#BikinJalanLo Versi Alenko Pranata

“Dengan ikut webinar “Merencanakan dan Mengorganisir Sebuah Tur Mandiri” di Soundfren Connect, saya merasa rencana dan struktur dalam tim saya jadi lebih teratur – Alenko Pranata”

Jatuh cinta bisa membuat orang melakukan apa saja bahkan hal yang belum pernah dilakukan sekalipun. Begitu juga dengan Alenko Pranata, ia mulai mempelajari dunia musik dengan alasan membuat sang pujaan hari jatuh cinta padanya. Alenko mulai belajar memetik gitar untuk merayu wanita saat duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Hari demi hari, justru Alenko yang jatuh cinta pada musik. Hingga kini, ia tetap setia akan musik dan gitarnya. Bahkan Alenko kini telah bergabung dalam grup musik Rainfall sebagai gitaris. Ia juga terlibat dalam single perdana Rainfall yang bertajuk “Whisper”.

Bermusik bersama teman-teman membuat Alenko semakin tenggelam pada irama dan nada. Dari teman-temannya pula Alenko bertemu dengan Soundfren. Bergabung dengan Soundfren, membuat penggemar dari My Chemical Romance ini semakin mudah membangun relasi. Baginya Soundfren merupakan wadah untuk semua musisi baik pemula hingga profesional.

Selain berelasi, Alenko juga memanfaatkan Soundfren untuk menambah ilmu serta wawasan permusikan. Hadirnya fitur Soundfren Connect semakin memudahkan Alenko untuk mendapatkan pemahaman baru mengenai musik.

Tak tanggung-tanggung, Alenko langsung mengikuti dua webinar interaktif di Soundfren Connect. Salah satu tema yang ia ikuti adalah “Merencanakan dan Mengorganisir Sebuah Tur Mandiri”.

Dengan mengikuti Soundfren Connect, Alenko bisa langsung mempraktekannya bersama rekan-rekan di Rainfall. Menurutnya, struktur dalam timnya kini jadi lebih teratur. Alenko Pranata sangat menyambut baik kehadiran Soundfren Connect di tengah pandemi ini. Saking antusiasnya, ia berharap Soundfren Connect bisa hadir setiap hari.

Tips Memilih dan Membeli Drum Set

Buat kalian yang mau memulai karir musik sebagai drummer dan ingin melengkapi perlengkapan ‘perang’ kalian, kalian wajib tahu nih tipe drum seperti apa yang kalian butuhin. Yuk, simak tips berikut!

  1. Harga Drum Set. Harga yang ditawarkan satu buah drum set sangat bervariasi tergantung dengan kualitas dan merek masing-masing. Bagi kamu yang masih pemula bermain drum, pilihlah yang tidak terlalu mahal dulu untuk melatih kemahiran bermain.
  2. Kualitas Suara Drum. Jangan lupa untuk melakukan “test drive” guna memastikan suara yang keluar sesuai dengan suara yang diinginkan oleh pribadi masing-masing. Suara yang dihasilkan juga sesuai dengan bahan apa yang digunakan sebagai bahan baku pembuatannya
  3. Garansi Pabrikan. Jika kamu membeli drum set pada sebuah toko alat musik, pilihlah yang memberikan garansi. Biasanya sebuah produk yang berani memberikan garansi membuktikan bahwa produknya tidak sering membuat masalah atau rusak di tengah jalan. Jangan lupa menanyakan sampai kapan garansi berjalan, semakin panjang waktu garansi akan semakin baik.
  4. Ukuran Drum Set, Letak Snare dan Tom. Bagi kamu seorang pemula, pilihlah drum dengan ukuran yang kecil. Belilah drum dengan set standar yaitu terdiri dari 4 buah. Di dalamnya harus ada snare, tom, floor tom, dan bass. Selanjutnya bisa disesuaikan saat Anda mulai mahir. Selain itu posisi snare dan tom juga harus diperhatikan. Usahakan posisi snare dan tom berdekatan dengan kamu, agar tubuh tidak perlu condong ke arah tertentu. Drum set sejatinya juga dapat digunakan sebagai penanda gaya seorang musisi khususnya drummer. Pemilihan drum yang tepat sesuai aliran musik akan menambah pesona sang musisi. Musik jazz akan cocok dengan drum set berukuran kecil, sedangkan musik-musik yang lebih kuat cocok menggunakan drum set yang lebih besar.

Udah makin kebayang mau pilih drum jenis apa? Share drum pilihan kamu di Soundfren ya!

#BikinJalanLo versi Aradhana

“Setelah join Soundfren, Monthly Listeners saya naik drastis dan banyak apresiasi yang saya terima – Aradhana Music”

Era shuffle dance menjadi gerbang pembuka Aradhana Music mengenal musik. Saat itu, ia masih duduk di bangku sekolah dasar dan bersama teman-teman di kelasnya membuat grup shuffle. Sejak saat itu, Aradhana mulai belajar mendalami musik lewat virtual DJ hingga akhirnya mencoba membuat lagu EDM dengan software Fruity Loops. Musisi seperti Skrillex, Zedd, Porter Robinson, RADWIMPS, dan terakhir adalah Payung Teduh dijadikan sebagai panutan yang menginspirasi karya-karya bermusik Aradhana.

Semakin dewasa, kemampuan bermusiknya semakin berkembang dan bisa memberikan warna baru di industri musik. Beberapa hasil remix-nya pernah mengukir prestasi. Salah satu hasil remix-nya yang saat itu sempat viral, “Om Telolet Om” sukses masuk kedalam jajaran remix terbaik Billboard. Selain itu, lagu “Right Back to You”, yang merupakan hasil kolaborasinya bersama Young Minahasa dan penyanyi asal singapura yaitu LATRO, berhasil menembus TOP 50 Songs Viral Indonesia versi layanan musik streaming. Hingga saat ini, lagu tersebut sudah didengarkan oleh lebih dari 600 ribu orang.

Pencapaian yang telah diraih seorang Aradhana di industri musik tentunya tak luput dari perkembangan teknologi yang semakin canggih. Teknologi di dunia musik sangat berarti bagi karir bermusiknya. Bagi Aradhana, dengan kemajuan teknologi, para musisi semakin mudah untuk mendapatkan pemasukan dan publikasi dengan banyaknya platform digital seperti Youtube, Itunes, dan juga Soundfren.

Aradhana menilai Soundfren sebagai platform untuk penggiat musik yang paling mudah untuk diakses dan untuk menggunakannya tidak ribet. Sejak bergabung di Soundfren dan mencoba untuk posting karya-karyanya di aplikasi.  Monthly Listeners pada salah satu layanan musik streaming naik drastis. Menariknya, setelah menjadi pengguna Soundfren banyak apresiasi atas karya-karyanya yang ia terima lewat akun media sosial miliknya.

Lebih jauh, Aradhana berharap lewat Soundfren ia dapat memperluas relasi dengan pelaku musik dari berbagai genre karena ia ingin mengembangkan karirnya di luar jalur electronic dance music yang kini tengah ia geluti. Ia juga menginginkan Soundfren untuk selalu mengikuti perkembangan musik tanah air dan aktif berinteraksi menjalin koneksi dengan para musisi.

Tips Mendapatkan Hasil Rekaman yang Jernih

Biar lagi di fase #StayAtHome, tapi jangan sampai nggak produktif, Fren! Musik harus jalan terus. Setuju? Bahkan ini adalah saat yang tepat untuk kamu merekam banyak materi. Eits, tapi perhatikan juga gimana caranya mendapatkan hasil rekaman yang jernih. Soundfren punya tips nih supaya hasil rekamanmu jernih.

  1. Temukan Ruangan yang Tepat. Pilihlah  ruangan yang bisa membuat kalian bekerja dengan nyaman, Fren.  Lalu, pilih  ruangan yang tidak menggunakan alas atau lantai kayu karena lantai kayu akan dengan mudah memantulkan suara. Akan lebih baik jika di dalam ruangan kamu terdapat karpet, karena dapat menyerap sebagian suara, sehingga akan mengurangi suara yang mungkin dapat dipantulkan.
  2. Setting Ruangan
    • Kalau tembok ruangan kamu terbuat dari beton, letakkan dua atau 3 busa di sekitar tembok tempat kita melakukan rekaman. Hal itu akan membantu mengurangi efek bising dari suara yang dihasilkan.
    • Saat kalian sudah berada di dalam ruangan tersebut namun masih mendengar suara dari luar ruangan, maka kalian perlu menutup celah pada pintu dengan menggunakan handuk atau selimut.
    • Jika ruangan yang kalian gunakan belum menggunakan karpet maka kalian bisa melerakkan kain atau selimut tebal dibagian bawah atua lantai. Hal itu juga dapat mengurangi efek pantulan suara pada mikrofon.
  3. Siapkan Alat Perekam. Siapkan alat perekam yang kamu butuhkan, seperti mikrofon dengan popping shield. Selain itu pilihlah software rekaman dengan interface yang friendly untuk kamu. Lalu setelah itu mulailah merekam.
  4. Setelah selesai merekam, dengar kembali hasil rekaman. Dengan mendengarkan kembali hasil rekaman, kamu akan mengetahui letak salah ataupun beberapa hal yang menurut kamu belum memuaskan. Catatlah semua hal itu poin demi poin untuk segera kamu revisi dan ulang kembali sampai kamu merasa puas.

Nah, gimana Fren sudah siap rekam hasil karya kamu? Kalau udah beres jangan lupa untuk dishare di Soundfren ya!

#BikinJalanLo Versi Arjuna Balagita

“Dan sekarang, sebagian klien dan partner kolaborasi saya datang dari aplikasi Soundfren – Arjuna Balagita”

Saat masih menempuh jenjang sekolah dasar, Arjuna Balagita sudah mulai akrab dengan dunia musik. Semua ini berawal saat mendiang sang ibunda yang kerap kali membelikan kaset-kaset musik bergenre rock dan beberapa kaos band rock seperti Bonjovi. Waktu itu, musik yang sedang trend di Kalimantan, tempatnya bermukim, adalah musik speed metal dan musik dari Negeri Jiran, Malaysia. 

Arjuna kecil mulai bermusik dengan pengaruh musik-musik Power Metal, Helloween, Search, dan Slam. Arjuna menjadikan Ahmad Dhani dan Rolling Stones sebagai panutannya dalam bermusik. Menurutnya, Rolling Stones mampu menjadikan musik rock and roll, yang kala itu masih sedikit yang tahu, menjadi meledak di pasaran. Begitu pun dengan sosok Ahmad Dhani. Bagi Arjuna banyak karya pentolan grup band Dewa ini yang sukses dan menjadi hits.

Arjuna semakin serius dalam karir bermusiknya saat ia pindah ke kota Yogyakarta di tahun 2004, era dimana grup musik Sheila on 7 sedang digandrungi publik. Saat itu, ia membuat sebuah band ‘The Arjuns’  bersama rekan-rekannya. Terhalang biaya rekaman membuat band ini baru membuat demo perdananya di tahun 2014. Arjuna, yang saat itu sudah bekerja sebagai music director di sebuah radio swasta Jawa Tengah, mulai mempromosikan karya-karya The Arjuns. Perkembangan teknologi yang semakin canggih di industri musik turut membantu The Arjuns dalam mempublikasikan karya mereka. Dua tahun wara wiri mempromosikan karya, The Arjuns mendapat tawaran dari label asal Malaysia.

Sayangnya, karena kesibukan masing-masing personilnya, membuat The Arjuns hanya tinggal nama. Hal ini tak lantas membuat Arjuna gentar menghadapi kerasnya industri musik. Ia bangkit dan mengambil jalan untuk solo. Perjalanannya dari kolaborasi di Malaysia saat masih bersama The Arjuns dijadikan jembatan untuk membangun karir solonya. Arjuna terus mengeksplorasi kemampuan bermusiknya hingga ia merilis single perdananya dengan berduet bersama Resty Aziz dibawah naungan label asal Ibukota di tahun 2017.Sejak saat  itu, Arjuna mendapatkan lebih banyak kesempatan manggung baik di dalam maupun luar negeri.

Arjuna tak lantas puas dengan pencapaiannya, ia kemudian mendirikan label sendiri yang diberi nama JSM RECORD. Banyak lagu yang sudah ia kerjakan dan banyak musisi yang sudah bekerjasama dengan penulis lagu “Hujan di Kota Jogja” ini. Bagi Arjuna, musik selalu mengikuti zaman dan ia tak pernah berhenti untuk terus belajar memperdalam kemampuannya dalam bermusik.

Salah satu bukti ia terus meningkatkan kemampuannya di industri musik adalah dengan bergabung di Soundfren. Arjuna ingin mengenal lebih banyak teman musisi yang bisa menambah wawasan bermusiknya. Lewat Soundfren, Arjuna juga ingin mengubah pandangan masyarakat mengenai dunia musik dengan mengenalkan karya-karya yang berkualitas. 

Arjuna secata aktif  mempublikasikan karya-karya, pengalaman, dan tak jarang curhatannya seputar musik di Soundfren. Hal ini ternyata mendatangkan banyak klien yang akhirnya mau berkolaborasi dengannya, seperti misalnya untuk memproduksi lagu. Soundfren adalah aplikasi yang sangat mudah diakses bagi Arjuna. Ia terus berharap agar Soundfren tidak hanya sekadar menjadi aplikasi musik saja namun sebagai music production yang mampu mencetak musisi-musisi berkualitas.

Beberapa Profesi di Industri Musik Yang Perlu Kamu Tahu


Di era kayak sekarang profesi di bidang seni cukup menjanjikan kalau kamu tekuni dengan baik, Fren. Ada beberapa pilihan profesi jika kamu serius menekuni industri musik sesuai dengan passion kamu, Fren. Apa ajah tuh? Yuk disimak, Fren!

  1. Selektor Musik. Profesi ini cocok untuk kamu yang senang mendengarkan musik dan membuat daftar putar (playlist). Jadi, hal yang kamu lakukan adalah memilih lagu yang cocok didengarkan untuk suasana atau event tertentu.
  2. Artist and Repertoire (A&R).A&R merupakan salah satu divisi yang ada di label rekaman. Orang-orang yang bekerja di divisi ini merupakan para pencari bakat di bidang musik. Mereka juga bertugas mencari tren baru, entah lagu, musisi atau penyanyi.
  3. Promotor Musik.Promotor memiliki sejumlah tanggung jawab ketika akan menggelar konser musik, mulai dari pitching dengan manajer musik atau musisi secara langsung. Selain itu, promotor juga bertugas menyediakan kebutuhan artis, merancang acara, mencari tempat, mempromosikan acara serta memastikan kelancaran berjalannya konser musik.
  4. Produser Rekaman. Secara garis besar, profesi ini bertanggungjawab menciptakan stabilitas yang diperlukan musisi serta memberi ‘karakter’ kuat pada lagu-lagu ciptaan atau yang dibawakan musisi.
  5. Musisi. Profesi ini adalah pemain musik yang bisa dikategorikan sebagai penyanyi, session player, arranger, composer dan konduktor. Orang yang berprofesi sebagai musisi mempunyai bakat yang luar biasa karena dia harus bisa mengenal nada, menciptakan lagu dan mengaransemen lagu sehingga menjadi suatu karya.

Kalau kamu sendiri, tertarik untuk memilih profesi apa nih Fren di industri musik?

Apapun pilihan kamu, Soundfren akan selalu menemani karir bermusikmu, Fren!

#BikinJalanLo Versi Ardhy Saputro

“Berkat Soundfren, karir musik Saya juga semakin menanjak dan jadi lebih dikenal orang – Ardhy Saputro”

Musik bukan merupakan pekerjaan utama dari seorang Ardhy Saputro, namun musik telah membuatnya jatuh cinta dan menjadi salah salah satu hobi yang menghasilkan. Keisengennya membuat remix hingga flip remix membuahkan satu track perdana yang kini sudah bisa didengar banyak orang. Kini Ardy menjadi lebih sering mengeksplorasi kemampuan bermusiknya disela kesibukan sehari-hari.

Martin Garrix, Avicii, Dipha Barus, Hindia adalah deretan nama musisi yang menjadi panutannya dalam bermusik. Beberapa pertemuan dengan sang idola dan teman-teman di industri musik telah membuat Ardhy semakin mencintai musik. Musik juga yang membuat Ardhy mendapatkan apresiasi, salah satunya lewat pencapaiannya di kontes remix yang diadakan sebuah label ternama dari Belanda. Saat itu Ardhy menempati urutan 22 dari ribuan kontestan yang berpartisipasi. 

Keseriusan Ardhy akan hobi bermusiknya ini semakin ia buktikan dengan terus mengikuti tren teknologi yang ada di bidang musik. Tak terkecuali dengan gabung di Soundfren. Ardhy sangat tertarik untuk mencoba beragam fitur di dalam aplikasi. Bahkan ia juga rajin mengikuti kegiatan tatap muka yang diadakan Soundfren seperti acara Soundfren Meet Up.

Dengan bergabungnya Ardhy di Soundfren, ia mendapatkan kesan yang sangat positif. Jalan karirnya bisa dibilang semakin menanjak. Bahkan kehadirannya di beberapa acara Soundfren membuat musisi asal Jakarta ini bisa bertemu dengan musisi idola hingga berkolaborasi dengan beberapa pengguna Soundfren yang lain dan menciptakan sebuah karya baru. Ardhy berharap, musiknya bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas dan semakin mudah untuk berkolaborasi dengan teman-teman musisi di era digital seperti ini.

Ardhy pun menaruh segenggam harap untuk Soundfren. Ia ingin Soundfren semakin banyak penggunanya dan bisa mengembangkan label atau sub label rekaman. Karena kenyataan sekarang adalah banyak musisi lokal yang berusaha mengirimkan karyanya ke pihak label dan tak sedikit dari mereka yang mendapat penolakan. Tak lupa Ardhy juga mengingatkan kepada kita semua untuk menjaga diri di tengah pandemi ini. 

#BikinJalanLo Versi LOR

“Sejak terpilih menjadi band pembuka di +62 Experience, LOR jadi lebih dikenal oleh masyarakat luas – LOR”

Berawal dari ketertarikan menekuni dunia musik, pada Juni tahun lalu, lahirlah sebuah grup musik yang kemudian diberi nama LOR yang terdiri dari Gias, Hanung dan Balia.

LOR terhitung sebagai pendatang baru di industri musik namun grup musik asal Yogyakarta ini sudah berhasil merilis EP perdana pada Februari silam. Berisikan 5 buah lagu, EP bertajuk “Check 1,2,3” merupakan titik awal perjalanan Gias cs di dunia musik. Dalam bermusik, LOR terinspirasi pada musik-musik milik The Stroke, The Hives, Beach Boy, dan The Kooks.

Sejak awal terbentuk, LOR mulai mempromosikan karya musiknya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi termasuk dengan bergabung di Soundfren. Dengan menjadi pengguna Soundfren, LOR berharap agar bisa terkoneksi dengan musisi lainnya serta karya mereka dapat didengar oleh banyak orang tak terkecuali para penggiat musik.

Sebagai pendatang baru, tentunya LOR butuh banyak panggung untuk bisa mempromosikan band serta karya musik karena promosi digital saja tidak cukup. LOR giat mengikuti submisi di Soundfren hingga, setelah melewati proses panjang, grup musik ini terpilih untuk menjadi band pembuka di konser musik +62 Experience yang dimeriahkan oleh Feel Koplo, Denny Caknan, dan Pamungkas.

Sejak tampil di acara yang berlangsung di Sleman City Hall membuat LOR menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, khususnya Yogyakarta, dan semakin banyak yang mendengarkan musik karya mereka. LOR berharap agar Soundfren dapat terus mendukung para musisi dan juga profesional musik lainnya.

Stay at Home, Draw and Win!

Berkarya bisa dimana saja, termasuk di rumah. Saat wabah COVID-19 melanda, segala kegiatan kreatif pun terbatas. Ini dia solusi agar kalian tidak mati gaya di rumah, Ballads of The Cliche berkolaborasi bersama Soundfren mengadakan “Stay at Home and Draw!”. Tertarik? Simak dulu informasi detailnya : 

Berhadiah Rp 1.000.000 untuk 1 (satu) pemenang. Temanya apa sih? Step Out and Dance!

Implementasikan single terbaru Ballads of The Cliche “Step Out and Dance!” ke dalam gambar (desain, ilustrasi maupun foto). Single tersebut dapat kalian dengarkan disini. 

Siapa yang boleh ikutan? Semua boleh ikutan, asalkan follow IG @balladsofthecliche dan @soundfren dan mempunyai akun Soundfren.

Karya apa saja yang bisa diikutkan? Segala format gambar tidak bergerak seperti desain, tipografi, ilustrasi, maupun foto dan bisa diaplikasikan ke dalam media kaos/ t-shirt.

Gimana mekanisme kontesnya?

  • Download aplikasi Soundfren di Apps Store atau Play Store
  • Buat akun Soundfren
  • Buka tab “Profile” lalu buka menu “Works” dan pilih “Add My Works” dengan karya visual buatanmu
  • Buka tab “Explore” dan pilih menu “Submission”
  • Pilih “Stay at Home and Draw!”
  • Baca syarat dan ketentuan, lalu klik “Join Submission”
  • Isi form, lalu klik “Submit”

Ketentuan :

  • Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu karya
  • Periode kontes dari 19 Maret hingga 02 April 2020 dan diumumkan 09 April 2020 via media sosial Ballads of The Cliche dan Soundfren
  • Konten gambar tidak boleh mengandung unsur kekerasan, penggunaan obat-obatan terlarang, konten/aktifitas seksual, Politik, SARA atau terkesan menyinggung/menjelek-jelekkan pihak manapun.
  • Pihak penyelenggara tidak bertanggung jawab jika ada pihak-pihak yang melakukan klaim atas teks, gambar, maupun hal-hal yang dijadikan konten gambar dan diunggah oleh para peserta.
  • Penyelenggara memiliki hak untuk mengubah syarat dan ketentuan jika dianggap diperlukan, tanpa perlu ada pemberitahuan terlebih dahulu.
  • Gambar dan segala informasi yang telah diunggah oleh peserta, sepenuhnya menjadi milik Soundfren, yang selanjutnya dapat dipergunakan sebagai iklan, event khusus, termasuk promosi penjualan, serta dapat dipasang di akun resmi media sosial milik penyelenggara.
  • Kontes ini tidak dipungut biaya apapun.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat
  • Pemenang terpilih akan dihubungi langsung oleh pihak Soundfren. Apabila pemenang yang terpilih tidak dapat dihubungi dan/atau tidak mengirimkan konfirmasi dalam 7 x 24 jam setelah pengumuman, pemenang akan dianggap gugur tanpa pemberitahuan.

#BikinJalanLo Versi Allson Siringo

“Saya bisa mendapatkan sesi mentoring menulis lagu sekaligus rekaman di program BERISIK lewat Soundfren – Allson Siringo”

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Allson Siringo dan musik sudah menjadi bagian tak terpisahkan. Allson mulai belajar memetik gitar dan mempelajari lagu-lagu karya musisi idolanya seperti Gun’s n Roses, Mr.Big, Last Child, Virgoun, Blink-182, Naif, Avenged Sevenfold, dan banyak lagi.

Menekuni musik sejak belia, tentunya jalan yang Allson tempuh tak selalu mulus. Cerita pahit dan manis selalu menghiasi karir bermusiknya. Ada banyak pula pencapaian yang telah ia raih di industri ini. Ia pernah diundang mengisi acara kampus, masuk playlist streaming musik, dan ia juga pernah mengisi salah satu rubrik di majalah kampus.

Dengan didukung oleh perkembangan teknologi di industri musik yang semakin melesat maju, membuat Allson menjadi lebih mudah mencari  mencari relasi dengan musisi dan mempromosikan karyanya. Salah satu cara yang ia tempuh untuk mendapatkan banyak relasi di dunia musik adalah dengan memanfaatkan aplikasi Soundfren. Di Soundfren, Allson bisa memperluas relasi bermusiknya serta mengikuti berbagai submisi yang ada.

Allson sudah banyak menciptakan lagu dengan genre Alternative Rock salah satunya single yang sudah dirilis bertajuk “Kembali.” Keahlian Allson dalam menulis lagu semakin terasah saat ia terpilih menjadi musisi terpilih program “BERISIK (Belajar Karir di Musik) Eps.1. Ia bersama dua musisi terpilih lainnya mendapatkan sesi mentoring menulis lagu sekaligus rekaman bersama produser musik Estu Pradhana dan solois Gabriel Mayo. Sesuatu yang belum pernah Allson dapatkan sebelum bergabung di Soundfren.

Sejauh ini, Allson sangat puas bergabung di Soundfren. Ia bisa mendapatkan job manggung dengan mengikuti submisi di aplikasi Soundfren. Hal yang paling ia sukai jika karya musiknya dikurasi dan lolos submisi.