Perbedaan Piringan Hitam dan Colored Vinyl Records

Nggak ada salahnya kalo kamu punya niat ngumpulin piringan hitam sebagai investasi. Nyatanya hal tersebut cukup masuk akal, Fren. Mengingat semakin lama, benda ajaib ini semakin langka. Tapi, kamu musti tahu dulu nih apa sih perbedaan dari piringan hitam dan colored vinyl records?

Perbedaan piringan hitam dan colored vinyl records

Colored vinyl records telah lama populer di kalangan kolektor dan harganya dibanderol lebih mahal di pasaran. Dalam Bahasa Indonesia, vinyl record memiliki arti piringan hitam. Namun faktanya, colored vinyl records tidak berwarna hitam. Tentu kita semua tahu bahwa hitam dan putih bukan sebuah warna. Colored vinyl ini juga bukan material penutup permukaan lantai lho ya.

Selama beberapa dekade, vinyl berwarna dipandang sebagai lelucon terbuka. Sebuah cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan rekaman dengan lebih menjauhkan diri dari apa yang diminta oleh banyak pencinta musik dari rekaman mereka: suara berkualitas tinggi. Hampir tanpa kecuali, vinyl berwarna akan bermain dengan lebih banyak suara dan desisan dibandingkan dengan rekan-rekan hitam mereka. Nah, masa-masa itu tentu saja berubah. Lambat laun makin banyak orang yang meminta vinyl berwarna hingga saat ini.

Apakah warna rekaman vinyl memengaruhi kualitas suara?

Produksi rekaman vinyl telah berjalan jauh sejak 1920-an. Sebagian besar vinyl berwarna modern setara dengan piringan hitam. Tentu, ada pengecualian untuk aturan tersebut. Dan, ya, colored vinyl masih cenderung bermasalah, setidaknya mengenai daya tahan pemutaran. Tapi, bukan berarti hal tersebut menghalangi kamu dari membeli rekaman baru hanya karena tidak berwarna hitam.

Bagaimana rekaman vinyl berwarna dibuat?

Semua rekaman vinyl terbuat dari PVC, yang secara alami tidak berwarna. Untuk mengubah bahan bening ini menjadi warna yang solid, titanium dioksida dan bahan aditif lainnya dicampur. Pembuatan piringan hitam standar hanya dengan penambahan karbon hitam. Untuk membuat warna lain, pewarna digunakan sebagai pengganti karbon hitam. Pewarna-pewarna ini tidak memperkuat vinyl dengan cara yang sama seperti karbon hitam, tetapi perbedaannya dapat diabaikan kecuali ada kesalahan dalam proses produksi.

Clear vinyl, picture vinyl, dan glow in the dark vinyl lebih rentan dalam pemutaran. Sangat sedikit zat tambahan yang dapat dicampur menjadi vinyl bening tanpa membahayakan opacity, yang berarti ada potensi kualitas suara lebih buruk, meskipun penurunan ini sering tidak terlihat oleh pendengar umum.

Lain ceritanya dengan picture vinyl. Picture vinyl terbuat dari 3 lapisan. Lapisan pertama adalah rekaman yang jelas tanpa musik, yang kedua adalah lapisan gambar, dan yang ketiga adalah lembaran plastik bening yang berisi alur. Lapisan plastik tipis dan lunak ini tidak tahan lama seperti rekaman biasa sehingga dapat berdampak negatif bagi pemutaran dan daya tahan jangka panjang.

Apakah colored vinyl bernilai?

Proses pressing multi-colored vinyl menambah sekitar satu dolar ke biaya produksi, jadi dari perspektif material, rekaman vinyl berwarna lebih bernilai. Tapi, tentu saja, itu hanya sebagian dari cerita. Harga jual yang tinggi nyatanya lebih karena faktor rilisan limited edition atau istilah dalam vinyl lainnya seperti first pressing dan pressed vinyl record.

Piringan hitam adalah barang koleksi, dengan lebih banyak warna-warni tentu dapat meningkatkan daya tarik estetika. Kita tahu dalam beberapa kasus bahwa varian berwarna kurang bernilai hanya karena versi hitam jumlahnya lebih. Jika sebuah album keluar dengan vinyl berwarna, kamu bisa memastikan bahwa vinyl tersebut akan lebih dicari di masa depan. Nantinya, akan banyak kolektor yang mencari varian berwarna aneh tanpa kecuali.

Nah, apa kamu sudah memikirkan untuk menambah koleksi vinyl berwarna untuk investasi masa depan? Coba tengok yuk apa kata teman-teman di Soundfren!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *