanya Koes Plus, Benyamin S, dan The Beatles.

AKBVR memulai karirnya di industri musik dengan menciptakan karya, mengikuti sejumlah audisi hingga tampil dari panggung ke panggung musik. Perkembangan dunia teknologi sangat membantu pemilik single “Serba Salah” ini untuk bertahan di dunia musik. Bagi AKBVR, teknologi sekarang semakin memudahkannya untuk meyebarkan karya dan tampil di berbagai acara. Siapa saja bisa memanfaatkan teknologi untuk berkarir di industri musik. Maka dari itu, AKBVR tetap termotivasi untuk menyuguhkan karya yang menarik agar bisa dinikmati dan digemari banyak orang. Dengan begini, ia yakin karirnya di industri musik akan langgeng dan membuka jalan untuk karyanya agar abadi seperti impiannya.

Salah satu manfaat teknologi yang semakin maju di dunia musik  ia dapatkan dengan mudahnya mengikuti beragam audisi atau submisi secara daring. Dari banyak audisi yang ia ikuti, salah satunya adalah submisi Soundfren x Langit Musik. AKBVR berhasil terpilih dan menjadi pengisi acara di “Let’s Talk Music With Lyla dan Ghea” yang ditayangkan secara streaming di Langit Musik dan Maxstream. Acara ini disaksikan oleh jutaan orang dan membuat AKBVR semakin dikenal sebagai musisi. Momen tahun lalu ini menjadi satu dari pencapaian AKBVR di dunia musik.

Usai tampil di acara streaming Langit Musik dan menjalin relasi dengan para pengguna Soundfren, AKBVR semakin bersemangat dan percaya diri untuk tampil di panggung-panggung musik. Kehadiran Soundfren membuat AKBVR bisa menambah kesempatan, wawasan, koneksi, dan informasi dalam bermusik. Kedepannya ia ingin karyanya bisa semakin diterima lebih banyak pendengar lagi dan jam terbangnya semakin melesat di dunia musik.

Sebagai bentuk cintanya terhadap Soundfren, AKBVR ingin Soundfren memiliki acara terjadwal khusus untuk para penggunanya dengan memanfaatkan platform media yang semakin maju ini. Baginya dengan adanya program seperti ini akan membuat pengguna Soundfren merasakan kepuasaan tersendiri khususnya bagi Premium User. Selain itu, acara ini juga bisa mengundang lebih banyak lagi penggiat musik untuk bergabung di Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Biru Tamaela

”Soundfren menjadi jawaban akan segala kebutuhan dan keinginan kami di industri musik – Biru Tamaela”

Biru Tamaela adalah empat orang yang bertemu di sebuah sekolah menengah kejuruan di Balikpapan. Seusai lulus, musik mempertemukan mereka kembali hingga akhirnya bersatu dalam sebuah grup musik bernama Biru Tamaela.

Setelah terbentuk, Biru Tamaela mulai menciptakan karya-karya yang bersumber dari ketulusan dan kepolosan pemikiran masing-masing personilnya. Mereka pun mulai melangkah lebih jauh di industri musik dengan mengenalkan musik khas Biru Tamaela ke publik dan rajin mengisi panggung-panggung musik.

Fajar, Ardi, Erce, dan Adit sangat mengapresiasi apabila pesan yang mereka sisipkan pada karya-karya Biru Tamaela dapat tersampaikan kepada para pendengar. Setiap bait mampu menggema di kepala pendengar dan hingga dapat dihafalkan. Mendengar penonton dapat mengikuti kata demi kata dari lagu yang dilantunkan membuat Biru Tamaela merasa bangga dan terkadang merinding dibuatnya. Terkadang ada beberapa orang yang tidak sungkan untuk berbagi pengalaman pada saat mendengar karya-karya Biru Tamaela dan membagikannya lewat pesan singkat di media sosial. Hal ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi Biru Tamaela dan sang gadis kecil.

Grup musik yang terinspirasi dari Efek Rumah Kaca, Stars and Rabbit, dan Fourtwnty ini beranggapan jika musik akan terus mengalami perkembangan dan improvisasi yang bahkan tidak terprediksi perkembangan ke depannya akan seperti apa. Melihat perspektif ini, Biru Tamaela akan selalu terus belajar dengan tetap menjadi seperti apa yang akan mereka inginkan di dunia musik, salah satu caranya dengan bergabung di Soundfren.

Dengan bergabung di Soundfren, Adit dan rekannya berharap dapat menemukan teman-teman baru yang bisa menambah wawasan bermusik mereka. Di Soundfren, pemilik single “Tak Mampu” ini mencoba membuka koneksi baru untuk mempromosikan karya-karyanya agar dapat didengarkan oleh khalayak luas serta menambah teman dan kawan seprofesi.

Usaha Biru Tamaela dalam mempromosikan karya mereka di Soundfren mulai membuahkan hasil positif usai video musik mereka tayang di program “Indie Air” yang tayang di UseeTV dan disaksikan masyarakat seluruh Indonesia serta bisa diputar ulang melalui UseeTV Go. Biru Tamaela berharap agar bisa terus meroket di industri musik sejalan dengan meroketnya Soundfren sebagai aplikasi untuk para penggiat musik.

Tips Membuat Musikalisasi Puisi

Kamu pasti penasaran, gimana sih caranya membuat musikalisasi puisi yang biasa dilakukan oleh Banda Neira, Ari Reda, dan para musisi hebat lainnya? Kamu bisa ikutin cara ini, Fren!

  • Memilih puisi.
    • Di tahap paling awal ini kamu diharuskan untuk memilih puisi yang akan kamu beriirama nantinya. Kamu boleh memilih karya-karya penyair Indonesia yang menurutmu cocok untuk dimusikalisasi. Akan tetapi tidak ada salahnya juga kalau kamu menciptakan puisi sendiri.
  • Memahami setiap bait puisi.
    • Tahap ini menjadi tahap yang paling penting. Kamu harus bisa memahami makna dari setiap bait puisi yang akan kamu musikalisasi. Berarti pada tahap ini kamu harus peka dengan perasaan yang timbul pada karya puisi.
  • Menentukan jenis alat musik.
    • Tahap selanjutnya adalah menentukan alat musik yang akan kamu gunakan untuk mengiringi musikalisasi puisi. Pilihlah alat musik yang mahir kamu mainkan. Tidak apa sederhana, yang penting hasilnya memuaskan. Jenis alat musik juga disesuaikan dengan aransemen yang akan kamu buat. Pilih alat musik bernada lembut, seperti gitar, piano, organ, suling, harmonika, dan lain-lain.
  • Menciptakan notasi nada.
    • Tahap ini merupakan tahap di mana kamu mengaransemen notasi nada untuk mengiringi puisi. Pilihlah nada yang cocok dengan makna yang ada di setiap bait. Maka dari itu, kamu harus paham dulu bagaimana karakteristik puisi yang akan kamu musikalisasi. Setiap nada akan mewakili perasaan tertentu, seperti senang, sedih, resah, dan lain-lain. Walaupun tahap ini agak sulit, tapi kamu pasti bisa melewatinya. Apalagi bila kamu rajin mengulik nada untuk mengiringi puisi.
  • Menampilkan hasil karya musikalisasi puisi.
    • Ini merupakan tahap terakhir. Apabila semua komponen sudah siap, maka kamu sudah bisa menampilkan hasil karyamu. Percaya diri menjadi kunci utama saat menampilkan karya. Kalau kamu percaya diri, maka karya dipentaskan dijamin sukses deh.

Cukup tercerahkan dengan tips ini? Kamu juga bisa loh share musikalisasi puisi kamu ke teman-teman di Soundfren dengan posting di “My Works” profil kamu. Selamat mencoba, Fren!

#BikinJalanLo Versi Senja di Cakrawala

“Setelah gabung di Soundfren dan video musikalisasi puisi “Dua Orang Tua Minum Teh” tayang di program “Indie Air” UseeTV, kami jadi lebih dikenal publik – Senja di Cakrawala”

Banyak tempat yang indah untuk memulai cerita, tak terkecuali di teater. Pertemuan tak disengaja itu kemudian melahirkan grup musikalisasi puisi bernama Senja di Cakrawala. Ketertarikan masing-masing personelnya akan dunia musik membuat Senja di Cakrawala mulai melahirkan karya. Bahkan belum lama ini, video musikalisasi perdana “Dua Orang Tua Minum Teh” telah disaksikan jutaan pasang mata lewat program “Indie Air”.

Karya yang lahir dari Senja di Cakrawala banyak terinspirasi dari beberapa musisi tanah air seperti Payung Teduh dan White Shoes and The Couples Company. Semangat untuk melahirkan karya bersama seolah tak pernah padam dari grup musikalisasi asal Pulau Dewata ini. Panggung-panggung teater menjadi jalan pembuka Senja di Cakrawala berkiprah di dunia seni.

Selain memanfaatkan panggung teater untuk ajang promosi karya, Senja di Cakrawala juga tentunya memanfaatkan kecanggihan dunia teknologi yang terus berkembang. Tak ingin karam sebelum berlabuh, mereka banyak melakukan promosi karya melalui platform digital termasuk Soundfren.

Bagi grup musikalisasi ini, Soundfren cukup sering mengadakan acara-acara musik yang bisa menjadi kesempatan untuk menambah jam terbang mereka di industri musik. Hal ini tentunya akan membuat Senja di Cakrawala semakin dikenal luas bukan hanya oleh target pasar tertentu saja.

Di Soundfren, Senja di Cakrawala benar-benar memanfaatkan dengan baik semua fitur yang ada dan beberapa submisi musik pun mereka ikuti. Hingga akhirnya, karya mereka terpilih untuk ditayangkan di program “Indie Air” di UseeTV yang bisa disaksikan masyarakat luas. Kini, Senja di Cakrawala mulai dikenal publik. Senja di Cakrawala sangat merasa terbantu khususnya untuk bagian promosi. 

Ke depannya mereka berharap Soundfren bisa terus mendukung para musisi agar bisa terus berkarya dan bertahan di industri musik.