#BikinJalanLo Versi The Others

“Dengan adanya Soundfren banyak musisi indie seperti kami dapat terbantu untuk lebih dikenal penikmat musik di luar sana” – The Others

Berawal dari pertemanan di lingkungan yang sama akhirnya terbentuklah grup musik bernamakan The Others. Sebagai founder, gitaris sekaligus penulis lagu, Dewan bertemu dengan Harry yang suka menyanyikan lagu-lagu ciptaan Dewan. Seiring berjalannya waktu, The Others menambah personil yang berlandaskan pertemanan dan semangat bermusik yang sejalan.

Pencapaian 1000 views video musik dalam waktu 2 minggu merupakan sebuah pencapaian yang akan terus diingat oleh grup musik yang mengidolakan D’loid, Pambers, Dewa, dan Broeri Marantika ini. Sekilas pencapaian ini terdengar biasa saja dikalangan musisi namun tidak bagi The Others, terlebih saat itu musik mereka belum terlalu dikenal.

Bagi pemilik single “Shadow of Me”, musisi zaman sekarang harus terus beradaptasi dan mengikuti perkembangan diera digital ini. Salah satu hal yang dilakukan oleh Dewan dkk untuk mengikuti perkembangan sekaligus menambah wawasan tentang musik adalah dengan bergabung di Soundfren. Selain itu, bergabungnya The Others di Soundfren juga untuk menjadi bagian dari perkembangan kemajuan dan warna warni musik tanah air.

Bagi The Others, Soundfren telah memberikan pengaruh positif dalam kemajuan langkah bermusik seperti dapat menjadi salah satu musisi terpilih diacara Kurasi Musik Vol. 2 bulan September silam. Banyak musisi indie yang akhirnya karyanya bisa didengar oleh para penikmat musik. Grup band ini berharap agar Soundfren dapat terus berkembang dan melakukan langkah-langkah positif untuk mewarnai industri musik Indonesia.

#BikinJalanLo Versi Dimas Jimbo

“Tampil di acara Kurasi Musik Vol.2 bisa menambah pengalaman main di acara yang non-Hip Hop” – Dimas Jimbo.

Sama seperti kebanyakan orang, Dimas Jimbo adalah seorang pendegar musik beragam genre. Langkah Dimas di dunia musik tak berhenti hanya menjadi pendengar saja, ia berani mengambil langkah lebih jauh dengan mencoba menulis lirik lagu rap. Setelah selesai menulis satu lagu, ia mulai sering membuat karya baru. Tercatat ada tujuh buah lagu yang ia simpan diprofil aplikasi Soundfren miliknya. Musisi yang terinspirasi dari Joe Million ini bahkan telah memiliki 2 buah album Hip Hop.

Dimas yang mulai aktif berkarya di industri musik sejak awal tahun 2018 mengakui perkembangan teknologi yang signifikan semakin mempermudah proses distribusi karya musik. Hadirnya distribusi musik secara digital semakin memudahkan musisi asal Bekasi ini untuk mempromosikan karyanya.

Sebagai musisi yang sedang mengembangkan karirnya, Dimas tak ragu untuk bergabung menjadi pengguna Soundfren agar koneksinya dengan para profesional musik semakin luas. Ia berharap agar bisa membangun koneksi dengan teman-teman musisi dari berbagai genre.

Dimas merasakan langkah positif setelah bergabung di Soundfren dan mengikuti submisi Kurasi Musik Vol.2. Sang rapper berhasil menjadi salah satu musisi terpilih yang tampil langsung di acara Kurasi Musik pada bulan September lalu. Ini membuat pengalaman manggungnya bertambah khususnya di acara non hip hop.

Dimas berharap langkah Soundfren terus berjalan dengan mengembangkan fitur-fitur yang ada dan semakin memudahkan para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi Kania Albaga

“Berkat Soundfren aku bisa tampil di Live Streaming LangitMusik!”
“Mimpiku untuk menyanyikan lagu ciptaan sendiri di acara on-air terwujud!” – Kania Albaga

Lahir dikeluarga penyuka musik, sedari kecil Kania Albaga sudah mahir memainkan alat musik gitar dan juga bermusikalisasi puisi. Kania kecil bermimpi ingin memiliki lagu ciptaan sendiri.

Kegemarannya akan bermusik membuat Kania berhasil meraih beberapa prestasi bergengsi semasa sekolah seperti Juara 3 Musikaliasi se-Jabodetabek, Juara 1 Band se-Jabodetabek, dan Juara 1 Arransemen Lagu di tempatnya bersekolah. Bahkan musisi yang terinspirasi dari Us The Duo, John Mayer, Monita Tahalea, dan Shawn Mendes ini mengaku pernah mencoba mengamen dari rumah ke rumah untuk mendapatkan uang saku tambahan.

Kehadiran media sosial seperti YouTube dan Instagram sangat dimanfaatkan oleh Kania untuk mengembangkan diri sekaligus mempromosikan karya musiknya. Tak ketinggalan, Kania pun turut menggunakan aplikasi jejaring sosial Soundfren untuk kemajuan karir bermusiknya.

Bahkan bagi penyanyi dan penulis lagu beraliran pop dan indie folk ini, Soundfren telah memiliki lebih dari itu. Ia menganggap Soundfren merupakan peluang besar untuk musisi indie seperti dirinya dan teman-teman musisi lain.

Soundfren telah memberikan pengaruh besar untuk karir musik musisi asal Jakarta ini, salah satunya adalah ia pernah menjadi pengisi acara Live Streaming LangitMusik x Soundfren dan disaksikan oleh banyak orang. Ia menyanyikan lagu-lagu ciptaannya sendiri yang menjadi impiannya sejak kecil – “Yang Terlupakan”.

Kedepannya Kania berharap Soundfren bisa semakin sering membuat acara off air agar musisi indie seperti dirinya dan teman-teman musisi lain tak lagi kebingungan untuk menyalurkan kreativitas bermusik mereka. Dengan menjadi pengguna Soundfren ia juga berharap bisa mendapatkan kesempatan bertemu hingga berkolaborasi dengan musisi besar Indonesia dan label rekaman.

Ini Kesempatan Karyamu Jadi Terkenal di Archipelago Festival 2019

Archipelago Festival adalah ajang konferensi musik yang mewadahi akselerasi networking musik lokal sekaligus memperkenalkan musik baru. Ditahun ketiganya, Archipelago Festival akan diselenggarakan di Kinosaurus Jakarta pada 12 dan 13 Oktober 2019.

Archipelago Festival (AF) pertama diadakan dua tahun lalu di bulan Oktober 2017. Acara ini dimotori oleh dua kolektif musik asal Indonesia: Sounds From the Corner (diwakili oleh Teguh Wicaksono) dan Studiorama, (diwakili oleh Madrim Djody).

Pada gelaran Archipelago Festival 2019, Soundfren akan turut berpartisipasi bekerjasama dengan BinArt Collective menyelenggarakan Listening Session sebagai program acara bagi musisi solo, duo, band atapun format lainnya untuk unjuk karya mereka. Bagi musisi yang terpilih, lagunya akan didengar oleh para pakar industri serta pengunjung Arhipelago Festival 2019.

Bagi kamu yang ingin ikutan simak ketentuan berikut ini ya Fren!

Periode pendaftaran: 30 September 2019 – 6 Oktober 2019.

Cara ikutan:

  • Unduh aplikasi Soundfren di App Store dan Play Store.
  • Daftar dan lengkapi profil kamu serta lagu lengkap dengan deskripsinya.
  • Buka menu “Explore”.
  • Klik “Audition” silahkan dibaca deskripsi serta syarat dan ketentuan.
  • Klik “Register” lalu silahkan isi form dan pilih salah satu lagu.
  • Klik “Submit”.

Persyaratan:

  • Lagu harus merupakan karya sendiri.
  • Lagu unreleased / released diperbolehkan.
  • Lagu harus sudah dimastering.

Ayo tunggu apalagi, langsung kirim karyamu sekarang!