#BikinJalanLo Versi Lastafternoon

“Band kami pertama kali manggung di 2020 dalam formasi baru lewat submisi di Soundfren – Lastafternoon”

Musik merupakan media untuk menyampaikan sesuatu dalam bentuk rasa. Begitulah penggambaran grup musik Lastafternoon tentang musik. Grup musik yang akhirnya berdamai pada genre alternative folk ini terinspirasi pada musik-musik The Beatles, The Stroke, The Cure, Blur, dan banyak lagi. Sejak terbentuk, Lastafternoon telah memiliki sebuah mini album yang diberi judul “Kisah Akar dan Bunga” serta beberapa single hits diantaranya Lantunan Rindu, Kotak Hitam, Bentala, dan yang terbaru Menerka Rencana. 

Karena keterbatasan ruang kreatif, hadirnya Soundfren sangat mempermudah grup musik asal Bandung ini untuk berkreasi. Soundfren hadir di tengah perkembangan teknologi yang tengah berkembang pesat sebagai salah satu solusi untuk insan musik. Bagi Lastafternoon, di Soundfren ada hal baru yang bisa dipermudah dalam melihat celah ruang bermusik.

Panggung perdana Lastafternoon di tahun 2020 dengan formasi baru didapat lewat Soundfren. Grup musik ini berhasil menjadi musisi terpilih acara Pasar Malam Rakyat setelah mengikuti submisi di aplikasi Soundfren. Panggung yang membuka jalan Lastafternoon menuju panggung-panggung musik lain yang lebih besar.

Lastafternoon berharap Soundfren selalu dapat membantu musisi-musisi baru yang sedang merintis karir dan dapat mempermudah mencari koneksi serta ruang kreatif. Selain itu Lastafternoon juga berharap agar aplikasi Soundfren dapat lebih mempermudah para pengguna untuk memanfaatkan semua fitur yang ada di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *