Sederet Musisi yang Hobi Banting Alat Musik

#FrenInfo

Fren, banyak musisi yang ngelakuin aksi panggung dengan ragam cara yang unik. Salah satunya adalah dengan menghancurkan alat musik mereka. Siapa musisi favoritmu yang punya aksi panggung gokil?

  • Jimi Hendrix. Jimi Hendrix tidak hanya membanting gitarnya, bahkan dia membakar gitarnya itu pada saat tampil dalam gelaran festival musik Monterey Pop tahun 1967 silam. Aksi panggungnya tersebut bisa disaksikan dari beberapa unggahan video Youtube.
  • Kirk Hammet. Kirk Hammer gitaris Metallica ini adalah salah satu gitaris yang begitu sering menghancurkan alat musiknya sendiri. Dibeberapa unggahan video Youtube bisa dilihat Kirk Hammet tidak hanya membanting gitarnya tapi juga menghancurkannya dengan palu.
  • Kurt Cobain. Pentolan Nirvana ini merupakan salah satu nama terdepan dalam urusan menghacurkan gitar. Tidak hanya itu, sasaran penghancuran Kurt Cobain bukan hanya gitar, tapi juga benda lain yang ada di sekitarnya seperti amplifier, drum dan lainnya.
  • Paul Stanley. Frontman dari band KISS ini dikenal cukup “piawai” dalam hal banting-membanting gitar. Sepanjang kariernya bersama band tersebut tak terhitung lagi berapa jumlah gitar yang telah ia hancurkan diatas panggung
  • Otong Koil. Otong, pentolan band Koil asal Bandung ini tidak pernah lelah menghibur pirsawan dengan atraksi banting gitar a la The Who. Otong pernah beberapa kali menghancurkan gitar yang baru saja ia gunakan diatas panggung. Bahkan, Otongpun pernah membakar gitarnya dihadapan para penonton

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

Meremang Jiwa Dalam Balutan Lagu Jawa

#FrenInfo


Fren, nggak semua orang ngerasa happy di bulan penuh cinta ini. Ada juga teman-teman kita yang memilih menenggelamkan dirinya dalam kesedihan. Salah satu caranya adalah dengerin lagu sedih berulang-ulang. Apalagi dengerin lagu lagu sang Maestro, Didi Kempot.

Lord Didi Kempot, seniman Sala, Jawa Tengah, yang juga berjuluk The Godfather of Broken Hearts tentunya sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat lewat lagu-lagunya yang menyanyat hati. Dalam asmaradana, semuanya terasa indah, menggebu, membuai. Harapan seolah jadi kepastian, dan berpisah adalah pengingat kelam agar dihindari, tak perlu terjadi.

Asmaradana dapat melantingkan pemilik hati ke mega demi mega, aras demi aras, terus ke atas. Asmaradana nan memabukkan juga dapat membanting pemilik hati ke tanah kenyataan. Menyakitkan. Tak ada jamu penawar luka bindam maupun tersayat. Tapi tembang Didi Kempot dapat mengurangi rasa sakit.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

Musisi Dunia yang Terpapar Isu Mental Health

#FrenInfo

Fren, seniman juga manusia. Ada kalanya, mereka kelihatan ceria di atas panggung, padahal mungkin lagi mengalami banyak masalah dalam hidupnya. Ada beberapa musisi yang mengalami isu mental health. Apalagi jadwal manggung yang nggak pernah putus kadang bikin mereka susah bergaul. Maka dari itu, kita harus menghargai setiap torehan karya yang mereka hasilkan. Setuju, Fren?

  • John Lennon.Musisi jenius, John Lennon menderita gangguan mental yang membuatnya sulit membaca, menulis dan mudah melupakan sesuatu. Namun hal ini justru membuatnya untuk rajin menulis frame lirik setiap lagu dan mengolahnya jadi karya fenomenal.
  • Demi Lovato.Demi Lovato mengidap bipolar disorder sejak tahun 2010. Namun itu tak membuatnya menyerah dalam bermusik. Demi Lovato memiliki emosi yang nggak stabil akibat dari tekanan psikologis yang ia derita. Namun berkat kekurangannya tersebut, Demi mampu mencipatakan karyanya lewat lagu.
  • Rihanna. Rihanna ternyata memiliki gangguan mental Attention Deficit Disorder (ADD) yang membuatnya merasa selalu dicintai dan diperhatikan. Namun hal ini membuat Rihanna selalu percaya diri dan nggak menghiraukan penilaian orang lain atas karyanya.
  • Adam Levine. Vokalis Maroon 5 ini memang tengah berada di puncak popularitas musik dunia. Selain bersuara emas, Adam Levine juga memiliki wajah tampan dan tubuh atletis yang membuatnya digilai kaum hawa. Siapa sangka, Adam Levine ternyata menderita gangguan kejiwaan yang membuatnya tak bisa diam dan cederung hiperaktif. Namun hal itu membuatnya selalu enerjik di panggung. Adam juga terlibat dalam kampanye membantu pederita gangguan mental lainnya.
  • Kurt Cobain. Walaupun sudah meninggal dunia, ikon musik rock dunia ini masih tetap dikenang masyarakat. Coabin menderita Attention Deficit Disorder (ADD) dan gangguan bipolar disorder. Hal ini membuat ia depresi dan mencoba bunuh diri sampai akhirnya ia tewas setelah menembak dirinya sendiri.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

7 Album Indonesia Terbaik

#FrenInfo

Fren, banyak album Indonesia yang jadi benchmark musik lokal di setiap zaman. Tapi, rasanya nggak cukup kalo masukin semua album lokal keren di sini. Kami ngerangkum beberapa album lokal pilihan kami yang bakal jadi favorit sepanjang masa.

Guruh Gipsy – Guruh Gipsy (1978). Album yang pertama kali rilis pada tahun 1976 ini diprakarsai oleh Guruh Soekarnoputra, Keenan Nasution, Odink Nasution, Abadi Soesman, Roni Harahap, dan Chrisye. Di album ini, tradisi musik Bali pun dipilih sebagai fondasi musik mereka.

Dewa 19 – Pandawa Lima (1997). Album kelima Dewa 19 yang bertajuk “Pandawa Lima” adalah salah satu bukti kesuksesan mereka, bersama label rekaman Aquarius Musikindo, Pandawa Lima berhasil melejit dengan single-single andalan seperti “Kamulah Satu-Satunya,” “Aku Di Sini Untukmu,” dan “Kirana.”

Sore – Centralismo (2005). Centralismo menjadi salah satu album musik indie pertama yang mendapatkan predikat Five Asian Album Worth Buying dari Time Magazine Asia. Ini adalah album yang menampilkan musik “Indonesiana” ala Sore.

OST Badai Pasti Berlalu (1977). Sesuai dengan judulnya, album ini merupakan soundtrack dari film Indonesia yang berjudul sama, terdiri dari kompilasi beberapa lagu yang diciptakan oleh Eros Djarot bersama Chisye, Yockie Suryoprayogo, Berlian Hutauruk, Fariz R.M, Keenan, dan Debby Nasution. Dari total 13 lagu yang tercipta, lagu berjudul “Badai Pasti Berlalu” menjadi yang terpopuler dan dikenal bahkan sampai sekarang. Meskipun proses penggarapan dan pemasaran album sempat mengalami kendala, album ini pun pada akhirnya berhasil mendobrak pasar musik populer dan masuk ke dalam daftar 150 album musik Indonesia terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia pada tahun 2007.

God Bless – Cermin (1980). Pada tahun 1980, God Bless merilis album keduanya yang bertajuk Cermin. Album ini disebut-sebut sebagai salah satu album legendaris Indonesia—terutama yang di ranah musik rock. Album ini adalah sebuah gebrakan musik rock di masa berjayanya genre pop. “Cermin” diisi oleh lagu-lagu yang mengusung tema sosial, moral, hingga kritik terhadap pembangunan. Hasil kerja keras lima orang personel yang terdiri dari Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, Teddy Sujaya, dan Abadi Soesman ini pun penuh dengan pembuktian kreativitas masing-masing musisi.

Slank – Kampungan (1991). Siapa yang tidak kenal Slank? Band rock kebanggaan Indonesia yang terdiri dari lima orang personel (Bimbim, Pay, Bongky ‘Bonk, Kaka, Indra) ini lagu-lagunya bisa dibilang merupakan andalan lagu lokal yang dikenal sampai sekarang, termasuk di antaranya adalah lagu-lagu mereka di album ini seperti “Terlalu Manis” dan “Mawar Merah”. Tidak tanggung-tanggung, album ini juga mendapatkan penghargaan BASF Awards untuk kategori album pop rock terbaik.

Pure Saturday – Pure Saturday (1996). Selain Slank, generasi 90-an juga mempunyai Pure Saturday sebagai salah satu grup musik yang menghadirkan karya-karya terbaik. Sebagai salah satu pelopor indie di Indonesia, album pertama mereka yang rilis pada tahun 1996 langsung berhasil terjual sebanyak 5000 kopi dengan single “Kosong” yang menjadi andalan mereka.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

Tips Memilih Soundcard untuk Rekaman

#FrenInfo

Masih bingung nentuin soundcard yang sesuai kebutuhan kamu?

Coba simak tips-tips berikut ini ya!

Pastikan sesuai dengan kebutuhanmu. Coba pikirkan kebutuhan kayak apa yang kamu butuhin sebelum kamu pilih Soundcard. Jangan berdasarkan karena merknya aja. Kamu butuh buat bikin rekaman full band secara live atau sekedar buat bikin demo?

Koneksi. Koneksi di sini maksudnya adalah koneksi yang sesuai dengan apa yang PC/Laptop kamu miliki dengan audio interface yang bakal kamu beli. Misalnya USB, PCI, FireWire, thunderbolt dan lain-lain.

IO/Input – Output. Pastikan berapa channel yang kamu butuhkan. Misalnya kalau mau merekam full band secara live,  maka kamu perlu audio interface yang punya input kurang lebih 16 channel.

Sound Quality. Agak sulit untuk membedakan kualitas sound dari audio interface dari masing-masing merk yang ada di market utama untuk orang awam. Karena saat ini tidak sedikit audio interface (khususnya audio interface yang lebih murah) yang berani mengeluarkan fitur-fitur layaknya audio interface yang lebih mahal.

Harga. Terdapat beberapa audio interface yang memiliki range harga yang miring tetapi berkualitas yang sudah lebih dari cukup. Berikut list audio interface seperti Behringer U-PHORIA UMC404HD I/O: 4 input/4 output, Behringer U-PHORIA UMC202HD I/O: 2 input/2 output, dan Behringer U-PHORIA UMC204HD I/O: 2 input/4 output.

Menangin Soundcard Rekaman Dengan Cara Ikutan Lucky Fren di aplikasi Soundfren!

#BikinJalanLo Versi Ordinary Teens

#BikinJalanLo

“Musik kami jadi lebih banyak yang dengerin dan followers di media sosial juga bertambah setelah dipromosikan Soundfren – Ordinary Teens”

Tahun 2005 saat dimana lagu-lagu seperti The Adams – Halo Beni, Endank Soekamti – Selamatkan Aku, dan Efek Rumah Kaca – Cinta Melulu sering diulang-ulang di radio membuat Ordinary Teena tertarik untuk bermusik dan berharap bisa menciptakan karya seperti mereka. 

Beberapa tahun berselang, harapan itu terwujud. Di tahun 2012, Ordinary Teens merilis single Senior High Tour dan Freedom Of. Sempat beberapa tahun vakum, Ordinary Teens kembali muncul dengan merilis single “Off the Air” pada tahun 2018 sampai akhirnya rilis album perdana  berjudul “First Page in Our Math Book” pada tahun 2020.

Selain menciptakan karya, Ordinary Teens juga pernah berpartisipasi dalam beberapa kompilasi album lokal seperti Lychee Compilation vol.2, Kings of Skate, dan beberapa album Pop Punk lain. Tak hanya berkarya, beragam panggung musik pernah dijajal Ordinary Teens seperti Freedom of 48 Espresso 2013. Di tahun 2014, Ordinary Teens mendapatkan penghargaan sebagai band yang lolos kurasi untuk tampil pada acara Music Festifile 2014 yang diselenggarakan oleh KMF UNPAD.

Bagi Ordinary Teens, eksistensi mereka di industri musik sangat terbantu oleh kemajuan teknologi. Teknologi internet mewadahi Ordinary Teens serta penikmatnya untuk terhubung lebih praktis dari segi memperdengarkan dan didengarkan, serta interaksi langsung terhadap keduanya. Ditambah dengan adanya aplikasi Soundfren yang bisa merangkul penikmat musik atau mungkin menjadi salah satu platform musik seperti Spotify, Apple Music, Joox, dan lain-lain.

Soundfren memfasilitasi para musisi untuk mengenal satu sama lain, berkolaborasi, hingga menghubungkan musisi dengan penyelenggara event. Setelah bergabung, Ordinary Teens juga bisa berbagi pengetahuan, pengalaman, sampai kolaborasi dengan pengguna lain. Pendengar dan penikmat musik Ordinary Teens juga menjadi bertambah setelah beberapa karya mereka dipromosikan di Soundfren. Dengan fitur-fitur yang sudah ada, Ordinary Teens berharap agar Soundfren semakin berkembang ke depannya.

Tuntaskan Beragam Misi di Lucky Fren

Memasuki tahun baru 2021 ini, Soundfren punya misi khusus untuk kalian para pengguna aplikasi. Selama 28 hari ke depan sejak tanggal 11 Januari 2021, ada banyak hadiah yang bisa kamu dapatkan di Lucky Fren. Dari saldo elektronik, headphone, soundcard, midi controller hingga mic condesor yang bisa kamu bawa pulang, Fren. Supaya enggak bingung, simak detail-detailnya di bawah ini ya, Fren!

Cara Ikutan:

  • Buka aplikasi Soundfren di HP-mu dan lakukan “Check In” pada Lucky Fren,
  • Dapatkan tambahan poin dengan menjalankan misi harian dan misi spesial berupa misi solo dan misi komunitas,
  • Jumlah poin yang kamu dapatkan bisa langsung dilihat pada tabel klasemen Lucky Fren.

Cara Ikutan Misi Harian:

  • Klik “Tambah Poin” pada menu Lucky Fren kemudian pilih “Misi Harian”
  • Share post pengguna lain (6 poin)
  • Like 10 postingan pengguna lain (10 poin)
  • Buat 1 postingan baru (12 poin)
  • Follow 5 akun baru (15 poin)
  • Tinggalkan 3 komentar (18 poin)

Cara Ikutan Misi Spesial (Misi Solo):

  • Klik “Tambah Poin” pada menu Lucky Fren kemudian pilih “Misi Spesial”
  • Pilih “Misi Solo”
  • Tambahkan “Experience” pada profil Soundfren-mu (6 poin)
  • Tambahkan lagu hasil karyamu (6 poin)
  • Tambahkan video musik hasil karyamu (6 poin)
  • Tambahkan jadwal tampilmu (6 poin)
  • Lengkapi profilmu selengkap-lengkapnya (50 poin)
  • Jadikan postinganmu sebagai trending di aplikasi (50 poin)
  • Undang teman dengan menggunakan kode referral milikmu (60 poin)

Cara Ikutan Misi Spesial (Misi Komunitas):

  • Klik “Tambah Poin” pada menu Lucky Fren kemudian pilih “Misi Spesial”
  • Pilih “Misi Komunitas”
  • Share 1 episode podcast Soundfren Learn (3 poin)
  • Share webinar Soundfren Connect (3 poin)
  • Share 1 artikel di blog/news aplikasi (3 poin)
  • Baca 1 artikel di blog/news aplikasi ( 10 poin)
  • Putar 15 episode podcast Soundfren Learn (15 poin)
  • Undang teman dengan menggunakan kode referral milikmu (60 poin)
  • Join 1 sesi Soundfren Connect (75 poin)

Cara Ikutan Misi Spesial (Misi Progres):

  • Klik “Tambah Poin” pada menu Lucky Fren kemudian pilih “Misi Spesial”
  • Pilih “Misi Progres”
  • Buat 1 Project Kolaborasi pada menu “Collabs Project” (12 poin)
  • Share 2 Project Kolaborasi pada menu “Collabs Project” (12 poin)
  • Ikuti submisi yang ada pada menu “Event & Audition” (12 poin)
  • Folllow official account Soundfren (16 poin)
  • Join Premium User Soundfren (25 poin)
  • Dengarkan lagu pengguna lain (36 poin)
  • Buat 1 submisi pada menu “Event & Audition” (48 poin)
  • Undang teman dengan menggunakan kode referral milikmu (60 poin)

Ketentuan:

  • Satu ID pengguna hanya dapat mengklaim satu hadiah,
  • Jumlah hadiah terbatas atau selama persedian masih ada,
  • Pengguna dapat mengklaim dan share hadiah jika ingin menukarkan star dengan hadiah yang ada,
  • Pemenang yang berhasil mengklaim hadiah akan dihubungi oleh pihak Soundfren untuk konfirmasi. Nomor yang akan menghubungi adalah nomor official Soundfren dan email official Soundfren (contact center: 0813 1095 7673/contact service: hello@soundfren.id/),
  • Apabila dalam 3 hari pemenang tidak dapat dihubungi, maka hadiah dianggap batal/hangus.
  • Hadiah akan dikirimkan kepada pemenang dalam waktu maksimal 14 hari setelah melakukan konfirmasi data diri,
  • Hadiah digital dikirim maksimal 3×24 jam,
  • Pemenang akan mendapatkan pesan pemberitahuan di aplikasi Soundfren ketika berhasil mengklaim hadiah yang tersedia,
  • Jika menurut pertimbangan Soundfren terdapat indikasi/dugaan kecurangan atau kesalahan yang disengaja dalam pemberian informasi atau data yang diberikan oleh pemenang dalam mengikuti program maka pemenang didiskualifikasi sesuai pemberitahuan Soundfren, tanpa kompensasi apapun dari Soundfren kepada pemenang,
  • Soundfren berhak mengubah syarat dan ketentuan yang berlaku, termasuk menghentikan/memperpanjang reward ini kapanpun tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,
  • Karyawan atau keluarga inti karyawan tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam program yang diselenggarakan oleh Soundfren,
  • Apabila karyawan atau keluarga inti karyawan secara sengaja memenangkan suatu program yang diselenggarakan oleh Soundfren maka hadiah tersebut akan dibatalkan,
  • Dengan mengikuti kegiatan ini, pengguna dianggap mengerti dan menyetujui semua syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tunggu apalagi Fren, segera buka aplikasi Soundfren-mu, join #LuckyFren, dan klaim hadiah milikmu!

MUSISI SEBELUM JADI ROCKSTAR

#SemudahItu bermusik dengan Soundfren

Fren, siapa sangka kalo beberapa musisi ternama dunia ini dulunya punya pekerjaan lain layaknya warga biasa.

  • Sting. Sting memiliki beberapa pekerjaan yang membosankan sebelum bergabung dengan The Police. Saat bergabung di usia 20 tahun, Sting meninggalkan karirnya sebagai seorang guru dan memilih untuk bermusik bersama dengan The Police. Selain menjadi guru, Sting juga pernah bekerja di kantor pajak. Pemain bass yang mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu itu juga sempat menjadi kondektur bis.
  • Elvis Presley. Setelah lulus SMA, Elvis menuruti kemauan ibunya agar ia segera memiliki pekerjaan tetap. Akhirnya ia bekerja menjadi supir truk untuk Crown Electric Company di Memphis, Tennesse.
  • Madonna. Mempunyai ambisi yang besar untuk menjadi salah satu penyanyi terkenal di dunia, Madonna melakukan segala pekerjaan demi mendapat modal untuk berkarir sebagai penyanyi. Tercatat, sebelum menjadi terkenal Madonna pernah menekuni profesi sebagai, penari di kota New York dan menjadi waiters di Dunkin Donuts.
  • Jack White. Sebelum menjadi sesukses seperti saat ini, Jack White dulunya adalah seorang tukang kayu. Ia bekerja pada sebuah rumah furnitur. Selain bermusik, Jack White kini sedang berbisnis label rekaman. Awalnya ia menamai labelnya tersebut dengan nama Third Man Upholstery, dengan slogan ‘furnitur anda tidak mati’. Namun akhirnya ia merivisi nama tempat bisnisnya itu dengan Third Man Records.
  • Tony Iommi. Sebelum menjadi legenda, gitaris Black Sabbath ini bekerja pada sebuah pabrik logam. Di pabrik tersebut Tony terbiasa untuk menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan logam-logam berat. Mungkin atas dasar itu juga ya permainan Tony Iommi bisa sehebat saat ini.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

LIST MUSISI ROCK BERGELAR DOKTOR

#FrenInfo

Fren, image anak band nggak selalu ugal ugalan atau males sekolah. Liat aja para musisi legendaris yang bergelar doktor ini.

  • Brian May – Queen. Gitaris dari grup rock terbesar sepanjang masa ini (Queen) ternyata memiliki gelar doktor dalam bidang Astrofisika. Ia ini mendapatkan gelar doktoralnya dari Imperial College London pada 2007. Yang menarik adalah, ternyata May lebih dahulu eksis sebagai akademia sebelum menjadi bintang rok. Tak tanggung-tanggung, tesis PhD Brian May membahas berbagai kecepatan dari debu luar angkasa. Ia memulai kehidupan akademisnya pada 1970 saat Queen belum tenar. Namun, kehidupan akademisnya ditinggalkan saat Queen memperoleh ketenaran internasional pada 1974.
  • Dexter Holland – The Offspring. Vokalis dan ikon grup punk The Offspring, Dexter Holland, mendapat gelar doktoral di bidang biologi molekular dari University of Southern California. Riset doktoralnya berfokus terkait virus HIV. Kisahnya serupa dengan Brian May dari Queen di atas, Holland sempat mengalami kendala dalam menyelesaikan studi doktoralnya karena ia harus mengatur waktu untuk berkarir di The Offspring yang sedang naik daun di dunia musik.
  • Greg Gaffin – Bad Religion. Penyanyi grup band selanjutnya yang mempunyai gelar doktor adalah Greg Gaffin dari Bad Religion. Gaffin mendapat gelar doktoral di bidang zoology dari Cornell University. Ia membuat disertasi yang bertajuk Evolution, Monism, Atheism, and the Naturalist World-View: Perspectives from Evolutionary Biology.
  • Sterling Morrison – Velvet Underground. Nama Sterling Morrison memang tidak setenar Lou Reed. Namun, ia memiliki posisi sentral yang penting dalam menjalankan band legendaris Velvet Underground pada 1964. Ia mendapatkan gelar doktoralnya pada 1986 dengan disertasi penulisan sastra abad pertengahan pada empat puisi Cynewulf.
  • Milo Aukerman – The Descendants. Band di mana Aukerman menjadi vokalis, dianggap sebagai salah satu pionir dalam jagat musik rock punk. The Descendants menjadi inspirasi untuk band punk di masa kini seperti Blink 182, NOFX, The Offspring, Paramore, hingga Green Day. Aukerman mendapatkan gelar doktoral di bidang biologi dari University of California. Ia juga menuntaskan post-doktoral di University of Madison di bidang biochemistry.
  • Rizky Syarif. Band di mana Aukerman menjadi vokalis, dianggap sebagai salah satu pionir dalam jagat musik rock punk. The Descendants menjadi inspirasi untuk band punk di masa kini seperti Blink 182, NOFX, The Offspring, Paramore, hingga Green Day. Aukerman mendapatkan gelar doktoral di bidang biologi dari University of California. Ia juga menuntaskan post-doktoral di University of Madison di bidang biochemistry.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!

LAGU ANDELAN NYETEM GITAR

#FrenInfo

Fren, buat kamu yang sering gitaran bareng temen pasti relate banget nih sama lagu-lagu ini. Lagu apa yang biasa kamu pake buat nyetem gitar, Fren?

  • Peterpan-Semua Tentang Kita. Lo tahu nggak? Bahkan, ketika kakeknya Ariel masih remaja dan suka nongkrong sama anak-anak warung deket rumah, beliau pun menyetem gitar pake lagu ini. Emang lagu ini adalah lagu paling cozy buat menyetem gitar. Pengamen, anak band, sampai Bob Dylan sekalipun mengakuinya.
  • Peterpan-Bintang di Surga. Diketahui saat Thom Yorke lagi manggung di Glastonbury ia sempat ngetes gitarnya pakai lagu ‘Bintang di Surga’, terutama buat ngetes senar bass 6.
  • Green Day-Warning. Layaknya lagu ‘Bintang di Surga’-nya Peterpan, lagu ini juga enak buat dipake menyetem kunci 6. Tapi, tahukah kalian, bahwa Billy Joe sang vokalis lebih senang menyetem pakai lagu ‘Semua Tentang Kita’ dibanding lagunya sendiri?
  • Kangen Band-Yolanda. Alternatif lain ketika bosen menyetem gitar pakai lagu Peterpan. 9 dari 10 pengamen melakukannya.
  • Creed-One Last Breath. Biasanya sih yang menyetem gitar pakai lagu ini sekalian pamer skill gitu deh.

Temukan info-info lain terkait musik hanya di Soundfren!