#BikinJalanLo Versi Bartelemi

“Kami mendapat kesempatan untuk tampil di acara Indie Air karena mendaftar melalui Soundfren – Bartelemi

Dimulai dari mendengar berbagai genre musik, dilanjutkan dengan mulai mempelajari instrumen musik hingga kemudian membentuk sebuah band. Itulah awal perjalanan dari grup musik Ibukota, Bartelemi yang terdiri dari mereka yang memiliki cita-cita yang sama di dunia musik.

Di awal terjun ke industri musik, Bartelemi sempat mengalami kejadian kurang menyenangkan yaitu saat tak bisa check sound akibat hal teknis namun walau demikian mereka tetap melanjutkan penampilan sebagai pengisi acara. Kepuasaan para penonton yang hadir saat itu menjadi obat mujarab bagi Bartelemi. Langkah demi langkah baik pahit maupun manis di industri musik tetap mereka jalani hingga akhirnya manpu melahirkan karya yang tertuang lewat lagu “Raga” dan “Deru Waktu.”

Bagi grup musik yang terinspirasi dari The Beatles, Foo Fighter, Blur, Radiohead, dan Extreme ini perkembangan teknologi sangat membantu mereka dalam bermusik mulai dari proses rekaman hingga penampilan di atas panggung. Salah satu perkembangan teknologi yang bisa dirasakan langsung adalah lewat Soundfren

Sebelum bergabung dengan Soundfren, Gerry dkk menaruh harapan agar bisa mendapatkan informasi mengenai acara misik dan bisa berpartisipasi lebih sering di dalamnya. Harapan itu terbukti saat mereka bisa tampil di acara “Indie Air” yang ditayangkan melalui kanal Usee Prime di UseeTV.

Grup musik yang digawangi oleh Bob, Gerry, Batara, Afdha, dan Kiki ini menganggap bahwa Soundfren memiliki banyak fitur untuk menyebarkan karya dan ada fitur yang memberikan banyak informasi mengenai acara musik. Bartelemi berharap Soundfren bisa menjadi wadah untuk semua pemusik indie dan bisa membantu para musisi menyebarkan karya karya nya. Kedepannya Soundfren bisa lebih memperbanyak lagi aktivasi untuk para penggunanya agar karya mereka semakin luas dinikmati masyarakat luas.

Bikin Jingle Soundfren dan Menangkan Hadiah Jutaan Rupiah

Hai Fren! Soundfren mengadakan Lomba Bikin Jingle Soundfren nih, kontes berlangsung dari 12 Februari – 12 Maret 2020. Hadiahnya menarik loh, total Rp 15 juta untuk 3 pemenang. Tunjukkan kreatifitasmu, siapa tahu kamu pemenangnya. Berikut syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Syarat awal:

  1. Peserta berkewarganegaraan Indonesia
  2. Peserta terbuka untuk semua kalangan
  3. Peserta wajib memiliki akun Soundfren

Mekanisme kompetisi:

  1. Tema berhubungan dengan Soundfren, informasi mengenai Soundfren dapat cek disini.
  2. Membuat jingle dengan lirik yang di dalamnya terdapat kata-kata : Soundfren, Koneksi, Interaksi, Kolaborasi
  3. Genre yang dibawakan bebas dan memakai lirik Bahasa Indonesia
  4. Jingle bisa berupa acapela atau juga dapat menggunakan alat musik
  5. Jingle dapat diunggah mulai tanggal 12 Februari – 12 Maret 2020 2018, melalui Instagram
  6. Panitia akan memilih 10 kontestan terbaik, yang akan diumumkan pada tanggal 14 Maret 2020 diakun media sosial Soundfren
  7. Sepuluh kontestan terbaik akan diunggah di Instagram Soundfren (@soundfren) dan selanjutnya akan melakukan proses voting  di applikasi Soundfren
  8. Video dengan jumlah 3 like tertinggi akan mendapatkan hadiah. Periode voting dari tanggal 15 – 21 Maret 2020
  9. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 22 Maret 2020

Mekanisme partisipasi:

  • Follow Instagram @soundfren
  • Buat dan nyanyikan jingle Soundfren buatanmu dalam format video serta unggah di Instagram pribadimu
  • Durasi video maksimal 60 detik
  • Isi caption dengan judul jingle dan nama akun Soundfren serta hashtag #BikinJingleSoundfren
  • Mention @soundfren serta lima temanmu
  • Pastikan akun Instagram tidak privat

Penentuan Pemenang dan Hadiah:

  1. Soundfren akan memilih 1 pemenang dan 2 finalis
  2. Penilaian akan dibagi menjadi dua kategori, dari sisi konten dan banyaknya like/love dalam applikasi Soundfren, dengan bobot penilaian konten sebesar 70% dan banyaknya like/love dalam applikasi Soundfren
  3. Penilaian pada konten berdasarkan video jingle yang paling menarik, kreatif dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh dewan juri
  4. Setiap pemenang akan mendapatkan hadiah ekslusif berupa uang tunai dari Soundfren
  5. Pengumuman akan dilakukan pada 23 Maret 2020 melalui akun media sosial Soundfren
  6. Pemenang akan dipilih oleh dewan juri berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan pada point sebelumnya
  7. Pemenang terpilih akan dihubungi langsung oleh pihak Soundfren. Apabila pemenang yang terpilih tidak dapat dihubungi dan/atau tidak mengirimkan konfirmasi dalam 7 x 24 jam setelah pengumuman, pemenang akan dianggap gugur tanpa pemberitahuan.

Lain-lain:

  • Kompetisi dapat dilakukan secara individu ataupun berkelompok.
  • Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu video jingle.
  • Setiap video jingle harus merupakan kreasi asli, tanpa pernah diperlombakan dalam kegiatan serupa lainnya.
  • Konten video tidak boleh mengandung unsur kekerasan, penggunaan obat-obatan terlarang, konten/aktifitas seksual, Politik, SARA atau terkesan menyinggung/menjelek-jelekkan pihak manapun.
  • Pihak Soundfren tidak bertanggung jawab jika ada pihak-pihak yang melakukan klaim atas teks, gambar, footage, maupun hal-hal yang dijadikan konten video dan diunggah oleh para peserta.
  • Penyelenggara memiliki hak untuk mengubah syarat dan ketentuan jika dianggap diperlukan, tanpa perlu ada pemberitahuan terlebih dahulu.
  • Program ini tidak dipungut biaya apapun.
  • Program ini tidak berlaku untuk karyawan Soundfren, dan seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan program ini.
  • Video dan segala informasi yang telah diunggah oleh peserta, sepenuhnya menjadi milik Soundfren, yang selanjutnya dapat dipergunakan sebagai iklan, event khusus, termasuk promosi penjualan, serta dapat dipasang di akun resmi media sosial milik Soundfren.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Dengan mengikuti kompetisi ini, maka peserta telah patuh pada segala syarat dan ketentuan yang berlaku

Hadiah:

Pemenang kompetisi yang berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebagai berikut :

Juara 1  mendapatkan uang tunai Rp 10 .000.000 dan 2 finalis mendapatkan masing-masing uang tunai Rp 2.500.000

*Pajak hadiah ditanggung pemenang.

#BikinJalanLo Versi Delika

“Soundfren memberikan kami kesempatan manggung dan menawarkan peluang untuk berelasi lebih luas dengan para pelaku industri musik – Delika”

Passion. Satu kata yang menjadi awal mula Delika terbentuk. Semuanya bermula dari passion yang sama dalam berkarya di bidang musik dan ingin menciptakan karya yang abadi. Grup musik asal Jakarta yang telah memiliki karya musik bertajuk “Racau” dan “Tegar Bersandar” ini terinspirasi bermusik dari The Beatles, Bee Gees, Fleetwood Mac, hingga Mondo Gascaro.

Delika merekam sebagian besar rekamannya secara mandiri dengan peralatan terbatas di kamar kos salah seorang personilnya, Bagus. Semua perjuangan Delika terbayar saat memenangi kompetisi Levis Band Hunt 2018 untuk lagu “Racau” serta mendapatkan Best Folk Song untuk lagu “Tegar Bersandar” oleh American Track Music Award. Setelah itu, apa yang direkam Delika di kamar kost diproduksi ulang oleh Widi Puradiredja di Organic Records hingga dimastering oleh Geoff Pesche di Abbey Road Studio London.

Teknologi memudahkan jalan Delika untuk menyampaikan musik ke para pendengarnya. Dari sana, Delika banyak mendapat masukan mengenai pasar bermusik khususnya untuk genre yang diusung Delika. Kondisi industri musik yang sudah memasuki era digital membuat Delika semakin bersemangat menciptakan karya karena kesempatan untuk didengar orang bisa semakin luas. 

Bergabungnya Delika di Soundfren karena bagi Raya dkk Soundfren mampu menawarkan peluang untuk berelasi lebih luas dengan seluruh pelaku industri musik. Jadwal manggung Delika makin padat setelah menjadi pengguna Soundfren. Di awal tahun 2020 saja Delika sudah 3 kali mengisi acara diantaranya Kurasi Musik Vol.5, Manggung di Pasar, dan program musik “Indie Air” yang ditayangkan melalui kanal Usee Prime di UseeTV.


#BikinJalanLo Versi Robin and the Poetry


“Soundfren membantu kami untuk memperkenalkan karya lebih jauh – Robin and the Poetry”

Tak pernah terpikirkan akan serius di industri musik, Robin and the Poetry awalnya hanya iseng mencoba bermain musik namun seiring berjalannya waktu ada kenikmatan tersendiri yang mereka rasakan dari musik. Bagi grup musik yang terinspirasi dari Sore Band, White Shoes and the Couples Company, Efek Rumah Kaca, FSTVLST, The Adams, dan Mondo Gascaro ini bisa bermain musik dan memiliki karya sendiri itu merupakan pencapaian yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata. 

Robin and the Poetry bersyukur lahir di era kecanggihan teknologi yang terus melesat, karena mereka bisa lebih leluasa dalam mempromosikan karya. Kemajuan teknologi yang masuk ke industri musik juga tak dipungkiri bisa menjadi boomerang terhadap para musisi, karena akan banyak pembajakan terhadap karya musik.

Salah satu cara yang dilakukan Robin and the Poetry dalam menyikapi kemajuan teknologi adalah bergabung dengan platform Soundfren. Aplikasi yang lahir berkat kemajuan teknologi di era digital ini. Berkat Soundfren, grup musik yang memiliki hits “Pecah Suara” ini bisa mendapat relasi yang semakin dapat memuaskan hasrat mereka dalam bermusik. Selain itu, Soundfren juga membantu mereka untuk mengenalkan karya-karya musik ke masyarakat.

Grup musik yang digawangi oleh M. Raihan Aqil, Khairul Khusnul Z, Asep M Ainal F, Nur Hakim, Anas, dan Simon berharap supaya karya mereka dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat. Soundfren sangat menakjubkan dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya.

#BikinJalanLo Versi Devan Nugraha


“Dengan gabung Soundfren, Saya jadi bisa kenal para musisi dari berbagai daerah dan genre – Devan Nugraha”

Berawal dari hadiah pemutar musik dari sang ibu, Devan Nugraha mulai menggemari musik. Semasa sekolah, Devan rutin mengikuti kompetisi bernyanyi dan ia juga membuat grup musik bersama teman-temannya. Setelah lulus sekolah, Devan mulai aktif memproduksi lagu sendiri dan menjadi penyanyi solo sampai dengan sekarang.

Musisi yang terinspirasi dari Ed Sheeran, John Mayer, dan The Overtunes ini merasakan betul dampak positif dari perkembangan teknologi di industri musik. Ia jadi bisa memproduksi lagu sendiri di rumah tanpa perlu bantuan label sekalipun. 

Devan juga merasakan dampak positif dengan bergabung menjadi pengguna Soundfren salah satunya ia bisa tampil menjadi pengisi acara di program “Indie Air” yang tayang di UseeTV. Selain itu, setelah bergabung dengan Soundfren, Devan jadi bisa kenal dengan para musisi dari berbagai daerah, genre, serta para produser musik.

Devan berharap jalan bermusiknya di tahun 2020 ini semakin terbuka lebar lewat Soundfren salah satunya dengan memberikan banyak panggung untuk mengenalkan musiknya kepada para penikmat musik. Bagi Devan, kehadiran Soundfren sangat membantu para musisi yang tengah memulai karir.

#BikinJalanLo Versi Camelia Jonathan


“Pencapaian pribadi tahun ini adalah bisa satu gig bersama musisi perempuan yang saya kagumi , Ayu Ting Ting” – Camelia Jonathan”

Camelia Jonathan sudah hobi menyanyi sejak kecil dan mulai menulis lagu sejak duduk di bangku sekolah dasar. Baru saat menjadi mahasiswa di tahun 2007, ia memulai rekaman lagu untuk pertama kalinya. Setelah itu, CJ sapaan akrab Camelia, mulai menjalani setiap langkah untuk bisa berkomitmen di dunia musik.

Salah satu musisi yang menginspirasi CJ adalah Imogen Heap, karena menurut CJ beliau adalah seorang perempuan, mandiri, dan pionir dalam bidang teknologi dan musik. Dari beliau, CJ senantiasa diingatkan untuk menyaring bunyi-bunyian dan inspirasi yang positif dari sekedar kebisingan dan energi negatif di sekitar yang kadang tidak bisa kita hentikan.

Selama 12 tahun berkolaborasi dan mencoba berbagai hal di industri kreatif dan konten digital, CJ banyak menemukan hal-hal baru sekaligus membuat pencapaiannya di dunia musik semakin bertambah. Salah satunya terjadi di tahun ini, dimana ia bisa berada satu acara bersama musisi perempuan idolanya, Ayu Ting Ting di acara Langit Musik x Soundfren. CJ juga berencana untuk mengadakan solo gig dalam waktu dekat untuk membawakan karya-karya dan cerita dalam konsep miliknya sendiri.

Bagi CJ, perkembangan teknologi yang telah merambat ke industri musik semakin mendorong kolaborasi seni dan sains untuk memecahkan masalah-masalah, khususnya di industri musik. Sayangnya, penggunaan teknologi oleh musisi di Indonesia masih sebatas untuk teknikal saja, belum sampai kolaborasi dari segi kreativitas lintas disiplin. Dunia musik di Indonesia bukanlah industri dengan infrastruktur yang ideal seperti di luar negeri.

Dunia musik Indonesia adalah rimba di mana tidak semua musisi bisa berhasil dengan menjalani cara yang sama. Database dan jaringan sangat penting bagi para musisi yang baru ingin memulai karirnya. Komunitas dan jaringan apapun akan sangat membantu, salah satunya dengan adanya aplikasi Soundfren.

Bergabungnya CJ bersama Soundfren membuatnya menambah kenalan di ekosistem musik dan menemukan talenta baru untuk berkolaborasi. Sejauh ini CJ telah mendapatkan 2 gig dari aplikasi Soundfren. Fitur-fitur untuk audisi gig dan berkolaborasi dengan musisi lain sangat membantu sekali. CJ berharap Soundfren terus memperbanyak submisi agar kesempatan musisi untuk tampil semakin terbuka terlebih program offline yang dijalankan Soundfren beberapa bulan terakhir ini terlihat sangat agresif.

#BikinJalanLo Versi Wenny Flowee


“Dengan adanya Soundfren, sangat membantu aku banget untuk promo dan kolaborasi sesama pengguna lainnya – Wenny Flowee”

Sejak masih berusia 5 tahun, Wenny Flowee sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia musik. Dengan dukungan dari keluarga, Wenny banyak mengikuti lomba menyanyi hingga bisa tampil di televisi nasional. Berawal dari menyanyikan lagu milik orang lain, kini Wenny Flowee sudah bisa membuat lagu sendiri. Penyanyi sekaligus penulis lagu ini sangat menikmati semua prosesnya.

Penyanyi yang mengidolakan Taylor Swift ini merasakan bahwa perkembangan teknologi di industri musik sangat berdampak bagi karirnya terlebih dengan maraknya sistem digital. Wenny bukanlah orang yang ahli dalam bidang teknologi tapi baginya ia merasa harus mencoba dan memahaminya.

Di tahun 2019 ini, Wenny Flowee sangat terbantu dengan hadirnya aplikasi jejaring sosial Soundfren. Terbukti dengan banyaknya kolaborasi yang berhasil dilakukan Wenny bersama dengan pengguna Soundfren lainnya. Salah satunya, ia bekerjasama dengan seorang desainer untuk membuat artwork atau video lyric dari karya musiknya melalui Soundfren.

Menurut pelantun “Untuk Lelaki” ini, banyak pengguna Soundfren yang sudah berpengalaman di industri musik dan bisa menjadi rekan kolaborasi. Selain itu, Soundfren juga merupakan wadah untuk promo karya musik. Wenny yang pernah tampil dalam acara Kurasi Musik Vol 1 ini berharap agar Soundfren bisa memperbanyak acara yang bisa mempertemukan para penggunanya seperti Soundfren Meet Up.

#BikinJalanLo Versi Tririnda

“Tahun ini Saya bisa tampil di “In Between Showcase” Gabriel Mayo karena Soundfren – Tririnda”

Tahun 2019 merupakan tahun yang spesial bagi penyanyi Tririnda. Dua buah lagu miliknya yang diunggah di salah satu layanan streaming musik telah memiliki lebih dari 28.000 pendengar. Tahun ini terasa semakin spesial saat pelantun “Inginku” ini usai tampil di “In Between Showcase” Gabriel Mayo bulan November silam. Bagi Tririnda, ini merupakan kebanggaan tersendiri karena ia bisa mendapatkan apresiasi luar biasa atas karya musiknya.

Musisi yang mengidolakan Yura Yunita, Ruth Sahanaya, Tori Kelly, Melissa Polinar, Jason Mraz, dan Glenn Fredly ini mulai jatuh cinta pada musik saat pertama kali ia belajar bermain gitar semasa duduk di bangku sekolah dasar. Hari demi hari kecintaannya pada musik semakin bertambah hingga akhirnya ia bisa merilis lagu.

Telah menyukai musik sejak lama membuat Tririnda juga turut mengikuti perkembangan teknologi di industri musik. Ia pun merasakan dampak positif perkembangan teknologi di industri musik. Dengan bergabung menjadi pengguna aplikasi Soundfren, ia bisa dengan mudah bertemu para musisi karena bagi Tririnda, Soundfren adalah wadah musisi untuk berkomunikasi.

Tririnda juga berharap ia bisa bertemu lebih banyak lagi teman-teman musisi. Selain itu, Tririnda juga berharap untuk mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan sesama pengguna Soundfren kedepannya. Baginya, Soundfren sangat membantu kesuksesan musisi dan semoga bisa terus hadir memberikan warna di industri musik.

#BikinJalanLo Versi Gabriel Mayo

“Salah satu pencapaian dalam karir saya adalah saat buat konser tunggal untuk album terbaru” – Gabriel Mayo”

Bulan November tahun ini menjadi sangat spesial bagi penyanyi Gabriel Mayo. Ia berhasil membuat konser tunggal sekaligus mempromosikan album terbaru bertajuk “In Between”. Dalam mini konser ini juga dimeriahkan oleh musisi yang merupakan pengguna Soundfren.

Sejak kecil Gabriel Mayo sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia musik. Di tengah keseriusannya menjalankan pendidikan formal, Mayo mulai belajar musik instrumen secara otodidak. Dengan didukung oleh orang-orang terdekatnya, Mayo semakin semangat dan serius menekuni dunia musik. Bagi Mayo, dari orang-orang sekitarnya, ada pelajaran yang bisa ia ambil dan sangat membantunya dalam berkarir diindustri musik.

Perkembangan teknologi yang masuk ke industri musik siap tidak siap harus dihadapi oleh para musisi, tak terkecuali Gabriel Mayo. Menurut pelantun “Insomnia”, perkembangan teknologi harus diikuti, dipelajari, dan disinergikan. Orang yang berhasil adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun.

Salah satu langkah Gabriel Mayo dalam mengikuti perkembangan teknologi ini adalah dengan bergabung ke Soundfren. Aplikasi untuk para musisi ini membantu Mayo menghubungkan segala aspek tentang musisi. Gabriel Mayo dan Soundfren juga pernah bekerjasama mencari musisi terpilih untuk menjadi pengisi acara dalam “In Between Showcase”. Selain akhirnya bertemu dengan pengguna Soundfren yang menjadi pengisi acara konser tunggalnya, Mayo juga menemukan teman-teman musisi dengan karya-karya bagus.

Gabriel Mayo berharap ke depannya, Soundfren bisa berkembang lebih baik dan terus menghubungkan antar musisi tanah air. Apapun kendalanya, akan selalu ada jalan untuk mengatasinya.

#BikinJalanLo Versi Magnesence

Semoga Soundfren tetap eksis demi memajukan musik di Indonesia – Magnesence”

Di tahun 2018 grup musik Magnesence sempat merilis single perdana, namun tak lama mereka ditinggalkan oleh sang vokalis. Keadaan ini tak membuat Magnesence menyerah, di tahun ini mereka mulai bangkit dengan semangat yang lebih baru sehingga menjadi semakin banyak yang mendengarkan grup musik asal Bandung ini.

Magnesence merupakan band indie pop yang terbentuk pada tahun 2012 di kota Bandung. Berawal dari keinginan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri dan diperdengarkan ke banyak orang menjadi awal mula perjalanan grup band yang kini telah pindah ke Jakarta ini.

Grup musik yang mengidolakan Michael Jackson, John Mayer, Jason Mraz, dan 4 Peniti ini merasakan kemajuan teknologi cukup berperan positif dalam karir musik. Perkembangan teknologi yang merambah industri musik membuat jalur distribusi karya musisi indie bisa dengan mudah untuk diakses dan secara tidak langsung dapat tahulebih dalam mengenai kegiatan para musisinya. 

Salah satu langkah Magnesence dalam mengikuti kemajuan teknologi adalah dengan bergabung menjadi pengguna Soundfren. Selain untuk ajang bertemu dengan sesama musisi, Magnesence juga berharap bisa berdiskusi dan berkolaborasi dengan penggiat musik di Soundfren. 

Soundfren telah membuka jalan Magnesence semakin lebar diindustri musik. Grup musik dengan hits Hypothermia ini sudah bisa tampil dibeberapa acara musik dimana juga dapat menambah teman baru. Sejauh ini Magnesence sudah dua kali tampil diacara yang diadakan Soundfren, yakni pada Ngelisan Vol.5 pada bulan Agustus 2019 dan dua bulan berikutnya mereka mendapatkan kesempatan mengisi acara di Kurasi Musik Vol. 2.

Magnesence berharap Soundfren akan terus selalu ada untuk para profesional musik. Selain itu, mereka juga berharap agar Soundfren terus mempertahankan eksistensinya untuk memajukan musik Indonesia.