#BikinJalanLo Versi Gabriel Mayo

“Salah satu pencapaian dalam karir saya adalah saat buat konser tunggal untuk album terbaru” – Gabriel Mayo”

Bulan November tahun ini menjadi sangat spesial bagi penyanyi Gabriel Mayo. Ia berhasil membuat konser tunggal sekaligus mempromosikan album terbaru bertajuk “In Between”. Dalam mini konser ini juga dimeriahkan oleh musisi yang merupakan pengguna Soundfren.

Sejak kecil Gabriel Mayo sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia musik. Di tengah keseriusannya menjalankan pendidikan formal, Mayo mulai belajar musik instrumen secara otodidak. Dengan didukung oleh orang-orang terdekatnya, Mayo semakin semangat dan serius menekuni dunia musik. Bagi Mayo, dari orang-orang sekitarnya, ada pelajaran yang bisa ia ambil dan sangat membantunya dalam berkarir diindustri musik.

Perkembangan teknologi yang masuk ke industri musik siap tidak siap harus dihadapi oleh para musisi, tak terkecuali Gabriel Mayo. Menurut pelantun “Insomnia”, perkembangan teknologi harus diikuti, dipelajari, dan disinergikan. Orang yang berhasil adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun.

Salah satu langkah Gabriel Mayo dalam mengikuti perkembangan teknologi ini adalah dengan bergabung ke Soundfren. Aplikasi untuk para musisi ini membantu Mayo menghubungkan segala aspek tentang musisi. Gabriel Mayo dan Soundfren juga pernah bekerjasama mencari musisi terpilih untuk menjadi pengisi acara dalam “In Between Showcase”. Selain akhirnya bertemu dengan pengguna Soundfren yang menjadi pengisi acara konser tunggalnya, Mayo juga menemukan teman-teman musisi dengan karya-karya bagus.

Gabriel Mayo berharap ke depannya, Soundfren bisa berkembang lebih baik dan terus menghubungkan antar musisi tanah air. Apapun kendalanya, akan selalu ada jalan untuk mengatasinya.

#BikinJalanLo Versi Hellwe Official

“Pasti Soundfren akan menghasilkan impact yang sangat besar buat band kami – Hellwe”

Grup musik Hellwe percaya jika keseimbangan antara realita dan idealisme dapat dituangkan ke dalam sebuah karya musik. Lewat musik, grup musik asal Tangerang Selatan ini bisa melakukan apapun yang diinginkan dan tidak bisa dilakukan di luar realita. Hellwe menuangkan semuanya lewat nada-nada rock alternative.

Berbicara soal kecintaan dibidang musik, Hellwe yang terdiri dari 5 orang ini memiliki cerita menarik mengenai pengalaman manggung pertama mereka. Pertama kali mereka diundang menjadi bintang tamu sebuah acara musik metal core dan underground, namun justru Hellwe merasa bahwa musik mereka tidak sesangar band-band pembuka lainnya. 

Pengalaman tampil pertama kali memberikan mereka pengalaman berharga untuk aksi panggung selanjutnya. Terlebih saat ini Hellwe merasakan perkembangan teknologi di industri musik memberikan mereka banyak panggung untuk tampil. Lewat kemajuan teknologi, grup yang mengidolakan For Get Me A Nots merasakan kemudahan untuk promosi dan bebas untuk menciptakan karya lalu mempublikasikannya dimanapun berada. 

Bagi Hellwe, perkembangan teknologi ini tergantung dari seniman itu sendiri, apakah mereka bisa memanfaatkannya dan mengikuti dengan baik. Hellwe juga memilih Soundfren sebagai wadah untuk membangun jaringan dan mengenalkan karya mereka agar bisa dinikmati banyak orang. Hellwe telah merasakan pengaruh positif dari perkembangan teknologi lewat Soundfren. Grup musik dengan hits “Sancaka” ini pernah menjad musisi terpilih Kurasi Musik Vol.3 yang proses submisinya dilakukan melalui Soundfren.

HeHellwe percaya bahwa Soundfren sebagai wadah untuk para musisi dapat memberikan pengaruh yang besar bagi para penggiat musik. Untuk bisa terus memberikan langkah positif bagi para penggunanya, Hellwe berharap jika Soundfren terus mengembangkan fitur-fitur menarik dan menjadi sarana promosi bagi para musisi.

#BikinJalanLo Versi Kuncoro Buwono

Di Soundfren kita dapat bertemu para penggiat musik, kita juga bisa kolaborasi bersama mereka” – Kuncoro Buwono (Personel Rocket Tree Astronaut)”

Kuncoro Buwono mulai tertarik pada dunia musik saat sang paman membelikannya peralatan DJ. Sejak saat itu ia mulai menekuni industri musik lebih giat hingga berhasil membuat dua buah lagu.

Musisi yang merupakan personel dari grup musik Rocket Tree Astronaut ini menilai perkembangan teknologi dalam dunia musik sangatlah kreatif. Ia pernah melihat musik yang dipadukan dengan animasi 3D. Suatu perpaduan yang menarik dan berbeda dari pada yang lain.

Penggemar dari Thefatrat ini juga mengakui bahwa hadirnya Soundfren memberikan efek positif bagi langkahnya bermusik. Salah satunya, ia bersama rekannya di Rocket Tree Astronaut bisa tampil sebagai pengisi acara live streaming Langit Musik x Soundfren pada bulan Oktober silam.

Di Soundfen, Kuncoro dapat menemukan banyak aktor musik dan juga bisa berkolaborasi dengan mereka. Ia berharap karya musiknya dapat selalu diingat dan Soundfren dapat memberikan pengaruh besar bagi karirnya di industri musik.

Sebagai seorang musisi sekaligus personel grup musik, Kuncoro sangat mendukung kehadiran Soundfren. Baginya keberadaan Soundfren memudahkan musisi untuk berbagi pengalaman sekaligus ide dengan musisi yang lainnya.

#BikinJalanLo Versi Tyas Alfisa

“Soundfren keren, Saya suka promosinya. Terima kasih.” – Tyas Alfisa

Usai menyaksikan salah satu grup musik idolanya, Westlife secara langsung membuat Tyas Alfisa semakin tertarik untuk mendalami dunia musik. Musisi asal Balikpapan ini memang sudah mulai tertarik untuk bermain alat musik khususnya gitar sejak menginjak usia 4 tahun. Tyas tumbuh dengan beragam genre musik dari musisi idolanya mulai dari Westlife, John Mayer, hingga Avril Lavigne.

Ketertarikannya di dunia musik tak main-main, di tahun 2015 Tyas berhasil menciptakan lagu sendiri dan ia resmi merilis single debutnya yabg berjudul “If I Knew” tiga tahun kemudian. Sekarang, ia tengah mengerjakan empat lagu baru yang akan dirilis dalam bentuk fisik.

Tyas menyambut positif perkembangan teknologi di industri musik asalkan tidak merugikan para musisi. Sebagai salah satu pengguna Soundfren, Tyas juga menyambut positif langkah Soundfren untuk membuat industri musik tanah air melangkah terus ke arah yang lebih baik. Bagi Tyas, Soundfren bisa menambah kesempatannya untuk bermusik. Ia bisa mengikuti submisi yang diadakan Soundfren dan tentunya akan menambah pengalaman tampil sebagai solois.

Tyas berhasil menjadi salah satu musisi terpilih yang lolos submisi DILo Hackathon Balikpapan pada Agustus silam. Selain berhasil menambah jam terbang tampil, Tyas juga merasakan betul manfaat menjadi pengguna Soundfren khususnya menjadi Premium User Soundfren. Teman-temannya melihat ada iklan promosi Tyas di media sosial Instagram. 

Menurut Tyas, Soundfren sangat membantu musisi indie maupun yang sudah memiliki nama. Ia sangat menyukai bentuk promosi yang dilakukan oleh Soundfren.

#BikinJalanLo Versi Mose


“Disamping mempertemukan saya dengan producer/musisi baru untuk berkolaborasi, Soundfren jugalah yang membawa saya tampil bersama dengan Kotak. Keep on going Soundfren! We trust in you! “ – Mose

Awal bulan Oktober 2019 merupakan waktu yang akan dikenang oleh musisi indie asal Jakarta, Mose. Bagaimana tidak, ditanggal 3 Oktober 2019 ia bisa tampil live di panggung Langit Musik dan bisa berada dipanggung yang sama dengan salah satu musisi favoritnya, Kotak. Bagi Mose ini merupakan pencapaian tersendiri dan sebuah langkah besar yang ia tempuh untuk menggapai impian bermusiknya.

Pria asal Jakarta ini mulai menggeluti dunia musik sejak usianya 15 tahun. Saat itu Mose yang  duduk dibangku kelas 1 SMA perlahan mulai menemukan bakat menulis lagu yang ada pada dirinya. Ditambah dengan kemampuan olah vokal yang dimilikinya, Mose mantap untuk menjadi penyanyi sekaligus pencipta lagu.

Musisi yang terinspirasi dari Melly Goeslaw dan Agnes Monica ini mengaku bahwa karir bermusiknya semakin terbantu dengan perkembangan teknologi yang begitu dinamis. Cukup dengan sekali klik, Mose menjadi lebih mudah untuk mempublikasikan karya musiknya. Lagu-lagu miliknya seperti single Heartbreaking Expert bisa dinikmati pendengar secara streaming. Selain itu, Mose juga tak ragu untuk memanfaatkan peluang yang ada pada aplikasi jejaring sosial Soundfren.

Awal mula Mose bergabung menjadi pengguna Soundfren karena ia sangat membutuhkan tempat untuk menyalurkan bakatnya di dunia musik. Kedua, dirinya juga membutuhkan teman berkolaborasi untuk menciptakan karya baru. Ketiga, Mose menginginkan sebuah wadah untuk mempromosikan dirinya sebagai musisi. Mose menilai, Soundfren bisa memenuhi ketiga kebutuhan tersebut.

Sejauh ini, bagi Mose, Soundfren turut membantu membukakan langkah besar untuk semakin dekat dengan impiannya. Disamping dapat mempertemukannya dengan produser dan musisi baru untuk berkolaborasi, Soundfren jugalah yang membawa Mose tampil diacara Live Streaming Langit Musik, sebuah acara streaming musik yang dapat disaksikan melalui tiga channel secara live di Maxstream, aplikasi & YouTube Langit Musik.

Musisi yang mengusung genre EDM ini berharap Soundfren tetap dapat memberikan yang terbaik terhadap musisi-musisi baru tanah air dan terus mengembangkan fitur-fitur yang sudah ada. Kedepannya, Mose menginginkan Soundfren dapat memberikan peluang musisi-musisi baru untuk berkolaborasi dengan para musisi ternama tanah air.

#BikinJalanLo Versi The Others

“Dengan adanya Soundfren banyak musisi indie seperti kami dapat terbantu untuk lebih dikenal penikmat musik di luar sana” – The Others

Berawal dari pertemanan di lingkungan yang sama akhirnya terbentuklah grup musik bernamakan The Others. Sebagai founder, gitaris sekaligus penulis lagu, Dewan bertemu dengan Harry yang suka menyanyikan lagu-lagu ciptaan Dewan. Seiring berjalannya waktu, The Others menambah personil yang berlandaskan pertemanan dan semangat bermusik yang sejalan.

Pencapaian 1000 views video musik dalam waktu 2 minggu merupakan sebuah pencapaian yang akan terus diingat oleh grup musik yang mengidolakan D’loid, Pambers, Dewa, dan Broeri Marantika ini. Sekilas pencapaian ini terdengar biasa saja dikalangan musisi namun tidak bagi The Others, terlebih saat itu musik mereka belum terlalu dikenal.

Bagi pemilik single “Shadow of Me”, musisi zaman sekarang harus terus beradaptasi dan mengikuti perkembangan diera digital ini. Salah satu hal yang dilakukan oleh Dewan dkk untuk mengikuti perkembangan sekaligus menambah wawasan tentang musik adalah dengan bergabung di Soundfren. Selain itu, bergabungnya The Others di Soundfren juga untuk menjadi bagian dari perkembangan kemajuan dan warna warni musik tanah air.

Bagi The Others, Soundfren telah memberikan pengaruh positif dalam kemajuan langkah bermusik seperti dapat menjadi salah satu musisi terpilih diacara Kurasi Musik Vol. 2 bulan September silam. Banyak musisi indie yang akhirnya karyanya bisa didengar oleh para penikmat musik. Grup band ini berharap agar Soundfren dapat terus berkembang dan melakukan langkah-langkah positif untuk mewarnai industri musik Indonesia.

#BikinJalanLo Versi Dimas Jimbo

“Tampil di acara Kurasi Musik Vol.2 bisa menambah pengalaman main di acara yang non-Hip Hop” – Dimas Jimbo.

Sama seperti kebanyakan orang, Dimas Jimbo adalah seorang pendegar musik beragam genre. Langkah Dimas di dunia musik tak berhenti hanya menjadi pendengar saja, ia berani mengambil langkah lebih jauh dengan mencoba menulis lirik lagu rap. Setelah selesai menulis satu lagu, ia mulai sering membuat karya baru. Tercatat ada tujuh buah lagu yang ia simpan diprofil aplikasi Soundfren miliknya. Musisi yang terinspirasi dari Joe Million ini bahkan telah memiliki 2 buah album Hip Hop.

Dimas yang mulai aktif berkarya di industri musik sejak awal tahun 2018 mengakui perkembangan teknologi yang signifikan semakin mempermudah proses distribusi karya musik. Hadirnya distribusi musik secara digital semakin memudahkan musisi asal Bekasi ini untuk mempromosikan karyanya.

Sebagai musisi yang sedang mengembangkan karirnya, Dimas tak ragu untuk bergabung menjadi pengguna Soundfren agar koneksinya dengan para profesional musik semakin luas. Ia berharap agar bisa membangun koneksi dengan teman-teman musisi dari berbagai genre.

Dimas merasakan langkah positif setelah bergabung di Soundfren dan mengikuti submisi Kurasi Musik Vol.2. Sang rapper berhasil menjadi salah satu musisi terpilih yang tampil langsung di acara Kurasi Musik pada bulan September lalu. Ini membuat pengalaman manggungnya bertambah khususnya di acara non hip hop.

Dimas berharap langkah Soundfren terus berjalan dengan mengembangkan fitur-fitur yang ada dan semakin memudahkan para penggunanya.

#BikinJalanLo Versi Kania Albaga

“Berkat Soundfren aku bisa tampil di Live Streaming LangitMusik!”
“Mimpiku untuk menyanyikan lagu ciptaan sendiri di acara on-air terwujud!” – Kania Albaga

Lahir dikeluarga penyuka musik, sedari kecil Kania Albaga sudah mahir memainkan alat musik gitar dan juga bermusikalisasi puisi. Kania kecil bermimpi ingin memiliki lagu ciptaan sendiri.

Kegemarannya akan bermusik membuat Kania berhasil meraih beberapa prestasi bergengsi semasa sekolah seperti Juara 3 Musikaliasi se-Jabodetabek, Juara 1 Band se-Jabodetabek, dan Juara 1 Arransemen Lagu di tempatnya bersekolah. Bahkan musisi yang terinspirasi dari Us The Duo, John Mayer, Monita Tahalea, dan Shawn Mendes ini mengaku pernah mencoba mengamen dari rumah ke rumah untuk mendapatkan uang saku tambahan.

Kehadiran media sosial seperti YouTube dan Instagram sangat dimanfaatkan oleh Kania untuk mengembangkan diri sekaligus mempromosikan karya musiknya. Tak ketinggalan, Kania pun turut menggunakan aplikasi jejaring sosial Soundfren untuk kemajuan karir bermusiknya.

Bahkan bagi penyanyi dan penulis lagu beraliran pop dan indie folk ini, Soundfren telah memiliki lebih dari itu. Ia menganggap Soundfren merupakan peluang besar untuk musisi indie seperti dirinya dan teman-teman musisi lain.

Soundfren telah memberikan pengaruh besar untuk karir musik musisi asal Jakarta ini, salah satunya adalah ia pernah menjadi pengisi acara Live Streaming LangitMusik x Soundfren dan disaksikan oleh banyak orang. Ia menyanyikan lagu-lagu ciptaannya sendiri yang menjadi impiannya sejak kecil – “Yang Terlupakan”.

Kedepannya Kania berharap Soundfren bisa semakin sering membuat acara off air agar musisi indie seperti dirinya dan teman-teman musisi lain tak lagi kebingungan untuk menyalurkan kreativitas bermusik mereka. Dengan menjadi pengguna Soundfren ia juga berharap bisa mendapatkan kesempatan bertemu hingga berkolaborasi dengan musisi besar Indonesia dan label rekaman.

Ini Kesempatan Karyamu Jadi Terkenal di Archipelago Festival 2019

Archipelago Festival adalah ajang konferensi musik yang mewadahi akselerasi networking musik lokal sekaligus memperkenalkan musik baru. Ditahun ketiganya, Archipelago Festival akan diselenggarakan di Kinosaurus Jakarta pada 12 dan 13 Oktober 2019.

Archipelago Festival (AF) pertama diadakan dua tahun lalu di bulan Oktober 2017. Acara ini dimotori oleh dua kolektif musik asal Indonesia: Sounds From the Corner (diwakili oleh Teguh Wicaksono) dan Studiorama, (diwakili oleh Madrim Djody).

Pada gelaran Archipelago Festival 2019, Soundfren akan turut berpartisipasi bekerjasama dengan BinArt Collective menyelenggarakan Listening Session sebagai program acara bagi musisi solo, duo, band atapun format lainnya untuk unjuk karya mereka. Bagi musisi yang terpilih, lagunya akan didengar oleh para pakar industri serta pengunjung Arhipelago Festival 2019.

Bagi kamu yang ingin ikutan simak ketentuan berikut ini ya Fren!

Periode pendaftaran: 30 September 2019 – 6 Oktober 2019.

Cara ikutan:

  • Unduh aplikasi Soundfren di App Store dan Play Store.
  • Daftar dan lengkapi profil kamu serta lagu lengkap dengan deskripsinya.
  • Buka menu “Explore”.
  • Klik “Audition” silahkan dibaca deskripsi serta syarat dan ketentuan.
  • Klik “Register” lalu silahkan isi form dan pilih salah satu lagu.
  • Klik “Submit”.

Persyaratan:

  • Lagu harus merupakan karya sendiri.
  • Lagu unreleased / released diperbolehkan.
  • Lagu harus sudah dimastering.

Ayo tunggu apalagi, langsung kirim karyamu sekarang!