Sederet Musisi yang Hobi Banting Alat Musik

#FrenInfo

Fren, banyak musisi yang ngelakuin aksi panggung dengan ragam cara yang unik. Salah satunya adalah dengan menghancurkan alat musik mereka. Siapa musisi favoritmu yang punya aksi panggung gokil?

  • Jimi Hendrix. Jimi Hendrix tidak hanya membanting gitarnya, bahkan dia membakar gitarnya itu pada saat tampil dalam gelaran festival musik Monterey Pop tahun 1967 silam. Aksi panggungnya tersebut bisa disaksikan dari beberapa unggahan video Youtube.
  • Kirk Hammet. Kirk Hammer gitaris Metallica ini adalah salah satu gitaris yang begitu sering menghancurkan alat musiknya sendiri. Dibeberapa unggahan video Youtube bisa dilihat Kirk Hammet tidak hanya membanting gitarnya tapi juga menghancurkannya dengan palu.
  • Kurt Cobain. Pentolan Nirvana ini merupakan salah satu nama terdepan dalam urusan menghacurkan gitar. Tidak hanya itu, sasaran penghancuran Kurt Cobain bukan hanya gitar, tapi juga benda lain yang ada di sekitarnya seperti amplifier, drum dan lainnya.
  • Paul Stanley. Frontman dari band KISS ini dikenal cukup “piawai” dalam hal banting-membanting gitar. Sepanjang kariernya bersama band tersebut tak terhitung lagi berapa jumlah gitar yang telah ia hancurkan diatas panggung
  • Otong Koil. Otong, pentolan band Koil asal Bandung ini tidak pernah lelah menghibur pirsawan dengan atraksi banting gitar a la The Who. Otong pernah beberapa kali menghancurkan gitar yang baru saja ia gunakan diatas panggung. Bahkan, Otongpun pernah membakar gitarnya dihadapan para penonton

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

7 Album Indonesia Terbaik

#FrenInfo

Fren, banyak album Indonesia yang jadi benchmark musik lokal di setiap zaman. Tapi, rasanya nggak cukup kalo masukin semua album lokal keren di sini. Kami ngerangkum beberapa album lokal pilihan kami yang bakal jadi favorit sepanjang masa.

Guruh Gipsy – Guruh Gipsy (1978). Album yang pertama kali rilis pada tahun 1976 ini diprakarsai oleh Guruh Soekarnoputra, Keenan Nasution, Odink Nasution, Abadi Soesman, Roni Harahap, dan Chrisye. Di album ini, tradisi musik Bali pun dipilih sebagai fondasi musik mereka.

Dewa 19 – Pandawa Lima (1997). Album kelima Dewa 19 yang bertajuk “Pandawa Lima” adalah salah satu bukti kesuksesan mereka, bersama label rekaman Aquarius Musikindo, Pandawa Lima berhasil melejit dengan single-single andalan seperti “Kamulah Satu-Satunya,” “Aku Di Sini Untukmu,” dan “Kirana.”

Sore – Centralismo (2005). Centralismo menjadi salah satu album musik indie pertama yang mendapatkan predikat Five Asian Album Worth Buying dari Time Magazine Asia. Ini adalah album yang menampilkan musik “Indonesiana” ala Sore.

OST Badai Pasti Berlalu (1977). Sesuai dengan judulnya, album ini merupakan soundtrack dari film Indonesia yang berjudul sama, terdiri dari kompilasi beberapa lagu yang diciptakan oleh Eros Djarot bersama Chisye, Yockie Suryoprayogo, Berlian Hutauruk, Fariz R.M, Keenan, dan Debby Nasution. Dari total 13 lagu yang tercipta, lagu berjudul “Badai Pasti Berlalu” menjadi yang terpopuler dan dikenal bahkan sampai sekarang. Meskipun proses penggarapan dan pemasaran album sempat mengalami kendala, album ini pun pada akhirnya berhasil mendobrak pasar musik populer dan masuk ke dalam daftar 150 album musik Indonesia terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia pada tahun 2007.

God Bless – Cermin (1980). Pada tahun 1980, God Bless merilis album keduanya yang bertajuk Cermin. Album ini disebut-sebut sebagai salah satu album legendaris Indonesia—terutama yang di ranah musik rock. Album ini adalah sebuah gebrakan musik rock di masa berjayanya genre pop. “Cermin” diisi oleh lagu-lagu yang mengusung tema sosial, moral, hingga kritik terhadap pembangunan. Hasil kerja keras lima orang personel yang terdiri dari Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, Teddy Sujaya, dan Abadi Soesman ini pun penuh dengan pembuktian kreativitas masing-masing musisi.

Slank – Kampungan (1991). Siapa yang tidak kenal Slank? Band rock kebanggaan Indonesia yang terdiri dari lima orang personel (Bimbim, Pay, Bongky ‘Bonk, Kaka, Indra) ini lagu-lagunya bisa dibilang merupakan andalan lagu lokal yang dikenal sampai sekarang, termasuk di antaranya adalah lagu-lagu mereka di album ini seperti “Terlalu Manis” dan “Mawar Merah”. Tidak tanggung-tanggung, album ini juga mendapatkan penghargaan BASF Awards untuk kategori album pop rock terbaik.

Pure Saturday – Pure Saturday (1996). Selain Slank, generasi 90-an juga mempunyai Pure Saturday sebagai salah satu grup musik yang menghadirkan karya-karya terbaik. Sebagai salah satu pelopor indie di Indonesia, album pertama mereka yang rilis pada tahun 1996 langsung berhasil terjual sebanyak 5000 kopi dengan single “Kosong” yang menjadi andalan mereka.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

MUSISI SEBELUM JADI ROCKSTAR

#SemudahItu bermusik dengan Soundfren

Fren, siapa sangka kalo beberapa musisi ternama dunia ini dulunya punya pekerjaan lain layaknya warga biasa.

  • Sting. Sting memiliki beberapa pekerjaan yang membosankan sebelum bergabung dengan The Police. Saat bergabung di usia 20 tahun, Sting meninggalkan karirnya sebagai seorang guru dan memilih untuk bermusik bersama dengan The Police. Selain menjadi guru, Sting juga pernah bekerja di kantor pajak. Pemain bass yang mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu itu juga sempat menjadi kondektur bis.
  • Elvis Presley. Setelah lulus SMA, Elvis menuruti kemauan ibunya agar ia segera memiliki pekerjaan tetap. Akhirnya ia bekerja menjadi supir truk untuk Crown Electric Company di Memphis, Tennesse.
  • Madonna. Mempunyai ambisi yang besar untuk menjadi salah satu penyanyi terkenal di dunia, Madonna melakukan segala pekerjaan demi mendapat modal untuk berkarir sebagai penyanyi. Tercatat, sebelum menjadi terkenal Madonna pernah menekuni profesi sebagai, penari di kota New York dan menjadi waiters di Dunkin Donuts.
  • Jack White. Sebelum menjadi sesukses seperti saat ini, Jack White dulunya adalah seorang tukang kayu. Ia bekerja pada sebuah rumah furnitur. Selain bermusik, Jack White kini sedang berbisnis label rekaman. Awalnya ia menamai labelnya tersebut dengan nama Third Man Upholstery, dengan slogan ‘furnitur anda tidak mati’. Namun akhirnya ia merivisi nama tempat bisnisnya itu dengan Third Man Records.
  • Tony Iommi. Sebelum menjadi legenda, gitaris Black Sabbath ini bekerja pada sebuah pabrik logam. Di pabrik tersebut Tony terbiasa untuk menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan logam-logam berat. Mungkin atas dasar itu juga ya permainan Tony Iommi bisa sehebat saat ini.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

Pentingnya Peran Produser Musik dalam Proses Rekaman Bisma Karisma

Bisma Karisma & Lafa Pratomo

Dalam sebuah proses pengerjaan sebuah lagu atau album, peranan seorang produser musik sangatlah penting. Produser inilah yang diharapkan bisa menggali potensi artis untuk menghasilkan karya semaksimal mungkin.

Mulai dari memberi saran dan masukan terhadap aransemen lagu, mengarahkan vokal, pemilihan sound, meningkatkan kinerja musisi, sampai memastikan audio engineer melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.

Untuk itu, produser musik haruslah memiliki wawasan yang baik dalam bermusik, sehingga dia dapat mengarahkan dan memandu artis hingga melahirkan karya-karya terbaiknya.

Tidak hanya dalam segi aransemen dan komposisi musik, seorang produser juga sebaiknya memiliki pemahaman dan mempelajari alat-alat serta teknologi musik dan studio rekaman. Dikarenakan dalam setiap proses rekaman, produser juga ikut andil dalam mengawasi bahkan terkadang ikut langsung mengerjakan proses mixing dan mastering.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Lafa Pratomo, saat menjadi produser untuk karya terbaru dari Bisma Karisma yang berjudul Frekuensi, yang baru rilis pada 27 November 2020 kemarin. Tidak hanya mengurusi aransemen dan sound, Lafa bahkan mengaku ikut andil dalam penulisan lirik lagu.

“Di lagu ini saya intervensi cukup banyak. Sampai ke lirik lagu saya minta ditulis ulang,” akunya, di sesi Soundfren Connect yang berlangsung 26 November 2020 kemarin.

Meski begitu, Bisma Karisma, yang sebelumnya lebih dikenal lewat kiprahnya bersama boyband Smash, mengaku tidak ada masalah dan cenderung puas bekerja sama dengan Lafa sebagai produser.

Peranan produser ini rasanya cukup krusial dalam proses berkarya Bisma. Dia mengaku kalau sosok produser inilah yang membantu menjaga dan mengarahkan dalam proses pengerjaan agar hasil karyanya sesuai tujuan.

“Aku susah kerja sendiri dan butuh partner. Jadi aku ajak Lafa untuk produserin. Aku sih senang dan puas banget sama hasilnya. Sebagai produser, Lafa bisa ngertiin dan terjemahin musik yang aku tulis semaksimal mungkin,” ungkap Bisma.

Untuk mencapai hal itu, menjalin komunikasi dan membangun chemistry antara artis dan produser adalah salah satu kuncinya. Hal ini ternyata gampang-gampang susah untuk dilakukan. Terutama jika keduanya punya kesibukan yang padat dan waktu ketemu yang sedikit. Hal inilah yang membuat lagu ini sampai butuh 2 tahun untuk direkam.

“Pengerjaan lagu ini sampai dua tahun. Sebenarnya yang bikin lama karena ketahan project juga sih. Saya ngerjain Polka(wars), Bisma ngambil (job) film. Jadi ketemunya paling sekali dua bulan,” cerita Lafa.

Syukurnya, perjalanan selama dua tahun ini berakhir dengan kepuasan di kedua belah pihak. Baik Bisma sebagai musisinya, juga Lafa sebagai produser musik.

Balik ngomongin soal produser musik. Sebenarnya bagaimana sih kriteria dan syarat-syarat seorang produser musik yang baik? Untuk pertanyaan ini, Lafa punya jawabannya sendiri.

Menurutnya, kriteria produser musik adalah ketika orang tersebut bisa memproduksi musik, bisa merekam musik, bisa mengolah, punya rencana/ bayangan lagunya mau diapakan dan lalu mengeksekusinya sesuai bayangan.

“Nah, kalau produser musik yang baik itu kalau dia bisa mewujudkan hasil akhir lagunya sesuai proyeksi awal, dengan semaksimal atau sedekat mungkin,” kata Lafa.

“Untuk itu, kita harus punya pengetahuan produksi musik yang baik. Sekarang banyak caralah buat itu. Bisa dari ngobrol-ngobrol, baca-baca artikel, forum-forum musik, atau nonton youtube,” tambahnya.

So, sudah ada gambaran kan sekarang mengenai fungsi dan peran produser musik? Jadi, buat rekaman lagu berikutnya, mau cari produser atau mau jadi produser sendiri nih, Fren? (Erick) 

8 Musisi yang Pernah Berada dalam Jeruji

Musisi dalam Jeruji

Fren, tanpa bermaksud menyudutkan, hanya ingin menegaskan bahwa dibalik kehebatan para maestro musik ini, mereka juga manusia biasa yang kerap melakukan kesalahan. Namun, karya besar mereka adalah monumen yang akan selalu diingat sepanjang sejarah musik tanah air.

  • Ahmad Dhani. Pentolan Dewa ini divonis 1,5 tahun oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Januari 2019. Dhani dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian lewat media sosial dan langsung dijebloskan ke Penjara Cipinang.
  • Koes Plus. Dipenjara tanpa proses persidangan dengan tuduhan meracuni jiwa generasi muda dengan musik ngak-ngik-ngok. Dipenjara pada 29 Juni kemudian dibebaskan 29 September 1965.
  • Sammy Simorangkir. Mantan vokalis Kerispatih ini divonis setahun penjara pada Juni 2010 setelah kedapatan mengonsumsi sabu-sabu di kediamannya.
  • Yoyo. Berselang satu tahun dari kasus Sammy, Yoyo dijebloskan ke penjara karena mengonsumsi narkoba jenis sabu.
  • Fariz RM. Telah 3 kali ditangkap  karena kasus narkoba. Tahun 2007, 2015, dan 2018, Fariz harus menjalani hari-hari dari balik jeruji besi.
  • Ahmad Albar. Rocker gaek dari God Bless ini divonis 8 bulan penjara pada 25 Juni 2008 karena penggunaan narkoba. Selain itu, ia juga dituduh bersekongkol dengan buronan kasus narkoba.
  • Ariel. Divonis 3,5 tahun pada Januari 2011 setelah video rekaman percintaannya dengan Luna Maya dan Cut Tari tersebar luas di internet.
  • Andika. Mantan vokalis Kangen Band dibui pada tahun 2011 karena kasus narkoba. Di tahun 2013, Andika kembali mendekam di penjara karena membawa kabur seorang gadis di bawah umur.

Temukan fakta-fakta menarik seputar industri musik lainnya di Soundfren!

Fakta Bermusik Bagi Kesehatan

Fren, selain sebagai sarana untuk menyalurkan hal yang kamu senangi, bermusik juga punya banyak manfaat buat kesehatan.

  • Meningkatkan konsentrasi. Saat mempelajari suatu instrumen atau alat musik otakmu dituntut untuk fokus sehingga konsentrasi jadi meningkat.
  • Melepaskan stres. Banyak studi menyebut bermain alat musik dapat mengurangi rasa sakit serta stres sehingga bisa menjaga kesehatan mental.
  • Melawan alzheimer dan demensia. Musik banyak digunakan di panti jompo untuk terapi karena banyak studi menyebut musik bisa memperkuat memori dan ingatan.
  • Menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Belajar instrumen seperti biola, gitar, bahkan piano turut melatih otak kiri dan kanan agar bekerja secara seimbang.
  • Membuat tubuh rileks. Banyak studi menunjukkan bahwa mendengarkan musik yang menenangkan bisa membuat tubuh lebih rileks.
  • Memperbaiki suasana hati. Penelitian McGill University Montreal menyebut musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin yang berhubungan dengan perasaan senang.

Jadi buat kamu yang sering dengerin musik ini merupakan sebuah fakta yang menyenangkan bukan? Temukan fakta-fakta seputar musik lainnya di Soundfren.

Fakta-fakta Misteri 27 Club Yang Harus Kamu Tahu

Sering denger tentang para musisi legendaris 27 Club, Fren? Awalnya, ’27 Club’ hanya dikaitkan dengan para musisi, namun kemudian meluas ke para aktor dan selebriti lainnya yang meninggal mulai dari kecanduan, bunuh diri, hingga kejadian misterius. Berikut ini deretan selebriti yang termasuk dalam ’27 Club’:

  • Robert Johnson. Tahun Agustus 1938, hanya beberapa hari setelah ulang tahunnya ke-27 tahun, Johnson pergi ke rumah istri pemilik rumah pertunjukkan tempatnya bermain musik, dia kemudian meminum whiskey di botol yang terbuka. Dia meninggal tiga hari kemudian karena keracunan strychnine dan pneumonia.
  • Brian Jones. Brian Jones meninggal di kampung halamannya di Inggris pada 1969 karena eksperimennya, yaitu mencampur alkohol dan narkoba dan kemudian berenang di kolam renang, lalu meninggal dunia. Namun, kematiannya dianggap janggal dan belum ada keterangan yang jelas tentang kisah sebenarnya.
  • Alan Wilson. Jenazah Alan Wilson ditemukan di halaman Hite pada 3 September 1970. Kedua tangannya menyilang di dadanya dan ada satu botol barbiturat di sampingnya.
  • Jimi Hendrix. Pada Jumat, 18 September 1970 dini hari, Jimi tinggal bersama kekasihnya di London. Dia meminum beberapa pil tidur. Tidak ada yang tahu pasti berapa pil yang diminumnya, namun diperkirakan hingga sembilan pil. Obat yang diminumnya adalah Vesparax, barbiturat yang kuat, jika minum setengah tablet, cukup untuk tidur selama delapan jam.
  • Janis Joplin. Sekitar pukul 1 dini hari pada 4 Oktober 1970, Janis menerima paket heroin dan menyuntikkannya ke lengan kirinya. Kemudian dia pergi ke mesin rokok di lobi hotel, kembali ke kamarnya dengan membawa paket. Kemudian, wajahnya berada di meja dan dia jatuh ke lantai kamar. Jasadnya ditemukan keesokan harinya.
  • Jim Morrison. Fakta lain dari kematian Jim Morrison adalah pacarnya juga meninggal di usia yang sama dengannya, yaitu di usia 27 tahun.
  • Ronald McKernan. Ronald sudah mulai minum alkohol sejak usianya 12 tahun. Dan di pertengahan usia 20 tahun, dia menderita penyakit hati kronis dan masalah kesehatan lainnya. Dia ditemukan dua hari setelah kematiannya di apartemennya di Corte Madera, San Francisco Bay tahun 1973.
  • Dave Alexander. Selama hidupnya, Dave berjuang melawan ketergantungan dan masalah kesehatan. Dia sangat suka minum alkohol hingga dilarikan ke rumah sakit. Saat dirawat, dokter menemukan paru-parunya sudah dipenuhi cairan dan dia meninggal karena edema paru pada Februari 1975.
  • Pete Ham. Meraih popularitas tak lantas membuat Pete bahagia. Dia menganggap kematian adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalahnya. Pete Ham kemudian memutuskan untuk bunuh diri. 
  • Chris Bell. Pada Desember 1978, Chris mengalami kecelakaan mobil di mana sportcar miliknya Triumph TR-7 menabrak tiang di perjalanan menuju latihan bandnya.
  • Jean-Michel Basquiat. Seniman muda ini mengalami masalah serius dengan narkotika. Juan-Michel Basquiat mencampurkan opioid dan kokain dan meninggal dunia.
  • Mia Zapata. Mia mengalami kekerasan fisik saat meninggal dunia. Dia diperkosa, dipukuli, dan dicekik sampai meninggal pada Juli 1993.
  • Kurt Cobain. Tubuh Kurt Cobain ditemukan oleh teknisi listrik pada 8 April 1994. Dia dikabarkan melakukan bunuh diri.
  • Randy “Stretch” Walker. Randy menjadi target pembunuhan di Queens. Kurang dari setahun, dia ditembak secara fatal.
  • Jeremy Michael Ward. Jeremy ditemukan meninggal dunia karena overdosis heroin di kediamannya di Los Angeles pada Mei 2003, kematiannya kurang dari sebulan sebelum album debut bandnya, Mars Volta.
  • Jonathan Brandis. Mengalami depresi dan masalah psikologis, Jonathan memutuskan bunuh diri pada tahun 2003. Dia memulai karir aktingnya sejak usia enam tahun.
  • Amy Winehouse. Amy dikabarkan muak dengan karirnya dan meninggal dunia setelah menenggak vodka di rumahnya di London pada Juli 2011.
  • Anton Yelchin. Pada tahun 2011-2015, Anton telah muncul di 18 film. Dia meninggal karena menabrakkan mobilnya ke pilar batu bata.

Itu dia deretan selebriti yang harus kehilangan nyawa di usia 27 tahun. Temukan fakta lain tentang penggiat musik idola kamu di aplikasi Soundfren!

Dibalik Lagu “Barcelona” dari Fariz RM

Fren, pastinya banyak dari kalian yang udah akrab denngan legenda hidup satu ini. Yap, Fariz Rustam Munaf atau lebih akrab disapa Fariz RM adalah seorang musikus dan penyanyi senior tanah air. Namanya melambung di era 80-an. Beberapa karyanya yang terkenal yaitu Barcelona, Nada Kasih, Panggung Perak, dan Sakura. Hingga saat ini, lagu-lagu ciptaan Fariz pun masih sering dinyanyikan penyanyi lain.

Karier profesionalnya diawali tahun 1977, bersama Adjie Soetama, Raidy Noor, Addie MS, dan Ikang Fawzi yang juga telah berteman dengan Fariz sejak duduk di bangku SMAN 3 Jakarta. Fariz menjajal kemampuannya di Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan Radio Prambors. Langkah pertamanya ini berhasil membawanya duduk manis di urutan ketiga. Tawaran band pun mulai datang menghampirinya.

Fariz melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil fokus studi Seni Rupa. Di samping menimba ilmu, Fariz juga memperdalam teknik bermusiknya. Ia menjadi keyboardist pengganti di band beraliran rock, Giant Step. Selain itu, Fariz juga mengisi posisi drummer untuk band rock The Rollies. Musisi multitalenta ini juga dipercaya untuk mengiringi kelompok musik asal Bandung pimpinan Harry Roesli tahun 1979 silam.

Selang setahun, Fariz merilis album Sakura. Tidak tanggung-tanggung, dirinya memainkan drum, gitar, keyboard, bass, hingga perkusi sendirian. Dengan warna musik yang fresh dan groovy, album tersebut sukses besar. Nama Fariz RM pun semakin melambung. Selain lagu Sakura, lagu berjudul Barcelona menjadi salah satu mahakarya dari seorang legenda hidup bernama Fariz RM. Banyak orang menebak-nebak makna lagu Barcelona. Sebenarnya, menurut Fariz, cerita Barcelona tidaklah rumit. Lagu itu hanya bercerita tentang perspektif cinta dari orang Barat dan Timur.

Fariz sendiri menyaksikan perbedaan perspektif itu kala mendapatkan beasiswa kuliah singkat penyutradaraan dan produser di Barcelona, Spanyol, pada 1987. Di kampus, ia kenal dengan pasangan muda bernama Jerome Rodriguez asal Filipina dan Margaret Ferrier asal Inggris. Jerome galau setengah mati ketika kuliah singkat akan berakhir, karena artinya ia akan berpisah dengan Margaret. Sakura dan Barcelona kemudian menjelma jadi lagu paling hit dan lagu wajib Fariz saat manggung. Fariz sendiri takut dipukuli orang bila manggung tak membawakan dua lagu itu

Itu dia sedikit cerita di balik kesuksesan Fariz RM, temukan beragam fakta seru lainnya dari musisi favorit kamu di aplikasi Soundfren!

Tips Membuat Konten Visual untuk Musisi

Bagaimana sih langkah awal memproduksi konten visual yang efektif untuk musisi?

Ibarat yin yang, visual dan musik sesungguhnya adalah dua hal yang tak bisa terpisahkan dan saling mendukung satu dan lainnya. 

Ini tentunya bukan hal baru dan sudah berlangsung sejak dulu kala. Bagaimana setiap karya musik selalu disertai dengan artwork atau foto yang mewakili visual, dan kemudian dilengkapi dengan kehadiran video klip sebagai kendaraan paling depan untuk membawa musik itu mencapai lebih banyak orang.

Ya, saat ini karya visual berupa video atau foto memainkan peranan penting dalam perjalanan bermusik suatu band atau musisi. Lebih dari sekadar gimmick, konten visual ini bisa menjadi tools yang powerful untuk pembentukan citra dan menaikkan popularitas serta kredibilitas band.

Konten visual ini juga akan bisa membantu agar karya kita lebih mencolok di antara ribuan lagu baru yang rilis setiap harinya. Bahkan, dengan sentuhan yang tepat, aspek visual ini bisa membawa karya kita memiliki koneksi emosional yang lebih lagi dengan audience kita.

Dan untuk bisa mencapai tujuan ini, setiap band atau musisi sebaiknya memilik konsep konten visual yang kuat, konsisten, juga berkarakter.  

Bagaimana caranya? Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Cari Referensi

Dalam membuat konten visual, baik itu foto ataupun video, tentu kita membutuhkan referensi. Dari situ kita bisa melihat dan mendapat gambaran besar seperti apa arah visual yang kita inginkan. Mulai dari warna, angle gambar, story telling, dan lain sebagainya.

  • Bangun Karakter

Karakter dan ciri khas sangat penting untuk pembentukan citra kita sebagai musisi. Untuk itu, pikirkan dan kembangkan karakter yang mau kita tonjolkan dan pastikan karakter ini sesuai dengan genre musik yang kita mainkan. Tentunya akan lebih bagus lagi apabila band kita memiliki keunikan dan identitas sendiri yang membedakan kita dari band-band lain. 

  • Lihat tren

Ketika kita bisa mengawinkan karakter serta identitas band kita dengan tren yang sedang berkembang saat ini, tentunya akan bisa menghasilkan karya yang maksimal dan memberi nilai plus bagi band kita. Jadi, selalu update dengan tren terkini. Cari tau apa yang lagi booming dan disukai oleh orang-orang di luar sana.

  • Cari team yang cocok

Meski ada sebagian dari kita yang terlahir sebagai multitalenta dan bisa melakukan banyak hal, tapi tidak setiap kita bisa melakukan semuanya. Untuk itu, serahkanlah pada ahlinya. Kita bisa mengajak teman kita yang memang terampil membuat video atau foto untuk membantu mewujudkan konten visual yang sesuai dengan keinginan dan tujuan kita. 

Akan lebih mudah kalau team yang membantu kita memiliki taste yang sama, atau setidaknya bisa mengerti dan menerjemahkan konsep dan gambaran yang kita mau dengan apik. Dengan kolaborasi seperti ini, konten visual yang akan kita buat akan lebih maksimal.

Itu dia beberapa hal yang bisa kita pertimbangkan dalam membuat sebuah konten visual untuk band ataupun karya kita. Pastikan semuanya tergarap dengan baik, sehingga konten visual yang kita buat bisa membawa band kita ke level yang lebih baik lagi.

Nah, kalau penasaran dan ingin tau lebih dalam lagi mengenai langkah-langkah membuat konten foto atau video, mulai dari mencari ide sampai editing, apa saja yang harus disiapkan, sampai bagaimana membuat konten visual yang impactful, kamu wajib ikutan Soundfren Connect yang digelar 21 Oktober 2020 ini. Nantinya, akan ada Alif Fauzan (Photographer & Videographer Titik Sembilan) dan Rifqi Fadhlurrahman (Photographer/ Videographer Sun Eater & Figura Renata) yang akan berbagi tips and trik serta pengalaman mereka membuat konten visual musik.

Kamu bisa ikutan sesi ini dengan mendaftarkan diri via aplikasi Soundfren, dengan hanya membayar biaya keikutsertaan sebesar 50 ribu rupiah. Jangan sampai kehabisan yah, Fren, soalnya cuma tersedia 35 slot untuk sesi keren ini. Langsung saja meluncur ke Soundfren, di mana semua kebutuhan bermusikmu dalam satu aplikasi. (Erick)

Foto : https://www.zapista.com/products/greatest-album-covers-of-all-time-art-print


Fans Iwan Fals Wajib Tahu Ini!

Legenda musik satu ini emang nggak pernah lepas kiprahnya dari masa ke masa. Mulai jadi pengamen hingga menjadi musisi besar tanah air. Apa lagu Iwan Fals favoritmu, Fren?

  • Kebiasaan ‘ngamen’ di tempat hajatan. Berawal ketika anak muda (13 Tahun) yang tinggal di daerah Bandung itu mengulik alat musik gitar di pelataran rumahnya. Tanpa disadari, kebiasaan itu berbuah hasil positif menjadi hobi yang menguntungkan. Sehingga, pada suatu ketika Iwan Fals muda mempunyai bakat dalam mengemas lagu. Dengan prinsip anak kolong yang mengalir kehidupan sederhana itulah pertama kali tercipta lagu-lagu dengan lirik yang bisa menghibur teman-temanya. Kemudian tak lama berselang, kebiasaan inilah yang membuat dirinya memberanikan diri untuk bernyanyi atau mengamen di tempat umum seperti hajatan, kawinan, dan sunatan. Alhasil, berkat suara dan petikan gitarnya yang selaras itu membuatnya semakin berani melangkah ke industri rekaman.
  • Jual motor untuk rekaman. Selanjutnya dalam beberapa waktu berselang, keahliannya membuahkan perhatian salah satu produser musik. Bersama Bambang Bule (produser dari Jakarta), dia menawari Iwan Fals muda untuk mengadu nasib di Jakarta, setelah mendengar kualitas suara Iwan Fals dari Radio 8EH milik ITB. Setelah memberanikan diri bertandang ke Jakarta, pelantun “Sarjana Muda” ini juga menjual sepeda motor miliknya untuk membiayai master rekaman albumnya. Dari sinilah, karyanya mulai dilirik oleh label rekaman profesional pertama kalinya.
  • Rekaman di studio. Musica Studio dengan bangga mengajak Iwan Fals untuk merampungkan album “Sarjana Muda” dengan serius. Berbekal label ternama, Willy Soemantri membantu proyek musik yang cukup sukses dan banyak diminati penggemar yang sekarang dikenal dengan panggilan Oi.
  • MengikutI festival musik. Kualitas musik yang menyentuh hampir semua kalangan itu, terbukti ‘manjur’ saat mengikuti festival lagu ‘humor’ yang diselenggarakan Lembaga Humor Indonesia. Setelah sang almarhum Arwah Setiawan merekam lagu-lagu humor, Iwan Fals bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip melanjutkan ke industri rekaman. Meski tak sesukses karya lainnya, setidaknya mereka juara harapan Lomba Musik Humor (1979). Berselang satu tahun (1980), Iwan Fals melanjutkan penampilannya dalam ajang Festival Music Country. Alhasil, keseriusannya itu berbuntut hasil Juara 1 Festival Music Country. Dari kejuaraan inilah, perjalanan musik miliknya terus meningkat dari tahun ke tahun sampai saat ini.
  • Konser yang dilarang. Bagi semua pelaku industri hiburan terutama musik, bukan tanpa hambatan. Banyak problematika yang hadir dalam perjalanan karir seseorang musisi maupun band. Apalagi, musisi tersebut sering ‘menyentil’ lingkungan pemerintahan yang kurang perhatian terhadap rakyat. Selama Orde Baru, ada beberapa jadwal konser Iwan Fals yang dilarang atau dibatalkan dengan alasan keamanan. Hal ini karena ‘saking’ kritis, demonstratif dan membangkitkan perlawanan yang massif melalui lagu-lagunya tersebut.
  • Menjadi bintang film “Kantata Takwa”. Setelah bermukim dalam “Kantata Takwa” bersama musisi senior yang digawangi oleh WS. Rendra, Setiawan Djody, Donny Fatah, Jocky Suryo Prayogo, Inisisri, dan Sawung Djabo, Iwan Fals pernah bergabung dengan “Swami” dan membuat hits fenomenal seperti “Bento” dan “Bongkar”. Bersama “Kantata Takwa”, bukan hanya rekor dari ranah musik saja yang diperoleh. Eros Djarot dan Gator Prakosa, berhasil memproduksi sebuah film berjudul sama dan memecahkan rekor produksi terlama di Indonesia. Dimana kurun waktu selama 17 Tahun (1991-2008), film tersebut dibintangi oleh Iwan Fals dan teman-temanya.
  • Karya dari sebuah keluarga. Dalam pernikahannya, ada beberapa hikmah dari kisah keluarga kecil yang satu ini untuk kita pelajari. Iwan Fals menikah dengan Rosana atau Mbak Yos. Dari pernikahannya tersebut, kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae dan Raya Rambu Rabbani. Ketiga anak dengan nama yang kedengarannya unik, ternyata menyimpan ekspektasi agar menjadi petunjuk bagi dirinya masing-masing dan orang di sekitarnya.
  • Rekor konser skala internasional. Setelah perjalanan panjang selama lebih dari 3 dekade di industri musik Tanah Air, rekor konser yang paling ‘pecah’ saat Konser Suara Untuk Negeri. Dimana konser menakjubkan tersebut bekerja sama langsung dengan stasiun televisi. Dengan informasi yang meluas di seluruh penjuru Tanah Air, masyarakat secara langsung berpartisipasi ke konser yang diadakan di 4 kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Medan. Sehingga, konser tersebut menjadi ajang pembuktian kepada dunia dengan memecahkan rekor Guinness Book of World Record berskala internasional.

Terbilang keras juga ya perjalanan bermusik seorang Iwan Fals, Fren. Buat kamu yang mah tahu fakta-fakta seputar musisi idola bisa cek di aplikasi Soundfren. Karena Soundfren akan selalu memenuhi kebutuhan bermusik kamu termasuk dengan menambah wawasanmu, Fren.